ADVERTORIAL
Wakil Bupati Asahan Sampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun 2024
DETAIL.ID, Asahan – Melalui Wakil Bupati Asahan Rianto, S.H., M.AP menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2024 kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Kabupaten Asahan bertempat di Aula Paripurna Kantor DPRD Kabupaten Asahan pada Selasa, 25 Maret 2025.
Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, para Asisten Setdakab Asahan, beberapa OPD dan para Pimpinan DPRD Kabupaten Asahan dan Anggota serta tamu undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Wabup Asahan menyampaikan beberapa poin penting capaian kinerja pembangunan yang disampaikan diantaranya Pertumbuhan Ekonomi, PDRB Kabupaten Asahan pada tahun 2024 mencapai Rp 57,45 triliun, dengan pertumbuhan sebesar 12,03%, Tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Asahan pada tahun 2024 sebesar 5,94%, Angka kemiskinan di Kabupaten Asahan pada tahun 2024 sebesar 8,12%, tentang Pendidikan dijelaskan Bupati Asahan telah memberikan beasiswa pendidikan bagi pelajar/mahasiswa miskin dan berprestasi sebanyak 132 orang dan tentang Kesehatan dalam hal ini Bupati Asahan telah memberikan bantuan berobat gratis bagi masyarakat miskin sebanyak 53.245 jiwa.
Selanjutnya tentang program prioritas diantaranya adalah Digitalisasi Birokrasi dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Asahan telah menerbitkan kartu tanda penduduk tangguh sebanyak 61.693 buah, SDM Tangguh telah melaksanakan pelatihan dan pemberdayaan wirausaha sebanyak 225 pelaku usaha, Ekonomi Mandiri Pemerintah Kabupaten Asahan telah menyediakan bantuan modal wirausaha tangguh sebanyak 20 unit usaha dan Asahan Sehat Pemerintah Kabupaten Asahan telah memulai membangun rumah sakit modern berstandar nasional serta Asahan Cerdas.

Lebih lanjut Wabup menyampaikan, terkait kondisi Keuangan Daerah dijelaskan Pendapatan Daerah dengan target pendapatan daerah Kabupaten Asahan tahun anggaran 2024 ditetapkan sebesar Rp 1.869.469.327.495,97. Dan yang terealisasi sebesar Rp.1.830.259.891.739,95 atau sebesar 97,90% dari target pendapatan tersebut bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), pendapatan Transfer dan pendapatan lain-lain pendapatan Daerah yang sah.
Di akhir, Wabup Asahan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para anggota Dewan yang terhormat, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Asahan atas kerjasama dan partisipasinya dalam mendukung kelancaran pelaksanaan Pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Asahan selama ini.
“Semoga Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa, senantiasa melindungi dan meridhoi upaya kita dalam mengemban tugas dan tanggung jawab untuk memajukan Kabupaten Asahan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tuturnya.
Reporter: Fitriyani Harahap
ADVERTORIAL
Data Tambang Legal Akan Dibuka, Gus Fawait Minta Masyarakat Ikut Mengawasi
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember akan mempublikasikan daftar perusahaan tambang Galian C yang telah mengantongi izin resmi.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap aktivitas pertambangan sekaligus mempermudah masyarakat membedakan tambang legal dan ilegal.
Rencana itu disampaikan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait saat kegiatan Pro Gus’e di SMPN 1 Jember pada Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, daftar perusahaan legal akan mengacu pada data resmi Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur sehingga dapat menjadi rujukan bagi masyarakat maupun media.
“Kami akan membuka daftar perusahaan yang legal berdasarkan data resmi dari Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur,” ujar Gus Fawait.
Ia menjelaskan, perusahaan Galian C yang memiliki izin di Kabupaten Jember saat ini masih sangat sedikit.
Berdasarkan data pemerintah, jumlahnya tidak lebih dari 10 perusahaan.
Kondisi tersebut menjadi alasan Pemkab Jember memperkuat pengawasan dengan melibatkan masyarakat.
Gus Fawait berharap setiap aktivitas pertambangan yang diduga tidak berizin dapat segera dilaporkan.
“Kami membutuhkan dukungan Forkopimda, media, dan masyarakat untuk melaporkan jika menemukan aktivitas tambang ilegal,” katanya.
Ia memastikan setiap laporan akan diteruskan kepada pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
Dalam kesempatan yang sama, Pemkab Jember juga mengumumkan kebijakan penghapusan sanksi administratif denda pajak bagi wajib pajak yang telah memiliki izin usaha resmi.
Kebijakan itu diharapkan mendorong kepatuhan pelaku usaha tanpa mengurangi kewajiban membayar pokok pajak.
“Yang dihapus adalah denda pajaknya, bukan pajaknya,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gus Fawait Luncurkan Homecare 24 Juli, Layanan Kesehatan Jemput Bola Siap Dimulai
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember akan memulai layanan Homecare pada 24 Juli 2026.
Program yang akan diluncurkan bersama Wakil Menteri Kesehatan RI itu menjadi terobosan baru untuk menghadirkan pelayanan kesehatan langsung ke rumah warga.
Homecare disiapkan untuk menjangkau masyarakat yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, baik karena keterbatasan mobilitas maupun kondisi ekonomi.
Melalui program ini, tenaga kesehatan akan melakukan kunjungan ke rumah pasien sesuai kebutuhan medis.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan Homecare dirancang agar masyarakat tidak lagi terbebani biaya tambahan saat menjalani pengobatan.
“Kami ingin masyarakat memperoleh layanan kesehatan tanpa terbebani biaya akomodasi maupun pengeluaran tambahan ketika harus menjalani perawatan,” ujar Gus Fawait pada Jumat, 17 Juli 2026.
Program tersebut diprioritaskan bagi keluarga kurang mampu, lanjut usia, penyandang disabilitas, penderita penyakit kronis, ibu hamil berisiko tinggi, serta anak yang mengalami stunting.
Selain pemeriksaan langsung di rumah, Pemkab Jember juga menghadirkan layanan Telemedicine Spesialistik sehingga pasien dapat berkonsultasi dengan dokter tanpa harus datang ke rumah sakit.
“Melalui telemedicine spesialistik, pasien bisa terhubung langsung dengan dokter umum, dokter spesialis, hingga sub-spesialis dari rumah,” kata Gus Fawait.
Ia menjelaskan, layanan Homecare bukan hanya berorientasi pada peningkatan akses kesehatan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mengurangi dampak ekonomi akibat tingginya biaya pengobatan.
Menurutnya, biaya transportasi, akomodasi, hingga pengeluaran lain selama proses berobat kerap menjadi beban bagi masyarakat.
Karena itu, pelayanan kesehatan akan dibawa lebih dekat ke rumah warga agar pengobatan dapat dilakukan lebih cepat dan mudah.
“Kami ingin tidak ada lagi warga Jember yang gagal berobat karena biaya, atau jatuh miskin akibat pengeluaran kesehatan yang berkepanjangan,” tutur Gus Fawait.
Peluncuran Homecare diharapkan menjadi awal penguatan layanan kesehatan berbasis masyarakat di Kabupaten Jember, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi kelompok rentan yang selama ini menghadapi kendala mengakses fasilitas kesehatan. (*)
ADVERTORIAL
Festival Beruntun Dua Bulan, Gus Fawait Bidik Ledakan Wisatawan ke Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan rangkaian agenda besar selama Juli hingga Agustus 2026 sebagai strategi mendongkrak kunjungan wisatawan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
Sejumlah event nasional hingga internasional dijadwalkan berlangsung secara beruntun.
Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) 2026 menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.
Event tersebut dijadwalkan berlangsung pada 24–26 Juli 2026 dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan.
“JFC akan diselenggarakan mulai 24 Juli hingga puncak acaranya pada 26 Juli 2026,” kata Gus Fawait saat sesi Pro Gus’e di SMPN 1 Jember, Jumat, 17 Juli 2026.
Menurutnya, JFC merupakan aset penting Kabupaten Jember yang telah dikenal di tingkat internasional.
Karena itu, promosi dilakukan secara masif agar penyelenggaraan tahun ini memberi dampak lebih luas bagi sektor pariwisata maupun pelaku usaha lokal.
“Kami menggarap agenda ini dengan sangat serius. Lewat promosi digital yang gencar, kami optimistis JFC 2026 akan jauh lebih semarak dan membawa dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain JFC, Pemkab Jember juga menggelar nonton bareng final Piala Dunia pada 20 Juli 2026 di Alun-Alun Jember.
Kegiatan tersebut dirancang sebagai pesta rakyat yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
“Tidak ada area khusus atau fasilitas istimewa. Bupati, jajaran kepala dinas, hingga warga biasa akan berbaur dan duduk lesehan bersama di area alun-alun,” katanya.
Gus Fawait berharap ribuan warga yang hadir dapat memberikan efek berganda terhadap perputaran ekonomi, khususnya bagi pedagang kaki lima dan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan.
“Kami ingin seluruh masyarakat menikmati acara bersama sekaligus menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui berbagai kegiatan yang kami selenggarakan,” tuturnya.
Setelah JFC, agenda besar lainnya telah menanti, mulai Ngaji Dengan Cinta pada 26 Juli, JKCI Festival pada 31 Juli–1 Agustus, Jember Bersholawat pada 5 Agustus, International Jember Marching Carnival pada 7–9 Agustus, Konser Cinta NKRI pada 17 Agustus, Sholawatan dan Ancak Agung pada 23 Agustus, hingga Tajemtra 2026 pada 29 Agustus.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember memperkuat posisi daerah sebagai tujuan wisata berbasis event, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, dan usaha mikro selama musim festival berlangsung. (*)



