Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Sambangi Dirjen Kekayaan Negara, Kemas Faried Konsultasikan Solusi Penyelesaian Ribuan Sertifikat di Zona Merah

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly dan Wakil Ketua Komisi I Zayadi mewakili DPRD Kota Jambi menyambangi Kementerian Keuangan pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Kedatangan mereka bermaksud untuk konsultasi terkait aduan masyarakat ke DPRD Kota Jambi soal hasil overlay klaim peta aset Pertamina.

Di mana, terkait indikasi jumlah sertifikat pihak ketiga yang diklaim terbit di atas tanah eks Pertamina sebanyak 5.506 bidang yang terletak di 7 kelurahan.

Kemas Faried Alfarelly dan Zayadi Diterima Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan, Dr Purnama Tioria Sianturi, SH, M.Hum.

Menurut Purnama Tioria Sianturi, di data yang pihaknya ambil dari Badan Pertanahan ini ada yang terbit sebanyak 5.506 sertifikat.

Mengenai pengaduan masyarakat, pihaknya akan bekerjasama dengan Pertamina untuk membuat terang status tanah ini.

Dikatakannya, persoalan ini bukan hanya terjadi di Kota Jambi saja, banyak persoalan juga di daerah lain.

“Kita akan mendata mana saja yang menjadi milik negara dan kemudian, mana saja yang diokupasi atau tumpang tindih atau sudah terbit sertifikat. Terhadap hal ini tentunya kembali kepada kebijakan pemerintah, jadi saat ini kami baru menginformasikan bahwa kami telah melakukan inventarisasi penilaian aset untuk membuat terang. Kemudian, nanti kami melihat mana-mana dari tanah yang tumpang tindih, okupasi atau sudah terbit sertifikat,” ujarnya.

“Terkait hal ini tentu penyelesaiannya, harus pada kebijakan pemerintah. Itulah nanti yang kita tunggu setelah semuanya selesai,” kata Purnama lebih lanjut.

“Terima kasih penjelasannya. Jadi kami ada gambaran sedikit untuk menjelaskan pada pemerintah, maupun pada masyarakat,” kata Kemas Faried.

Menurut Kemas Faried, berapa lama proses ini dilakukan. “Inikan prosesnya sedang berjalan, masyarakat berpikir sudah diblokir tidak bisa diapain. Makanya masyaraka mengadukan ke Komisi I. Kira-kira proses ini berapa lama,” tanyanya.

Purnama menjawab kalau proses ini memakan waktu cukup lama.

“Cukup lama karena kami membuat terang dulu dalam arti memotret dulu. Bukan hanya di Jambi, belum di seluruh Indonesia juga,” katanya.

Ditambahkan Kemas Faried, sambil menunggu proses ini, ia menanyakan apakah bisa dibuka blokir bagi masyarakat yang punya sertifikat.

“Ada kemungkinkan dibuka blokir untuk masyarakat yang memang terlebih dahulu memiliki sertifikat,” ujarnya.

Purnama bilang, pihaknya masih menunggu dalam tahap membuat terang.

“Setelah lihat kita kelompokan mana yang dokumennya dikuasi, mana yang peralihan, sampai 4 kuadrat. Baru setelah itu kita akan lihat apa-apa solusinya. Tentu kita kepemilikan masyarakat, dan adanya kepemilikan negara tentu kita harus menggarisbawahi bahwa di situ ada kepemilikan negara. tetapi solusi kedepannya itu yang kita harus carikan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I Zayadi heran, sebab saat DPRD pada 2005 menyusun perda RTRW, dan terakhir pada 2024 RTRW Kota Jambi untuk 20 tahun ke depan, Pertamina tidak ada menyampaikan sekali bahwa itu aset Pertamina, bahkan diundang khusus membahas RTRW.

“Memang dulu disepakati itu kawasan yang memang hak warga tetap diakui. Makanya kami waktu mengundang Pertamina dan BPN kami pertanyakan dasar hukum azas kepemilikan Pertamina atas lahan itu. Karena, secara logika sederhana BPN juga ketika akan menerbitkan sertifikat, kan ada konfirmasi ke semua pihak termasuk Pertamina. Dari Pertamina Jambi tidak bisa menjawab,” ujarnya.

“Untuk kawasan sudah lama diakui sama seperti yang lain. Kami kaget ketika ada statmen kalau itu zona merah Pertamina. Tapi Pertamina Jambi belum bisa menjelaskan, karena berdasarkan ini SK dari pusat, jadi warga juga belum puas,” katanya.

“Memang Pertamina tidak bisa jawab karena itu aset negara bukan Pertamina. Faktanya itu adalah barang milik negara,” jawab Purnama.

Di akhir pertemuan, Kemas Faried Alfarelly selaku perwakilan masyarakat Kota Jambi berharap pemerintah pusat bisa memberikan solusi atas permasalahan warga ini.

“Kami menitipkan harapan yang besar, kepaa pemerintah pusat terutama ini aset negara kalau bisa mencari titik terang karena kasihan warga, BPN sudah terbit tahu-tahunya setatus quo. Kami kami berharap ada solusi ke depan, walaupun menunggu nanti kami akan menjelaskan ke masyarakat,” tuturnya.

Zayadi juga sebagai kata penutup mengatakan kalau hal ini mencuat karena ada sertifikat yang keluar dan ada yang tertahan. “Ada juga warga yang mulai jual beli, titip agunan, ada semacam klaim dari Pertamina sehingga tidak digunakan,” ujarnya.

Kemas Faried ketika dihubungi mengatakan, pihaknya menemui Kementerian Keuangan sebagai bagian upaya untuk mendapatkan kejelasan terkait penetapan aset milik negara yang dikelola Pertamina.

Diketahui, indikasi jumlah sertifikat pihak ketiga yang diklaim terbit di atas tanah eks Pertamina sebanyak 5.506 bidang yang terletak di 7 kelurahan. Rinciannya:

1. Simpang III Sipin ada 74 bidang

2. Mayang Mangurai ada 64 bidang

3. Kenali Asam ada 1.843 bidang

4. Kenali Asam Bawah ada 1.314 bidang

5. Kenali Asam Atas ada 645 bidang

6. Paal Lima ada 918 bidang

7. Suka Karya ada 648 bidang.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Disaksikan Gubernur Al Haris, Gubernur BI Perry Warjiyo Kukuhkan Kepala Kantor BI Jambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo secara resmi mengukuhkan Tedy Arif Budiman sebagai Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Swiss-Belhotel Jambi, Senin, 26 Januari 2026, dan disaksikan langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris.

Pengukuhan tersebut juga dihadiri Kepala Perwakilan BI Jambi sebelumnya, Warsono, yang mendapat promosi jabatan sebagai Kepala Wilayah Bank Indonesia Papua, membawahi beberapa provinsi di kawasan timur Indonesia.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jambi atas peran besar dalam bermitra dengan Bank Indonesia Perwakilan Jambi. Ia menyebut promosi Warsono sebagai bentuk kepercayaan dan tantangan baru setelah ditempa di Jambi.

“Pak Warsono kami promosikan. Terima kasih Pak Gubernur Al Haris yang telah ikut mendidik anak kami menjadi pemimpin BI yang sukses. Setelah ditempa di Jambi, kini kami beri tantangan di Jayapura. Insyaallah sukses dan ke depan akan terus berprestasi,” ujar Perry Warjiyo.

Perry juga menitipkan Tedy Arif Budiman sebagai penerus kepemimpinan BI Jambi. Menurutnya, Tedy telah memiliki pengalaman panjang memimpin kantor perwakilan BI di sejumlah daerah serta ditempa di Kantor Pusat BI, khususnya di Departemen Regional.

“Beliau sudah kami siapkan dan kami kembalikan ke daerah untuk kembali digembleng. Insyaallah akan melanjutkan dan memperkuat kinerja BI Jambi,” katanya.

Dalam suasana akrab yang diselingi pantun khas Melayu, Gubernur BI menegaskan bahwa Bank Indonesia adalah mitra strategis pemerintah daerah. Ia memaparkan lima fokus utama BI di Provinsi Jambi, yakni:

  1. Pemenuhan kebutuhan uang layak edar hingga pelosok, terutama menjelang Ramadan.
  2. Stabilitas harga dan pengendalian inflasi, termasuk penguatan ketahanan pangan dan kerja sama antar daerah.
  3. Mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya melalui hilirisasi komoditas unggulan seperti sawit dan karet.
  4. Penguatan ekonomi kerakyatan, pembinaan UMKM, ekonomi syariah, serta pemberdayaan pondok pesantren.
  5. Digitalisasi sistem pembayaran, melalui perluasan QRIS dan elektronifikasi transaksi keuangan pemerintah daerah.

Perry Warjiyo juga menyoroti keberhasilan UMKM Jambi yang telah menembus pasar global. Ia mengaku kerap menggunakan produk wastra Jambi di berbagai forum internasional, mulai dari Korea Selatan, Jepang, hingga Eropa.

“UMKM Jambi tidak hanya go nasional, tapi sudah go global. Ini harus terus kita dorong bersama,” ujarnya tegas.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia yang dinilai tidak hanya berfokus pada kebijakan moneter, tetapi telah turun langsung membina ekonomi masyarakat.

“Hari ini BI tidak hanya bicara soal dana moneter, tapi sudah menyentuh langsung rakyat. Membina UMKM, home industry, membantu petani dan pelaku usaha. Ini luar biasa,” ujar Al Haris.

Al Haris juga memaparkan kondisi ekonomi Jambi yang tetap stabil di tengah tantangan, dengan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,55 persen, daya beli masyarakat yang terjaga, tingkat pengangguran dan kemiskinan yang menurun, serta gini ratio yang membaik.

Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi bersama Bank Indonesia untuk terus mengendalikan inflasi melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), termasuk menghadirkan toko inflasi di sejumlah pasar guna menjaga stabilitas harga bahan pokok.

“Kami dan BI punya tugas yang sama sebagai anak bangsa, mengawal ekonomi agar terus tumbuh dan masyarakat makin sejahtera,” tutur Al Haris.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Audiensi Bersama HKBP, Gubernur Al Haris Ajak Perkuat Kerukunan dan Kedamaian Antarumat

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris mengajak pimpinan dan pengurus Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) se-Provinsi Jambi untuk terus memperkuat karya pelayanan gereja dalam menjaga kerukunan dan kedamaian antarumat beragama di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Al Haris saat menjamu makan malam sekaligus menerima audiensi perwakilan pimpinan dan pengurus Gereja HKBP Provinsi Jambi di Rumah Dinas Gubernur Jambi, Minggu malam, 25 Januari 2026.

Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, Gubernur Al Haris menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang terjalin. Menurutnya, pertemuan tersebut menjadi ruang penting untuk saling berkomunikasi, menyerap aspirasi, serta memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan tokoh-tokoh agama demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Jambi.

*Saya mengucapkan terima kasih atas silaturahmi ini. Kita bisa bertemu langsung, berdiskusi, dan menyampaikan masukan demi kemajuan Provinsi Jambi yang kita cintai bersama,” ujar Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menyampaikan penghargaan atas kehadiran pimpinan tertinggi HKBP sedunia periode 2024–2028, Ompui Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST beserta rombongan. Ia menilai peran pemimpin umat dengan jumlah jemaat mencapai jutaan orang bukanlah tugas yang mudah dan membutuhkan ketulusan serta kasih sayang yang besar.

“Sebagai pengayom umat, tentu tanggung jawabnya sangat berat. Dibutuhkan rasa cinta dan kepedulian agar umat tetap terlindungi dan hidup rukun. Alhamdulillah, kehidupan antarumat di Provinsi Jambi selama ini berjalan harmonis dan damai,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur Al Haris menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung kegiatan keagamaan yang menjunjung nilai perdamaian dan toleransi. Ia mencontohkan dukungan pemerintah bersama aparat keamanan dalam menjaga kenyamanan umat beragama saat perayaan Natal dan Tahun Baru.

“Kami selalu mendukung kegiatan-kegiatan keagamaan yang membawa pesan damai. Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan pengurus Gereja HKBP yang telah berkontribusi menjaga kerukunan di Provinsi Jambi,” tutur Al Haris.

Sementara itu, Ompui Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, M.ST menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat Gubernur Al Haris beserta jajaran OPD terkait. Ia juga melaporkan rencana pelaksanaan sejumlah kegiatan HKBP di Jambi, salah satunya Pesta Bona Taon HKBP Distrik 25 Jambi, serta mengundang Gubernur untuk dapat hadir.

“Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa ini. Kehadiran dan dukungan pemerintah daerah menjadi semangat bagi kami untuk terus berkontribusi bagi kerukunan dan pembangunan daerah,” ucapnya.

Audiensi tersebut turut dihadiri Reses HKBP Distrik 25 Jambi Pdt. Kamson Pasaribu, M.Th, Ketua PGI Wilayah Jambi Pdt. Walsen Napitu, Pdt. Resor Kota Baru Pdt. Sitorus, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi di antaranya Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Provinsi Jambi Arief Munandar, SE dan Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Jambi Drs. Amrulsyah.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Hadiri Peringatan Isra Mi’raj di Ponpes Kasyiful Ulum Muarojambi

DETAIL.ID

Published

on

Jambi – Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW dirangkai dengan Khataman Al-Qur’an Bil-Ghoib dan Alfiyah Ibnu Malik berlangsung khidmat di Pondok Pesantren Kasyiful Ulum, Kebon IX, Sungai Gelam, Kabupaten Muarojambi, Minggu, 25 Januari 2026.

Kegiatan religius ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi, Al Haris yang didampingi Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Karo Kesra) Amrulsyah serta Pelaksana Tugas (Plt) Karo Adpim Bustanul Arifin. Kehadiran orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut disambut hangat oleh para pengasuh pondok, santri, tokoh agama, serta masyarakat sekitar.

Gubernur Al Haris menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya terhadap Pondok Pesantren Kasyiful Ulum yang sejak berdiri pada tahun 2008 terus konsisten mencetak generasi penghafal Al-Qur’an. Ia menyebut keberhasilan pondok pesantren tersebut sebagai bukti bahwa Al-Qur’an telah menjadi harapan masa depan bagi anak-anak Jambi.

“Masyaallah, banyak sekali santri yang sudah hafidz Al-Qur’an. Ayah dan Bunda bangga dan senang sekali. Ini pertanda bahwa Al-Qur’an sudah menjadi pegangan dan harapan anak-anak kita ke depan,” ujar Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menekankan bahwa para penghafal Al-Qur’an memiliki peluang besar dalam berbagai bidang. Saat ini, kata dia, hafidz Qur’an lebih mudah diterima di perguruan tinggi, bahkan memiliki jalur khusus dalam seleksi masuk Akmil, Akpol, serta berbagai institusi lainnya.

“Di dunia saja sudah Allah mudahkan urusan mereka, apalagi kelak di akhirat. Orang tua tentu bahagia memiliki anak penghafal Al-Qur’an,” tuturnya.

“Banyak sekali beasiswa untuk hafidz Qur’an, bahkan ada perguruan tinggi yang gratis selama kuliah bagi penghafal Al-Qur’an. Ini luar biasa dan harus kita manfaatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Al Haris menegaskan bahwa para hafidz Qur’an hampir tidak pernah menganggur. Mereka selalu dibutuhkan oleh masyarakat, baik sebagai imam, guru, pengajar, penyuluh agama, maupun pendidik di pondok pesantren.

“Saya jarang sekali melihat hafidz Qur’an menganggur. Ilmu mereka pasti bermanfaat dan dibutuhkan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Di akhir sambutan, Gubernur Al Haris menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para kiai, ustaz, dan pengasuh pondok pesantren yang telah berjasa besar dalam mencetak sumber daya manusia berakhlak dan berilmu di Provinsi Jambi.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jambi, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada para pengajar dan pengasuh pondok pesantren. Semoga semua ini menjadi amal ibadah di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala,” tuturnya.

Pada momen ini, Gubernur Jambi Al Haris juga menyerahkan bantuan CSR Bank Jambi sebesar Rp 25 juta untuk Ponpes Kasyiful Ulum.

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs