Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Tim Penilai Satyalencana Wrakarya Bidang Pembangunan Pertanian Gubernur Al Haris Verifikasi Lapangan

Published

on

Batanghari – Pada Selasa, 14 Maret 2023 Tim Penilai Satyalencana Pembangunan/Wirakarya Bidang Pembangunan Pertanian untuk Gubernur Al Haris, melakukan penilaian lapangan.

Tim penilai yang dikomandoi Brigjen TNI Ludi Prastyono, Karo Sekretariat Militer Presiden, setidaknya meninjau dua lokasi pertanian binaan Pemerintah Provinsi Jambi.

Pertama mengunjungi kelompok Tani Rambutan, Desa Panca Mulia, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi. Pertemuan langsung dilakukan dilakukan di area perkebunan petani.

Kedua mengunjungi Koperasi Mutiara Bumi, Desa Pompa Air, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari. Di sini tim melihat peran Pemprov Jambi dalam pembinaan terhadap petani.

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi langsung tim penilai melakukan pengecekan lapangan. Dalam sambutannya, Gubernur Al Haris meminta para petani menyampaikan apa adanya kepada tim dari pusat.

“Pertama mohon maaf sekali ini Bapak Ibu. Kami datang mendadak, mengganggu Bapak Ibu sekalian yang semestinya sedang bekerja, ada yang sedang ndodos, mohon izin saya dengan Pak Karo, beliau ini datang sebagai tamu kita untuk menilai daripada kondisi Jambi bidang perkebunan tentunya,” kata Al Haris.

Gubernur Al Haris juga meminta para petani untuk berterus terang kepada para tim penilai soal kondisi para petani.

“Bapak ibu di sini saya hanya sebagai pendamping, nanti dalam diskusi tolong sampaikan apa adanya kepada tim penilai dan jangan dibuat-buat,” kata Al Haris.

Sementara itu Brigjen TNI Ludi Prastyono, menanyakan banyak hal terhadap para petani. Dari bantuan hingga sejauh mana selama ini peranan pemerintah dalam membimbing para petani.

“Jadi kami di sini dari Sekretariat Militer Presiden melakukan penilaian Terhadap Gubernur Bapak Ibu. Bapak ibu beruntung punya pemimpin yang peduli terhadap rakyatnya. Penghargaan yang kami nilai ini, hanya 17 Gubernur dari 38 provinsi di Indonesia yang diusulkan oleh Kementerian Pertanian,” ujar Brigjen Ludi.

Ketua Gapoktan Rambutan, Sukron Makmun menyatakan, peranan pemerintah sangat besar dalam kemajuan kelompok tani di Provinsi Jambi. Terlebih bantuan yang terus diberikan.

“Saya Sukron Makmun yang Alhamdulillah dipercaya oleh kelompok tani Rambutan untuk memimpin Gapoktan ini, Pak. Atas nama Gapoktan Rambutan, kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Gubernur yang sudah banyak membantu kami petani kecil ini,” ucap Sukron.

“Alhamdulillah dengan bantuan bibit, pupuk hingga alat kelengkapan pertanian, sangat meringankan beban kami, Pak,” katanya.

Dijelaskan Sukron, saat ini setidaknya ada 300 petani yang mengikuti program replanting. Para petani diminta untuk menjaga bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

“Kami tidak sekolah diminta mengelola perkebunan yang besar Pak, ada 300 petani yang sudah mengikuti replanting, Kami berterimakasih sudah diberikan bantuan kepada kami, tolong para kelompok tani untuk menjaga bantuan ini dengan baik,” tutur Sukron.

Lasmin, Ketua Koperasi Unit Desa Mutiara Bumi, Desa Pompa Air, juga menyatakan hal yang sama, mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Al Haris. Selain itu, untuk menunjang kelancaran distribusi hasil buah sawit para petani.

“Terima kasih Bapak-bapak sudah berkunjung dan melihat langsung apa yang kami kerjakan, Terimakasih Pak Gubernur sudah membantu kami. Tapi kami ada permintaan ini Pak, tolong berikan kami bantuan mobil untuk mengangkut buah sawit dari kebun ke penampungan,” ujar Lasmin.

Sebelumnya, pada Senin siang, 13 Maret 2023 bertempat di ruang VIP Rumah Dinas Gubernur. Al Haris memaparkan kondisi pertanian dan perkebunan Provinsi Jambi kepada para tim penilai.

Advertisement

ADVERTORIAL

Peringatan Hari Santri Nasional 2026, Gus Fawait Dorong Kesetaraan Pendidikan dan Hak Santri

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, berpidato dalam acara Peringatan Hari Santri Nasional, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya dalam memberikan kesempatan yang setara bagi santri untuk mengakses pendidikan, pelayanan publik, hingga berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Komitmen tersebut disampaikan oleh Bupati Jember Muhammad Fawait dalam peringatan Hari Santri Nasional 2026 yang berlangsung di Alun-alun Jember pada Sabtu malam, 10 Oktober 2026.

Di tengah kemeriahan acara yang dihadiri oleh para ulama, pengasuh pesantren, tokoh lintas agama, dan jajaran pemerintah daerah, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk mengubah pandangan terhadap lulusan pesantren yang kerap dianggap terbatas pada bidang keagamaan saja.

Menurutnya, pendidikan di pesantren membekali para santri dengan nilai-nilai pengabdian yang kuat sebagai modal untuk mengisi berbagai posisi strategis di masyarakat.

“Santri pintar ngaji kitab, santri pintar baca Al-Qur’an, santri juga bisa memimpin menjadi bupati,” ujar Gus Fawait di hadapan ribuan warga yang memadati lokasi acara.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa kesetaraan tidak cukup hanya disuarakan melalui pidato, melainkan harus diwujudkan secara nyata lewat kebijakan yang membuka peluang luas bagi perkembangan santri.

Salah satu langkah konkret yang dijalankan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan dari Pemkab Jember guna membantu para santri berprestasi melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi.

Gus Fawait menegaskan, keberhasilan seorang santri tidak semata-mata diukur dari kemampuan membaca kitab kuning atau menghafal Al-Qur’an, sebab prestasi di bidang akademik maupun nonakademik juga memerlukan pengakuan yang adil.

“Kita tidak ingin membeda-bedakan yang santri maupun yang bukan santri, tetapi kita harus memberikan hak santri seutuhnya,” katanya.

Selain sektor pendidikan, perhatian pemerintah daerah terhadap komunitas pesantren juga direalisasikan melalui bidang kesehatan.

Warga ber-KTP Jember kini dapat memanfaatkan akses pengobatan gratis di berbagai rumah sakit di seluruh Indonesia.

Pemkab Jember turut menghadirkan layanan Mobil Cinta yang disiapkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk mempermudah proses pengantaran pasien yang membutuhkan penanganan medis segera.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang pendidikan atau lingkungan tempat tinggal mereka.

Di samping itu, Gus Fawait mengingatkan bahwa santri memiliki tanggung jawab yang lebih luas di tengah masyarakat, yakni menjaga persatuan dan keutuhan bangsa serta mengambil peran strategis dalam menghadapi berbagai tantangan negara.

“Saya cerita ini bukan niat sombong. Kita hanya ingin memberikan pesan bahwa santri kalau diberi amanah, insyaallah tidak akan kalah dengan yang bukan santri,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa para santri berhak memperoleh porsi perhatian yang adil dalam pemanfaatan anggaran daerah, baik untuk kebutuhan pendidikan maupun program pembangunan lainnya, sehingga stigma lama dapat dihilangkan sepenuhnya.

“Tidak boleh lagi santri dipandang kelas dua, kelas tiga dan sebagainya. Santri punya hak yang sama mendapatkan perhatian dari APBD Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Gerak Cepat Evakuasi Warga Penderita Ulkus Pedis Kronis di Sumberbaru Jember

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait, meninjau pasien Amze Suminah di RSD dr. Soebandi, Sabtu (10/10/2026) malam. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, bergerak cepat merespons kondisi kesehatan seorang warga lanjut usia bernama Amze Suminah (71), warga Sumberbaru, yang menderita Ulkus Pedis Kronis.

Pada Sabtu, 10 Oktober 2026 malam, Gus Fawait mendatangi langsung pasien yang sebelumnya dirawat di rumah untuk memastikan penanganan medis yang optimal.

Dalam kunjungan tersebut, Gus Fawait langsung menginstruksikan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana, Kepala Dinas Sosial, serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, serta jajaran terkait seperti pihak puskesmas agar turun tangan secara langsung ke lapangan.

“Pasien sebenarnya telah mendapatkan kunjungan dan layanan Homecare sebanyak tiga kali oleh petugas puskesmas setempat,” katanya.

Namun, pihak keluarga sempat menolak rujukan ke rumah sakit sehingga tim medis menyesuaikan dengan merawat pasien di rumah.

Setelah koordinasi lintas sektor melibatkan kepala dinas kesehatan dan prosedur medis yang komprehensif, keluarga akhirnya sepakat untuk memindahkan pasien agar mendapat perawatan intensif di RSD dr. Soebandi.

Gus Fawait menegaskan bahwa pemerintah daerah selalu berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik, khususnya bagi warga yang kurang mampu.

Mengingat kondisi ekonomi keluarga yang terbatas, pemerintah memastikan seluruh proses pengobatan hingga pendampingan keluarga di rumah sakit akan difasilitasi penuh.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu melapor jika menemukan kasus serupa melalui pemerintah daerah. Tujuannya, agar penanganan cepat dapat segera dilakukan,” tuturnya. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Ning Ghyta Temui Langsung Warga Penerima Layanan Homecare Jember

DETAIL.ID

Published

on

Ning Ghyta saat mengunjungi penerima Homecare Jember, Sabtu (10/10/2026). (Foto: DETAIL/Dyah Kusuma)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, melakukan peninjauan lapangan terhadap sejumlah warga penerima program layanan Homecare di wilayah Kecamatan Kaliwates dan Sumbersari pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Peninjauan ini difokuskan pada kelompok rentan yang meliputi ibu hamil dengan risiko tinggi, balita penderita stunting, serta warga penyandang disabilitas mental.

Di Kecamatan Kaliwates, sasaran peninjauan mencakup seorang ibu hamil dengan riwayat persalinan sesar pada anak pertama yang mengalami Kekurangan Energi Kronis serta memiliki berat badan 38,6 kilogram, serta dua balita berusia 1 tahun 11 bulan dan 2 tahun yang teridentifikasi stunting.

Sementara itu, peninjauan di Kecamatan Sumbersari menyasar seorang warga dengan kondisi disabilitas mental autis.

Dalam kesempatan tersebut, Ghyta Eka Puspita menekankan sinergi dan keterlibatan aktif seluruh jajaran pemerintah daerah mulai dari tingkat kecamatan hingga kelurahan demi keberhasilan program layanan kesehatan masyarakat ini.

“Bahu membahu untuk Homecare ini mudah-mudahan bisa menjadi program yang sukses. Intinya kita bergotong royong,” ujar Ning Ghyta.

Ketika menyambangi warga penyandang disabilitas mental autis, Ning Ghyta mendapati seorang anak yang hidup bersama kakaknya yang memiliki keterbatasan fisik dan mental setelah ditinggalkan oleh orang tua mereka.

Menanggapi situasi tersebut, ia berharap pihak kecamatan dapat memberikan fasilitasi agar anak tersebut tetap memperoleh hak pendidikannya, salah satunya dengan mengarahkannya ke program Sekolah Rakyat yang ada di Jember.

“Ya mudah-mudahan nanti Pak Camat bisa memfasilitasi. Mudah-mudahan adiknya semangat untuk sekolah,” ucapnya.

Program kunjungan jemput bola ini memberikan kesan mendalam bagi para keluarga penerima manfaat.

Findaria selaku ibu dari Elisa, balita yang mengalami stunting, menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan langsung ke kediamannya.

“Bahagia. Senang,” kata Findaria.

Ungkapan senada juga disampaikan oleh Asmiati, ibu dari Alea yang juga merupakan balita penderita stunting.

Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran serta perhatian yang diberikan oleh pemerintah daerah melalui program tersebut.

“Merasa terbantu. Kedatangannya Ning Ghyta, saya senang. Karena saya dibantu oleh Ibu Bupati,” ucap Asmiati.

Asmiati memaparkan, dirinya memperoleh arahan langsung terkait pemenuhan kebutuhan gizi anak berupa pasokan susu khusus yang dapat diambil secara berkala di Puskesmas terdekat apabila persediaan di rumah telah habis.

“Alea ini stunting anaknya. Kalau habis susunya sama Ning Ghyta suruh ambil ke Puskesmas. Kalau di Indomaret-Indomaret ini enggak ada katanya. Soalnya ini susunya mahal,” tuturnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs