ADVERTORIAL
Pemprov Jambi Kembangkan Program Lahan Hortikultura Dalam Perkuat Ketahanan Pangan Daerah
Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi meluncurkan inisiatif baru yang bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menekan inflasi melalui program lahan hortikultura abadi.
Program ini akan diberlakukan di 11 kabupaten/kota, dengan harapan dapat menstabilkan pasokan pangan dan harga komoditas yang menjadi penyumbang inflasi.
Johansyah, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Jambi, mengatakan bahwa program hortikultura abadi ini dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian secara berkelanjutan. Rencananya, pelaksanaan program ini akan dimulai pada pertengahan Januari 2025.
“Kami targetkan program ini bisa berjalan pada pertengahan Januari mendatang, di mana setiap kabupaten/kota akan menyiapkan lahan seluas 10 hektare untuk penanaman berbagai komoditas hortikultura yang memiliki pengaruh besar terhadap inflasi,” ujar Johansyah.
Lahan yang disediakan akan digunakan untuk menanam tanaman hortikultura seperti cabai dan bawang, yang selama ini sering berfluktuasi harganya dan memberi kontribusi terhadap kenaikan inflasi. Masing-masing daerah juga akan dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti pembibitan, irigasi, dan kolam untuk menunjang kelangsungan program ini.
Johansyah menuturkan bahwa peresmian program ini akan digelar di Kota Jambi, khususnya di kawasan Lingkar Barat, dengan melibatkan Dinas Pertanian Kota Jambi. Lahan tersebut sudah dipersiapkan untuk menjadi pusat kegiatan pertanian yang dapat memberikan dampak positif pada ekonomi daerah.
“Peresmian program akan dilakukan di Kota Jambi di area yang telah disiapkan di Lingkar Barat. Kami akan memastikan bahwa setiap daerah memiliki lahan dan fasilitas yang memadai untuk mendukung program ini,” kata Johansyah.
Program ini diharapkan bisa menjadi solusi jangka panjang untuk memastikan kestabilan pasokan bahan pangan di Provinsi Jambi, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas hortikultura.
Dengan program ini, Pemerintah Provinsi Jambi berambisi untuk menciptakan ketahanan pangan yang lebih kuat, yang pada gilirannya dapat membantu pengendalian inflasi di daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi mencatatkan inflasi tahunan pada Desember 2024 sebesar 1,43 persen, yang dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas utama seperti cabai merah, cabai rawit, beras, dan ikan. Program hortikultura abadi diharapkan dapat mengurangi gejolak harga bahan pangan yang menjadi pemicu utama inflasi.
Dengan terobosan ini, Pemerintah Provinsi Jambi optimistis dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga kestabilan harga dan ketersediaan pangan di daerah, serta menciptakan solusi yang berkelanjutan untuk mengatasi masalah inflasi yang terus menjadi perhatian.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Buka Pendaftaran Pemasangan Listrik Gratis Bagi Warga Kurang Mampu
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember membuka pendaftaran program pemasangan listrik gratis bagi warga kurang mampu mulai awal Maret 2026.
Pendaftaran bisa melalui nomor narahubung Wadul Gus’e 0811-3031-1188 dan tautan https://s.id/DaftarListrikGratisJember.
Program ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam membantu warga kurang mampu untuk memperoleh pemasangan listrik tanpa biaya.
Pemkab Jember mengarahkan masyarakat yang memenuhi kriteria segera menghubungi nomor yang telah disediakan atau mengisi formulir secara daring melalui tautan resmi tersebut agar proses pengajuan bisa segera diproses.
Untuk mengikuti program ini, warga wajib melengkapi persyaratan sebagai berikut:
- Fotokopi KTP Pemohon
- Surat Kartu Keluarga (KK)
- Surat Keterangan Tidak Mampu/Terdaftar DTKS
- Mengisi Formulir Pendaftaran
Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, memastikan program ini tidak memungut biaya dalam bentuk apa pun.
Ia memastikan pemasangan listrik dilakukan secara gratis bagi warga yang lolos verifikasi.
“Gratis! Daftarnya ke nomor ini (0811-3031-1188). Semua karena cinta,” kata Gus Fawait dari tanah suci Mekkah, Selasa, 3 Maret 2026.
Terkait waktu realisasi, Gus Fawait menyampaikan pemasangan listrik gratis menyesuaikan jumlah pendaftar dan proses lanjutan yang berjalan.
“Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan (pemasangan listrik gratis, red). Nanti kalau jumlahnya banyak bisa multiyears (tahun jamak, red),” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan program ini berjalan berkat dukungan dua anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Bambang Haryadi dan Kawendra Lukistian, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah serta kementerian terkait untuk warga Jember.
Pemkab Jember memproses setiap pendaftar yang masuk melalui nomor telepon maupun tautan resmi sesuai prosedur.
Program ini membuka akses bagi warga kurang mampu di Jember untuk memperoleh sambungan listrik gratis melalui kolaborasi pemerintah daerah dan pihak terkait.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
Dari Mekkah, Gus Fawait Tegaskan Standar Layanan SPPG Jember
DETAIL.ID, Jember – Bupati Jember, Muhammad Fawait, memberi arahan kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Jember melalui Zoom dari Tanah Suci Mekkah, dalam rapat koordinasi yang digelar Satgas di Pendapa Wahyawibawagraha pada Senin malam, 2 Maret 2026.
Perwakilan masing-masing SPPG hadir langsung di pendapa untuk mengikuti rapat tersebut.
Gus Fawait mengikuti jalannya koordinasi meski sedang menjalani ibadah umrah.
Dalam arahannya, ia menyampaikan hasil evaluasi Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap pelaksanaan program di Jember.
Ia menyebut BGN menjatuhkan sanksi kepada dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan.
“Bagi dapur yang tidak memenuhi standar pelayanan, maka akan ada sanksi tegas dari BGN,” katanya saat memberikan arahan via zoom, Senin, 2 Maret 2026.
Gus Fawait juga mengungkapkan adanya tiga dapur di Jember yang terkena sanksi suspend akibat ketidaksesuaian menu selama Ramadan.
“Kemarin saya dapat kabar, ada 3 dapur yang di suspend oleh BGN, karena dinilai memberikan menu yang tidak sesuai selama Ramadan ini,” ujarnya.
Ia menyatakan Pemerintah Kabupaten Jember mendukung langkah BGN dalam menjaga mutu layanan program gizi.
“Saya sebagai kepala daerah tentu mendukung keputusan dari BGN,” ucapnya.
Gus Fawait meminta seluruh pengelola SPPG fokus memperbaiki layanan agar tidak ada lagi dapur yang menerima sanksi.
“Saya berharap tidak ada lagi dapur yang di suspend oleh BGN. Ayo berikan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” katanya.
Ia juga menyampaikan rencana pemberian penghargaan pada akhir tahun bagi SPPG dengan kinerja terbaik.
“Nanti kita akan berikan awarding di akhir tahun, bagi SPPG di Jember yang memberikan pelayanan terbaik,” tuturnya.
Reporter: Dyah Kusuma
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Dorong Pj Kades Patemon Terbitkan Perkades APBDes demi Pulihkan Layanan Desa
DETAIL.ID, Jember – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Jember, Adi Wijaya, menyarankan Penjabat (Pj) Kepala Desa Patemon segera menyusun Peraturan Kepala Desa (Perkades) tentang APBDes di Desa Patemon.
Hal tersebut sebagai langkah mengatasi kelumpuhan layanan pemerintahan akibat mandeknya pembahasan Perdes APBDes bersama BPD.
Langkah ini menjadi solusi darurat agar operasional pemerintahan desa, termasuk pembayaran gaji perangkat desa, tetap berjalan meski belum ada persetujuan bersama terkait Perdes APBDes.
Adi Wijaya merujuk pada ketentuan dalam Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 dan Nomor 20 Tahun 2018 yang mengatur penggunaan Perkades dalam kondisi tertentu.
“Dalam hal Perdes APBDes belum ada proses pembahasan atau persetujuan bersama, maka teman-teman bisa menggunakan Perkades APBDes untuk mencairkan belanja operasionalnya. Jadi, gaji dan lain sebagainya itu bisa dibayarkan,” ujar Adi Wijaya, Senin, 2 Maret 2026.
Menurut Adi, opsi Perkades APBDes menjadi langkah jangka pendek paling realistis guna memastikan kebutuhan dasar organisasi pemerintahan desa tetap berjalan demi pelayanan kepada masyarakat.
DPMD Jember juga melakukan koordinasi gabungan bersama unsur Forkopimda serta melibatkan Muspika Pakusari untuk mengawal proses tersebut.
Selain itu, DPMD siap menurunkan sumber daya manusia guna memberikan bimbingan teknis apabila dibutuhkan oleh pihak desa maupun kecamatan.
“DPMD siap untuk memfasilitasi. Jika memang masih membutuhkan panduan, kami akan turunkan sumber daya kami maupun bisa langsung berkonsultasi di kantor kami,” kata Adi Wijaya.
Reporter: Dyah Kusuma


