ADVERTORIAL
Bupati Fadhil Arief Lepas Tim Persebri Batanghari Ikuti Laga Gubernur Cup 2026
Batanghari – Bupati Batanghari, Mhd. Fadhil Arief, secara resmi melepas 29 orang yang terdiri atas pemain, pelatih, dan ofisial Tim Sepak Bola Batang Hari (Persebri Batanghari FC). Kegiatan pelepasan tersebut berlangsung di Serambi Rumah Dinas Bupati Batanghari, Selasa, 13 Januari 2026.
Bupati Fadhil Arief menyampaikan, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Batanghari, doa agar seluruh ofisial, pelatih, dan pemain senantiasa sehat serta memiliki kebugaran yang prima sehingga tim dapat meraih prestasi terbaik dan menjadi juara.
“Kami bangga Persebri dapat mewakili Kabupaten Batanghari pada ajang sepak bola tingkat provinsi, Gubernur Cup. Saya juga mendorong dan memotivasi tim Persebri Batanghari untuk tetap memiliki semangat yang kuat,” ujarnya.
Selanjutnya, Bupati berpesan agar para pemain senantiasa disiplin, menjaga kekompakan dan kebersamaan, serta mengikuti arahan pelatih agar dapat bermain dengan baik.
“Tim Sepak Bola (Persebri) Batanghari, Kalian sudah mengikuti latihan tanding dan hasilnya juga baik, maka bertandinglah penuh semangat, pantang menyerah, harus menjunjung tinggi sportivitas dan bibit – bibit atlit sepak bola bisa menjadi atlit berprestasi yang mengharumkan Kabupaten Batanghari,” kata bupati.
Dalam acara tersebut turut Hadir Asisten l Sekretariat Daerah, para Kepala OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Batanghari, Direktur utama RSUD Hamba, Direktur utama PDAM, Ketua KONI Kabupaten Batanghari, Head coach tim sepak bola Persebri, serta para atlit, manager dan Official Tim Sepak Bola Persebri, serta para tamu undangan lainnya.
ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris dan Kajati Jambi Tinjau Kesiapan Operasional Rumah Sakit Adhyaksa
Jambi – Gubernur Jambi, Al Haris bersama Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jambi, Sugeng Hariadi melakukan peninjauan langsung ke Rumah Sakit Adhyaksa yang berlokasi di kawasan Seberang Kota Jambi, Senin, 19 Januari 2026.
Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan rumah sakit tersebut menjelang operasional, khususnya dari sisi sarana prasarana dan sumber daya manusia (SDM).
Gubernur Al Haris dan Kajati Sugeng Hariadi didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, serta jajaran pimpinan RSUD Raden Mattaher dan Rumah Sakit Daerah Jiwa (RSDJ). Rombongan meninjau seluruh fasilitas Rumah Sakit Adhyaksa dari lantai satu hingga lantai lima yang saat ini telah memasuki tahap finishing.
Gubernur Al Haris menyampaikan bahwa peninjauan ini bertujuan untuk melihat secara langsung kesiapan rumah sakit yang dibangun oleh Kejaksaan Agung tersebut agar dapat segera melayani masyarakat Jambi. Menurutnya, bangunan yang megah dan fasilitas medis yang lengkap harus diimbangi dengan kesiapan SDM yang memadai, mulai dari dokter, perawat, hingga tenaga farmasi.
“Ini rumah sakit yang sangat luar biasa. Tentu idealnya, rumah sakit sebesar ini harus kita hitung betul kebutuhan personelnya, berapa dokter, perawat, dan tenaga pendukung lainnya. Karena Pak Jaksa Agung sudah membangun rumah sakit yang megah ini, sangat sayang kalau pemerintah daerah tidak ikut mendukung,” ujar Al Haris.
Al Haris menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jambi siap membantu penyiapan SDM kesehatan agar Rumah Sakit Adhyaksa dapat segera beroperasi secara optimal. Ia menyebutkan, Pemprov Jambi melalui Dinas Kesehatan bersama pemerintah kabupaten/kota akan menghitung kebutuhan tenaga kesehatan, menyiapkan personel yang kompeten, dan melaporkannya ke Kejaksaan Agung.
“Intinya, rumah sakit ini dibangun untuk melayani masyarakat Jambi, terutama masyarakat kecil dan yang membutuhkan. Kita sering menghadapi kondisi rumah sakit penuh, terutama pada malam hari. Dengan adanya rumah sakit ini, masyarakat dari Tanjab Timur, Muaro Jambi, Kota Jambi, bahkan dari Kerinci yang ke Jambi bisa mendapatkan layanan kesehatan,” katanya.
Gubernur Al Haris menyebutkan bahwa Pemprov Jambi siap membangun dermaga guna mendukung operasional Rumah Sakit Adhyaksa. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Jaksa Agung atas pembangunan rumah sakit tersebut yang dinilainya sangat representatif dan memiliki peralatan medis yang lengkap.
Sementara itu, Kajati Jambi Sugeng Hariadi menyampaikan bahwa pihaknya saat ini fokus pada persiapan menjelang operasional rumah sakit, terutama terkait koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jambi sebagai salah satu pemangku kepentingan utama. Koordinasi tersebut mencakup pembagian dan pemenuhan tenaga kesehatan, baik dari daerah maupun dari pusat.
“Kami mempersiapkan semuanya sejak awal. Berapa tenaga kesehatan dari Pemprov, berapa dari pusat, itu akan kami analisa kebutuhannya dan selanjutnya kami sampaikan ke Jakarta. Kami ingin ketika rumah sakit ini beroperasi, semuanya sudah siap, sehingga tidak menimbulkan keluhan dari masyarakat,” kata Sugeng.
Terkait status layanan, Sugeng menegaskan bahwa Rumah Sakit Adhyaksa diperuntukkan bagi masyarakat umum dan direncanakan menjadi rumah sakit tipe C dengan layanan berbasis BPJS Kesehatan. Ia menambahkan, penggunaan rumah sakit untuk kepentingan internal Kejaksaan hanya sekitar 3 persen atau 12 kamar, yang diperuntukkan bagi pembantaran, rehabilitasi narkotika, serta perawatan tahanan yang sakit.
“Dari sekitar 100 kamar yang ada, hampir seluruhnya akan digunakan untuk masyarakat umum. Ini adalah bentuk komitmen kami agar Rumah Sakit Adhyaksa benar-benar memberi manfaat besar bagi masyarakat Jambi,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Batik Jambi Memukau di Jambi Fashion Trend, Gubernur Al Haris Bangga Karya Desainer Jambi
Jambi – Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 yang dikemas dalam ajang Jambi Fashion Trend (JFT) berlangsung meriah dan penuh pesona di Anjungan Provinsi Jambi, Sabtu malam, 17 Januari 2026.
Kegiatan ini menjadi etalase kebanggaan daerah, sekaligus panggung prestisius bagi para desainer putra-putri Jambi dalam menampilkan keindahan batik khas daerah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jambi Al Haris bersama istri Hesti Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafizh Fattah beserta istri, Wakapolda Jambi, para kepala daerah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, di antaranya Bupati Merangin M. Syukur, Bupati Sarolangun Hurmin, Bupati Bungo Dedy Putra, Bupati Tanjung Jabung Timur Dillah Hikmah Sari, Wakil Wali Kota Jambi Diza, serta pimpinan Forkopimda, Kepala OJK, Kepala BI, dan para kepala OPD.
Keunikan malam apresiasi ini terlihat dari konsep peragaan busana yang melibatkan para pejabat daerah. Peragaan dibuka dengan penampilan Gubernur Jambi Al Haris bersama istri dan putri bungsunya yang melangkah percaya diri di atas catwalk mengenakan batik Jambi rancangan desainer lokal.
Selanjutnya, pimpinan Forkopimda turut tampil, disusul sesi kedua peragaan busana oleh para bupati dan wali kota, dan ditutup dengan penampilan kepala OPD.
Gubernur Al Haris menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Provinsi Jambi dan menjadi langkah strategis untuk terus menghidupkan industri kreatif daerah, khususnya batik Jambi.
Al Haris menyampaikan rencana agar ke depan kegiatan fashion dan budaya dapat ditata lebih baik dan berkelanjutan, termasuk mendorong partisipasi seluruh kabupaten/kota untuk menampilkan motif-motif batik baru khas daerah masing-masing.
“Alhamdulillah, sekarang kalau kita lihat di acara-acara kondangan, sudah sangat jarang masyarakat memakai batik dari luar Jambi. Ini artinya batik Jambi sudah populer, sudah diterima, dan layak digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris.
Menurutnya, event seperti JFT tidak hanya mengangkat nilai budaya, tetapi juga memberi dampak langsung pada perputaran ekonomi daerah. Desainer, penjahit, hingga pelaku UMKM dan home industry ikut merasakan manfaatnya, seiring tumbuhnya gairah ekonomi kreatif di Jambi.
Gubernur Al Haris juga menekankan pentingnya etika dan nilai adat Melayu Jambi dalam setiap karya busana yang ditampilkan. Ia mengapresiasi para desainer Jambi yang dinilainya tidak kalah bersaing dengan desainer nasional bahkan internasional, namun tetap diminta menjaga karakter budaya lokal.
“Buatlah busana yang tetap dalam etika Melayu Jambi, yang adem, sopan, dan mencerminkan adat kita. Itulah Jambi yang sebenarnya,” katanya.
Malam Apresiasi Perancang Busana “Jambi Elok Nian” 2026 pun menjadi bukti bahwa batik dan fesyen Jambi terus berkembang, semakin percaya diri menatap panggung nasional, bahkan internasional, dengan tetap berakar kuat pada budaya dan jati diri daerah.
ADVERTORIAL
Rektor UNJA Hadiri Taklimat dan Dialog Presiden RI Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia
Mendalo – Rektor Universitas Jambi (UNJA), Prof. Helmi, menghadiri Taklimat dan Dialog Presiden Republik Indonesia bersama Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Tahun 2026 yang digelar oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 15 Januari 2026.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka penguatan peran perguruan tinggi dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Taklimat tersebut diikuti sekitar 1.200 undangan yang terdiri atas rektor dan guru besar dari perguruan tinggi negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia. Para rektor dan tamu undangan hadir dengan mengenakan jas almamater masing-masing sebagai simbol identitas dan peran strategis perguruan tinggi.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor UNJA hadir didampingi jajaran strategis UNJA, yakni Dekan Fakultas Hukum (FH) UNJA, Dr. Hartati, S.H., M.H., Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNJA, Prof. Dr. Supian, S.Ag, M.Ag., serta Dekan Fakultas Pertanian (FAPERTA) UNJA, Dr. Forst. Bambang Irawan, S.P., M.Sc. IPU.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan posisi strategis kalangan akademisi sebagai kekuatan intelektual bangsa. Kepala Negara menyebut pimpinan perguruan tinggi dan guru besar sebagai brains of our country yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Presiden juga menekankan pentingnya sinergi antara riset, teknologi, dan industri nasional agar penguasaan sains dan teknologi memberikan dampak langsung bagi perekonomian bangsa.
Pada taklimat tersebut, Presiden juga menyinggung rencana pembukaan 18 proyek hilirisasi industri oleh Danantara yang membutuhkan dukungan sumber daya manusia unggul, riset, dan inovasi dari perguruan tinggi. Menurut Presiden, momentum ini menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan nasional.
“Ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan. Ini saatnya perguruan tinggi bisa berkontribusi bagi negara dalam bentuk menghasilkan SDM unggul dan juga riset, serta inovasi,” ucap Presiden.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan kali ketiga digelar dalam kurun waktu kurang dari satu tahun, yang menunjukkan besarnya perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan tinggi.
“Ini adalah undangan yang ketiga kalinya dalam kurun waktu kurang dari satu tahun yang menunjukkan perhatian yang cukup besar Bapak Presiden. Dan juga di lain sisi, ini juga adalah suatu amanat yang besar, harapan yang besar dari bangsa, harapan besar dari Bapak Presiden,” tutur Mendiktisaintek.
Rektor UNJA menegaskan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremonial, melainkan arahan strategis yang menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra utama pemerintah. Presiden secara spesifik meminta agar hasil kajian akademis dijadikan rujukan dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Tiga pilar utama yang menjadi sorotan adalah, tentang Ketahanan Pangan, yakni mengoptimalkan inovasi pertanian untuk kemandirian nasional. Kedua Makan Bergizi Gratis, yaitu pendekatan saintifik untuk memastikan distribusi nutrisi yang tepat bagi generasi masa depan. Selanjutnya tentang hilirisasi berbasis riset, dengan memastikan sumber daya alam Indonesia diolah dengan nilai tambah tinggi melalui teknologi dalam negeri,” ujar Rektor.
Rektor juga menyampaikan kabar positif terkait penguatan ekosistem riset nasional. Presiden Prabowo, katanya, menyatakan komitmennya untuk meningkatkan anggaran penelitian secara signifikan.
“Presiden menyampaikan anggaran penelitian tahun 2026 dinaikkan dari Rp8 Triliun di tahun 2025, menjadi Rp12 Triliun,” kata Rektor.
Sebagai penutup, Rektor menegaskan komitmen UNJA untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan agar relevan dengan kebutuhan transformasi digital dan teknologi di masa depan.
“Kehadiran kami merupakan bentuk komitmen Universitas Jambi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui penguatan SDM dan inovasi riset,” ujar Rektor usai pertemuan.

