Connect with us
Advertisement

DAERAH

Semangat dalam Satu NKRI Jadi Latar Belakang Penyelesaian Problem 73 Tapal Batas Sumatera Utara

Published

on

detail.id/, Medan – Sejak Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, DNA Provinsi Aceh berdiri, problem tapal batas yang muncul tidak pernah selesai dibahas hingga tahun 2020.

Problem tapal batas itu juga muncul di antara kabupaten dan kota di Sumut. Problem ini juga terjadi sejak kabupaten dan kota itu berdiri.

Kalau dilakukan pertemuan atau negosiasi untuk penyelesaiannya, selalu saja muncul konflik atau perdebatan di antara pihak-pihak yang berkepentingan.

Ketika dibawa ke Pemerintah Pusat, problem tapal batas itu juga tak kunjung bisa selesai.

Sebagai mantan Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad), Letjen TNI (Purn) Edy Rahmayadi, ingin problem itu bisa dituntaskan.

Semangat dalam satu bingkai NKRI membuat Edy Rahmayadi yang kini dipercaya sebagai Gubernur Sumatera Utara ingin menyelesaikan masalah tersebut.

“Semua tapal batas yang bermasalah ini muncul sejak adanya wilayah tersebut. Problem itu bahkan berlangsung hingga tahun 2020,” ujar Afifi Lubis kepada para wartawan di Medan, Rabu, 11 Januari 2023.

Afifi adalah mantan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda Provsu yang ditugaskan Gubernur Edy Rahmayadi sebagai Ketua Tim Penegasan Batas Daerah Provinsi Sumut Tahun 2022.

Saat itu ia didampingi Kabag Pemerintahan Ervan Gani Siahaan dan Ngadimin selaku anggota tim.

Afifi menyatakan dalam kurun waktu 2 tahun (2020- 2022) telah berhasil menuntaskan 73 segmen penyelesaian tapal batas antarprovinsi maupun antarkabupaten/kota di Sumut.

Ia katakan, dengan diselesaikannya 73 segmen tapal batas maka Sumut sudah tidak lagi memiliki permasalahan perbatasan.

“Ini satu prestasi yang membanggakan karena Sumut menjadi salah satu  provinsi yang telah menyelesaikan seluruh tapal batasnya,” kata Afifi.

Baik dalam hal provinsi yang berbatasan dengan provinsi lain maupun seluruh kabupaten dan kota dalam Provinsi Sumut.

Pejabat Pengawas Urusan  Pemerintahan Daerah Ahli Utama ini bilang kebijakan Edy Rahmayadi sudah diberlakukan sejak mengawali masa tugasnya sebagai Gubernur.

Kata dia, Gubernur sudah memfokuskan penyelesaian tapal batas ini dengan semangat NKRI.

Ia mengungkapkan, kebijakan yang diambil Gubernur antara lain melakukan pendataan memakai pendekatan persuasif.

“Serta diiringi dengan membangun komunikasi dan peninjauan langsung secara bersama dengan pihak pihak yang bersengketa,” kata Afifi.

Gubernur, kata Afifi, paham kalau pertimbangan utama pentingnya penyelesaian tapal batas ini berdampak multiefek.

Baik dari aspek administrasi kewilayahan, politik, ekonomi, dan lain sebagainya.

“Masalah tapal batas selama ini sudah dibahas dalam Tim Penanganan Konflik baik di tingkat Provinsi maupun Pusat dan ini sangat potensial menimbulkan konflik horizontal,”  ujar Afifi Lubis.

Menurut Afifi Lubis, semangat NKRI dan semangat Sumut Bersatu dan Bermartabat yang merupakan slogan Gubernur Edy Rahmayadi menjadi kiat dalam mempercepat penyelesaian tapal batas ini.

Atas dasar penyelesaian ini, Afifi bilang Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memberi apresiasi kepada Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

Di samping itu, kata dia, kiat penyelesaian tapal batas ala Gubernur Edy Rahmayadi ini menjadi referensi nasional untuk penyelesaian tapal batas pada provinsi lainnya.

Reporter: Heno

Advertisement Advertisement

DAERAH

Bupati M. Syukur Buka Bersama Pasukan Oranye Kabupaten Merangin

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID. Merangin – Matahari belum lagi tinggi di ufuk timur ketika deru sapu lidi mulai beradu dengan aspal dingin disudut Kota Bangko.

Di saat sebagian besar warga masih terbuai mimpi, ratusan “Pasukan Oranye” sudah mulai “berperang” dengan tumpukan sampah sisa aktivitas kota semalam.

Wajah-wajah lelah namun tetap tegar itu, pada Jumat sore, 13 Maret 2026, berkumpul di sebuah tempat yang tak biasa mereka kunjungi, Pendopo Rumah Dinas Bupati Merangin. Bukan untuk bekerja, melainkan memenuhi undangan khusus berbuka puasa bersama sang pemimpin daerah, Bupati M. Syukur.

Tanpa ragu, Bupati M. Syukur menyebut Pasukan Oranye sebagai pahlawan. Dalam sambutannya yang hangat, Ia mengakui bahwa tanpa dedikasi para petugas kebersihan, impian menjadikan Kota Bangko sebagai kota yang bersih hanyalah angan-angan kosong.

“Sebenarnya Bapak dan Ibu-lah pahlawannya. Setiap hari membuang sampah yang bau dan kotor. Kalau kita lihat penghasilan Bapak dan Ibu, sebenarnya itu tidak setimpal,” ujar Bupati M. Syukur.

Di balik apresiasi tersebut, terselip sebuah catatan pahit tentang perilaku sebagian warga. Bupati menyoroti betapa berat beban para petugas ketika harus berhadapan dengan rendahnya kesadaran masyarakat.

Di beberapa titik seperti kawasan Hotel Royal, depan Pasar Baru, Jembatan Layang, hingga area samping kantor Samsat, sampah masih berserakan di luar tempat yang seharusnya.

Bupati menyentil fenomena “asal lempar” yang dilakukan oknum warga. Meski fasilitas bak sampah (ambrol) sudah disediakan, sering kali sampah justru menumpuk di sekitarnya. Bahkan, lokasi bak sampah yang sudah ditutup pun tetap saja “dikirimi” sampah oleh warga yang tak bertanggung jawab.

“Persoalan paling berat kita adalah berhadapan kesadaran masyarakat yang masih lemah. Bapak dan Ibu sudah semangat membersihkan setiap pagi, tapi masih banyak yang membuang tidak pada tempatnya,” kata M. Syukur.

Tahun 2026, bukan tahun yang mudah bagi Kabupaten Merangin. Tekanan keuangan yang berat membuat banyak sektor harus mengencangkan ikat pinggang.

Namun, di hadapan ratusan petugas kebersihan dari Bangko, Rantau Panjang, hingga Pamenang, Bupati memberikan jaminan yang menenangkan jiwa.

“Saya dan Pak Kanceng (Kadis LH) bersyukur masih bisa mempertahankan Bapak dan Ibu tetap bekerja. Itu yang utama dulu,” ujarnya.

Bagi Bupati M. Syukur, kepuasan batin saat melihat kota bersih adalah upah yang tak ternilai harganya, meski ia tetap berupaya keras agar hak-hak kesejahteraan mereka terpenuhi tepat waktu.

Kabar mengenai kendala sistem perbankan yang sempat membuat resah pun terjawab sore itu. Dengan gaya bicara yang akrab, Bupati memastikan bahwa gaji mereka akan dibayarkan secara tunai di kantor Dinas Lingkungan Hidup mulai Sabtu pagi guna menghindari kendala sistem digital yang tengah bermasalah.

“Jangan bilang orang-orang ya, besok bapak dan ibu sudah bisa gajian. Silahkan ambil di Kantor LH,” ucapnya berseloroh disambut tawa para Pasukan Oranye.

Acara ditutup dengan penyerahan santunan paket sembako dari Bank 9 Jambi dan BAZNAS. Raut wajah Pasukan Oranye tampak sumringah. Setidaknya, kebutuhan sembako untuk beberapa hari kedepan sudah terjamin.

Bagi Pasukan Oranye, esok pagi tugas berat kembali menanti. Mereka akan kembali berhadapan dengan sisa-sisa limbah dan ketidakteraturan kota. Namun kali ini, mereka berangkat dengan martabat yang diangkat tinggi—sadar bahwa di setiap ayunan sapu mereka, ada doa dan pengakuan dari pemerintah. (*)

Continue Reading

DAERAH

Bupati Syukur Hadiri Zoom Meeting dan Bazar Pangan Murah di Polres Merangin

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin, M. Syukur, menghadiri kegiatan Bazar Murah dan Zoom Meeting dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri Serentak 2026 tingkat Kabupaten Merangin. Kegiatan yang diinisiasi untuk menjaga stabilitas harga pokok ini berlangsung di Aula Polres Merangin pada Jumat, 13 Maret 2026.

Acara ini merupakan bagian dari instruksi pusat yang dilaksanakan secara serentak di seluruh jajaran Polda dan Polres se-Indonesia, dengan titik utama pemantauan melalui zoom meeting dari Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta dan Banten.

Dalam kunjungannya, Bupati M. Syukur didampingi oleh jajaran pejabat strategis, di antaranya Staf Ahli III Hendri Widodo, Plt Asisten II Siahaan, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Mujibur, serta Kadis Ketapang Hermanto. Turut hadir pula perwakilan dari DKUMPP, Bappeda, dan perwakilan Kantor Cabang Bulog Hamdani

Bupati M. Syukur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying) menjelang hari raya.

“Kondisi stok beras nasional saat ini aman. Informasi ini perlu diketahui masyarakat agar tidak perlu ada panic buying. Semua kebutuhan cukup,” ujar Bupati Syukur di sela-sela peninjauan bazar.

Kapolres Merangin, AKBP Kiky Firmansyah, menjelaskan bahwa gerakan pangan murah ini menyediakan berbagai kebutuhan pokok mulai dari minyak goreng, tepung, gula, hingga beras. Program ini merupakan bentuk nyata dukungan Polri terhadap visi Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan.

“Tujuannya adalah memberikan rasa nyaman kepada masyarakat terkait ketersediaan stok pangan. Polri membantu pemerintah menstabilkan harga jelang Idul Fitri agar tidak terjadi lonjakan harga yang memberatkan warga,” kata Kapolres.

Ia juga menambahkan bahwa stabilitas harga pangan sangat krusial dalam menjaga stabilitas keamanan nasional, terutama pada periode puncak konsumsi masyarakat di bulan Ramadan dan Idul Fitri. (*)

Continue Reading

DAERAH

Pulang ke “Tanah Pusako”, Bupati M. Syukur Bernostalgia di Dusun Melako

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Ada suasana yang berbeda dalam Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Merangin pada Kamis, 12 Maret 2026.

Langkah kaki Bupati Merangin, M. Syukur terasa lebih ringan saat memasuki Dusun Melako, Desa Seringat, Kecamatan Sungai Manau. Baginya, ini bukan soal kunjungan kerja formal, melainkan sebuah perjalanan pulang menuju rumpun akar keluarga.

Bersama sang istri, Lavita Syukur, Bupati memilih Masjid M. Syukur sebagai pusat kegiatan. Nama masjid ini mungkin terkesan familiar. Tapi, bagi warga setempat, rumah ibadah ini adalah simbol bakti sang Bupati yang berdiri kokoh di atas “Tanah Tuo” atau tanah pusako almarhum ayahnya, H. Usman.

Menurut warga setempat, Masjid ini dibangun pada periode kedua M. Syukur menjabat di DPD RI sekitar tahun 2015 silam. Tak hanya membangun Masjid, Bupati M. Syukur juga berencana membangun pondok pesantren.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur sempat bernostalgia tentang alasan di balik pembangunan masjid tersebut.

“Dulu, warga di sini sering was-was kalau mau sholat Subuh di masjid lama yang di bawah karena sering banjir. Berangkat dari situ, bismillah, saya bangun masjid ini. Meski belum sempurna, alhamdulillah sudah bisa kita makmurkan bersama,” ujarnya di hadapan jemaah yang mayoritas masih memiliki hubungan kerabat.

Sambil berseloroh tentang hitungan malam Ramadan yang ke-23 atau 24 yang menurutnya tak perlu dipusingkan selama Idulfitri tetap tiba, Bupati M. Syukur juga menyelipkan pesan serius mengenai pembangunan.

Ia menyoroti akses jalan menuju Simpang Seringat – Sungai Pinang yang kini sudah mulus setelah dikucurkan anggaran hampir Rp30 miliar. Namun, ada nada kekhawatiran yang ia sampaikan.

“Jalan bagus ini dibangun untuk ekonomi dan pendidikan, bukan untuk balap motor. Jangan sampai aspal yang mulus malah membawa petaka bagi anak-anak kita,” ucapnya.

Tak hanya soal aspal dan bangunan fisik, Bupati M. Syukur juga tampak bersemangat memaparkan program unggulan Pemerintah Kabupaten Merangin.

Dibidang Pendidikan Pemkab Merangin meluncurkan program beasiswa pendidikan dan kursus Bahasa Inggris serta Arab gratis di setiap kecamatan. Tujuannya agar generasi muda Merangin mampu bersaing di kancah global.

Dibidang kesehatan dan sosial, Pemkab Merangin menambah kuota jaminan kesehatan untuk 10.000 orang dan program bantuan peralatan sekolah bagi warga kurang mampu.

Dibidang Ekonomis Pemkab Merangin meluncurkan program bnabntuan modal untuk UMKM, seperti perajin Gelamai, serta dukungan dana Rp 100 juta bagi pesantren yang terdaftar. modal untuk UMKM, seperti perajin Gelamai, serta dukungan dana Rp100 juta bagi pesantren yang terdaftar.

Menutup rangkaian safari yang juga merupakan agenda terakhir tim pemerintah tahun ini, Bupati M. Syukur menyerahkan berbagai bantuan secara simbolis.

Dukungan mengalir mulai dari Bank Jambi senilai Rp 5 juta, BAZNAS Rp 1,5 juta, bantuan alat salat, hingga 35 sak semen untuk kelanjutan pembangunan masjid.

Momen haru juga terlihat saat penyerahan santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada tiga penerima manfaat dengan nilai masing-masing Rp 42 juta.

Turut hadir mendampingi Bupati, sejumlah pejabat teras seperti Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin, Kadis Pertanian Mujibur, Kadis Lingkungan Hidup Syafrani Kanceng, hingga perwakilan Bank 9 Jambi dan jajaran camat setempat.

“Mohon doanya agar saya tetap diberi kekuatan untuk memimpin Merangin dengan aman dan amanah sampai akhir jabatan,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs