Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Kunker Kapolda Jambi dan Rakor Satgas Covid-19 Muaro Jambi

Published

on

DETAIL.ID, Muarojambi – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mendapat Kunjungan Kerja dari Kepala Kepolisian Daerah Jambi, Selasa 11 Januari 2022. Agenda Kunker Kapolda Jambi Irjen Pol A. Rachmad Wibowo ini terkait penanganan Covid-19 di Kabupaten Muaro Jambi.

Agenda yang berlangsung di Ruang Pola Rumah Dinas Bupati tersebut dihadiri oleh Bupati Muaro Jambi Hj. Masnah Busro, SE,.M.Tr.IP, jajaran Forkopimda Muaro Jambi, Sekda Muaro Jambi, Para Kepala OPD Lingkup Pemkab Muaro Jambi, dan Camat serta Kepala Desa se-Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam arahan dan pemaparannya, Kapolda menerangkan bahwa penanganan Covid-19 di Kabupaten Muaro Jambi perlu mendapat perhatian yang lebih serius lagi bagi Pemkab Muaro Jambi, mengingat data pada dasbor vaksinasi bahwa capaian vaksinasi Covid-19 di Muaro Jambi sebanyak 216,601 jiwa dari 302,016 jiwa, atau baru 71,7% divaksinasi, masih kurang 28,3% untuk mencapai target 100%.

“Kedatangan saya ke Muaro Jambi terkait kegiatan vaksinasi. Kita mendapat perintah dari Bapak Presiden, dari Bapak Panglima TNI, dari Bapak Kapolri, agar vaksin itu 100% untuk anak Maret, 100% untuk masyarakat umum itu April 2022. Jadi waktu kita sangat kecil. Bapak/Ibu bisa melihat capaian berapa ribu setiap hari di dasbor vaksin.kemenkes.go.id , berapa persen capaiannya. Saya bisa bantu menganalisis, saya punya beberapa satuan kerja di Polda Jambi, saya tugaskan untuk menganalisis berapa capaian persen, berapa orang yang divaksin. Di dasbor vaksin.kemenkes.go.id bapak ibu bisa lihat capaian vaksinasi. Capaian untuk Muaro Jambi sendiri 71,7% (sembari menunjuk slide data capaian vaksinasi di Muaro Jambi). Memang (hampir) mencapai standard yang diberikan pemerintah (sebelumnya) 75%, namun sudah saya ingatkan kepada Kapolres bahwa 2022 standarnya akan dinaikkan ke 80%”, ternyata langsung 100%”, terangnya.

Kapolda mengharapkan sinergisitas Pemkab dan Satgas Covid-19 Muaro Jambi untuk percepatan vaksinasi Covid-19 hingga ke tingkat desa. Dirinya pun memberikan saran, bahwa untuk mencapai target 100% setidaknya 20 orang setiap hari di tiap-tiap desa melakukan vaksinasi.

Selanjutnya dalam Rapat Koordinasi Satgas Covid-19, Bupati Hj. Masnah Busro, SE,. M.Tr.IP menyebutkan, Kabupaten Muaro Jambi menjadi salah satu Kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi selain Kerinci, Batanghari, dan Tanjab Timur. Dirinya mengarahkan kepada seluruh jajarannya untuk berkewajiban menjalankan apa yang telah dihimbau oleh Kapolda Jambi.

“Kita harus dan wajib menjalankan apa yang diperintah Bapak Kapolda tadi. Karena kita dikasi target. Jadi Bapak/Ibu semua, ini saya juga meminta kepada seluruh camat, kita bergerak lagi, saya akan pantau, kita fokuskan. Kepada Dinas Kesehatan kita fokuskan seluruh Nakes kita untuk bekerja. Kita meminta juga kepada seluruh kades-kades, target kita setiap hari itu di setiap desa 20 orang. Kita buat untuk beberapa desa 1 gerai vaksin. Kalau memng warga tidak bias dating (ke gerai), kita jemput. Ketua RT, Kadus, BPD, kita libatkan semua”, tuturnya.

Bupati pun mengharapkan kepada seluruh jajarannya agar bersama komitmen dalam menjalankan percepatan vaksinasi Covid-19 ini, dan menyebutkan hal yang disampaikan Kapolda Jambi bahwa ini adalah instruksi langsung dari Bapak Presiden. Dirinya beserta Satgas Covid-19Muaro Jambi akan terus memantau ke lapangan setiap hari hingga ke desa-desa.

Lebih lanjut Kapolres Muaro Jambi AKBP Yuyan Priatmaja menambahkan, dirinya memberikan masukan dua pilihan dalam melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 di Muaro Jambi. Pertama, Nakes diterjunkan ke seluruh desa. Atau kedua, mengirim 5 orang Nakes ke masing-masing desa dengan target 20 orang divaksin.  Kapolres pun menyebutkan capaian 71,7% tersebut adalah target umum dan lansia untuk dosis 1. Masih ada sekitar 20.000 orang yang harus divaksin untuk target di dosis 1.

“Saya menyarankan kita bagi Nakes ke seluruh desa. Yang kita kejar saat ini vaksin dosis pertama. Target kita untuk naik dari 71% masih ada sekitar 20.000 yang belum divaksin. Masing-masing desa kita kirim 5 orang Nakes. Satu hari targetnya 20, dikali 10 hari saja berarti sehari bisa lebih 200 orang (Nakes) setiap harinya”, ujarnya.

Selanjutnya dalam agenda rapat tersebut Bupati memberikan kesempatan kepada Camat dan Kades untuk menyampaikan saran dan masukan berupa strategi dalam menjalankan percepatan vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Muaro Jambi.

Advertisement

ADVERTORIAL

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-alun Jember pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap terbatas pada bidang keagamaan saja.

Menurutnya, pendidikan di pesantren membekali para santri dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat sebagai modal untuk mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kesetaraan tidak cukup hanya disuarakan melalui pidato, melainkan harus diwujudkan secara nyata lewat kebijakan yang membuka peluang luas bagi perkembangan santri.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember guna membantu para santri berprestasi melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Gus Fawait menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an, sebab prestasi di bidang akademik maupun nonakademik juga memerlukan pengakuan yang adil.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas pesantren juga direalisasikan melalui bidang kesehatan.

Warga ber-KTP Jember kini dapat memanfaatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.

Pemkab Jember turut menghadirkan layanan Mobil Cinta yang disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk mempermudah proses pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan tempat tinggal mereka.

Di samping itu, Gus Fawait mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab yang lebih luas di tengah masyarakat, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan negara.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa para santri berhak memperoleh porsi perhatian yang adil dalam pemanfaatan anggaran daerah, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun program pembangunan lainnya, sehingga stigma lama dapat dihilangkan sepenuhnya.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Gerak Cepat Evakuasi Warga Penderita Ulkus Pedis Kronis di Sumberbaru Jember

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, meninjau pasien Amze Suminah di RSD dr. Soebandi, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, bergerak cepat merespons kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia bernama Amze Suminah (71), warga Sumberbaru, yang menderita Ulkus Pedis Kronis.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Gus Fawait mendatangi langsung pasien yang sebelumnya dirawat di rumah untuk memastikan penanganan medis yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait seperti pihak puskesmas agar turun tangan secara langsung ke lapangan.

“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Homecare sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” katanya.

Namun, pihak keluarga sempat menolak rujukan ke rumah sakit sehingga tim medis menyesuaikan dengan merawat pasien di rumah.

Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi.

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan hingga pendampingan keluarga di rumah sakit akan difasilitasi penuh.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa melalui pemerintah daerah. Tujuannya, agar penanganan cepat dapat segera dilakukan,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Ning Ghyta Temui Langsung Warga Penerima Layanan Homecare Jember

DETAIL.ID

Published

on

Ning Ghyta saat mengunjungi penerima Homecare Jember, Sabtu (10/10/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah warga penerima program layanan Homecare di wilayah Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Peninjauan ini difokuskan pada kelompok rentan yang meliputi ibu hamil dengan risiko tinggi, balita penderita stunting, serta warga penyandang disabilitas mental.

Di Kecamatan Kaliwates, sasaran peninjauan mencakup seorang ibu hamil dengan riwayat persalinan sesar pada anak pertama yang mengalami Kekurangan Energi Kronis serta memiliki berat badan 38,6 kilogram, serta dua balita berusia 1 tahun 11 bulan dan 2 tahun yang teridentifikasi stunting.

Sementara itu, peninjauan di Kecamatan Sumbersari menyasar seorang warga dengan kondisi disabilitas mental autis.

Dalam kesempatan tersebut, Ghyta Eka Puspita menekankan sinergi dan keterlibatan aktif seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan demi keberhasilan program layanan kesehatan masyarakat ini.

“Bahu membahu untuk Homecare ini mudah-mudahan bisa menjadi program yang sukses. Intinya kita bergotong royong,” ujar Ning Ghyta.

Ketika menyambangi warga penyandang disabilitas mental autis, Ning Ghyta mendapati seorang anak yang hidup bersama kakaknya yang memiliki keterbatasan fisik dan mental setelah ditinggalkan oleh orang tua mereka.

Menanggapi situasi tersebut, ia berharap pihak kecamatan dapat memberikan fasilitasi agar anak tersebut tetap memperoleh hak pendidikannya, salah satunya dengan mengarahkannya ke program Sekolah Rakyat yang ada di Jember.

“Ya mudah-mudahan nanti Pak Camat bisa memfasilitasi. Mudah-mudahan adiknya semangat untuk sekolah,” ucapnya.

Program kunjungan jemput bola ini memberikan kesan mendalam bagi para keluarga penerima manfaat.

Findaria selaku ibu dari Elisa, balita yang mengalami stunting, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan langsung ke kediamannya.

“Bahagia. Senang,” kata Findaria.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Asmiati, ibu dari Alea yang juga merupakan balita penderita stunting.

Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran serta perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui program tersebut.

“Merasa terbantu. Kedatangannya Ning Ghyta, saya senang. Karena saya dibantu oleh Ibu Bupati,” ucap Asmiati.

Asmiati memaparkan, dirinya memperoleh arahan langsung terkait pemenuhan kebutuhan gizi anak berupa pasokan susu khusus yang dapat diambil secara berkala di Puskesmas terdekat apabila persediaan di rumah telah habis.

“Alea ini stunting anaknya. Kalau habis susunya sama Ning Ghyta suruh ambil ke Puskesmas. Kalau di Indomaret-Indomaret ini enggak ada katanya. Soalnya ini susunya mahal,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs