ADVERTORIAL
Johansyah Pesan Kepada Jamaah Haji Untuk Jaga Kesehatan Karena Diperlukan Kesehatan Mental dan Fisik yang Kuat
Jambi – Gubernur Jambi yang diwakili oleh Asisten II Sekda Provinsi Jambi Bidang Perekonomi dan Pembangunan Johansyah, SE, ME melepas secara resmi keberangakatan Jemaah Calon Haji (JCH) yang tergabung dalam Kloter 19 BTH berjumlah 445 (JCH) yang terdiri dari Kabupaten Bungo 209, Kabupaten Tanjung Jabung Barat 229, Kabupaten Muaro Jambi 1 dan petugas haji 6 orang, Provinsi Jambi Tahun 1446 Hijriah/2025 Masehi, bertempat di Asrama Haji Kota Baru, Kota Jambi, Rabu, 21 Mei 2025 pagi.
Dalam sambutan dan arahannya, Asisten II Johansyah menyampaikan pesan dari Gubernur Jambi kepada para jemaah calon haji untuk senantiasa benar-benar menjaga kesehatan karena ibadah haji ini tidak hanya memerlukan kesiapan mental, tetapi juga fisik yang kuat dan selalu menjaga kekompakan.
“Para Jemaah haji saat ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan karena nantinya membutuhkan tenaga yang banyak untuk melakukan kegiatan di Makkah, juga perlu istirahat yang cukup, makanlah makanan yang bergizi untuk menjaga keseimbang tubuh, selain itu minumlah air untuk menjaga hidrasi tubuh,” kata Gubernur Jambi melalui Johansyah.
Dikatakan Asisten II Johansyah, ibadah haji merupakan rukun Islam yang harus ditunaikan jika mampu, mampu dalam beribadah dan mampu secara fisik.
“Menunaikan ibadah haji semata-mata adalah kehendak Allah SWT. Maka dari itu, dapat menunaikan ibadah haji merupakan sebuah kenikmatan yang tidak dapat digambarkan,” katanya.
Diungkapkannya, perjalanan haji adalah perjalanan yang penuh makna, yang tidak hanya mengajarkan tentang kesabaran dan ketakwaan, tetapi juga tentang kebersamaan dan persaudaraan. Di tanah suci, jemaah haji asal Provinsi Jambi akan bertemu dengan jutaan umat muslim dari berbagai penjuru dunia dengan tujuan yang sama yaitu untuk beribadah kepada Allah SWT.
Tentu diharapkan selama berada di tanah suci jemaah haji asal Provinsi Jambi dapat menjaga niat yang ikhlas, menjaga kesehatan, dan selalu mengikuti petunjuk yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.
“Kami semua mendoakan agar perjalanan para jemaah haji senantiasa dalam lindungan Allah SWT, diberikan kekuatan, dan kemudahan dalam menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji. Semoga menjadi haji yang mabrur, mendapatkan ampunan dan ridho Allah SWT,” ujarnya.
“Kepada Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD), Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), saya menitipkan jemaah haji asal Provinsi Jambi kepada saudara agar dapat dibantu selama pelaksanaan ibadah haji di tanah Suci. Laksanakan amanah tugas dengan sebaik-baiknya guna kelancaran ibadah haji para tamu Allah asal Provinsi Jambi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jambi sekaligus Ketua Panitia Penyelenggaraan Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Antara Provinsi Jambi Mahbub Daryanto menyampaikan, kepada jemaah haji jangan segan-segan untuk minta bantuan kepada petugas, karena petugas ini sudah dipilih dengan seleksi yang ketat.
“Tim petugas haji juga telah disiapkan, terdiri dari tujuh orang, termasuk ketua Kloter, pembimbing ibadah, dokter, paramedis, dan petugas haji daerah, mintalah bantuan kepada mereka,” kata Mahbub.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



