ADVERTORIAL
Sambut HUT RI Ke-78, Fadhil Arief Ikuti Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih
Batanghari – Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke-78 tahun 2023 masih beberapa hari lagi, tetapi semangat antusias dalam menyemarakkan nya sudah terasa sampai hari ini. Dan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-78 Kemerdekaan RI tahun 2023, seluruh Kabupaten/ Kota meluncurkan “Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih”.
Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih ini bertujuan untuk menggugah rasa cinta tanah air dan meningkatkan semangat nasionalisme. Sekaligus menindak lanjuti Surat Edaran Kementrian Dalam Negeri tentang pembagian bendera merah putih.
Sementara itu di Kabupaten Batanghari, Bupati Batanghari, Muhammad Fadhil Arief turun langsung memberikan Bendera Merah Putih dalam giat “Gerakan Nasional Pembagian 10 Juta Bendera Merah Putih” dalam rangka Memperingati HUT RI ke-78.
Bupati Fadhil Arief menyerahkan secara simbolis pembagian Bendera Merah Putih dan dilanjutkan dengan kegiatan senam sehat dan pembagian doorprize bersama masyarakat Kabupaten Batanghari.
Pada sambutannya Fadhil Arief menyampaikan, bahwa Bendera Merah Putih adalah simbol perjuangan Negara kita yang harus kita junjung tinggi.
“Sama sama kita bangkitkan semangat juang kita, semangat juang para pemimpin terdahulu kita, agar kita mengingat kembali sejarah para pejuang Bangsa Negara yang kita cintai ini,” ujar Fadhil Arief.
Fadhil Arief juga menghimbau agar semua masyarakat memasang bendera merah putih di halaman rumah dalam rangka memperingati HUT RI ke-78.
“Ayo bangkitkan semangat kita di HUT RI ini, dan sebagai bentuk kecintaan terhadap Kemerdekaan RI, kita pasang bendera merah putih,” ajak Fadhil Arief.
ADVERTORIAL
Homecare Segera Hadir, Pemkab Jember Siapkan 50 Mobil dan 1.200 Nakes ke Pelosok
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mengambil langkah progresif untuk mendekatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Melalui program prioritas Homecare, Pemkab Jember menyiapkan sebanyak 50 armada mobil operasional beserta ribuan tenaga medis yang siap berkeliling mendatangi warga.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mengatasi hambatan jarak dan mobilitas yang kerap dialami warga saat hendak berobat ke fasilitas kesehatan.
“Masyarakat yang tidak mampu itu punya kesulitan untuk ke puskesmas dan ke rumah sakit sehingga kita antar, jemput bola ya, jemput bola ke rumah-rumahnya,” kata Bupati yang akrab disapa Gus Fawait tersebut saat kegiatan Bunga Desaku di Desa/Kecamatan Pakusari pada Senin, 20 Juli 2026.
Peresmian perdana layanan Home Care ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Juli mendatang di wilayah pinggiran.
Kecamatan Sumberbaru dipilih sebagai titik awal karena lokasinya yang jauh dari pusat rumah sakit daerah.
“Tanggal 24 (Juli) nanti di Kecamatan Sumberbaru. Salah satu kecamatan yang terjauh dari rumah sakit yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Jember,” tuturnya.
Untuk memastikan kualitas layanan setara dengan fasilitas medis pada umumnya, Pemkab Jember melibatkan 1.200 tenaga kesehatan.
Layanan ini bahkan menghadirkan dokter spesialis hingga pemanfaatan teknologi telemedicine secara langsung dari rumah pasien.
“Nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa kan akan kita antar nanti obatnya,” ujar Gus Fawait menjelaskan alur penanganan medis di rumah warga.
Adapun sasaran utama program ini difokuskan pada kelompok rentan yang membutuhkan perhatian khusus, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, hingga penanganan tengkes atau stunting.
“Kita identifikasi mulai dari lansia, terutama lansia sebatang kara. Kemudian saudara-saudara disabilitas. Anak-anak stunting dan beberapa kriteria-kriteria lain yang sudah kita identifikasi,” tuturnya.
Pemerintah daerah berharap partisipasi aktif dari masyarakat untuk saling menginformasikan jika ada tetangga atau warga sekitar yang membutuhkan akses layanan Home Care tersebut agar bantuan dapat segera disalurkan.
ADVERTORIAL
Telemedicine Jadi Andalan Homecare Jember, Dokter Spesialis Bisa Diakses dari Rumah
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan layanan telemedicine sebagai salah satu penopang utama program Homecare yang segera diterapkan.
Melalui sistem ini, tenaga kesehatan yang melakukan kunjungan ke rumah warga dapat berkonsultasi langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga subspesialis saat menangani pasien.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, mengatakan kehadiran telemedicine bertujuan mempercepat pengambilan keputusan medis sehingga pasien memperoleh penanganan yang tepat tanpa harus menunggu lama.
“Ketika nanti ke lapangan, kalau dirasa membutuhkan konsultasi dengan dokter umum, dokter spesialis, maupun subspesialis, nanti disediakan fasilitas telemedicine atau melalui handphone, seperti layanan Halodoc dan sejenisnya,” ujar Gus Fawait saat mengunjungi Puskesmas Pakusari, Senin, 20 Juli 2026.
Menurutnya, hasil konsultasi tersebut menjadi dasar bagi tim medis untuk menentukan langkah penanganan, mulai dari perawatan di rumah, rujukan ke fasilitas kesehatan, hingga pemberian obat sesuai kondisi pasien.
Pemkab Jember juga menyiapkan mekanisme distribusi obat apabila kebutuhan pasien tidak dapat dipenuhi saat kunjungan berlangsung.
“Sehingga nanti bisa kita tentukan apakah dia dirawat tetap di rumahnya, terus dia membutuhkan obatnya apa. Kalau memang tidak dibawa, akan kita antar nanti obatnya,” katanya.
Selain didukung teknologi telemedicine, program Homecare akan diperkuat oleh 1.200 tenaga kesehatan yang disiagakan untuk memberikan pelayanan langsung ke rumah warga di berbagai wilayah Kabupaten Jember.
Gus Fawait memastikan pelayanan tersebut berlangsung sepanjang waktu agar masyarakat dapat memperoleh akses kesehatan kapan pun dibutuhkan.
“Ada 1.200 nakes. Jadi, 1.200 nakes itulah yang akan nanti keliling-keliling untuk melaksanakan home care. Pelaksanaannya 24 jam, pokoknya sampai tuntas,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Riset Sawit Berkelanjutan Bawa Dosen Pertanian UNJA Juara di Jerman
Mendalo – Sebuah terobosan ilmiah yang menawarkan solusi bagi keberlanjutan perkebunan kelapa sawit berhasil mengantarkan akademisi Indonesia ke panggung penghargaan dunia. Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc. IPU, dosen Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), ditetapkan sebagai salah satu penulis artikel ilmiah peraih predikat Juara Nasional Jerman (National Champion Germany) dalam ajang Frontiers Planet Prize 2026.
Penghargaan tersebut diberikan kepada artikel ilmiah berjudul “Diverse and Larger Tree Islands Promote Native Tree Diversity in Oil Palm Landscapes”. Penelitian yang lahir dari kolaborasi riset internasional ini dinilai memberikan kontribusi penting terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan di kawasan perkebunan kelapa sawit.
Secara khusus, penelitian ini menyoroti pentingnya keberadaan pulau-pulau pohon (tree islands) yang beragam dan berukuran lebih besar di tengah lanskap perkebunan kelapa sawit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan tersebut mampu meningkatkan keberagaman pohon asli (native tree diversity), sekaligus mendukung pemulihan ekosistem dan konservasi keanekaragaman hayati tanpa mengabaikan fungsi ekonomi kawasan perkebunan.
“Capaian ini adalah bukti bahwa riset yang bersumber dari lanskap Indonesia memiliki dampak nyata dan diakui oleh komunitas sains global. Kami berharap formula ‘pulau pohon’ ini bisa menjadi standar baru pengelolaan sawit yang ramah lingkungan,” ujar Dr. Bambang Irawan.
Keberhasilan meraih status Juara Nasional Jerman menempatkan tim penulis pada jajaran penelitian terbaik dunia yang dinilai memiliki dampak nyata terhadap solusi tantangan lingkungan global. Capaian ini juga menjadi pengakuan internasional atas kontribusi ilmuwan Indonesia dalam menghasilkan penelitian berkualitas tinggi yang relevan dengan agenda keberlanjutan dunia. Dr. Bambang Irawan sendiri turut berperan penting dalam pengembangan dan penyebarluasan hasil penelitian yang menjadi dasar rekomendasi pengelolaan perkebunan tersebut. Prestasi ini sekaligus mengharumkan nama Universitas Jambi di kancah penelitian internasional.
Ajang Frontiers Planet Prize merupakan penghargaan ilmiah global yang memberikan apresiasi kepada penelitian terobosan dengan solusi berbasis sains terhadap berbagai tantangan planet, termasuk perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, serta keberlanjutan lingkungan.
Selanjutnya, Dr. Bambang Irawan bersama tim penulis akan melaju ke tahapan seleksi tingkat global. Dari seluruh Juara Nasional yang terpilih dari berbagai negara, akan ditetapkan tiga pemenang internasional (International Champions). Masing-masing tim pemenang berhak memperoleh pendanaan riset sebesar 1 juta dolar Amerika Serikat (USD 1 juta) yang akan digunakan untuk mendukung pengembangan penelitian lanjutan serta implementasi solusi ilmiah di lapangan.
Prestasi yang diraih Bambang Irawan dan tim penulis ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan pemantik motivasi bagi para peneliti serta akademisi Indonesia lainnya untuk terus menghasilkan karya ilmiah berkualitas tinggi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, lingkungan, serta pembangunan berkelanjutan di tingkat nasional maupun global. (www.unja.ac.id)



