ADVERTORIAL
Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi Menanggapi Inflasi di Provinsi Jambi
detail.id/, JAMBI – Wakil Ketua II DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jaya Negara memberikan tanggapan terkait dengan kondisi Inflansi yang terjadi di Jambi. Pada Oktober mengalami inflasi sebesar 0,65 persen dan Kota Muaro Bungo inflasi sebesar 0,78 persen.
Kondisi seperti ini akan kembali berpotensi infasi jika Pemerintah tidak melakukan kebijakan secara konfinuitas dalam mengatasi inflasi. Terhadap hal ini pemerintah dikatakan oleh Pinto harus terus mengawasi.
“Ada beberapa hal yang harus dilakukan Pemerintah untuk menekan kembali inflasi di Provinsi Jambi saat ini yaitu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi Bidang Pangan, karena pangan kebutuhan primer bagi warga Jambi,”katanya.
Lebih lanjut disampaikan oleh Pinto Jaya Negara, Pemerintah dapat melakukan intensifikasi atau upaya pemerintah meningkatkan hasil produksi pangan dengan cara memperbaiki metode kerja dan meningkatkan produktivitas faktor produksi pangan tersebut.
“Contohnya pada Dinas pertanian, agar memfokuskan dalam meningkatkan hasil produksi dengan dilakukan dengan pemilihan bibit unggul dan penggunaan pupuk yang tepat bagi masyarakat,”ujarnya.
ADVERTORIAL
Matangkan Strategi Menuju MTQ Provinsi dan Nasional 2026, Wagub Abdullah Sani Buka Rakerda ke-55 LPTQ Jambi
Jambi – Wakil Gubernur Jambi yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) LPTQ Provinsi Jambi ke-55 Tahun 2026 di Ruang Pola Kantor Gubernur Jambi.
Kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting bagi LPTQ untuk melakukan evaluasi sekaligus menyusun strategi menghadapi agenda Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat provinsi hingga nasional.
Rakerda tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kerinci, Wakil Bupati Merangin, Wakil Bupati Tanjungjabung Timur, Wakil Bupati Bungo, Wakil Wali Kota Jambi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Wagub Abdullah Sani menegaskan bahwa Rakerda bukan sekadar agenda rutin, melainkan forum strategis untuk menilai capaian program sekaligus memperbaiki kekurangan yang ada.
“Rakerda ini membahas evaluasi program-program kita yang selama ini laksanakan supaya kedepannya lebih baik,” ujar Wagub Abdullah Sani.
Selain evaluasi, forum tersebut juga membahas persiapan MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi serta kesiapan menghadapi MTQ tingkat nasional yang akan digelar di Pulau Jawa. Menurut Wagub Abdullah Sani, LPTQ harus memastikan para qori dan qoriah Jambi tampil maksimal dan kompetitif di tingkat nasional.
“Kita membahas MTQ ke-55 tingkat Provinsi Jambi dan tingkat nasional yang akan diikuti oleh Qori dan Qoriah yang akan berlangsung di Jawa,” katanya.
Ia menekankan pentingnya penguatan manajemen organisasi, pembinaan berkelanjutan, serta transparansi dalam setiap program. Dengan tata kelola yang baik, LPTQ diharapkan mampu menjadi lembaga yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan MTQ, tetapi juga berperan aktif dalam pembinaan generasi Qur’ani.
Lebih jauh, Wagub Abdullah Sani menyebut LPTQ memiliki tanggung jawab besar dalam membangun sumber daya manusia (SDM) yang berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kita sepakat bahwa LPTQ memiliki peran dalam membangun SDM yang Qur’ani,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Waka DPRD Jambi Hadiri Gerakan Pangan Murah, Minta Pemprov Waspadai Lonjakan Harga Jelang Ramadhan
Jambi – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Samsul Riduan, ST, menghadiri kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) Nasional yang diselenggarakan di kawasan Citraland, Kota Jambi pada Jumat pagi, 13 Februari 2026.
Kehadiran Samsul bertujuan untuk memastikan stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan.
Samsul mengapresiasi langkah pemerintah yang telah menetapkan fokus pengawasan pada 18 item bahan pokok. Berdasarkan data tabel harga yang dipaparkan, kondisi harga pangan di Kota Jambi dinilai cukup baik dan terkendali.
Namun, politisi yang akrab disapa Bang Samsul ini memberikan catatan khusus terkait komoditas cabai rawit yang mengalami lonjakan harga signifikan di Kota Jambi.
“Kota Jambi yang tadi agak berlebih itu masalah cabe rawit. Itu pun memang lonjakannya agak jauh, dari Rp 47 ribu ke Rp 90 ribu. Artinya ini yang harus diwanti-wanti, agar harga di pasar ini stabil sesuai dengan yang sudah diterapkan oleh pemerintah,” kata Samsul di sela-sela acara.
Menanggapi potensi kenaikan harga menjelang Ramadan, Samsul mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi untuk lebih proaktif melakukan pengawasan langsung di lapangan.
“Intinya memang harus rajin-rajin kita Pemprov turun ke bawah, sidak ke pasar. Supaya walaupun terjadi lonjakan, harganya jangan terlalu jauh (naiknya),” ujarnya.
Selain menyoroti Kota Jambi, Samsul juga memantau perkembangan harga di daerah pemilihannya, yakni Kabupaten Sarolangun dan Merangin. Menurutnya, berdasarkan data GPM, stabilitas harga di kedua kabupaten tersebut justru menunjukkan tren yang lebih positif dibandingkan di kota.
“Kalau Sarolangun tadi saya lihat tabelnya lebih baik dari Kota malahan. Hanya kedelai tadi ada selisih sekitar Rp 2 ribu sampai Rp 3 ribu,” ucapnya.
Samsul memastikan bahwa program Gerakan Pangan Murah ini sudah berlangsung dan berjalan dengan baik, sehingga masyarakat dapat menikmati harga pangan yang cukup stabil di tengah fluktuasi pasar.
ADVERTORIAL
Demi Kenyamanan Nasabah, Bank Jambi Komitmen Memperkuat Keamanan Sistem
Jambi — Direktur Utama Bank Jambi, H. Khairul Suhairi, SE, MM menegaskan bahwa kenyamanan dan keamanan nasabah merupakan core value yang menjadi fondasi utama dalam seluruh aktivitas operasional Bank Jambi.
Penegasan tersebut disampaikan sebagai bagian dari penguatan budaya layanan (service excellence) sekaligus implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) di lingkungan Bank Jambi.
Khairul Suhairi menyampaikan bahwa di tengah dinamika industri perbankan dan percepatan transformasi digital, Bank Jambi terus melakukan penguatan pada aspek manajemen risiko (risk management), sistem pengendalian internal, serta perlindungan data dan transaksi nasabah.
“Kepercayaan publik adalah modal utama perbankan. Karena itu, Bank Jambi berkomitmen menjaga integritas sistem, keamanan transaksi, serta kualitas layanan agar nasabah merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penguatan keamanan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari peningkatan infrastruktur teknologi informasi, pengawasan transaksi elektronik, hingga penerapan standar kepatuhan sesuai regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia. Termasuk di dalamnya optimalisasi layanan digital seperti mobile banking yang semakin menjadi kebutuhan masyarakat.
Di sisi layanan, Bank Jambi juga terus meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, khususnya petugas layanan nasabah (frontliner), melalui pelatihan berkelanjutan agar mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan solutif.
“Transformasi yang kami lakukan tidak hanya bersifat digital, tetapi juga kultural. Kami ingin setiap insan Bank Jambi memiliki customer-oriented mindset dan menjadikan kepuasan nasabah sebagai indikator kinerja utama,” kata Khairul.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Bank Jambi tetap menjaga prinsip kehati-hatian (prudential banking) dalam penyaluran pembiayaan, sekaligus memperkuat peran intermediasi untuk mendukung UMKM dan sektor produktif sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurutnya, sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya menjaga stabilitas keuangan, tetapi juga mendorong inklusi keuangan serta memperluas akses pembiayaan masyarakat.
“Bank Jambi adalah bank milik masyarakat Jambi. Karena itu kami berupaya memastikan setiap layanan yang kami berikan memenuhi standar keamanan, transparansi, dan profesionalisme,” katanya.
Dengan penguatan sistem, layanan, dan tata kelola tersebut, manajemen optimistis Bank Jambi dapat terus meningkatkan kepercayaan publik serta tumbuh sebagai BPD yang modern, adaptif terhadap perubahan, dan berdaya saing tinggi di industri perbankan nasional.


