ADVERTORIAL
3.931 Warga Dapat Bibit Manggis Gratis
DETAIL.ID, Batanghari – Buah Manggis bakal menjadi produk hortikultura ekspor asal Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Pemerintah daerah ini telah menyalurkan 10.000 batang bibit manggis gratis. Sasarannya adalah 3.931 warga.
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Mara Mulya Pane mewakili Bupati Muhammad Fadhil Arief, hari ini melaksanakan penanaman simbolis bibit manggis. Tak hanya itu, pria akrab disapa Ucok ini turut menyerahkan bibit sayuran.
Warga selanjutnya bisa menanam bibit manggis dan sayuran pada pekarangan rumah. Prosesi penyerahan bibit manggis berlangsung di Balai Desa Tanjung Marwo, Kecamatan Muara Tembesi, dua hari lalu.
“Program penanaman manggis sebanyak 10.000 batang tahun ini kita harapkan juga menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya kita turut serta secara nyata harus kita lakukan secara selektif dan berorientasi pada kebutuhan pasar,” ucapnya.
Menurut Ucok, program pengembangan budidaya manggis sangat potensial. Dinas TPH beserta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait lainnya dapat melakukan pendampingan maksimal terhadap petani buah manggis.
“Kita harapkan produksi buah manggis nantinya memiliki kualitas prima dan memiliki daya saing ekspor. Dengan maksud tersebut, petani buah manggis harus kita siapkan menjadi petani cerdas,” ujarnya.
Petani harus diberikan bimbingan mengenai cara budidaya yang baik dan sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) yang baik dan benar. Melalui pola ini, pemerintah daerah ke depan berharap akan ada panen buah manggis yang unggul dan bermutu.
Penanaman bibit manggis dapat disinergikan dengan pengembangan sektor pariwisata. Nilai tambah akan dapat diperoleh dengan mengelola kebun buah menjadi destinasi wisata baru.
“Seperti di daerah lain kita dengar dan lihat ada kampug apel, kampung durian, kampung salak dan ke depan akan ada kampung manggis. Cita-cita itu bukan impian semata namun akan menjadi kenyataan apabila kita sama-sama bekerja keras untuk mewujudkannya,” katanya.
Bibit manggis 10.000 batang tersebar di 13 desa. Populasi tanaman manggis lebih dari 10.000 bisa dijadikan kampung hortikultura manggis yaitu Desa Tanjung Marwo, Kecamatan Muara Tembesi, Desa Ladang Peris, Kecamatan Bajubang dan Desa Serasah, Kecamatan Pemayung.
Editor: Ardian Faisal
ADVERTORIAL
Buka Resmi Bazar Ramadhan BKOW, Wagub Sani: Kolaborasi Apik, Ruang Pemberdayaan dan Ruang Kepedulian
Jambi – Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I membuka secara resmi Bazar Ramadhan yang diselenggarakan oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jambi, yang bertempat di Gedung Wanita BKOW Provinsi Jambi, pada Selasa, 24 Februari 2026. Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan unsur Forkopimda, Ketua DWP Provinsi Jambi, Iin Kurniasih Sudirman, Kepala Perangkat Daerah terkait Lingkup Pemerintah Provinsi Jambi, para pengurus dan anggota BKOW Provinsi Jambi, para tokoh wanita, pemuka masyarakat dan panitia pelaksana serta undangan lainnya.
Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani menyampaikan, Bazar Ramadhan yang diselenggarakan oleh BKOW Provinsi Jambi yang akan berlangsung selama kurang lebih 5 hari kedepan ini merupakan sebuah ruang kolaborasi apik, ruang pemberdayaan, dan ruang kepedulian.
“Ramadhan selalu membawa peningkatan kebutuhan masyarakat, terutama bahan pokok dan kebutuhan konsumsi keluarga. Kehadiran bazar seperti ini memberikan solusi nyata yakni menghadirkan produk dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha bagi para pelaku UMKM, khususnya Perempuan,” ujar Wagub Sani.
Wagub Sani juga mengapresiasi peran BKOW Provinsi Jambi yang terus aktif menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam pemberdayaan perempuan dan penguatan keluarga. Menurutnya, organisasi wanita bukan hanya pelengkap pembangunan, tetapi mitra utama dalam membangun sumber daya manusia yang tangguh, berakhlak, dan produktif.
“Kita menyadari bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam ketahanan ekonomi keluarga. Banyak usaha rumahan tumbuh dari dapur, dari ruang kecil di rumah, tetapi mampu menopang pendidikan anak, membantu ekonomi keluarga, bahkan membuka lapangan kerja di lingkungan sekitar. Inilah wajah ekonomi kerakyatan yang sesungguhnya. Melalui Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW), organisasi-organisasi wanita di Provinsi Jambi menunjukkan bahwa kolaborasi mampu memperkuat daya saing. Saya berharap kegiatan ini tidak berhenti pada transaksi harian, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas produk, memperbaiki kemasan, memperluas jaringan pemasaran, termasuk memanfaatkan platform digital agar UMKM kita naik kelas, dan mampu menembus pasar yang lebih luas,” ucapnya.
Wagub Sani menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi juga senantiasa memberikan atensi terhadap pelaku UMKM dan Industri Rumah Tangga sebagai bagian dari penggerak ekonomi di Provinsi Jambi.
“Dengan salah satu program unggulan dalam Program Jaringan Majukan Jambi (Pro-Jambi), pada pilar Pro-Jambi Tangguh, Pemerintah Provinsi Jambi memberikan Bantuan modal kerja UMKM/Industri Rumah tangga/Start Up Milenial. Dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk BKOW Provinsi Jambi agar program tersebut dapat terlaksana dan menyasar UMKM dan Industri Rumah Tangga yang di Provinsi Jambi. Selain aspek ekonomi, Ramadhan adalah bulan solidaritas. Bazar kali ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa keberhasilan bukan hanya diukur dari omzet, tetapi dari seberapa besar manfaat yang kita hadirkan bagi sesama. Mari kita jadikan kegiatan ini sebagai gerakan bersama untuk memperkuat kepedulian sosial, membantu masyarakat yang membutuhkan, serta menumbuhkan semangat gotong royong,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jambi Drs. H. Kemas Muhammad Fuad, M.Si mengimbau kepada masyarakat untuk tetap bijak dalam mengkonsumsi. “Artinya kita jangan menimbun, jangan terlalu banyak kita beli, sesuai dengan kebutuhan kita saja,” katanya.
“Dan Alhamdulillah kita melihat daya beli masyarakat dan kemudian ketersediaan bahan pokok, juga terkait dengan harga masih relatif stabil. Kemudian pada hari ini kita hadir dalam kegiatan bazar, kita ikut berpartisipasi selama tiga hari ini kita memberikan pasar murah melalui subsidi harga dari pemerintah kepada masyarakat, seperti beras, minyak goreng, mudah-mudahan kegiatan ini dapat membantu bagi masyarakat yang membutuhkan yang berhak menerima,” ujarnya.
Dijelaskannya juga bahwa pemerintah tidak hanya mengadakan kegiatan di Kota Jambi saja tetapi juga di sebelas kabupaten/kota. ”Kita melaksanakan kegiatan bazar dan pasar murah bekerjasama dengan berbagai organisasi untuk memberikan subsidi dari Pemerintah Provinsi, dari program pak Gubernur dan Wagub, dan program ini dilaksanakan pasti ada pertimbangan dimana strategi dari pimpinan bahwasanya ini harus kita lakukan untuk memberikan bantuan bagi masyarakat tidak mampu dan dilaksanakan, sudah terjadwal, dan mudah-mudahan harapan kami pelaksanaan ini dapat membantu dan sampai kepada masyarakat,” tuturnya.
ADVERTORIAL
IDSD Jambi Meningkat, Gubernur Al Haris Dorong Kabupaten/Kota Perkuat Daya Saing Lokal
Jakarta – Gubernur Jambi Al Haris mendorong seluruh Bupati dan Wali Kota di Provinsi Jambi untuk mengambil langkah konkret dalam meningkatkan daya saing daerah masing-masing.
Hal itu disampaikan Gubernur Al Haris usai diraihnya prestasi Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta tersebut turut dihadiri Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Dalam rilis tersebut, skor IDSD Provinsi Jambi meningkat dari 3,38 menjadi 3,46.
Menurut Gubernur Al Haris, capaian ini merupakan hasil kerja bersama, namun tetap memerlukan penguatan di berbagai sektor agar mampu bersaing lebih baik di tingkat nasional.
“Kita mendorong agar bupati dan wali kota melakukan langkah-langkah strategis agar daya saing di daerahnya dapat meningkat,” katanya tegas.
Ia menambahkan, beberapa indikator yang menunjukkan performa baik antara lain sektor kesehatan, pendidikan, ekonomi, pasar, dan tenaga kerja yang mencatat nilai relatif tinggi.
Menurut Gubernur Al Haris, sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota menjadi kunci dalam menjaga tren peningkatan ini.
Dengan strategi yang tepat, ia optimistis Jambi dapat terus memperbaiki peringkat serta memperkuat posisi sebagai daerah yang produktif dan berdaya saing tinggi.
ADVERTORIAL
Hadiri Rilis IDSD 2025 BRIN, Gubernur Al Haris Tegaskan Daya Saing Daerah Jadi Ukuran Produktivitas dan Kemajuan Ekonomi
Jakarta – Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri kegiatan Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Jakarta, pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) memiliki peran penting dalam mengukur pergerakan produk daerah serta produktivitas masing-masing wilayah.
“Indeks Daya Saing Daerah ini penting untuk mengukur bagaimana produk di daerah itu bergerak dan juga mengukur produktivitas dari masing-masing daerah,” ujar Gubernur Al Haris kepada wartawan.
Berdasarkan rilis IDSD 2025, Provinsi Jambi mencatat kenaikan skor dari 3,38 menjadi 3,46. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja di berbagai sektor strategis.
Gubernur Al Haris berharap tren positif ini dapat terus meningkat sehingga posisi Jambi semakin kompetitif di tingkat nasional.
Dalam IDSD 2025, sejumlah sektor Jambi menunjukkan capaian unggul, di antaranya kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, serta indikator ekonomi dan pasar yang turut mencatat nilai cukup tinggi.
“Kita akan terus mendorong penguatan sektor-sektor unggulan agar daya saing Jambi semakin kuat dan merata,” tuturnya.


