DAERAH
Ini Kiprah Regal Springs Indonesia, Perusahaan Pembudidaya Ikan Pertama di Dunia Penerima Sertifikat ASC
detail.id/, Jakarta – Masa 10 tahun bukan lah masa yang singkat. Namun dalam kurun satu dekade itu, budidaya ikan nila atau tilapia yang dilakukan PT Regal Springs Indonesia di Danau Toba, Sumatera Utara, dikukuhkan menjadi tempat pembudidaya ikan pertama di dunia yang mendapatkan sertifikat Aquaculture Stewardship Council (ASC).
“Dan dalam waktu satu dekade ini pula sudah ada lebih dari 1.700 pembudidaya ikan di seluruh dunia telah memenuhi standar ASC dan turut mendapatkan sertifikat ASC,” kata Managing Director Regal Springs untuk Eropa, Petra Weigl.
Dalam keterangan resmi kepada para wartawan di Medan, Kamis 18 Agustus 2022, ia mengatakan dengan produksi 2,5 juta ton seafood dan rumput laut setiap tahunnya, pembudidaya ikan ini mencerminkan transformasi yang penting dari tanggung jawab sosial dan lingkungan oleh para pelaku industri akuakultur.
Hingga saat ini, kata dia, budidaya ikan Tilapia Regal Springs di Danau Toba masih menjadi pemegang sertifikasi ASC. Begitu pula dengan tempat budidaya ikan yang mereka miliki di Honduras dan Meksiko.
“Di Regal Springs, kami sangat bangga telah menjadi pionir dan tentu saja kami memperluas sertifikasi yang telah dimulai di Indonesia ke Honduras dan Meksiko,” kata Petra Weigl.
Sementara itu Managing Director Regal Springs Indonesia, Rudolf Hoeffelman, menambahkan, sertifikasi ASC telah memberikan perusahaan banyak manfaat.
Di antaranya data yang terorganisir dengan baik, yang perusahaan bagikan secara transparan pada audit dan laporan ASC; peningkatan ketertelusuran, mulai dari pemberian pakan hingga panen.
Lalu, standar pemberian pakan ASC mendatang akan semakin meningkatkan sumber pakan di budidaya kami; dan peningkatan yang berkelanjutan atas tanggung jawab sosial baik bagi internal dan pihak eksternal.
“Secara keseluruhan, sertifikasi ASC telah membantu kami mengomunikasikan keberlangsungan bisnis dan praktik baik kami kepada para pemangku kepentingan serta pelanggan dengan cara yang jelas dan terorganisir,” kata Rudolf.
CEO ASC, Chris Ninnes, menerangkan, proses sertifikasi bagi budidaya ikan Tilapia Regal Springs diberikan selang dua tahun setelah pendirian ASC. Saat itu, kata dia, hanya ada dua jenis budidaya yang dapat tersertifikasi ASC – Tilapia dan Pangasius.
Per 2022, sudah ada standar ASC untuk 11 kelompok spesies, yang artinya pembudidaya yang memanen spesies ini bisa mengikuti sertifikasi ASC.
Kelompok spesies ini adalah abalon; bivalvia (kerang, remis, tiram, simping); ikan pipih; trout air tawar, pangasius; salmon; kakap laut, bawal laut, dan meagre; seriola dan kobia; udang; tilapia; dan ikan tropis bersirip.
“Terdapat juga standar gabungan ASC-MSC untuk seluruh jenis rumput laut,” kata CEO ASC, Chris Ninnes. Ia bilang setiap perjalanan dimulai dengan satu langkah pertama.
Ia mengingatkan, 15 Agustus 2022 kemarin adalah batu loncatan penting bagi perjalanan ASC untuk mengubah industri akuakultur.
Ia mengatakan budidaya ikan pertama di Indonesia yang tersertifikasi pada 2012 ini telah memberikan efek beruntun kepada seluruh pemangku kepentingan dari produsen dan pembudidaya pada pasar di seluruh dunia.
“Kami gembira melihat perubahan menuju budidaya akuakultur yang lebih bertanggung jawab dan hal ini memperkuat komitmen kami untuk memberikan dampak yang lebih besar lagi untuk 10 tahun berikutnya,” ucap Chris
Pelindung Ekosistem
Karena budidaya ikan Tilapia Regal Springs berada di Danau Toba, danau vulkanik terbesar di dunia, maka memastikan adanya ekosistem yang sehat dan bersih menjadi sangat penting bagi produksi ikan mereka.
Lake Manager Regal Springs Indonesia, Friska Saragih, menyebutkan, Danau Toba emiliki luas lebih dari 1.100 kilometer persegi dengan kedalaman hampir 500 meter.
Ia mengatakan, air yang bersih dan dalam menjadi kunci bagi kesehatan komunitas lokal, kesehatan keanekaragaman hayati, dan kesehatan ikan Tilapia.
Regal Springs, kata dia, menyadari hal itu dan sangat memperhatikan perlindungan ekosistem air tawar yang menakjubkan di Danau Toba.
Karena itu pihaknya memilih menggunakan keramba jaring apung yang memiliki dampak sangat kecil bagi lingkungan alami danau. Pihaknya uga terus memonitor kualitas air untuk memastikannya tetap kaya akan oksigen dan tidak terganggu akibat aktivitas budidaya.
“Air yang baik berpengaruh langsung terhadap kualitas ikan Tilapia Regal Springs, membuat ikan-ikan kuat dan sehat, dan kami memastikan untuk benar-benar meninggalkan penggunaan zat aditif,” kata Friska Saragih.
Regal Springs, kata dia, menganut kebijakan nol limbah (zero waste) atau ‘whole fish’. Hanya sekitar sepertiga dari ikan Tilapia yang digunakan untuk potongan fillet atau loin yang dijual di toko-toko. Sisa dari ikan – kulit, sisik, tulang, jantung dan lainnya – digunakan untuk industri lain.
Ikan Tilapia dari Danau Toba berkontribusi dalam produksi suplemen makanan, farmasi, kosmetik, pupuk dan bahkan fesyen (dalam bentuk produk kulit ikan tilapia).
“Regal Springs juga menggunakan minyak ikan tilapia sebagai bahan bakar hayati (biofuel) yang menggerakkan truk dan mesin-mesin lainnya,” tegas Friska Saragih.
Reporter: Heno
DAERAH
Kementerian ATR/BPN Raih Juara II Invitasi Bulu Tangkis Kementan, Ukir Prestasi dan Jalin Silaturahmi
Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) meraih juara II dalam Invitasi Bulu Tangkis yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) mulai 29 Oktober lalu. Setelah berhasil menaklukan tim lawan hingga masuk ke partai final, Kementerian ATR/BPN harus mengakui keunggulan tim tuan rumah yang keluar sebagai juara I setelah menang 3-1 dalam kompetisi lintas institusi ini.
“Alhamdulillah, Kementerian ATR/BPN ikut berpartisipasi di turnamennya Kementan dan bisa meraih juara II. Yang jelas, ini bukan hanya berkompetisi, tapi jadi wadah silaturahmi kita dengan teman-teman dari instansi lain dan tentunya wadah silaturahmi bagi karyawan ATR/BPN dari berbagai daerah,” ujar Ketua Kontingen Persatuan Bulu Tangkis (PB) ATR/BPN yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) BPN Provinsi Kalimantan Timur, Shamy Ardian, usai pertandingan final, di Gedung Bulu Tangkis Marinir Cilandak, Jakarta, Minggu, 1 November 2026.
Kementan dan Kementerian ATR/BPN menjadi Juara I dan II, sedangkan juara III dalam kompetisi bulu tangkis ini diraih oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan disusul Kementerian Hukum yang menempati posisi ke-IV. Final yang berlangsung dalam 3 set permainan ini menutup rangkaian kompetisi yang diikuti oleh tim dari kementerian, lembaga, dan institusi pendidikan.
Menurut Shamy Ardian, kemenangan tim Kementan menjadi motivasi sekaligus bahan evaluasi bagi tim ATR/BPN untuk terus melatih kemampuan diri. “Tentunya ini menjadi penyemangat kita untuk bisa lebih meningkatkan lagi kualitas permainan badminton di ATR/BPN. Supaya ke depan semakin banyak tenaga dari daerah yang bisa kita ajak bermain bersama untuk mengikuti turnamen-turnamen selanjutnya,” katanya.
Invitasi Bulu Tangkis yang berlangsung selama empat hari ini diikuti oleh 11 kementerian/lembaga serta institusi pendidikan. Selain Kementan, Kementerian ATR/BPN, KKP, dan Kementerian Hukum, tim peserta berasal dari Badan Pusat Statistik, Badan Pemeriksa Keuangan, Badan Pangan Nasional, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, serta IPB University.
Kementerian ATR/BPN sendiri menurunkan total 15 pemain yang terdiri dari sembilan pemain inti dan enam pemain cadangan. Ketua PB ATR/BPN, Bagas Agung Wibowo, melaporkan bahwa kontingen ATR/BPN berlaga di lima kategori beregu campuran, yaitu ganda putra total usia 100 tahun (minimal 50 tahun per pemain), ganda putri total usia 80 tahun, tunggal putra usia bebas, ganda putra total usia 95 tahun (minimal 45 tahun per pemain), dan ganda putra usia bebas.
Capaian runner-up dalam invitasi ini menjadi hal positif bagi Kementerian ATR/BPN. Bukan sekadar mengejar podium, partisipasi ATR/BPN dalam kompetisi ini menjadi momen untuk memperkuat kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus mempererat silaturahmi lintas instansi maupun antarpegawai ATR/BPN di daerah melalui olahraga bulu tangkis. (*)
DAERAH
Kafilah Merangin Datang Bersatu, Membawa Syiar, Membawa Menang
DETAIL.ID, Jambi — Perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) Tingkat Provinsi Jambi ke-55 resmi dibuka dengan meriah di Halaman Kantor Wali Kota Jambi, Minggu, 1 November 2026 malam.
Ajang yang berlangsung dari tanggal 30 Oktober hingga 8 November 2026 ini diikuti oleh 629 kafilah dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.
Kemeriahan acara pembukaan langsung terlihat pada sesi defile kontingen. Bertindak sebagai tuan rumah, Kota Jambi membuka barisan defile dengan penampilan unik pasukan berkuda yang sukses menyemarakkan suasana dan menarik perhatian ribuan pasang mata.
Tepat di belakang barisan pembuka, kontingen dari Kabupaten Merangin tampil sebagai kontingen pertama yang berjalan di hadapan podium kehormatan.
Semangat juang dan kekompakan kontingen langsung terpancar saat mereka membawakan pantun khas yang membahana:
“Ke Geopark Merangin Melihat Batu, Sungai Batanghari airnya tenang,
Kafilah Merangin datang bersatu, membawa syiar, membawa menang.”
Kehadiran kafilah Merangin di arena pembukaan disaksikan langsung oleh Bupati Merangin M. Syukur beserta istri Ny. Lavita Syukur, dan Wakil Bupati A. Khafidh beserta istri Ny. Emi Khafidh.
Dari atas podium kehormatan, para pimpinan daerah ini tampak antusias melambaikan tangan, melemparkan senyum, serta memberikan dukungan moral bagi para kafilah Merangin.
Usai acara, Bupati M. Syukur, menunjukkan rasa keyakinan yang tinggi terhadap prestasi kontingen Merangin tahun 2026 ini. Ia menargetkan agar kafilah Merangin dapat menembus jajaran tiga besar.
“Tahun 2024 kita berada di peringkat 10, tahun 2025 naik ke peringkat 8, dan untuk tahun 2026 ini target kita minimal 3 besar. Itu harapan kita bersama dan semoga saja terwujud,” ujar Bupati M. Syukur penuh optimisme.
Ia juga menambahkan bahwa kehadiran jajaran pemerintah Kabupaten Merangin secara langsung di lokasi acara adalah untuk memberikan dukungan moril agar para peserta tampil lebih percaya diri.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan dan semangat kepada para kafilah agar lebih percaya diri sehingga bisa mengerahkan kemampuan secara maksimal dalam perlombaan,” ucapnya.
Dengan kekuatan 62 kafilah terbaik yang dikirimkan usai mengikuti tiga kali Training Center (TC), Kabupaten Merangin siap mengikuti perlombaan untuk mengharumkan nama daerah dan mewujudkan target besar di ajang MTQH Provinsi Jambi tahun 2026. (*)
DAERAH
Kepakan Sayap LSN Jangkau Kalimantan dan Belasan Daerah Jawa Timur
DETAIL.ID, Jember – Gerakan Laskar Sholawat Nusantara (LSN) kian masif memperluas jangkauan organisasinya hingga melintasi batas pulau.
Tak sekadar memperkuat barisan di tingkat daerah, penataan struktur keorganisasian kini merambah belasan kabupaten dan kota di Jawa Timur hingga menembus Kalimantan.
Pengukuhan pengurusan yang telah mengantongi SK meliputi daerah Lumajang, Banyuwangi, Bondowoso, Surabaya, Gresik, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Probolinggo, Pasuruan, hingga Kabupaten Malang.
Sementara di Pulau Kalimantan, pembentukan struktur resmi berdiri di Kabupaten Hulu Sungai Utara dan Banjarmasin.
Sekretaris Panitia Milad ke-7 LSN Jember, M Khoiron Kisan, menyampaikan bahwa langkah perluasan wilayah ini merupakan fondasi utama pergerakan lembaga ke depan.
“Itu yang menjadi komitmen presiden LSN maupun kami si kepengurusan,” tegas Khoiron dalam konferensi pers di Dira Cafe, Minggu, 1 November 2026 malam.
Ia memaparkan, pelebaran sayap ini dilakukan untuk membumikan motto keagamaan sekaligus menguatkan peran di ranah publik dan tata pemerintahan.
Penataan tersebut akan dikukuhkan secara serentak dalam gelaran Apel Sholawat Akbar sekaligus memperingati Milad ke-7 LSN pada Minggu, 8 November 2026 mendatang, yang melibatkan pengurus dari tingkat pusat, 31 kecamatan di Jember, hingga tingkat desa.
Momen tersebut juga ditandai dengan pergantian struktur kepemimpinan, di mana posisi Ketua DPP LSN diserahterimakan dari Ustaz Abdul Adim kepada Hermin, serta posisi Ketua DPC Jember berpindah dari Abdullah Waid kepada Kamiluddin.
Ketua Panitia Milad ke-7 LSN Jember, Agus Nur Yasin, menilai ekspansi masif ini sejalan dengan spirit dasar pendirian organisasi untuk memberi dampak positif nyata bagi khalayak luas.
“Kita berharap dapat memberikan kemanfaatan pada masyarakat,” ujar Agus.
Menurutnya, kiprah LSN yang terus berkembang luas dibuktikan lewat pelbagai saluran, termasuk kiprah di panggung politik yang berhasil mengantarkan Gus Fawait menduduki kursi kepemimpinan daerah.
“LSN membuktikan kemanfaatannya dengan syiar sholawat dan berbagai jalur, salah satunya jalur politik. Hari ini kita membuktikan Gus Fawait mulai di Jawa Timur (DPRD) hingga menjadi Bupati Jember, senyampang bisa memberikan kemanfaatan,” tuturnya.



