Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Al Haris Gelar Rapat Evaluasi Percepatan Pembangunan Jalan Khusus Batu Bara

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH melakukan rapat evaluasi percepatan pembangunan jalan khusus batubara dan konektivitas jalur yang telah ditetapkan. Rapat bersama pegusaha batubara ini berlangsung di Ruang VIP Rumah Dinas Gubernur Jambi, Rabu, 8 Januari 2024.

Dalam kesempatan itu juga dihadiri oleh perwakilan dari Forkompimda, Asisten II Setda Provinsi Jambi sekaligus Wakil Ketua Satgas Wasgakkum Johansyah, perwakilan 3 (tiga) Perusahaan yang melaksanakan pembangunan jalan khusus batubara yaitu PT. Putra Bulian Properti, PT. Inti Bangun Sarana, PT. Sinar Anugerah Sukses serta perwakilan Dinas Instansi Terkait.

Dalam rapat ini Gubernur Al Haris menegaskan kepada setiap perusahaan tersebut harus memaparkan progress pembangunan jalan khusus batubara, dan mempercepat proses pembangunan tersebut.

“Saya sampaikan bahwa kita kita sudah sering bertemu rapat-rapat sudah sering bertemu. Intinya bagaimana kita itu punya sumber daya alam yang bagus yang potensinya besar tetapi kurang punya saluran, kurang tempat jalur untuk kita mengangkutnya. Jadi setelah waktu yang cukup panjang kita lihat, kita evaluasi dari beberapa izin houlding yang kita berikan dulu ada tiga perusahaan itu dan tiga ini yang kita bertemu di hotel Mercure ada Pak Kapolda dan ada Bapak ketua DPR dan ketua dan Pak Danrem, dan Kajati,” ujar Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris mengatakan bahwa inti dari pertemuan itu adalah bagaimana pemerintah mencoba untuk memfasilitasi, mendorong para pengusaha untuk membangun komitmen kepada pemerintah untuk membangun jalan khusus batubara.

“Dan kala itu muncullah tiga perusahaan yang mencoba mendesain untuk membuat jalur batubara itu kemudian dalam prosesnya ini tidak semudah membalikkan telapak tangan banyak fakta-fakta dilapangan yang kadang-kadang kita sulit untuk menembusnya, ada beberapa kejadian tetapi juga ada yang lancar, dan hari ini kita ingin melihat progress dari 3 (tiga) perusahaan tersebut yang telah dilakukan selama kita berikan dan izin dalam rangka untuk membangun holding batubara,” katanya.

Gubernur Al Haris mengungkapkan, kedepan kalau ingin ekonomi Jambi itu tumbuh maka pilihan yang harus diambil pertama memaksimalkan batubara, angkutan dan penjualannya, yang kedua adalah memaksimalkan sektor perkebunan.

“Jadi saya berharap hari ini kita akan bersama berdiskusi sama-sama, intinya adalah kita ingin pertemuan ini suatu yang tidak sia-sia dimana masih ada yang membeli batubara yang kita miliki, kecuali kalau sekarang tidak dibutuhkan lagi, tapi saat ini dibutuhkan oleh dunia. Jadi kita harus memaksimalkan hal tersebut,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga menegaskan bahwa dari paparan tiga Perusahaan ini adalah bagaimana mempercepat jalan dari desa Tenam sampai ke pelabuhan di Kemingking.

“Artinya, problem dari Sarolangun sampai Tenam sudah aman, sudah ada solusi, tinggal lagi dari Tenam ke Jambi itu yang menjadi problem, kalau bisa teman-teman kita fokus dari Tenam ke Jambi. Bagaimana caranya jalur sampai ke pelabuhan di Kemingking itu yang kita fokuskan, kita gotong royong, proyek dikerjakan bersama untuk mempercepat karena sudah ada jembatan, sudah ada jalan, sudah dibuka semua jalurnya,” kata Gubernur Al Haris.

Sementara itu, PT. Putra Bulian Properti yang diwakili oleh pimpinan Perusahaan yaitu Wilson, dimana PT. ini membangun jalan khusus batubara di Muaro Jambi dan Kabupaten Batang Hari memaparkan rencana investasi yang digelontorkan mencapai Rp. 2.027.250.000, dan saat ini juga mengalami beberapa kendala dilapangan, diantaranya adalah pembebasan lahan 22 bidang tanah yakni soal harga tanah yang terlalu tinggi.

PT. Inti Bangun Sarana, yang diwakili oleh Direktur Utama PT. IBS, Bambang memaparkan bahwa salah satu kendala adalah sungai Batanghari menjadi jalur transportasi air pengangkutan batubara namun terdapat banyak area dangkal dan direncanakan untuk dilakukan dredging dengan biaya awal yang terbilang besar, namun biaya maintenance setelah dredging akan lebih kecil.

Sedangkan perwakilan PT. Sinar Anugerah Sukses menyatakan bahwa perkembangan infrstruktur ini membawa dampak signifikan terhadap industri pertambangan dan pertumbuhan ekonomi. Namun perkembangan ini juga diiringi dengan berbagai tantanagan dan problematika.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.

Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.

“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.

Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.

“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

[post-view]

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember

DETAIL.ID

Published

on

Layanan Adminduk dalam rangkaian Bunga Desaku. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.

Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.

Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.

Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.

Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.

Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.

Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.

“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.

Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.

Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.

Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.

Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.

“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.

Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa

DETAIL.ID

Published

on

Ardi Pujo Prabowo diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.

Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.

Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.

Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.

“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.

Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.

“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.

Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.

“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs