Connect with us
Advertisement

DAERAH

Banyak Kepala OPD Absen, FGD Studi Pelestarian Cagar Budaya Nyaris Dibubarkan

Published

on

Kepala OPD tak hadir, banyak kursi kosong tak terisi pada FGD pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan perkampungan tradisional Rantau Panjang, di aula Bappeda Merangin. (DETAIL/Daryanto)

DETAIL.ID, Merangin – Focus Group Discussion (FGD) studi pelestarian cagar budaya dan objek pemajuan kebudayaan perkampungan tradisional Rantau Panjang yang digelar oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah V Provinsi Jambi dan Provinsi Bangka Belitung, di aula kantor Bappeda nyaris dibubarkan oleh Asisten I Merangin, Ote Sayuti.

Pasalnya, kegiatan yang sangat penting bagi Kabupaten Merangin untuk terus melestarikan budaya di Rumah Tuo Rantau Panjang seperti diabaikan oleh para Kepala OPD terkait.

Bahkan dari kursi yang disediakan oleh panitia, terlihat kosong sehingga Asisten I yang mewakili Pj Bupati Merangin Jangcik Mohza sangat marah.

"Kalaulah acara ini belum disiapkan jauh jauh hari, sudah saya bubarkan. Banyak Kepala OPD yang tidak hadir dan kursi banyak kosong," ujar Ote Sayuti pada Kamis, 7 November 2024.

Bahkan, para Kepala OPD terkesan menyepelekan kegiatan yang sangat penting tersebut, padahal kegiatan yang digelar merupakan satu kegiatan yang sangat penting untuk pemajuan kebudayaan di Merangin.

"Kegiatan seperti ini sangat penting, apalagi kegiatan pelestarian kebudayaan di Rumah Tuo Rantau Panjang yang kita miliki akan mendapatkan perhatian dari dunia luar, ini malah tidak dihadiri oleh para Kepala OPD terkait," katanya.

Lebih lanjut, Ote Sayuti mengatakan bagaimana akan menghargai kebudayaan dan kekayaan cagar budaya di Merangin, sementara yang punya wilayah dan kewenangan saja abai.

"Sangat disayangkan, Kabupaten Merangin sangat banyak cagar budaya yang diakui di dunia sementara kita sendiri tidak menghargainya. Saya pesankan kepada panitia kalau mau ngundang pastikan undangan sampai, kalau perlu ditelepon, jangan sampai kejadian seperti ini terulang, kita sangat menyayangkan semua pemateri orang orang hebat yang peduli dengan cagar budaya dan pemajuan budaya di Merangin, mari hargai mereka," ucapnya.

Dari pantauan DETAIL.ID, terlihat banyak kursi kosong yang tidak terisi oleh para Kepala OPD, hanya beberapa perwakilan OPD yang hadir seperti Sekdin Diknas Rafdi, Sekdin PUPR, Dewan Kesenian Merangin, Forum film Merangin, dan sanggar-sanggar, serta Camat Rantau Panjang.

Reporter: Daryanto

Advertisement Advertisement

DAERAH

Kunjungi Keluarga Korban Hanyut di Paiton, Bupati Gus Haris dan Wabup Fahmi Memimpin Tahlil

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Probolinggo – Di tengah suasana duka yang mendalam, Bupati Probolinggo dr. Mohammad Haris (Gus Haris) bersama Wakil Bupati Fahmi AHZ meninjau langsung rumah keluarga korban anak hanyut di Dusun Kalianyar 3, Desa Sidodadi, Kecamatan Paiton, Probolinggo pada Minggu, 22 Februari 2026.

Kehadiran pimpinan daerah ini merupakan bentuk dukungan moral sekaligus memastikan proses pencarian salah satu korban yang masih hilang tetap berjalan maksimal dengan melibatkan tim gabungan dari berbagai daerah.

Musibah ini menimpa dua anak perempuan saat kondisi cuaca ekstrem melanda wilayah Probolinggo yaitu Aurora Nafisa Firdausi (9), warga Desa Triwungan, Kotaanyar dan Aura Firza Farzana (10), warga Desa Sidodadi, Paiton.

Dalam kunjungan tersebut, Wabup Fahmi memimpin pembacaan tahlil untuk mendoakan korban, sementara bantuan logistik dari Baznas Kabupaten Probolinggo diserahkan guna meringankan beban keluarga.

Bupati Gus Haris menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Operasi pencarian korban yang belum ditemukan dilakukan secara masif dengan bantuan personel dari luar daerah.

“Teman-teman BPBD dan Tim SAR dibantu daerah tetangga seperti Banyuwangi dan Jember, bahkan teman-teman dari Angkatan Laut ikut membantu melakukan pencarian. Kami tidak akan berhenti hingga korban ditemukan,” kata Gus Haris.

Mengingat luas wilayah Kabupaten Probolinggo yang mencapai hampir 1.700 kilometer persegi dengan kontur geografis ekstrem, Bupati memberikan instruksi khusus kepada dinas teknis yaitu menormalisasi sungai dan siaga bencana.

Ia menitipkan pesan menyentuh kepada seluruh orang tua di Kabupaten Probolinggo untuk lebih waspada menjaga putra-putrinya, terutama saat musim hujan.

“Kami mohon kepada segenap orang tua untuk tidak membiarkan putra-putrinya bermain di sekitar sungai. Kita tidak pernah bisa menghindari bencana sepenuhnya, tetapi kita wajib menghindari risiko agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Kehadiran Gus Haris dan Wabup Fahmi di tengah masyarakat yang berduka menjadi simbol bahwa pemerintah daerah hadir langsung untuk memberikan penguatan moral dan menjamin keselamatan warga di lapangan, bukan sekadar bekerja dari balik meja. (Tina)

Continue Reading

DAERAH

Forkopimka Tiris, Dinsos dan BPBD Bersinergi Cepat Tanggap Bantu Korban Kebakaran

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Probolinggo – Musibah kebakaran yang menghanguskan dua rumah milik Asmawati serta Sukir. Akibat kebakaran itu diduga menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp 30 juta, tanpa ada korban jiwa.

Menindaklanjuti laporan masyarakat sekitar, BPBD segera melakukan penanganan darurat dan koordinasi lapangan serta Dinsos turut melakukan asessmen juga menyalurkan bantuan kebutuhan dasar bagi keluarga terdampak. Sementara itu Forkopimka Tiris hadir memastikan dukungan keamanan dan pendampingan serta koordinasi lintas unsur berjalan dengan optimal.

Sinergi cepat antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo dan Forkopimka Tiris bergerak tanggap menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran di Dusun Togur Desa Tegalwatu Kecamatan Tiris pada Jumat, 20 Februari 2026.

Kepala Desa Tegalwatu, Supardi memaparkan serta mengapresiasi langkah cepat lintas instansi Kolaborasi ke BPBD, Dinsos dan Forkopimka Kecamatan Tiris menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir di tengah masyarakat saat terjadi musibah.

“Respons cepat dari BPBD, Dinas Sosial dan Forkopimka Tiris sangat membantu warga sekitar yang terdampak. Sinergi seperti ini membuat masyarakat merasa tidak sendiri saat menghadapi musibah,” ujar Supardi kepada DETAIL.ID pada Jumat, 20 Februari 2026.

Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan proses pemulihan pasca kebakaran dapat berjalan lebih cepat, sekaligus memperkuat koordinasi antar instansi dalam penanganan kebencanaan di wilayah Kecamatan Tiris. (Tina)

Continue Reading

DAERAH

Sambut Ramadan, Kapolres Pasuruan Mengajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Pasuruan – Menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono mengeluarkan seruan resmi kepada seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

AKBP Harto Agung Cahyono menekankan bahwa gangguan suara seperti menyalakan petasan serta aksi balap liar dan juga keselamatan menjadi perhatian utama kepolisian kita harus mengimbau warga untuk meninggalkan aktivitas yang merugikan kepentingan umum

“Masyarakat harus menghindari penggunaan petasan atau kembang api berbahaya yang berisiko memicu kebakaran dan keresahan warga. Masyarakat diminta tertib berlalu lintas,” kata AKBP Harto Agung Cahyono pada Jumat, 20 Februari 2026.

Ia menegaskan akan menindak tegas aksi balap liar serta penggunaan knalpot tidak sesuai spesifikasi (brong) yang kerap meningkat di waktu menjelang berbuka maupun sahur.

“Tertiblah dalam berlalu lintas. Jangan biarkan momentum ibadah terganggu oleh kebisingan knalpot atau aksi balap liar yang membahayakan nyawa,” ujarnya.

Salah satu fenomena remaja yang menjadi perhatian serius kepolisian adalah tawuran berkedok “perang sarung”. Kapolres meminta peran aktif orang tua untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pergaulan anak remaja mereka, terutama pada malam hari hingga subuh.

Guna mengantisipasi tindak kriminalitas seperti pencurian (Curat/Curanmor), Kapolres memberikan panduan keamanan bagi warga memastikan pintu dan jendela terkunci sewaktu ke masjid serta upayakan mematikan kompor juga mencabut selang gas, dan matikan aliran listrik yang tidak diperlukan sebelum meninggalkan rumah.

Lalu, masyarakat diimbau menggunakan kunci ganda pada kendaraan bermotor dan jangan mengenakan perhiasan mencolok saat berada di tempat umum.

Polres Pasuruan memastikan kehadiran pihak kepolisian di tengah masyarakat dengan menyiagakan layanan Call Center 110. Layanan ini tersedia gratis selama 24 jam untuk menerima laporan pengaduan atau informasi terkait gangguan keamanan.

“Mari kita jadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat persaudaraan. Dengan sinergi antara kepolisian dan masyarakat, kita wujudkan Kabupaten Pasuruan yang aman, tertib, dan damai,” tuturnya. (Tina)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs