ADVERTORIAL
Al Haris Resmikan Peluncuran Pelatda PON XXI Sumut dan Aceh di Rumah Dinas Gubernur Jambi
Jambi – Kontingen Provinsi Jambi yang akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Sumatera Utara (Sumut) dan Aceh telah memulai persiapannya dengan Pelatda (Pemusatan Latihan Daerah).
Gubernur Jambi, Al Haris, meresmikan peluncuran Pelatda ini dalam sebuah acara di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Selasa, 7 Mei 2024 malam.
Acara ini juga dihadiri oleh Ketua KONI Jambi, Ketua Cabang Olahraga (Cabor), Ketua KONI Kabupaten dan Kota, serta ratusan atlet, Al Haris menegaskan pentingnya meningkatkan prestasi para atlet Jambi di kancah nasional. Ia menyoroti peningkatan kekuatan tim kontingen Jambi yang dua kali lipat lebih besar dibanding PON Papua sebelumnya.
“Apa lagi kekuatan atlet kita dua kali lipat lebih besar dari PON Papua lalu, saya yakin prestasi atlet Jambi meningkat,” ujar Al Haris.
Gubernur juga menekankan pentingnya memastikan tidak ada kendala apapun yang dihadapi para atlet selama bertanding di PON XXI. Baik dari segi official, pelatih, maupun logistik, semuanya harus diatur dengan baik untuk memastikan para atlet bisa fokus berkompetisi.
“Jangan ada kendala apapun bagi atlet selama PON berlangsung. Intinya, PON Sumut-Aceh harus bebas kendala. Official dan pelatih harus fokus mendukung para atlet untuk bertanding,” tuturnya.
Dalam peluncuran Pelatda ini, Al Haris juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran atlet agar mereka dapat tampil maksimal.
“Pastikan pelatih fokus dengan atletnya, dan perhatikan juga kesehatan mereka. Pemprov siap mendukung penuh semua atlet,” ucapnya.
Ketua KONI Provinsi Jambi, Budi Setiawan, mengatakan bahwa jumlah atlet Provinsi Jambi yang akan bertanding di PON Sumut-Aceh sebanyak 218 orang dari 34 cabang olahraga. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan PON Papua sebelumnya, dan diharapkan mampu meningkatkan ranking prestasi kontingen Jambi.
“PON kali ini ada sebanyak 218 atlet dari Jambi akan bertanding di 34 Cabang Olahraga. Saya yakin di PON Sumut-Aceh, atlet Jambi bisa meningkatkan peringkat prestasi dibandingkan PON sebelumnya,” kata Budi.
PON XXI Sumut-Aceh dijadwalkan berlangsung mulai 8 September 2024, dengan kontingen Jambi berlaga di dua provinsi ini, bertanding di beberapa kabupaten di Sumatera Utara dan Aceh. (MM/*)
ADVERTORIAL
Rawat Tradisi Gus Miek, Bupati Jember Siap Bumikan Majelis Moloekatan
DETAIL.ID, Jember – Halaman Pemkab Jember kembali bergetar oleh lantunan ayat suci dan selawat dalam agenda Majelis Sema’an Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek, Sabtu, 23 Mei 2026.
Memasuki tahun kedua pelaksanaannya sejak 2025, agenda spiritual yang digagas oleh waliyullah KH. Moch. Hamim Jazuli (Gus Miek) ini sukses menyedot ratusan jamaah, tokoh agama, kiai, dan gus dari berbagai penjuru Jember.
Langkah Pemkab Jember memfasilitasi majelis akbar ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam merawat tradisi religi sekaligus memperkuat ukhuwah islamiyah di bumi pendalungan.
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mengawal penuh syiar Al-Qur’an dan pembumian majelis dzikir semacam ini demi keberkahan daerah.
Sebagai pemimpin yang tumbuh dari kultur pesantren, Gus Fawait juga menyampaikan pesan menyentuh mengenai ketakzimannya kepada garis keturunan (dzurriyah) para ulama besar.
“Saya hanya seorang santri yang tidak punya apa-apa kecuali rasa cinta kepada wali Allah, kepada Gus Miek dan dzurriyah beliau-beliau. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan majelis ini, Pemerintah Kabupaten Jember siap ikut serta membumikan majelis ini semampu kami sebagai kepala daerah. Kami berharap doa dari para kiai, para gus, dan seluruh jamaah untuk Kabupaten Jember,” kata Gus Fawait.
Melalui majelis ini, Pemkab Jember berharap kekuatan doa kolektif dari para ulama dan jamaah yang hadir mampu menjadi benteng spiritual sekaligus motor penggerak kebaikan bagi kemaslahatan masyarakat, bangsa, dan umat.
ADVERTORIAL
Jemaah Haji Wajib Pastikan Status BPJS Kesehatan Tetap Aktif
DETAIL.ID, Sumenep — BPJS Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka dalam kondisi aktif sebelum berangkat ke tanah suci.
Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan finansial dan kesehatan bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggal di tanah air.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa status aktif JKN kini menjadi salah satu syarat administrasi wajib.
Mengingat gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, jaminan ini akan memastikan jemaah mendapatkan layanan medis tanpa kendala biaya.
“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” kata Galih.
Galih juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan mereka secara berkala demi kelancaran ibadah.
Manfaat dari kepatuhan ini diakui langsung oleh Maryamah (68), salah satu peserta JKN asal Kabupaten Sumenep.
Ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan bisa berkonsentrasi penuh pada ibadahnya di tanah suci karena urusan perlindungan kesehatan telah terjamin.
“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” tutur Maryamah.
Melalui kemudahan Aplikasi Mobile JKN, Maryamah menambahkan bahwa pengecekan status kini sangat praktis karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.
Reporter: Zainul Hasan
ADVERTORIAL
Bermasalah! Pemkab Jember Minta SPPG Al Mubarok dan Sumbersari 2 Ditutup
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, yaitu SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2.
Rekomendasi tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Bupati Jember, Gus Fawait, kepada Badan Gizi Nasional menyusul hasil evaluasi lapangan dan aduan masyarakat melalui kanal “Wadul Guse”.
Menurut PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Achmad Imam Fauzi, surat tersebut dikirimkan pada 22 Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai masalah fatal terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di kedua dapur tersebut.
Masalah serius terjadi di SPPG Al Mubarok Kaliwates yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan makanan pada sejumlah anak PAUD dan TK.
Selain itu, petugas menemukan pelanggaran fatal berupa peletakan tabung gas di ruang tertutup yang mengancam keselamatan.
“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi.
Di sisi lain, SPPG Sumbersari 2 juga dinilai bermasalah setelah sempat mengalami kebakaran akibat kebocoran gas di ruang oven pengering.
Kondisi ini diperparah dengan lokasi bangunan yang berada di dekat saluran irigasi besar dan rawan terjangkit banjir.
Pemkab Jember menegaskan tidak akan main-main dengan Program MBG karena menyangkut kesehatan anak-anak.
Seluruh mitra pun diwajibkan memenuhi standar operasional yang ketat.
Walau demikian, nasib akhir dari operasional kedua SPPG ini kini sepenuhnya berada di tangan keputusan Badan Gizi Nasional.



