ADVERTORIAL
Gubernur Jambi Al Haris Ikut Berkemah di IKN Bersama Presiden Jokowi
detail.id/, Jambi – Gubernur Jambi Al Haris, dikabarkan ikut serta dalam kegiatan camping bersama Presiden Joko Widodo dan Gubernur 33 Provinsi lainnya di ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim), Senin 14 Maret 2022.
Gubernur Jambi Al Haris camping ceria bersama 33 gubernur lain. Di sini, tiap kepala daerah tingkat 1, diperkenalkan ibu kota negara kesatuan republik Indonesia yang baru, selain Jakarta.
Dikonfirmasi, Kepala Dinas Kominfo Provinsi Jambi melalui Kabid Informasi Publik dan Statistik Diskominfo Provinsi Jambi Sabriyanto, membenarkan perihal itu.
“Iya, Pak Gubernur ikut serta dalam camping di IKN itu,” ujar Sabriyanto pada Senin 14 Maret 2022 pagi.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai hari ini, Senin 14 Maret 2022 hingga Selasa 15 Maret 2022 akan melakukan kemping ceria atau berkemah di titik nol ibu kota negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur (Kaltim).
Kasetpres Heru Budi Hartono mengatakan dalam kegiatannya kali ini Jokowi akan berkemah dengan tenda yang sederhana, meski sederhana Heru memastikan keamanan Kepala Negara tersebut tetap nomer satu.
“Ketika menginap di IKN ini tentunya apa adanya. Dan Bapak Presiden kami siapkan tenda yang sederhana dan lain-lain. Tentunya tidak mengurangi keamanan beliau,” kata Heru dalam konferensi pers virtual yang ditayangkan di kanal YouTube Setpres, Minggu 13 Maret 2022.
Heru Budi menuturkan Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Teguh Pujo Rumekso dan Kapolda Kaltim Irjen Imam Sugianto juga akan berkemah di lokasi yang sama bersama dengan Presiden.
Selain itu, Gubernur Kaltim Isran Noor dan beberapa tokoh masyarakat juga akan berkemah bersama Jokowi.
“Ada beberapa tokoh yang diundang dan Gubernur Kaltim, dan tidak lupa Pak Pangdam, Pak Kapolda juga akan mendampingi beliau,” ucap Heru Budi.
Meski akan berkemah hari ini, Presiden Jokowi sudah menjajakan kaki di Kalimantan Timur sejak Minggu (13/3/2022). Dia menggelar rapat untuk memberikan arahan kepada gubernur dari 34 provinsi di Indonesia bersama dengan 15 tokoh masyarakat Kalimantan Timur terkait pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
“Malam ini, acara terdekat, pukul 20.00 WIB, beliau (Jokowi) akan memberikan arahan dan berdiskusi dengan seluruh gubernur,” kata Heru.
Heru mengatakan, Presiden telah mengundang 34 gubernur dan 15 tokoh masyarakat yang dipilih Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.
“Dan hari ini, beliau-beliau sudah berada disini. Dan nanti mereka berdiskusi dengan Pak Presiden. Itu agenda malam ini,” ujar Heru Budi Hartono.
Informasi terbaru didapat, ternyata Gubernur Jambi Al Haris tak ikut camping. Hanya gubernur dari pulau Kalimantan. Al Haris hanya hadir di acara tersebut.
“Gubernur Jambi hanya ikut acara di IKN. Tidak ikut camping,” jelas Kadis Kominfo Provinsi Jambi Erick Nurachmat Herlambang.
ADVERTORIAL
Kukuhkan Pengurus Baru, Pemkab Jember dan MUI Garap Sektor Sosial-Kesehatan
DETAIL.ID, Jember – Pengukuhan Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 menjadi pijakan awal penguatan kerja sama antara ulama dan pemerintah daerah.
Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Minggu, 23 Agustus 2026, sebanyak 23 pengurus resmi dilantik dengan KH. Abdul Haris, sebagai Ketua MUI Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengungkapkan bahwa tata kelola daerah memerlukan integrasi antara program birokrasi dan peran sentral lembaga keagamaan.
Pendekatan kultural ulama dinilai sangat krusial, terutama dalam menembus persoalan penerimaan program kesehatan, edukasi imunisasi anak, hingga penanganan warga miskin ekstrem dan disabilitas melalui skema home care.
“Saya mohon bantuan kepada MUI. Ada di beberapa tempat yang tidak ikut imunisasi karena masih menganggap imunisasi itu haram. Walaupun MUI sudah mengeluarkan fatwa, mudah-mudahan bisa diperkuat dengan MUI Kabupaten Jember. Kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas, salah satunya untuk menjawab persoalan imunisasi sebagai upaya menyiapkan generasi-generasi Indonesia yang berkualitas,” tutur Gus Fawait.
Di sisi lain, Ketua MUI Kabupaten Jember, KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk memosisikan MUI sebagai mitra strategis yang tetap objektif dan kritis.
Pembagian peran antara pembangunan material oleh pemerintah dan pembinaan spiritual oleh ulama diharapkan mampu menciptakan keseimbangan dalam pembangunan daerah.
“Saya sangat setuju bahwa kolaborasi antara pemerintah dengan MUI ini perlu diperluas. Kita ingin bersama-sama memastikan pembangunan Jember tidak hanya menghasilkan kemajuan secara material, tetapi juga melahirkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, berkarakter, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” kata KH. Abdul Haris. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri IISMEX 2026 di Jakarta, Fadhil Arief Tegaskan Dorong Tata Kelola Pemerintahan yang Adaptif terhadap Perkembangan Teknologi
Batanghari – Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief menghadiri Indonesia International Smart City Expo & Forum (IISMEX) 2026 di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Ajang yang berlangsung pada 11-13 Agustus 2026 tersebut menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batanghari untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kemitraan dalam pengembangan smart city.
Partisipasi Pemkab Batanghari difokuskan pada pengembangan konsep kota cerdas, transformasi digital, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik di Kabupaten Batanghari.
Melalui forum internasional tersebut, Pemkab Batanghari menegaskan komitmennya mendorong tata kelola pemerintahan yang inovatif, efektif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Percepatan digitalisasi diharapkan dapat menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan transparan bagi masyarakat.
Selain itu, Pemkab Batanghari berkomitmen terus menghadirkan inovasi berbasis teknologi sebagai bagian dari upaya mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Perkuat Sinergi Pusat dan Daerah untuk Percepat Pengentasan Kemiskinan
DETAIL.ID, Jember – Langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan warga terus digenjot melalui pendekatan kolaboratif bersama pemerintah pusat.
Komitmen ini mengemuka saat Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memaparkan berbagai program strategis daerah di hadapan jajaran kementerian di Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Pemkab Jember tidak hanya membawa daftar usulan, melainkan memaparkan data faktual, sistem pendukung digital, serta rekam jejak pelaksanaan program di lapangan guna memastikan sinkronisasi kebijakan berjalan efektif.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan. Kami ingin menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Gus Fawait.
Sinergi lintas sektoral ini difokuskan untuk mendukung target besar pemerintah pusat dalam mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem hingga nol persen, serta menurunkan angka kemiskinan nasional secara berkelanjutan.
Di Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), Pemkab Jember memaparkan efektivitas program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) serta layanan kesehatan jemput bola Homecare.
Melalui program Bunga Desaku, pemerintah kabupaten mendekatkan berbagai jenis pelayanan publik, menyerap aspirasi warga secara langsung, hingga mengoptimalkan pengendalian inflasi di tingkat lokal.
Sementara itu, layanan Homecare hadir memberikan akses kesehatan gratis langsung ke rumah warga miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mobilitas.
Selain sektor pemberdayaan desa dan pelayanan kesehatan, Pemkab Jember juga memperkuat kerja sama dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (Kementerian PKP) melalui percepatan program bedah rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Berkat kesiapan data dan kecepatan administratif, Pemkab Jember berhasil memenuhi seluruh tahapan program sesuai tenggat waktu yang ditetapkan pusat.
Gus Fawait menegaskan bahwa penanganan masalah sosial dan ekonomi tidak bisa diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan integrasi lintas sektor yang komprehensif.
“Kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan satu program. Kesehatan, rumah layak, pendidikan, pelayanan publik, infrastruktur dan ekonomi keluarga saling berkaitan. Karena itu penanganannya juga harus dilakukan bersama dan terintegrasi,” tutur Gus Fawait.



