ADVERTORIAL
Saat Gubernur Jambi Al Haris Safari Subuh di Masjid Asy Syuhada Simpang Rimbo
DETAIL.ID, Jambi – Gubernur Al Haris bersama para pejabat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi melaksanakan safari Subuh di Masjid Asy Syuhada Simpang Rimbo, Kenali Besar, Kota Jambi pada Jumat, 2 Agustus 2024.
Selain para pejabat Pemprov Jambi, ikut serta safari Subuh bersama Gubernur Al Haris Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Ketua Dewan Masjid, Ketua MUI, Ketua Muhammadiyah, pejuang Subuh dan warga setempat.
Gubernur Al Haris yang pada kesempatan ini kata sambutannya diwakili Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi Zoztavia, pertama menyampaikan apresiasi kepada warga sekitar Madjid Asy Syuhada dan umumnya umat muslim di Jambi yang mempunyai semangat membangun tempat ibadah.
“Di Jambi banyak masjid bagus-bagus, kemampuan masyarakat kita membangun masjid sangat kita apresiasi, banyak tumbuh masjid baru yang menjadi ikon daerah itu, ini menunjukkan bahwa semangat umat Islam membangun masjid sangat baik,” kata Zoztafia.
“Ini juga harus kita diimbangi dengan semangat ibadah, mengisinya, dan mengajak masyarakat muslim disekitarnya untuk sholat berjamaah, dan memakmurkan masjid sebagai tempat kegiatan keagamaan,” ujarnya.
Zoztafia juga menyampaikan Gubernur Jambi Al Haris sangat banyak program-programnya di bidang keagamaan, termasuk salah satunya rutinitas safari subuh.
“Terimakasih kepada Gubernur banyak program-programnya bidang keagamaan, termasuk rutinitas safari Subuh yang sudah berlangsung beberapa tahun ini, kegiatan safari Subuh ini juga dibarengi dengan santunan dengan anak yatim, pemberian Sembako dan juga bantuan pembangunan masjid,” ujar Zoztafia.
Sementara itu, Ketua Masjid Pembangunan Masjid Asy Syuhada, Saidina menyampaikan rasa terima kasih warga atas kehadiran Gubernur Al Haris melaksanakan shalat Subuh berjamaah di Masjid Asy Syuhada.
“Kami sangat bahagia, sangat senang bisa bertemu dengan Gubernur, sholat subuh berjama di sini, kami ucapkan Alhamdulillah,” ucapnya.
Pada kesempatan ini juga, Gubernur Jambi Al Haris memberikan santunan kepada anak yatim dan bantuan Sembako kepada Lansia, serta menyerahkan bantuan pembangunan masjid. (*)
ADVERTORIAL
Jemaah Haji Wajib Pastikan Status BPJS Kesehatan Tetap Aktif
DETAIL.ID, Sumenep — BPJS Kesehatan mengingatkan seluruh calon jemaah haji untuk memastikan status kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mereka dalam kondisi aktif sebelum berangkat ke tanah suci.
Hal ini krusial untuk memberikan perlindungan finansial dan kesehatan bagi jemaah maupun keluarga yang ditinggal di tanah air.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan, Galih Anjung Sari, menegaskan bahwa status aktif JKN kini menjadi salah satu syarat administrasi wajib.
Mengingat gangguan kesehatan bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, jaminan ini akan memastikan jemaah mendapatkan layanan medis tanpa kendala biaya.
“Calon jemaah haji bisa saja mengalami gangguan kesehatan kapan saja. Oleh sebab itu, pentingnya menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif agar saat membutuhkan pelayanan kesehatan, biaya pengobatan dapat dijamin sesuai ketentuan,” kata Galih.
Galih juga mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan digital seperti PANDAWA atau Aplikasi Mobile JKN untuk mengecek status kepesertaan mereka secara berkala demi kelancaran ibadah.
Manfaat dari kepatuhan ini diakui langsung oleh Maryamah (68), salah satu peserta JKN asal Kabupaten Sumenep.
Ia mengaku merasa jauh lebih tenang dan bisa berkonsentrasi penuh pada ibadahnya di tanah suci karena urusan perlindungan kesehatan telah terjamin.
“Menjaga status kepesertaan JKN tetap aktif menurut saya memang menjadi kewajiban sebagai peserta. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit, sehingga perlindungan kesehatan sangat penting dimiliki,” tutur Maryamah.
Melalui kemudahan Aplikasi Mobile JKN, Maryamah menambahkan bahwa pengecekan status kini sangat praktis karena dapat diakses kapan saja dan di mana saja tanpa harus mengantre di kantor BPJS Kesehatan.
Reporter: Zainul Hasan
ADVERTORIAL
Bermasalah! Pemkab Jember Minta SPPG Al Mubarok dan Sumbersari 2 Ditutup
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember merekomendasikan penghentian operasional dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya, yaitu SPPG Al Mubarok Kaliwates dan SPPG Sumbersari 2.
Rekomendasi tersebut disampaikan langsung melalui surat resmi Bupati Jember, Gus Fawait, kepada Badan Gizi Nasional menyusul hasil evaluasi lapangan dan aduan masyarakat melalui kanal “Wadul Guse”.
Menurut PJ Sekretaris Daerah Jember sekaligus Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG), Achmad Imam Fauzi, surat tersebut dikirimkan pada 22 Mei 2026.
Langkah ini diambil setelah ditemukan berbagai masalah fatal terkait standar kebersihan, pengelolaan makanan, hingga keamanan kerja di kedua dapur tersebut.
Masalah serius terjadi di SPPG Al Mubarok Kaliwates yang diduga kuat menjadi penyebab keracunan makanan pada sejumlah anak PAUD dan TK.
Selain itu, petugas menemukan pelanggaran fatal berupa peletakan tabung gas di ruang tertutup yang mengancam keselamatan.
“Faktanya ada korban. Itu menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Keselamatan penerima manfaat program harus menjadi prioritas utama,” ujar Fauzi.
Di sisi lain, SPPG Sumbersari 2 juga dinilai bermasalah setelah sempat mengalami kebakaran akibat kebocoran gas di ruang oven pengering.
Kondisi ini diperparah dengan lokasi bangunan yang berada di dekat saluran irigasi besar dan rawan terjangkit banjir.
Pemkab Jember menegaskan tidak akan main-main dengan Program MBG karena menyangkut kesehatan anak-anak.
Seluruh mitra pun diwajibkan memenuhi standar operasional yang ketat.
Walau demikian, nasib akhir dari operasional kedua SPPG ini kini sepenuhnya berada di tangan keputusan Badan Gizi Nasional.
ADVERTORIAL
Bupati Jember Lantik 734 Kepala Sekolah, Beri Waktu Evaluasi 6 Bulan
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember mencetak sejarah baru dengan menggelar pelantikan terbesar sepanjang sejarah daerah tersebut.
Sebanyak 734 kepala sekolah jenjang SD dan SMP resmi dilantik oleh Bupati Jember, Muhammad Fawait, di SMP Negeri 7 Jember pada Sabtu, 23 Mei 2026.
Dalam arahannya, bupati yang akrab disapa Gus Fawait ini menegaskan bahwa jabatan baru ini datang dengan tanggung jawab besar.
Ia memberikan tenggat waktu yang singkat bagi para kepala sekolah untuk langsung tancap gas membuat terobosan di instansi masing-masing.
“Karena setiap 6 bulan akan kami evaluasi,” kata Gus Fawait.
Langkah tegas ini diambil karena sektor pendidikan menjadi salah satu pilar utama Pemkab Jember dalam misi pengentasan kemiskinan jangka panjang.
Selain dituntut memajukan prestasi siswa, para kepala sekolah juga diwajibkan membantu menyosialisasikan program strategis pemerintah, seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih, dan Universal Health Coverage (UHC).
Gus Fawait mengingatkan bahwa membangun daerah membutuhkan kerja sama lintas sektor yang solid.
Terkait sisa posisi kepala sekolah yang masih kosong, ia memastikan pelantikan susulan akan segera dilakukan dalam waktu dekat.
“Mudah-mudahan sisa posisi yang ada, terutama untuk posisi Pelaksana Tugas (Plt), bisa segera disusul pelantikannya,” tuturnya.



