ADVERTORIAL
Cegah Macet, Pemprov Jambi Siapkan 40 Ha Lahan Parkir Truk Batu Bara
Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi menyiapkan 40 hektare lahan kosong yang akan dimanfaatkan sebagai lahan parkir truk batu bara di Jalinsum. Lahan parkir itu disediakan untuk menekan angka kemacetan akibat truk batu bara yang parkir di pinggir jalan.
“Jadi lahan kosong di daerah Jalan Bulian-Tembesi yang seluas 40 hektare itu akan kita jadikan kantong parkir utama juga sekaligus menjadi cek point bagi kendaraan-kendaraan truk batu bara,” kata Dinas Perhubungan Provinsi Jambi Ismed Wijaya, Sabtu, 11 Februari 2023.
Lokasi lahan parkir bagi truk batu bara itu nantinya dikelola oleh PT Sahri Anugerah Pusaka (SAP) yang bekerja sama dengan Pemprov Jambi. Lahan parkir yang berada di kawasan Kabupaten Batanghari itu juga dinilai mampu untuk mengatasi kemacetan akibat angkutan batu bara yang menumpuk di bahu jalan usai dari lokasi tambang.Lahan kosong yang telah disediakan itu mulai hari ini juga sudah bisa digunakan sementara oleh angkutan-angkutan batu bara menjelang lokasi parkir itu akan memiliki fasilitas lengkap lainnya. Nantinya di lahan itu pula setiap kendaraan yang telah melaksanakan muatan dari mulut tambang diminta untuk terlebih dahulu berada di lahan parkir agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalan.
“Di lahan ini kita bisa melakukan pengaturan keberangkatan angkutan batu bara yang nantinya bisa dilaksanakan disini setelah angkutan-angkutan batu bara melakukan muatan di lokasi tambang. Jadi lebih teratur kondisi macet dapat teratasi, mobil-mobil yang bermuatan juga tidak menjalani parkir sembarangan di pinggir jalan,” ujar Ismed.
Di lokasi lahan parkir seluas 40 hektar itulah setiap kendaraan yang akan melintas menuju pelabuhan bongkar akan diatur oleh petugas.
“Jadi habis dari berangkat dari mulut tambang setiap truk harus berhenti lebih dulu di lahan parkir, tetapi jika nanti kondisi jalan tidak terjadi kepadatan dan bisa bergerak maka tak perlu lagi parkir di area lahan parkir ini yang jelas lahan parkir ini tujuannya untuk mencegah saja terjadi kemacetan di jalan,” kata Ismed.
Di lahan parkir itu, nanti sebanyak 10 ribu kendaraan truk batu bara bisa tertampung disana. Namun sejauh ini hanya 4.000 kendaraan truk batu bara saja yang diperbolehkan melintas saat ini di jalan lintas Sumatera Jambi sesuai aturan yang telah diberlakukan.
Sejauh ini pula, Pemprov Jambi melalui Dinas Perhubungan juga sudah mengingatkan bagi kendaraan yang tidak memiliki nomor lambung maka segera mencantumkan nomor lambung demi pengaturan kendaraan truk batu bara yang lalu lalang di Jalan Jambi. Namun jika yang tidak memiliki nomor lambung itu maka Pemprov Jambi akan memutar balik mobil itu ke mulut tambang dan tidak bisa beroperasi.
“Ada sebanyak 6.630 stiker nomor lambung yang saat ini dipasang di truk batu bara. Stiker itu bertujuan sebagai bentuk angkutan batu bara yang telah terdata. Bahkan jika nanti masih ada stiker tidak bernomor lambung maka akan dilakukan penindakan, dan dalam penerapan hukum terkait soal stiker ini bagi perusahaan tambang itu tidak boleh memuat batu bara yang mana angkutannya tidak memiliki stiker,” ucapnya
Saat ini pula sesuai peraturan gubernur Jambi setiap petugas kini berhak menindak mobil angkutan batu bara yang ilegal dan tidak bergabung bersama transportir. Apalagi pihak kepolisian juga sudah meminta bahwa kendaraan batu bara yang bukan terdata dalam nomor plat BH atau plat Jambi maka akan diberikan penindakan hukum kecuali mau melakukan mutasi.
“Ya kita tidak mau saja ada kendaraan yang bukan plat Jambi lalu lalang di Jalan. Ini kan sudah jelas aturannya semua, saya rasa sudah tahu aturan itu, jika masih ada kedapatan kendaraan bukan bernomor polisi Jambi maka akan ditindak, tetapi kalau mau bermutasi silahkan saja dan kemudian bergabunglah bersama transportir yang sudah terdata di Jambi,” kata Ismed
Tidak hanya itu, untuk mencegah adanya kemacetan jalan truk batu bara, Pemprov Jambi juga telah menggelar apel siaga dalam pengaturan truk batu bara di jalan raya. Total petugas jaga pun kini juga ikut ditambah dengan mencapai 120 petugas gabungan dari TNI-Polri, Dishub serta Satpol PP.
“Nanti petugas jaga itu akan kita atur 60 orang di titik yang sudah kita tetapkan, kemudian 60 orang lagi di titik lainnya. Itu titiknya mulai dari Sarolangun, Batang Hari, kemudian Muaro Jambi dan Kota Jambi,” ujar Ismed.
Gubernur Jambi Al Haris sebelumnya juga meminta kepada tiga Perusahan besar di sektor pertambangan batu bara di Jambi agar segera fokus dalam menyelesaikan lokasi jalur khusus buat lalu lalang truk batu bara. Ketiga perusahaan itu harus segera menyelesaikan jalur khusus agar jalan-jalan di Jambi tidak lagi rusak serta terhindar dari macet.
“Malam ini kita mengadakan rapat bersama baik dari Ketua DPRD Jambi, Kapolda, Danrem dan OPD terkait di Pemerintah Provinsi Jambi. Di rapat ini kita memanggil 3 pengusaha yang sudah menyatakan siap membangun jalan khusus batu bara, kemudian kita melihat progres sejauh mana mereka bekerja dan meneruskan apa yang sudah menjadi kesepakatan awal dahulu dengan ketiga perusahaan ini,” kata Al Haris, Rabu lalu, 8 Februari 2023.
Ketiga perusahaan besar yang diminta selesaikan jalur khusus batu bara itu yakni PT. Putra Bulian Properti, PT. Intitirta Primasakti dan PT. Sinar Anungrah Sukses. Tiga perusahan besar di bidang tambang batu bara ini segera menujukan progress pembangunan jalan khusus batu bara itu agar jalan-jalan di Jambi tak digunakan lagi.
Saat ini, jalur khusus batu bara itu sudah dilaksanakan ground breaking pada tanggal, 1 September 2022 lalu dan melaksanakan pemaparan DED pada tanggal, 10 Januari 2023. Beberapa tahap pembangunan yaitu tahap pertama pembangunan jalan khusus batu bara sepanjang 77 kilometer dari Dusun Mudo sampai Kilangan juga telah berjalan.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Target Layanan Gratis 10.000 Pasien Jember di HUT ke-75 Presiden Prabowo
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menetapkan target besar untuk melayani sebanyak 10.000 peserta melalui rangkaian program bakti sosial hingga penghujung Desember 2026.
Sasaran utama dari inisiatif ini difokuskan bagi masyarakat yang memerlukan tindakan medis khusus, di mana pelaksanaannya dikemas lewat program Jember Cinta Kesehatan serta pengembangan layanan bertajuk Salam Cinta dari Jember yang dipusatkan di RSD dr Soebandi Jember pada Sabtu, 17 Oktober 2026.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyatakan bahwa pelayanan kesehatan wajib menyentuh warga yang selama ini mengalami kesulitan dalam memperoleh penanganan dari tenaga medis.
Pihak pemerintah daerah juga berupaya semaksimal mungkin agar manfaat program tersebut bisa dirasakan oleh masyarakat di luar batas wilayah kabupaten.
“Salam Cinta dari Jember untuk Jawa Timur jangan dimaknai yang lain-lain. Ini murni ungkapan cinta dari Kabupaten Jember untuk masyarakat Jawa Timur,” tutur sosok yang akrab disapa Gus Fawait tersebut selepas acara berlangsung.
Lebih lanjut, bupati menjelaskan bahwa program itu dirancang sebagai wujud kepedulian nyata bagi warga yang memerlukan tindakan medis khusus dan akan terus dilanjutkan secara bertahap.
Meskipun jangkauan saat ini masih berfokus di lingkup Jawa Timur, pemerintah daerah tetap menyimpan harapan agar pelayanan tersebut dapat membantu lebih banyak masyarakat luas yang membutuhkan pertolongan.
“Kami ingin bisa menjangkau seluruh Indonesia, tetapi saat ini kemampuan kami masih untuk wilayah Jawa Timur,” katanya.
Pada pelaksanaan bakti sosial yang memasuki tahun kedua ini, tim medis fokus menangani pasien dengan kelainan bawaan atau kongenital.
Berdasarkan hasil skrining, tercatat ada enam pasien yang memenuhi kriteria untuk mendapatkan penanganan medis khusus berupa bibir sumbing dan celah langit-langit, di mana lima pasien merupakan warga asli Kabupaten Jember dan satu pasien lainnya datang dari Kabupaten Probolinggo.
Selain itu, tim kesehatan turut mengidentifikasi tiga pasien yang mengalami kelainan pada alat genitalia, serta tiga pasien lain yang menderita kelainan anggota gerak baik bagian atas maupun bawah yang seluruhnya tercatat berasal dari Kabupaten Jember.
Langkah penanganan medis tersebut diharapkan mampu mendongkrak kualitas hidup para pasien sekaligus menekan dampak sosial yang harus mereka hadapi.
Ketua panitia Bakti Sosial, dr Ulfa, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pelayanan kesehatan yang digagas Pemkab Jember dalam melengkapi jaminan kesehatan Universal Health Coverage (UHC) yang sudah berjalan karena keberadaan UHC saja belum cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan warga tanpa didukung oleh program penunjang lainnya.
“Dengan adanya UHC, masyarakat tidak cukup hanya mendapatkan layanan. Perlu didukung program-program kesehatan lainnya sehingga UHC benar-benar menjadi program yang komprehensif,” ucap dr Ulfa.
Pemkab Jember sendiri telah mengembangkan sejumlah program pendukung lain, seperti pengerahan 1.200 tenaga kesehatan, layanan Home Care, hingga berbagai kegiatan bakti sosial medis demi memperluas akses bagi masyarakat.
Ulfa menambahkan bahwa penanganan kelainan bawaan memerlukan perhatian yang berkelanjutan, sehingga tim ahli bersama Dinas Kesehatan terus aktif mendata pasien agar kasus yang membutuhkan tindakan medis dapat segera tertangani dengan baik.
“Kami berharap melalui bakti sosial ini, anak-anak bisa mendapatkan kehidupan yang lebih baik, diterima masyarakat, dan memiliki masa depan yang lebih cerah,” katanya.
Rangkaian kegiatan bakti sosial ini juga diisi dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur atas hari ulang tahun Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di mana Pemerintah Kabupaten Jember memilih merayakannya lewat aksi sosial kemasyarakatan.
“Ini bentuk syukur kami atas ulang tahun Pak Prabowo. Tidak ada perintah dari beliau, ini inisiatif kami sebagai bentuk syukur agar beliau diberi kesehatan. Mudah-mudahan Indonesia semakin maju,” ucap Gus Fawait melanjutkan keterangan Ulfa.
Bupati juga memastikan bahwa pembiayaan untuk pasien yang berasal dari luar daerah sama sekali tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jember, setelah segala aspek yang berkaitan dengan regulasi serta mekanisme pembiayaan dibahas secara matang bersama pihak-pihak terkait sebelumnya.
Memasuki tahap lanjutan, jenis pelayanan medis yang diberikan akan semakin diperluas ke berbagai tindakan lain, mulai dari operasi katarak, penanganan kasus kebidanan dan kandungan, hingga ragam layanan kesehatan lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pasien.
Gus Fawait menilai bahwa jaminan kesehatan yang ada belum secara otomatis membuat seluruh warga dapat mengakses tindakan medis dengan mudah, sebab sebagian masyarakat masih terkendala oleh faktor informasi, akses pelayanan, hingga kondisi sosial ekonomi mereka.
“Selain UHC, pengobatan gratis juga perlu dilengkapi dengan kegiatan seperti bakti sosial. Ada masyarakat yang mungkin belum mengetahui atau belum bisa mengikuti pelayanan secara normal, sehingga kami berupaya menjangkau mereka,” ujar Gus Fawait.
Oleh karena itu, Pemkab Jember juga mengandalkan layanan pendukung seperti Home Care dan Mobil Cinta untuk membantu warga yang memerlukan pendampingan serta akses langsung ke fasilitas kesehatan.
Tidak hanya berfokus pada sektor kesehatan, pemerintah daerah juga tetap menempatkan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu, sektor pendidikan lewat revitalisasi sekolah, serta program beasiswa sebagai prioritas utama.
Pada tahun berikutnya, Pemkab Jember bahkan merencanakan pemberian dukungan berupa seragam sekolah, dan setelah fondasi kebutuhan dasar tersebut diperkuat secara menyeluruh, pembenahan infrastruktur daerah juga dipastikan akan terus berlanjut. (*)
ADVERTORIAL
Aturan WFH bagi ASN Diterapkan Gus Fawait Akibat Antrean BBM
DETAIL.ID, Jember – Langkah cepat dan strategis kembali diambil oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Jember dengan memberlakukan sistem kerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi para Aparatur Sipil Negara.
Kebijakan ini resmi dikeluarkan menyusul masuknya berbagai laporan mengenai fenomena antrean panjang kendaraan yang memenuhi sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah setempat.
Permasalahan antrean panjang bahan bakar minyak tersebut terpantau tidak hanya terjadi di dalam batas teritorial Kabupaten Jember saja.
Berdasarkan laporan yang diterima, kendala serupa turut meluas dan melanda berbagai daerah lain di luar wilayah Provinsi Jawa Timur, bahkan hingga mencakup kawasan Pulau Pulau Bali.
Menanggapi situasi tersebut, Bupati Jember Muhammad Fawait memberikan tanggapan bahwa proses distribusi energi secara prinsip memang merupakan kewenangan serta tanggung jawab utama dari pihak Pertamina.
Meskipun demikian, pemerintah kabupaten tetap terpanggil untuk ikut serta mengambil peran aktif dalam mencarikan solusi terbaik agar aktivitas pelayanan serta proses pembelian bahan bakar di masyarakat bisa segera kembali normal.
Atas dasar pertimbangan tersebut, pimpinan daerah yang akrab disapa Gus Fawait ini mengumumkan secara langsung pemberlakuan aturan bekerja jarak jauh bagi seluruh pegawai di lingkungan pemerintahan daerah guna menekan tingkat mobilitas harian.
“Kami Pemerintah Kabupaten Jember memutuskan hari Jum’at ini, kemudian hari Senin minggu depan untuk para ASN Kabupaten Jember, kami putuskan untuk work from home. Untuk bekerja dari rumah,” ujar Gus Fawait, Jumat, 16 Oktober 2026 malam.
Penerapan kebijakan bekerja dari rumah ini secara khusus difokuskan untuk membantu mengurai tingkat kepadatannya serta memangkas antrean panjang kendaraan yang mengular di berbagai titik SPBU wilayah Kabupaten Jember.
Gus Fawait berharap langkah pembatasan sementara ini mampu memberikan ruang dan kelonggaran bagi arus lalu lintas maupun proses distribusi di lapangan.
“Mudah-mudahan bisa membantu Pertamina untuk memulihkan kembali distribusi BBM dan penjualan BBM di SPBU-SPBU Kabupaten Jember,” katanya.
Sebagai tahap tindak lanjut ke depan, pihak Pemkab Jember menyatakan masih akan terus mengamati perkembangan situasi riil yang terjadi di lapangan serta mengagendakan pembahasan bersama pihak manajemen Pertamina.
Sementara itu, klarifikasi resmi terkait faktor penyebab munculnya antrean panjang kendaraan di SPBU disampaikan langsung oleh Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi.
Ia memaparkan bahwa kendala tersebut timbul sebagai dampak dari adanya dinamika geopolitik internasional yang mengganggu kestabilan rantai pasok energi global serta berdampak pada ketepatan jadwal kedatangan kapal tanker minyak.
Kendati demikian, pihak Pertamina memberikan penegasan kuat bahwa situasi pelik tersebut sama sekali tidak memicu adanya pengurangan jumlah pasokan bahan bakar minyak yang dialokasikan untuk pengiriman khusus ke wilayah Kabupaten Jember.
“Kami garis bawahi bahwa tidak ada pengurangan pengiriman, namun memang ada penyesuaian pola distribusinya,” tutur Ahad Rahedi. (*)
ADVERTORIAL
Hadiri Kenal Pamit Kapolda Jambi, Al Haris: Ada Awal ada Akhir, yang Penting Kita Mengabdi di Bawah Merah Putih
Jambi – Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., beserta Ketua TP-PKK Provinsi Hj. Hesnidar Haris, SE menghadiri acara Kenal Pamit Kapolda Jambi dari Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H., kepada Kapolda Jambi yang baru Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., beserta Ibu, bertempat di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi, Rabu, 14 Oktober 2026 malam.
Acara kenal pamit berlangsung hangat dan penuh keakraban, dihadiri oleh unsur Forkopimda Provinsi Jambi, para Bupati/Wali Kota, PJU Polda Jambi, serta Bhayangkari, tokoh masyarakat Jambi, pemangku adat serta para undangan lainnya.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa dalam pengabdian kepada negara, ada pertemuan dan ada perpisahan.
“Malam hari ini kita tentunya ada awal ada akhirnya, ada pertemuan ada pula perpisahan. Malam hari ini ada kenal pamit,” ujar Gubernur Al Haris.
Ia menegaskan, sebagai anak bangsa, pengabdian bisa dilakukan dimanapun dan dalam kondisi apapun.
“Jadi memang kita ini dalam mengabdi untuk negara, kita bisa saja bertugas dimanapun, kondisi apapun, yang penting kita di bawah Merah Putih. Nah itulah kita, anak bangsa,” katanya.
Gubernur kemudian mengenang kebersamaannya dengan Irjen Krisno H. Siregar selama menjabat sebagai Kapolda Jambi. Salah satu karakter yang paling diingatnya adalah kegemaran Irjen Krisno bernyanyi.
“Saya kenal Bang Krisno ini waktu beliau jadi Kapolda, jadi awal masuk kesini, di perjalanan dia suka nyanyi,” ucapnya sambil mengenang.
Gubernur Al Haris juga menceritakan banyak program kolaboratif yang berhasil dijalankan bersama Polda Jambi, mulai dari kampanye anti judi online, anti narkoba, anti bullying, hingga anti intoleransi di kalangan pelajar.
“Kita langsung kumpulkan anak-anak sekolah, SMA, SMK. Kita mulai kampanye anti judi online, termasuk juga anti narkoba, anti bullying, dan juga anti intoleransi. Kita jalan,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Irjen Krisno dalam program-program sosial, termasuk rencana pembangunan panti di Kerinci yang akan terus dilanjutkan meskipun Irjen Krisno telah pindah tugas.
“Beliau berdinas kembali ke PTIK dan kita masih ada program membuat panti kreativitas di Kerinci. Saya sudah lapor dengan Mas Arsyad, insya Allah beliau tetap kuat dukung dari Jakarta,” ujarnya.
Pada sesi wawancara Gubernur Al Haris Kembali menyampaikan ucapan terima kasih dan selamat datang kepada Kapolda yang lama dan Kapolda yang baru.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi dan seluruh masyarakat, saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepala Kepolisian Daerah yang sebelumnya, Bapak Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H. atas dedikasi, pengabdian, dan kerja sama yang telah terjalin selama menjalankan tugas di Provinsi Jambi,” ucap Gubernur Al Haris.
“Kepada Kapolda yang baru, Bapak Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., saya mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas di Provinsi Jambi. Kami menyambut kehadiran Bapak dengan penuh harapan dan optimisme, semoga amanah ini dapat dijalankan dengan baik serta membawa kemajuan bagi institusi Polri dan masyarakat di daerah ini,” katanya lagi.
Gubernur Al Haris mengakui sudah mengenal sosok Irjen Widodo sebelumnya saat bertugas di Badan Pertanahan Nasional (BPN).
“Saya tentu menyambut dengan hangat kehadiran pejabat baru, Bapak Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., yang saya sudah kenal sebelumnya dari beliau di BPN dulu,” ujarnya.
Gubernur Al Harus berharap dengan kehadiran Kapolda baru, sinergi antara Pemerintah Provinsi Jambi dengan Polda Jambi semakin kuat dalam menjaga stabilitas daerah.
Ia juga mengungkapkan bahwa Irjen Krisno akan melanjutkan pengabdian di Badan Narkotika Nasional (BNN), sebuah penugasan yang dinilai sangat tepat mengingat rekam jejaknya.
“Jangan lupa, beliau akan bertugas ditempat yang baru, di BNN. Artinya beliau masih mengabdi. Apalagi masalah narkoba, beliau yang tugasnya di BNN, beliau memang sudah pernah juga di bagian narkoba,” katanya.
“Ini tentu beliau akan banyak berbuat bakti untuk Indonesia, dan harapan kita khusus untuk Jambi, masalah narkoba kita bisa berkurang,” ucap Gubernur Al Haris.
Sementara itu, Kapolda Jambi yang baru, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H., dalam sambutan dan arahan perdananya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi serta fondasi yang telah dibangun oleh Kapolda sebelumnya bagi Polda Jambi.
“Semoga segala pengabdian menjadi amal ibadah dan kesuksesan senantiasa menyertai langkah pengabdian berikutnya,” ujar Irjen Widodo.
Sebagai Kapolda Jambi yang baru, Irjen Widodo menyadari bahwa amanah yang diembannya bukan sekadar jabatan, melainkan tanggung jawab besar.
“Sebagai Kapolda Jambi yang baru, saya menyadari bahwa amanah ini bukan sekedar jabatan, melainkan tanggung jawab besar untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan menghadirkan keadilan secara merata bagi seluruh masyarakat Jambi,” tuturnya.
Jenderal bintang dua itu juga menyampaikan bahwa dirinya hadir bukan untuk memulai segala sesuatu dari nol.
“Saya hadir bukan untuk memulai segala sesuatu dari nol, melainkan melanjutkan hal-hal baik, memperkuat yang sudah kuat, dan membenahi apa yang masih perlu diperbaiki,” katanya.
Irjen Widodo meyakini keberhasilan Polri tidak dapat dicapai sendiri, diperlukan sinergi yang kuat dengan seluruh pihak.
“Saya meyakini bahwa keberhasilan Polri tidak dapat dicapai sendiri, diperlukan sinergi yang kuat dengan Pemerintah Daerah, TNI, seluruh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tentunya dukungan dari seluruh masyarakat Jambi,” katanya.
Di akhir sambutannya, Kapolda Jambi meminta doa restu kepada seluruh masyarakat Provinsi Jambi agar dapat menjalankan amanah dengan baik.
“Kami mohon doa restu dari seluruh masyarakat Jambi, agar Polda Jambi dapat terus bekerja sama, hadir sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, serta mewujudkan Jambi yang aman, damai dan kondusif,” ucap Irjen Pol Widodo.
Sementara itu juga, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, S.IK., M.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa selama menjabat, Polda Jambi telah bekerja sebagai sebuah tim yang solid.
“Kita bekerja sebagai suatu tim, kita bukan saja bentuk jargon, tapi dalam arti kerja yang nyata,” katanya.
Pada kesempatan itu, Irjen Krisno juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh tokoh adat dan tokoh agama di Provinsi Jambi yang telah mendukung tugas-tugas kepolisian.
“Terima kasih kepada para tokoh adat dan tokoh agama di Provinsi Jambi,” ucapnya.
Momen haru terjadi saat Irjen Krisno menceritakan kebanggaannya telah dianugerahi gelar adat dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Jambi.
“Mohon maaf saya lupa, gelar saya sekarang adalah Datuk Adipati Utamo Siginjai Sakti. Saya bertanggung jawab untuk menjadi duta besar LAM dimanapun kami ditempatkan,” ucapnya. (*)



