PERKARA
Kuasa Hukum Rahma Syifa Tegaskan Proses Penegakan Hukum Kasus Pinto Harus Tetap Berjalan
DETAIL.ID, Jambi – Sampai saat ini pihak Rahma Asyifa masih tak terima dengan perlakuan Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Pinto Jayanegara.
Kuasa Hukum Rahma Asyifa, Dr Fikri Riza dari PKBH Humaniora pun berharap agar proses hukum atas laporan pengaduan yang sudah dibuat kliennya di Polda Jambi yang teregister dengan Nomor: Reg/172/V/2024/Ditreskrimum pada Selasa 14 Mei 2024 terus bergulir.
“Kami berharap proses penegakan hukumya tetap berjalan. Karena klien kami meminta hak dan keadilan yang seadil-adilnya terhadap apa yang sudah dia rasakan,” ujar Fikri Riza pada Jumat, 17 Mei 2024.
Dalam Surat Tanda Terima Laporan Pengaduan Nomor: Reg/172/V/2024/Ditreskrimum, yang diperoleh awak media dari kuasa hukum Syifa, Pinto Jayanegara dilaporkan dengan pasal 372 KUHPidana jo Pasal 378 KUHPidana jo Pasal 335 KUHPidana.
Dimana diduga kuat terjadi tindak pidana penipuan dan penggelapan serta perbuatan tidak menyenangkan disertai dengan kekerasan atau ancaman kekerasan yang diduga dilakukan oleh Pinto Jayanegara dengan cara tidak membayar honor dan juga pinjaman sejumlah uang milik pelapor (Syifa) yang digunakan untuk keperluan dari terlapor (Pinto).
Saat ditemui di rumah terlapor, ternyata pelapor malah menerima perlakuan yang tidak menyenangkan dan intimidasi dari terlapor dan sejumlah orang yang berada di rumah terlapor serta hak-hak pelapor juga tak diberikan.
Belakangan setelah kasus ini viral dimana-mana kuncul klarifikasi dari tim kuasa hukum Pinto, yang pada intinya menyampaikan pembelaan berupa keterangan yang berseberangan dengan apa yang sudah disampaikan Syifa.
Namun mereka tetap berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik dengan mengedepankan asas kekeluargaan. Soal ini kuasa hukum Syifa menyampaikan terbuka untuk menyelesaikan masalah secara kekeluargaan. Namun soal urusan hukum Fikri Riza menegaskan agar terus lanjut.
“Biarlah. Kita tetap saja secara kekeluargaan terus misal enggak papa. Tapi proses penegakan hukumnya harus berjalan. Itu urusan merekalah. Tapi bagi kami tetap itu harus berjalan proses penegakan hukumnya,” ujar Fikri.
Sebab menurut Fikri, sudah teramat banyak mantan staf seperti Syifa yang menjadi korban dari sang oknum itu. Hanya saja mereka tak berani mengangkat persoalannya ke publik.
Selain itu juga Fikri mengungkap bahwa keluarga tak terima dengan tudingan negatif yang dilontarkan kepada kliennya yang membuat kleinnya diperiksa Polisi atas perbuatan yang sama sekali ia tak lakukan.
“Kami tidak terima sampai hari ini. Dia diperiksa dari jam 8 sampai jam 2 subuh, itu keluarga tidak terima,” katanya.
Reporter: Juan Ambarita
PERKARA
PT MMJ Tetap Operasikan PKS PT PAL Sitaan Kejati Jambi Bersama PT SGA, Kacau!
DETAIL.ID, Jambi – PT Mayang Magurai Jambi (MMJ) disorot majelis hakim karena diduga mengoperasikan pabrik kelapa sawit PT Prosympac Agro Lestari (PAL) tanpa izin dari kejaksaan, meski aset tersebut telah berstatus disita sejak Juli 2025 lalu.
Fakta tersebut terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi terkait kredit investasi dan modal kerja PT PAL dari Bank BNI tahun 2018–2019 senilai Rp 105 miliar, yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam persidangan, Direktur PT MMJ, Arwin Parulian Siragih yang hadir sebagai saksi, tidak mampu menunjukkan dasar hukum pengoperasian pabrik yang telah disita oleh Kejaksaan Tinggi Jambi sejak Juli 2025.
”Saudara mengoperasikan pabrik yang sudah disita tanpa izin. Itu ilegal!” ujar Ketua Majelis Hakim, Anisa Bridgestirana.
Saat ditanya apakah terdapat izin resmi dari kejaksaan, Arwin pun mengakui tidak memiliki dokumen tersebut. Majelis hakim lantas menegaskan bahwa setiap pihak dilarang menguasai atau mengoperasikan aset yang telah disita tanpa persetujuan resmi dari penyidik atau pengadilan.
Selain itu, hakim juga menilai dasar penguasaan PT MMJ yang hanya mengacu pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tidak memiliki kekuatan hukum sebagai bukti kepemilikan.
”PPJB bukan bukti kepemilikan. Saudara tidak punya dasar kuat untuk menguasai dan mengoperasikan pabrik tersebut,” katanya.
Persidangan juga mengungkap bahwa PT MMJ tetap menjalankan operasional pabrik bahkan melibatkan pihak lain, termasuk PT Sumber Global Agro (SGA), tanpa izin dari Kejati Jambi maupun pengadilan.
Tak hanya itu, Arwin juga mengakui adanya kewajiban finansial PT MMJ kepada pihak yang diajak bekerja sama hingga mencapai puluhan miliar rupiah. Majelis hakim menilai kondisi tersebut menunjukkan ketidaktertiban serius dalam pengelolaan aset yang tengah berperkara hukum.
”Kalau kewajiban dijalankan sejak awal sesuai homologasi, tidak akan terjadi perebutan seperti ini,” ujarnya.
Dalam perkara ini, jaksa menghadirkan sejumlah saksi, termasuk perwakilan Bank BNI dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Keterangan pihak BNI mengungkap bahwa pembayaran kewajiban oleh PT MMJ hanya berlangsung pada Juli hingga September 2022, dan sejak Februari 2023 tidak ada lagi pembayaran yang masuk.
Sidang juga menyingkap adanya pertemuan antara PT MMJ dan pihak BNI yang sempat dibantah, namun kemudian diakui oleh saksi dari pihak bank. Majelis hakim menilai adanya inkonsistensi keterangan para saksi semakin memperkuat indikasi permasalahan dalam pengelolaan dan penguasaan aset PT PAL. (*)
PERKARA
Perkara TPPU Helen Bergulir, Pekan Depan Pemeriksaan Saksi
DETAIL.ID, Jambi – Terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Helen Dian Krisnawati tidak mengajukan eksepsi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Sidang yang dipimpin majelis hakim itu semula beragenda pembacaan eksepsi dari terdakwa dan penasihat hukum. Namun, Helen memilih tidak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa.
Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya mengatakan persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.
”Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU pada 7 April 2026,” ujar Noly.
Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum mengajukan dakwaan alternatif. Pada dakwaan pertama, Helen dijerat pasal terkait permufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika.
Sementara pada dakwaan kedua, ia juga dijerat pasal pencucian uang karena diduga menyamarkan hasil kejahatan narkotika melalui sejumlah usaha.
Dalam dakwaan, Helen disebut menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk membangun bisnis legal, termasuk usaha perjudian dan properti guna menyamarkan asal-usul dana.
Helen sebelumnya telah divonis penjara seumur hidup dalam kasus narkotika dan saat ini menjalani hukuman di Lapas Perempuan Jambi.
Majelis hakim menunda persidangan dan akan kembali melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum pada pekan depan.
Reporter: Juan Ambarita
TEMUAN
Oknum Polisi di Tanjabtim Diperiksa Propam Terkait Dugaan Sindikat Gadai Mobil
DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Viral disosial media kasus dugaan keterlibatan oknum polisi di Tanjungjabung Timur dalam sindikat penggadaian mobil.
Di mana diketahui adanya oknum polisi yang diduga menjadi dalang penggadaian dua unit mobil, yakni Daihatsu Xenia dan Carry pick up, bersama beberapa warga sipil.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanjungjabung Timur AKBP Ade Candra mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial tersebut.
Dia mengatakan bahwa yang bersangkutan telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan.
“Berawal dari media sosial, malam itu langsung kami tindak lanjuti dengan memanggil yang bersangkutan,” kata AKBP Ade Candra pada Rabu, 1 April 2026.
Pemeriksaan terhadap oknum polisi IQ dilakukan oleh Propam Polres Tanjab Timur.
“Kemudian yang bersangkutan kita panggil di Propam Polres, setelah pemeriksaan kita akan lakukan rencana tindak lanjut,” ujarnya.
Selain oknum polisi, pihak kepolisian juga akan melakukan pengecekan terhadap beberapa warga sipil yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Ada beberapa yang berinisial H dan T, warga sipil, yang akan kita kroscek. Proses penyelidikan masih berjalan,” ucapnya.
Ade menegaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam tahap investigasi dan pendalaman.
“Masih diinvestigasi. Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui kendaraan pick up, dia hanya mengetahui kendaraan Xenia,” katanya.
Untuk diketahui oknum polisi IQ ini bertugas di Satsabhara Polres Tanjab Timur.



