ADVERTORIAL
Wakil Bupati Bakhtiar Hadiri Lepas Sambut Komandan Korem 042/Garuda Putih
Batanghari – Wakil Bupati Batanghari H. Bakhtiar, SP menghadiri acara Lepas Sambut Komandan KOREM 042/Garuda Putih dari Brigjen TNI Supriono, S.,IP.,M.M kepada Kolonel Inf Rachmad, S.I.P di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin, 27 November 2023.
Pada kesempatan ini Wabup memberikan cindera mata kenangan kepada Brigjen TNI Supriono atas kepemimpinan wilayah dan pengabdiannya untuk Masyarakat Provinsi Jambi umumnya dan Kabupaten Batanghari khususnya.
Dalam kata sambutannya Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos.,M.H menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Brigjen Supriono atas Sinergitas Korem 042/GAPU sebagai Forkopimda terhadap pemerintah Provinsi Jambi selama di masa menjabat.
Dan Gubernur mengucapkan selamat datang kepada Kolonel Inf Rachmad ke Provinsi Jambi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, sebagai Komandan KOREM 042/Garuda Putih. Semoga dengan kepemimpinannya, Sinergitas Danrem sebagai bagian Forkopimda dari Pemerintah Provinsi Jambi lebih di tingkatkan dan selalu terjalin dengan baik.
Lepas Sambut ini juga dihadiri Forkopimda Provinsi Jambi, Kapolda Jambi, Ketua DPRD, Kajati, Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Kepala Daerah/Kota dan undangan.
ADVERTORIAL
Lautan Manusia Padati Alun-alun Jember, Gus Fawait: Event Besar Harus Kasih Efek Ekonomi Nyata!
DETAIL.ID, Jember – Kawasan Alun-Alun Jember mendadak berubah menjadi lautan manusia sepanjang akhir pekan ini.
Ribuan warga dari berbagai sudut daerah tumpah ruah memadati gelaran Karnaval SCTV 2026 yang digelar bertepatan dengan momen libur panjang.
Melihat antusiasme luar biasa ini, Bupati Jember, Muhammad Fawait, langsung pasang target tinggi.
Pria yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa daerahnya memang butuh gebrakan acara berskala makro agar perputaran ekonomi lokal bisa langsung tancap gas.
“Kalau bikin acara jangan yang kecil-kecil karena tidak akan berdampak apa pun,” ujar Gus Fawait saat ditemui langsung di lokasi kegiatan pada Minggu, 17 Mei 2026.
Bagi Gus Fawait, panggung hiburan besar seperti ini bukan cuma sekadar ajang hura-hura atau formalitas kalender wisata tahunan.
Sektor riil seperti pelaku UMKM dan tingkat hunian hotel di Jember harus kecipratan berkah dari keramaian yang tercipta.
“Event seperti ini tidak boleh hanya jadi seremoni, tapi harus memberikan multiplier effect,” kata Gus Fawait.
Lonjakan penonton sendiri memang bukan kaleng-kaleng.
Berdasarkan data dari pihak panitia, area utama karnaval sudah diserbu oleh sekitar 17.564 pengunjung pada Sabtu malam saja.
Angka ini terus merangkak naik secara signifikan keesokan harinya.
“Hingga Minggu pukul 10.00, jumlah pengunjung sudah mencapai 19.948 orang,” ucapnya.
Mengingat arus warga yang terus mengalir masuk ke pusat kota hingga sore hari, Gus Fawait sangat optimistis angka kunjungan total bakal meledak dan memecahkan rekor baru pada penutupan acara nanti malam.
“Arus warga masih terus berdatangan. Kami optimistis malam nanti tembus 30 ribu pengunjung,” ucapnya.
Menariknya, magnet acara ini tidak hanya menarik warga kota saja, tapi juga sukses menggaet masyarakat dari wilayah pinggiran Jember untuk datang dan berbelanja di stand-stand UMKM yang berjejer di sekitar Alun-alun.
Hunian hotel pun dilaporkan penuh oleh kru produksi dan pelancong luar daerah.
“Warga dari Silo, Kalisat sampai Jombang berkumpul menikmati hiburan berkualitas tanpa perlu keluar kota,” katanya.
Pada akhirnya, momentum libur panjang kali ini dinilai sukses menahan uang masyarakat agar tetap berputar di dalam daerah sendiri.
Fenomena ini sekaligus menjadi sinyal positif bahwa warga Jember mulai bangga dengan potensi wisatanya sendiri.
“Masyarakat sekarang lebih memilih liburan di Jember sendiri. Ini karena rasa cinta terhadap daerah,” tutur Gus Fawait.
ADVERTORIAL
Tandatangani Nota Kesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Aceh, Sekjen ATR/BPN: Perkuat Tata Kelola Pertanahan
DETAIL.ID, Jakarta – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melangsungkan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Provinsi Aceh dalam rangka Sinergi Bidang Agraria, Pertanahan, dan Tata Ruang pada Selasa, 12 Mei 2026 di Kantor Kementerian ATR/BPN, Jakarta. Penandatanganan yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) ATR/BPN, Dalu Agung Darmawan ini menjadi langkah awal penguatan tata kelola agraria dan pertanahan di Provinsi Aceh.
“MOU ini ruang lingkupnya cukup signifikan dalam konteks membangun (tata kelola) agraria dan pertanahan di Provinsi Aceh. Ini memang tugas kami di Kementerian ATR/BPN mulai dari tata kelola dan sertipikasi aset, kemudian tata ruang sekaligus pengendalian juga asistensi pencegahan dan penanganan sengketa. Ini penting untuk pembangunan agraria di Aceh,” ujar Dalu Agung Darmawan dalam sambutannya.
Sebelum penandatangan yang dilakukan oleh Sekjen ATR/BPN hari ini berlangsung, dokumen kerja sama tersebut sudah ditandatangani secara terpisah oleh Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, di Banda Aceh. Penandatanganan MoU ini menjadikan Aceh sebagai provinsi pertama di Indonesia yang memiliki mekanisme koordinasi formal dalam pertukaran data dan informasi spasial secara terintegrasi dengan pemerintah pusat.
Dalu Agung Darmawan berharap, berbagai program strategis Kementerian ATR/BPN di Aceh dapat dipercepat melalui sinergi ini, termasuk salah satunya penguatan legalisasi aset dan penyelesaian persoalan pertanahan masyarakat.
“Nanti selanjutnya Pemerintah Provinsi Aceh dengan Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh untuk menyiapkan kerja sama lanjutan. Nanti mohon ditindaklanjuti Pak Kepala Kanwil dan para Kepala Kantor Pertanahan,” ujar Sekjen ATR/BPN.
Dalam kesempatan ini, hadir sebagai wakil dari Pemerintah Provinsi Aceh, Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Setda Aceh, Bob Mizwar. Ia mengapresiasi Kementerian ATR/BPN yang telah bersama-sama melakukan pembahasan secara maraton hingga tercapainya proses finalisasi rancangan MoU bidang agraria, pertanahan dan tata ruang dengan Provinsi Aceh ini.
“Melalui MoU ini kita harapkan upaya mempercepat proses legalitas lahan akan berdampak langsung pada kepastian usaha pekebun. Ini juga memberikan opsi penyelesaian sengketa agraria yang lebih terintegrasi dengan pusat, termasuk mendorong optimalisasi program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Aceh,” ujar Bob Mizwar.
Pada kegiatan ini, turut hadir Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Arinaldi serta sejumlah perwakilan dari Biro Perencanaan dan Kerja Sama Kementerian ATR/BPN; Plh. Kepala Dinas Pertanahan Aceh, Nizwar; serta Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Azanuddin Kurnia. (*)
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol
Kementerian Agraria dan Tata Ruang/
Badan Pertanahan Nasional
X: x.com/kem_atrbpn
Instagram: instagram.com/kementerian.atrbpn/
Fanpage facebook: facebook.com/kementerianATRBPN
Youtube: youtube.com/KementerianATRBPN
TikTok: tiktok.com/@kementerian.atrbpn
Situs: atrbpn.go.id
PPID: ppid.atrbpn.go.id
WhatsApp Pengaduan: 0811-1068-0000
ADVERTORIAL
Lepas 443 Jamaah Calon Haji Provinsi Jambi Kloter BTH 21, Pesan Wagub Sani: Jaga Kesabaran dan Keikhlasan
Jambi – Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani secara resmi melepas 443 Jamaah Calon Haji (JCH) Provinsi Jambi yang tergabung dalam Kloter BTH 21 di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi pada Sabtu, 16 Mei 2026 dinihari.
Dalam kesempatan itu, Wagub Sani berpesan agar seluruh jamaah menjaga kesabaran, keikhlasan, serta kesehatan selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Kloter BTH 21 terdiri dari 165 jamaah asal Kabupaten Tanjungjabung Timur, 272 jamaah asal Kabupaten Tanjungjabung Barat, serta petugas haji TPHD dan PPIH Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Wagub Sani mengingatkan bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT yang harus dijalani dengan niat tulus dan penuh keikhlasan.
“Insya Allah kita akan berangkat memenuhi panggilan Allah SWT. Kami mendoakan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan niat Lillahi Ta’ala,” ujar Wagub Sani.
Ia menegaskan, keberangkatan haji bukan hanya soal kemampuan materi, tetapi juga kesiapan ilmu dan mental dalam menjalankan ibadah. Karena itu, jamaah diminta memahami perbedaan rukun, wajib, dan sunnah haji agar pelaksanaan ibadah berjalan sempurna.
“Punya ilmu sebelum berangkat. Jangan malu bertanya kepada pembimbing apabila ada keraguan dalam melaksanakan rukun, wajib, dan sunnah haji,” katanya.
Selain itu, Wagub Sani meminta jamaah menjaga kekompakan, adab, dan nama baik daerah selama berada di Tanah Suci. Menurutnya, seluruh jamaah merupakan duta Provinsi Jambi yang membawa citra masyarakat Jambi di hadapan jamaah dari berbagai daerah dan negara.
“Haji adalah panggilan Allah. Jaga niat, jaga adab, dan jaga nama baik Jambi. Tunjukkan bahwa masyarakat Jambi santun, disiplin, dan saling membantu,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima sehingga jamaah diminta menjaga kesehatan dan tidak mudah mengeluh selama menjalankan ibadah.
“Mudah-mudahan seluruh jamaah, dari yang paling tua sampai yang termuda, selalu diberikan kesehatan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ucapnya.
Wagub Sani turut meminta jamaah mengikuti seluruh arahan petugas haji dan memanfaatkan waktu di Tanah Suci untuk memperbanyak ibadah dan doa, termasuk mendoakan kemajuan Provinsi Jambi.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jambi Wahyudi Abdul Wahab menyampaikan, 443 jamaah Kloter 21 dijadwalkan berangkat menuju Batam pada pukul 03.00 WIB sebelum melanjutkan penerbangan ke Arab Saudi pukul 10.55 WIB.
Ia menyebutkan, terdapat dua jamaah yang saat ini masih menjalani perawatan kesehatan sehingga belum dapat bergabung bersama kloter keberangkatan.
“Semoga keduanya segera pulih dan bisa menyusul bersama kloter berikutnya,” ujarnya.
Panitia juga mencatat jamaah tertua dalam kloter ini adalah Nuhum Abu Tantri berusia 90 tahun, sedangkan jamaah termuda bernama Ujahid Darpes Fahidullah berusia 15 tahun asal Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi disebut memberikan dukungan besar terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini melalui bantuan biaya penerbangan sebesar Rp42 miliar atau setara subsidi sekitar Rp12 juta per jamaah.
Dukungan tersebut diberikan untuk membantu meringankan biaya perjalanan ibadah haji masyarakat Jambi. (*)



