Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Edi Purwanto Minta Pemerintah Untuk Memantau dan Menjaga Harga Sembako Jelang Lebaran Idul Fitri

Published

on

Jambi -Menjelang Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Edi Purwanto meminta kepada pemerintah Provinsi Jambi untuk terus menjaga stabilitas harga di pasaran. Ia mengatakan bahwa sejauh ini, harga di pasaran yang ada di Provinsi Jambi terbilang cukup stabil dan terkendali.

Edi Purwanto menyebut bahwa dinas terkait harus terus memantau pergerakan harga di pasaran terutama harga-harga kebutuhan pangan untuk lebaran. Ini untuk mengantisipasi agar jangan ada kenaikan harga di suasana mendekati lebaran.

“Kita minta kepada pemerintah untuk terus memantau harga kebutuhan pokok yang ada di pasaran, jangan sampai memang ada kenaikan harga pokok yang melambung tinggi, sehingga imbasnya ke pembeli. Sejauh ini kita melihat harga sembako cukup stabil,” ujarnya.

Selanjutnya, disampaikan oleh Edi Purwanto bahwa biasanya akan ada kenaikan di harga daging, hal ini diharapkan juga diantisipasi oleh pihak pemerintah. Tidak hanya soal harga namun stok akan kebutuhan dimasyarakat juga harus di jamin ketersediaanya.

“Stok juga penting, karena inikan akan mempengaruhi harga, ketika stok menipis tentu secara tidak langsung akan berpengaruh di harga yang bisa saja naik, jadi stok juga kita minta untuk di pastikan aman,” ujarnya.

Advertisement

ADVERTORIAL

Gerak Cepat Tanpa Menunggu Pusat, Pemkab Jember Gelontorkan Layanan Homecare Jemput Bola

DETAIL.ID

Published

on

Tim medis Homecare Jember memeriksa lansia. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Langkah progresif ditunjukkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam mereformasi pelayanan kesehatan masyarakat.

Alih-alih menunggu hasil pengkajian teoritis dari instansi pusat atau institusi perguruan tinggi, Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Gus Fawait memilih langsung tancap gas mengeksekusi program Homecare langsung ke rumah-rumah warga.

Bupati Gus Fawait menegaskan bahwa keputusan untuk langsung menerjunkan layanan jemput bola ini didasari oleh prinsip kedaruratan medis.

Menurutnya, urusan kesehatan warga tidak boleh ditunda-tunda oleh birokrasi yang panjang maupun riset akademis yang memakan waktu lama.

“Ketika tingkat pusat maupun perguruan tinggi masih mendalami formulasinya, Jember memilih untuk langsung bertindak di lapangan. Masalah kesehatan masyarakat adalah urusan mendesak yang membutuhkan kepastian, bukan penundaan,” kata Gus Fawait.

Secara filosofis, program Homecare ini dirancang sebagai bentuk manifestasi kepedulian dan empati negara terhadap warga yang terpinggirkan.

Melalui program ini, tim medis dan nakes dikerahkan secara berkala minimal satu kali dalam sebulan untuk memantau lima kelompok sasaran prioritas:

  1. Lansia Tunggal: Warga lanjut usia yang hidup sebatang kara tanpa ada keluarga yang mendampingi.
  2. Ibu Hamil Risiko Tinggi: Menyasar kelompok kurang mampu yang terdeteksi memiliki komplikasi kehamilan berdasarkan hasil USG dan analisis dokter spesialis obgyn guna menekan angka kematian ibu.
  3. Warga Disabilitas dengan Penyakit Bawaan: Memastikan hak aksesibilitas kesehatan yang setara bagi penyandang disabilitas yang mengalami gangguan kronis.
  4. Balita Terindikasi Stunting: Langkah preventif jangka panjang demi menyelamatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) generasi masa depan Jember.
  5. Masyarakat Kurang Mampu Penderita Penyakit Kronis: Menjangkau pasien stroke, diabetes, hingga penderita yang membutuhkan cuci darah berkala yang kerap terkendala finansial.

“Program ini memastikan kesehatan fisik mereka tetap terpantau sebagai bentuk penghormatan atas kontribusi masa muda mereka bagi daerah,” ucap bupati.

Untuk mengoptimalkan pergerakan di lapangan, Pemkab Jember telah menyiapkan 50 mobil armada Homecare.

Tidak hanya itu, bupati juga berencana menghadirkan tambahan armada roda dua guna mengatasi berbagai kendala geografis dan akses jalan yang sulit dilalui mobil.

Rencana penambahan armada motor ini mendapat sambutan positif dari para nakes di lapangan.

Kepala Puskesmas Sumberjambe, dr. Sukron Nanda Firmansyah, menyatakan dukungan penuh karena kebijakan tersebut dinilai sangat solutif bagi mobilitas tenaga medis.

“Kami sangat mendukung rencana tersebut karena pasti akan memudahkan mobilitas teman-teman nakes di lapangan, terutama untuk menjangkau akses-akses pemukiman yang memang tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” ujar dr. Sukron.

Ia menambahkan, meskipun di wilayah Sumberjambe mobil masih bisa masuk meski jalurnya sempit, masih banyak titik dan daerah lain di Jember yang memiliki medan jalan jauh lebih berat sehingga membutuhkan armada roda dua.

“Banyak daerah lain atau titik tertentu yang jalannya lebih sulit,” ujar Sukron. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Kucuran Bantuan Pusat Cair, SMPN 7 Jember Perbarui 9 Kelas hingga Lab Komputer

DETAIL.ID

Published

on

Gus Fawait dan stakeholder terkait meninjau SMPN 7 Jember, Senin (10/8/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember — Sembilan ruang kelas dan satu laboratorium komputer di SMP Negeri 7 Jember resmi direvitalisasi memanfaatkan alokasi bantuan dari Pemerintah Pusat di bawah pimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pembaruan ini menyasar perbaikan fisik bangunan serta pemenuhan fasilitas penunjang belajar siswa.

Bupati Jember Gus Fawait mendatangi lokasi sekolah untuk melihat langsung hasil perbaikan sarana tersebut sekaligus menemui para siswa dan jajaran tenaga pendidik, Senin, 10 Agustus 2026.

Peninjauan ini dilakukan untuk memantau pemanfaatan bantuan infrastruktur pendidikan di daerah.

Kepala SMPN 7 Jember, Davit Rahman, menyambut positif rampungnya perbaikan gedung dan ruang laboratorium di sekolahnya.

Menurutnya, pembaruan fisik ini membawa suasana baru yang berdampak langsung pada motivasi belajar siswa.

“Dukungan revitalisasi ini luar biasa bagi kami. Insyaallah, dengan fasilitas yang semakin baik, siswa kami akan lebih semangat untuk belajar dan proses pembelajaran dapat berjalan dengan lebih nyaman,” kata Davit.

Selain fokus pada ruang kelas, sekolah juga memaksimalkan keberadaan gedung olahraga (GOR) yang ada di kompleks SMPN 7 Jember.

Fasilitas tersebut tidak hanya digunakan untuk jam pelajaran olahraga siswa, tetapi juga disiapkan sebagai tempat latihan bagi atlet-atlet Kabupaten Jember dalam menghadapi ajang olahraga daerah. (*)

Continue Reading

ADVERTORIAL

Wagub Abdullah Sani Bersama Wamen Dikdasmen RI Luncurkan Aplikasi Bungo Pintar, Dorong Transformasi Digital Pendidikan di Jambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani mendampingi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA dalam acara Launching Aplikasi Bungo Pintar yang digelar di Ruang Cempaka Kuning, Kantor Bappeda, Kabupaten Bungo pada Jumat, 7 Agustus 2026.

Wamen Dr. Fajar menyatakan bahwa peluncuran Bungo Pintar sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital. “Inovasi digital ini sangat cocok dan sejalan dengan apa yang kami upayakan di Kementerian, yaitu memperkuat inovasi pembelajaran berbasis digital,” ujar Wamen Dikdasmen.

Wamen menjelaskan pentingnya integrasi aplikasi pendidikan dalam satu ekosistem. Ketika pejabat baru memasuki Kementerian Pendidikan pada 2 Oktober 2024, ditemukan lebih dari seribu aplikasi yang berfungsi membantu proses pembelajaran dan mengelola data guru serta murid. Atas arahan Menteri Pendidikan, semua aplikasi tersebut kemudian diintegrasikan menjadi satu super app bernama Rumah Pendidikan.

“Rumah Pendidikan adalah super app yang menggabungkan ratusan aplikasi yang selama ini diproduksi dan dipakai di Kementerian Pendidikan. Kami mendorong agar aplikasi-aplikasi daerah, seperti Bungo Pintar, dapat terintegrasi atau mendukung ekosistem Rumah Pendidikan,” kata Wamen.

Dalam kesempatan tersebut Wamen Dikdasmen mengajak para guru dan pemangku kepentingan pendidikan untuk mengunduh dan memanfaatkan Rumah Pendidikan sebagai sumber belajar digital utama. Ia juga memuji tim pengembang Bungo Pintar atas desain dan fungsionalitasnya yang dinilai selaras dengan super app kementerian.

Wamen Dr. Fajar juga menyampaikan kabar gembira terkait capaian nasional, aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan Kementerian tahun lalu berhasil meraih juara pertama pada ajang World Summit on the Information Society (WSIS) di Swiss. “Penghargaan ini diberikan oleh satu badan khusus di bawah PBB. Kita berhasil mengungguli aplikasi dari 122 negara dan lebih dari 1.500 aplikasi yang diperlombakan,” ujarnya.

Menurut Wamen Dikdasmen, pengakuan internasional tersebut membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan di Indonesia berjalan baik dan dapat menjadi model bagi dunia. Ia menyebutkan bahwa capaian ini juga pernah diumumkan oleh Presiden.

Wamen Dikdasmen Dr. Fajar juga menegaskan dukungan Kementerian terhadap inisiatif-inisiatif digital yang dikembangkan di daerah. Ia mendorong pemerintah daerah untuk menciptakan inovasi yang sesuai dengan konteks lokal. “Kami sangat mendukung dan senang dengan adanya aplikasi Bungo Pintar ini, karena inovasi digital daerah yang sesuai konteks lokal akan memperkaya sumber belajar bagi peserta didik,” katanya.

Ia memberi contoh lokal, seperti keberadaan Akademi Al-Qur’an setempat, yang menjadi bagian dari kekayaan pendidikan lokal di Bungo dan dapat diintegrasikan menjadi sumber belajar di aplikasi.

Wamen Dikdasmen mengimbau kepada guru agar segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan, terutama bila sekolah menerima bantuan papan interaktif digital.

“Saya sering menyarankan kepada guru ketika sekolahnya mendapatkan bantuan papan interaktif digital untuk segera mengunduh sumber-sumber pembelajaran yang berbasis aplikasi, terutama Rumah Pendidikan. Itu wajib, karena semua materi ajar ada di sana,” tutur Wamen.

Pada sesi wawancara Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, MA, mengapresiasi peluncuran Aplikasi “Bungo Pintar” sebagai inovasi pembelajaran digital yang membantu pemerataan akses materi ajar berkualitas di Kabupaten Bungo.

“Pemerintah sangat mengapresiasi ini. Inovasi ini sejalan dengan komitmen kami memperkuat transformasi pembelajaran digital,” ujar Wamen.

Menurutnya, kehadiran sumber ajar alternatif dari daerah seperti Bungo Pintar akan memperkaya guru dan siswa dengan bahan ajar yang lebih variatif dan kontekstual. Salah satu muatan lokal yang disorot adalah “Akademi Al-Qur’an” yang digagas Bupati Bungo.

Sementara itu, Wagub Sani menyampaikan, dengan kehadiran Wamen Dikdasmen RI beserta rombongan di Provinsi Jambi ini sebagai bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi Jambi.
“Pertama-tama kami sampaikan selamat datang di Provinsi Jambi kepada Bapak Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah beserta rombongan. Ini suatu kehormatan bagi kami. Kehadiran Bapak Wamen merupakan wujud nyata perhatian pemerintah pusat terhadap pemerintah daerah untuk kemajuan pendidikan,” ujar Wagub Sani.

Wagub Sani menegaskan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah harus terus diperkuat agar pembangunan pendidikan berjalan merata dan program prioritas dapat dipercepat penyelesaiannya.

“Pemerintah Provinsi Jambi menyadari pendidikan berkualitas yang merata adalah kunci utama membangun SDM yang unggul, berdaya saing, dan adaptif. Karena itu kami fokus pada penguatan kompetensi guru, pemenuhan sarana prasarana, kurikulum yang relevan, serta perluasan akses bagi kelompok rentan dan daerah tertinggal,” ucap Wagub Sani.

Terkait peluncuran Aplikasi Bungo Pintar, Wagub Sani menyebut inovasi digital ini bukan sekadar mengikuti tren, tetapi komitmen nyata untuk memotong birokrasi dan membuka akses informasi pendidikan yang transparan.

“Hadirnya Bungo Pintar membuka pintu lebar-lebar bagi transparansi pendidikan, kemudahan akses informasi, dan percepatan peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Bungo. Kami mengapresiasi Pemkab Bungo atas langkah ini. Semoga aplikasi ini berkontribusi bagi terwujudnya pendidikan yang inklusif, inovatif, berkualitas, dan berdaya saing,” tutur Wagub Sani.

Ia berharap peluncuran ini semakin mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang berkualitas di Provinsi Jambi, serta melahirkan generasi Bungo yang cerdas, unggul, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Sementara itu juga, Bupati Bungo H. Dedy Putra, S.H., M.Kn., menyampaikan bahwa aplikasi Bungo pintar termasuk dalam salah satu visi misi Bungo baru yaitu Menjadikan Bungo sebagai pusat pendidikan Jambi barat, Meningkatkan kualitas pendidikan agar semua bisa akses.

“Program Bungo Pintar juga akan diajarkan kepada anak-anak tingkat SD membaca Al-Qur’an sampai tingkat SMA, Pemerintah Kabupaten Bungo terus menggalakkan program keagamaan dan pendidikan, termasuk peluncuran program pendukung lainnya,” ujar Bupati.

Usai Launching Aplikasi Bungo Pintar Wamen, Wagub dan Bupati Bungo langsung mengunjungi Sekretariat Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) di Sekolah SMA Negeri 1 Bungo dan peninjauan SD no.107/II Danau Buluh Kecamatan Pasar Muara Bungo.

Turut hadir dalam kegiatan ini Wakil Bupati Bungo serta Unsur Forkopimda Kabupaten Bungo, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi M. Umar, para OPD Kabupaten Bungo, serta para guru dan undangan lainnya. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs