ADVERTORIAL
Sekda: Pemprov Jambi Optimalkan Penggunaan Data Kependudukan
detail.id/, Jambi – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman mengemukakan Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya dalam mengoptimalkan penggunaan data kependudukan.
Hal ini dikemukakan Sekda pada acara Bimbingan Teknis Hak dan Pemanfaatan Data Kependudukan, bertempat di Hotel Shang Ratu Jambi, Selasa 4 Oktober 2022.
“Kegiatan kita pada hari ini menjadi salah bukti tindak lanjut yang dilaksanakan secara konsisten bahwa Pemerintah Provinsi Jambi terus berkomitmen dan berupaya dengan sungguh sungguh untuk dapat mengoptimalkan penggunaan data kependudukan,” ujar Sekda.
Sekda mengatakan, data penduduk Kementerian Dalam Negeri RI adalah data perseorangan dan data agregat yang terstruktur administrasi sebagai kependudukan hasil dengan pelayanan sistem administrasi kependudukan yang tersambung pada pusat data Kementerian Dalam Negeri RI, dimana data perseorangan tersebut telah dikonsolidasikan dan dibersihkan serta tersimpan pada data warehouse yang dikelola oleh Kementerian Dalam Negeri.
Sekda mengungkapkan, sesuai Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 pasal 83, disebutkan data penduduk dimanfaatkan kebijakan untuk kepentingan bidang perumusan pemerintahan dan di pembangunan.
Hal ini diperjelas dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 Pasal 58 ayat (4) disebutkan bahwa data kependudukan yang digunakan untuk semua keperluan adalah data kependudukan dari Kementerian Dalam Negeri RI antara lain untuk pemanfaatan: Pelayanan Publik, Perencanaan Pembangunan, Alokasi Anggaran, Pembangunan Demokrasi serta Penegakan Hukum dan Pencegahan Kriminal.
“Dalam pelaksanaan teknisnya sesuai Peraturan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 102 Tahun 2019 tentang Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan, Hak akses pemanfaatan data dilakukan dengan mekanisme penggunaan Card Reader atau perangkat pembaca KTP-el, akses Web Service dan/atau akses Web Portal dengan media jaringan tertutup,” tutur Sekda.
Lebih lanjut, Sekda menuturkan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) maupun Badan Hukum Indonesia tingkat Provinsi Provinsi Jambi pada tahun 2021 belum efektif menggunakan pemanfaatan data kependudukan, sehingga hal tersebut menjadi bahan evaluasi dan rekomendasi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri RI, agar data dan dokumen kependudukan bisa segera diimplementasikan dalam hak akses dan pemanfaatan data lingkup Provinsi Jambi serta Kabupaten/Kota.
“Pada tahun 2022, Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Jambi telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) pemanfaatan data kependudukan untuk pelayanan publik, sebanyak 9 (sembilan) OPD pengguna, yang pada tahun 2021 lalu hanya 4 (empat) OPD saja. Hal ini belum dapat membuat kita untuk berpuas diri, melainkan menjadi pemacu agar pelaksanaan PKS tersebut betul-betul diimplementasikan dalam Hak Akses yang dapat membantu dan memperlancarkan OPD dalam menjalankan bidang kerjanya,” ujar Sekda.
“Hari ini kita akan melaksanakan Bimbingan Teknis Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan yang pada dasarnya bertujuan: 1). Memberikan bimbingan dan pendalaman kembali terkait Hak Akses dan Pemanfataan Data serta dokumen Kependudukan kepada para pejabat Dinas Dukcapil Kabupaten/Kota agar segera bisa mengimplementasikan di daerahnya, 2). Terlaksana percepatan dan optimalisasi Hak akses dan Pemanfaatan data bagi lembaga pengguna lingkup Provinsi dan Kabupaten/Kota, 3) Agar memahami dan melaksanakan aturan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 102 Tahun 2015 tentang Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan,” kata Sekda.
ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief Hadiri Pembukaan Turnamen Tenis Kajari Cup 2026, Bangkitkan Semangat Olahraga di Batanghari
Batanghari – Bupati Batanghar, Muhammad Fadhil Arief menghadiri pembukaan Turnamen Tenis Kajari Cup Tahun 2026 yang digelar dalam rangka memperingati Hari Adhyaksa ke-66 pada Minggu, 19 Juli 2026.
Kehadiran Bupati Fadhil Arief menjadi bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Batanghari terhadap pengembangan olahraga sekaligus mempererat sinergi antarinstansi melalui kegiatan olahraga yang menjunjung tinggi sportivitas.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhil Arief menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Batanghari yang telah menginisiasi penyelenggaraan Kajari Cup 2026.
Menurutnya, turnamen ini menjadi langkah positif dalam membangkitkan kembali semangat olahraga di Kabupaten Batanghari.
“Terima kasih kepada Kajari Batanghari yang telah membangkitkan semangat olahraga di Kabupaten Batanghari. Selamat bertanding kepada seluruh atlet PELTI Batanghari. Semoga kegiatan yang baik ini memberikan manfaat bagi kita semua,” ujar Fadhil Arief.
Turnamen Kajari Cup Tahun 2026 secara resmi dibuka oleh Kepala Kejaksaan Negeri Batanghari, Dr. H. Muhammad Irwan.
Pembukaan berlangsung meriah dengan dihadiri para atlet tenis lapangan serta tamu undangan dari berbagai unsur pemerintahan.
Ajang olahraga ini digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Adhyaksa ke-66 Tahun 2026, sekaligus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan prestasi atlet tenis, serta menumbuhkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Batanghari, Sekretaris Daerah Batanghari, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (*)
ADVERTORIAL
Semarak Pesta Bola Piala Dunia 2026 di RRI Jambi, Al Haris: Momentum Dongkrak Ekonomi Rakyat
Jambi – Suasana Bola Gembira Pesta Bola Piala Dunia 2026 di RRI Jambi, Telanaipura, Kota Jambi, semakin semarak dengan hadirnya Bazar UMKM yang diikuti 112 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kegiatan yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026 itu dibuka langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris pada Sabtu, 18 Juli 2026 malam.
Sejak dibuka, bazar dipadati pengunjung yang datang untuk menyaksikan nonton bareng (nobar) Piala Dunia sekaligus berburu aneka produk lokal. Seluruh stan terisi penuh dan menawarkan beragam kuliner.
Gubernur Al Haris mengaku senang melihat antusiasme masyarakat terhadap bazar tersebut. Menurutnya, tingginya jumlah pengunjung menjadi bukti bahwa UMKM Jambi memiliki potensi besar untuk terus berkembang.
“Stan semuanya penuh. Produk yang dijual juga semakin beragam dan kualitas kemasannya sudah semakin baik. Ini menunjukkan UMKM kita sudah siap bersaing di pasar yang lebih luas,” kata Al Haris.
Gubernur menilai, penyelenggaraan bazar bersamaan dengan kegiatan nonton bareng Piala Dunia merupakan langkah tepat untuk meningkatkan transaksi para pelaku usaha. Momen berkumpulnya masyarakat dinilai mampu menggerakkan roda perekonomian daerah.
Al Haris mengatakan Pemerintah Provinsi Jambi terus berupaya menyediakan ruang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produknya. Selain melalui kegiatan Car Free Day dan Car Free Night, berbagai agenda yang menghadirkan banyak masyarakat akan terus dimanfaatkan sebagai sarana promosi produk lokal.
“Kebetulan sekarang ada momen nobar Piala Dunia. Kesempatan seperti ini jangan disia-siakan oleh pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan menjual produknya kepada masyarakat,” ujarnya.
Gubernur juga menyebut pemerintah daerah menindaklanjuti arahan pemerintah pusat agar menyediakan lokasi nonton bareng yang mampu menghidupkan aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor UMKM.
Menurut Al Haris, antusiasme masyarakat yang memadati lokasi bazar membuktikan bahwa sepak bola tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Bahkan, sejumlah pelaku UMKM mengaku dagangannya habis terjual sebelum acara berakhir.
“Ini pertanda Piala Dunia memiliki dampak positif yang luar biasa. Masyarakat senang, UMKM bergerak, ekonomi juga ikut tumbuh,” katanya.
Al Haris juga menyampaikan apresiasi kepada RRI yang telah menjadi tuan rumah penyelenggaraan kegiatan sekaligus menghadirkan siaran nobar Piala Dunia sehingga mampu menarik ribuan warga untuk datang.
Ia berharap kegiatan serupa terus digelar karena tidak hanya menjadi ajang hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi peluang bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan serta memperkuat perekonomian daerah. (*)
ADVERTORIAL
Resmi Buka Festival Jambi Elok Nian 2026, Gubernur Al Haris Dorong Sungai Penuh Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris resmi membuka Festival Jambi Elok Nian 2026 yang mengusung tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” pada Jumat malam, 17 Juli 2026 di Taman Mini Melayu Jambi.
Festival ini menghadirkan berbagai pertunjukan seni, budaya, kuliner, serta produk unggulan dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi. Kegiatan tersebut menjadi wadah promosi potensi daerah sekaligus upaya memperkuat pelestarian budaya sebagai identitas masyarakat Jambi.
Dalam sambutannya, Al Haris mengapresiasi antusiasme pemerintah kabupaten dan kota yang ikut berpartisipasi memeriahkan Festival Jambi Elok Nian. Menurutnya, festival budaya seperti ini perlu terus dikembangkan agar menjadi agenda tahunan yang semakin dikenal masyarakat luas.
“Kita mengapresiasi Festival Jambi Elok Nian ini direspons oleh kabupaten dan kota. Kalau bisa, promosi untuk tahun depan jadwalnya diatur lebih baik sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang jelas. Insyaallah tahun depan saya akan mengundang Menteri Kebudayaan ke sini,” ujar Al Haris.
Gubernur juga memberikan perhatian khusus kepada Kota Sungai Penuh yang menjadi tema utama festival tahun ini. Ia berharap daerah tersebut mampu berkembang menjadi destinasi wisata unggulan yang mengandalkan kekayaan budaya dan kuliner.
“Pak Wali Kota, kita bangga dengan Kota Sungai Penuh. Saya menitipkan agar ke depan Kota Sungai Penuh menjadi daerah wisata dan kuliner dengan mengemas inovasi serta kreativitas yang baik sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan,” katanya.
Al Haris menegaskan, Festival Jambi Elok Nian tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan budaya, kuliner, kerajinan, dan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat maupun wisatawan.
Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya sebagai bagian penting dari pembangunan daerah.
“Kami akan terus menumbuhkan semangat dalam mengembangkan budaya di Kota Sungai Penuh ke depannya,” ujar Alfin.
Ia mengatakan, selain memiliki kekayaan budaya yang beragam, Kota Sungai Penuh juga dianugerahi panorama alam yang indah dan berada di kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Potensi tersebut dinilai menjadi modal besar untuk mengembangkan sektor pariwisata.
“Selain kekayaan budaya, Kota Sungai Penuh juga memiliki keindahan alam yang luar biasa serta menjadi kawasan penyangga TNKS. Ini menjadi daya tarik tersendiri agar Kota Sungai Penuh semakin banyak dikunjungi wisatawan,” katanya.
Alfin menambahkan, pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah, masyarakat, maupun para pemangku kepentingan di Provinsi Jambi.
“Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Jambi untuk bersama-sama menjaga budaya. Kami yakin budaya yang kuat akan membentuk karakter masyarakat yang kuat pula,” tuturnya.
Pada kesempatan itu, Alfin juga berharap Pemerintah Provinsi Jambi terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor budaya dan pariwisata, mulai dari peningkatan promosi, pembangunan infrastruktur, hingga mendorong investasi.
Selain itu, ia meminta dukungan Gubernur Jambi untuk memfasilitasi koordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait batas kawasan TNKS yang berada di destinasi wisata Bukit Khayangan. Menurutnya, persoalan tersebut masih menjadi salah satu kendala dalam pengembangan objek wisata unggulan di Kota Sungai Penuh.
Melalui Festival Jambi Elok Nian 2026, Pemerintah Provinsi Jambi berharap semangat melestarikan budaya dapat berjalan seiring dengan pengembangan pariwisata, sehingga mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. (*)



