ADVERTORIAL
Belajar, Bertahan, Bertumbuh: Perjalanan Prof. Andiopenta Meraih Gelar Guru Besar
Mendalo – Universitas Jambi (UNJA) mengukuhkan Prof. Dr. Drs. Andiopenta, M.Hum., sebagai Guru Besar dalam bidang Sosiolinguistik dan Pengajarannya pada Sidang Terbuka Senat yang digelar di Balairung Pinang Masak, UNJA Mendalo, Selasa, 10 Februari 2026. Pengukuhan ini menandai capaian akademik sekaligus perjalanan panjang penuh ketekunan dari seorang putra daerah menuju puncak karier akademik.
Dalam kesempatan tersebut, Prof. Andiopenta menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Kedwibahasaan, Literasi, Mobilitas, dan Adopsi Inovasi: Pengembangan Sumber Daya Manusia Berkualitas Berbasis Sosiolinguistik.” Orasi tersebut memuat refleksi perjalanan hidup, perjuangan akademik, serta pandangannya mengenai peran sosiolinguistik dalam pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas.
Prof. Andiopenta lahir di Pematang Purba, Simalungun, Sumatera Utara, pada 16 September 1966. Ia berasal dari keluarga sederhana dengan sembilan bersaudara. Kedua orang tuanya berprofesi sebagai guru. Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak dapat melanjutkan pendidikan ke kota seperti saudara-saudaranya dan harus tinggal di kampung sambil membantu orang tua memelihara ternak.
“Saya dibesarkan dalam keterbatasan, tetapi dari situlah saya belajar arti tanggung jawab dan kerja keras,” ucap Prof. Andiopenta.
Ia menempuh pendidikan di SD Pematang Purba (1979), SMP Tigarunggu (1982), SMA Saribudolok (1985). Saat duduk di bangku SMA, ia belajar secara mandiri menggunakan buku-buku ringkasan pelajaran. Meski harus membeli buku dengan cara berutang, ia belajar selama enam bulan hingga akhirnya berhasil masuk perguruan tinggi negeri. Dari sekitar 80 siswa di daerahnya, hanya dua orang yang lolos, dan ia menjadi salah satunya.
“Keberhasilan itu bukan karena saya paling pintar, tetapi karena saya mempersiapkan diri dan memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin,” katanya.
Prof. Andiopenta menyelesaikan pendidikan S1 Bahasa pada tahun 1990 dan melanjutkan studi S2 Linguistik dengan konsentrasi Bahasa Indonesia. Ketertarikannya pada bidang sosiolinguistik didasarkan pada pandangannya bahwa bahasa selalu hadir dalam kehidupan sosial masyarakat dan akan selalu relevan untuk dikaji.
“Tanpa bahasa, apa yang bisa kita lakukan? Karena itu saya memilih bidang linguistik dan kebahasaan yang pasti eksis dalam kehidupan masyarakat,” ucapnya.
Upaya melanjutkan pendidikan doktoral sempat terkendala saat menempuh studi Ilmu Sosial di Pascasarjana Universitas Airlangga pada tahun 2000 yang tidak dapat diselesaikan. Baru pada tahun 2014, ia melanjutkan studi Doktor Kependidikan di Pascasarjana Universitas Jambi dan berhasil menyelesaikannya pada tahun 2020.
“Saya sudah tiga kali menempuh pendidikan S3, tetapi yang memiliki ijazah hanya satu. Dari situ saya belajar bahwa manajemen waktu dan komitmen sangat menentukan keberhasilan,” ujarnya.
Dalam perjuangannya meraih gelar guru besar, Prof. Andiopenta mengaku menghadapi tekanan mental, penolakan, dan frustrasi. Namun, ia tetap menulis dan berkarya sedikit demi sedikit setiap hari, termasuk memanfaatkan teknologi penerjemah untuk membantu penulisan karya ilmiah berbahasa Inggris.
“Kuncinya adalah konsistensi, kesabaran, dan manajemen diri dalam menghadapi stres akademik,” katanya.
Kepada mahasiswa, ia berpesan agar memiliki tujuan yang jelas dalam menempuh pendidikan tinggi dan tidak semata-mata mengejar nilai, melainkan prestasi dan pengetahuan.
“Jangan mengejar indeks prestasi, tetapi kejarlah prestasinya. Nilai hanyalah gambaran dari pengetahuan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para dosen muda agar segera melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral dan tidak menunda pengembangan karier akademik.
“Tidak ada kata terlambat. Saya baru menjadi guru besar pada usia 60 tahun, tetapi masih ada waktu untuk mengabdi dan berkarya,” tuturnya.
Pengukuhan Prof. Andiopenta menjadi bukti bahwa ketekunan, konsistensi, dan komitmen dalam menempuh pendidikan mampu mengantarkan seseorang pada puncak capaian akademik serta menginspirasi sivitas akademika untuk terus berkarya dan mengabdi di bidang pendidikan. (www.unja.ac.id)
ADVERTORIAL
Dekopinda Jember Resmi Dilantik, Siap Dorong Koperasi Lebih Modern dan Diminati Generasi Muda
DETAIL.ID, Jember – Gerakan koperasi di Kabupaten Jember memasuki fase baru setelah jajaran pimpinan Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Jember masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 13 Maret 2026.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Dekopin, pemerintah daerah, serta para pegiat koperasi dari berbagai sektor.
Pelantikan ini menjadi momentum konsolidasi bagi gerakan koperasi di Jember sekaligus memperkuat peran Dekopinda sebagai wadah tunggal gerakan koperasi di daerah.
Dengan kepengurusan baru, koperasi diharapkan semakin adaptif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjadi pilar penting dalam mendorong ekonomi kerakyatan.
Ketua Umum Dekopin, Bambang Haryadi, menegaskan bahwa Dekopin merupakan organisasi yang menaungi seluruh gerakan koperasi di Indonesia.
Ia mengajak seluruh koperasi di daerah untuk bersinergi dan berjalan selaras dengan program pembangunan pemerintah.
Ia juga menyoroti perlunya memperluas pemahaman masyarakat mengenai peran koperasi yang tidak hanya sebatas simpan pinjam.
Menurutnya, koperasi memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi rakyat apabila dikelola secara kolaboratif.
“Pekerjaan rumah kita bersama adalah meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Selama ini masih banyak stigma bahwa koperasi hanya identik dengan simpan pinjam. Padahal koperasi memiliki potensi besar sebagai mesin penggerak ekonomi rakyat,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menegaskan dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat koperasi sebagai instrumen pemerataan ekonomi.
Ia menyebut koperasi sangat selaras dengan semangat gotong royong yang menjadi nilai dasar masyarakat Indonesia.
“Pemerataan ekonomi salah satunya melalui koperasi. Karena itu kami sepakat bahwa koperasi di Jember ke depan tidak hanya berkembang di kalangan generasi lama, tetapi juga harus menjadi ruang ekonomi bagi generasi milenial dan generasi Z,” ujarnya.
Gus Fawait juga mendorong pengenalan koperasi sejak dini di lingkungan pendidikan agar generasi muda memahami nilai dan jati diri koperasi.
Pemerintah Kabupaten Jember, katanya, akan terus bersinergi dengan Dekopinda dan Dinas Koperasi untuk memperkuat ekosistem koperasi di daerah.
“Kami ingin koperasi benar-benar menjadi kekuatan ekonomi di Jember. Jika koperasi bisa dikonsolidasikan dengan baik, maka dampaknya akan besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Gus Fawait.
Ketua Dekopinda Kabupaten Jember periode 2026–2030, Ardi Pujo Prabowo, menyampaikan bahwa kepengurusan baru telah menetapkan sejumlah prioritas kerja untuk lima tahun ke depan.
Salah satunya adalah memperkenalkan kembali Dekopinda kepada masyarakat luas agar keberadaannya semakin dikenal.
Selain itu, pihaknya juga akan fokus pada penguatan kelembagaan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia koperasi melalui pelatihan, pendidikan, dan pendampingan manajemen.
Langkah tersebut dilakukan agar koperasi dapat dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Dekopinda juga berkomitmen memperluas kolaborasi antar koperasi serta membangun kemitraan dengan berbagai pihak guna membuka akses pasar dan permodalan yang lebih luas.
Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi koperasi juga menjadi agenda strategis yang akan terus didorong. Menurut Ardi, pemanfaatan teknologi menjadi kunci agar koperasi tetap relevan dan mampu bersaing.
“Kami ingin koperasi di Kabupaten Jember mampu beradaptasi dengan era digitalisasi. Dengan teknologi, koperasi bisa meningkatkan pelayanan kepada anggota sekaligus memperkuat daya saing di pasar,” tuturnya.
ADVERTORIAL
Aktivitas Warga Melonjak Saat Ramadan, Dishub Jember Berlakukan Sistem Satu Arah di Kawasan Kampus
DETAIL.ID, Jember – Lonjakan aktivitas masyarakat selama Ramadan membuat arus lalu lintas di kawasan kampus Jember mengalami kepadatan signifikan, terutama menjelang waktu berbuka puasa.
Untuk mengurai kemacetan tersebut, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember menerapkan rekayasa lalu lintas berupa Sistem Satu Arah (SSA) mulai 13 Maret hingga 19 Maret 2026.
Rekayasa lalu lintas tersebut diberlakukan setiap hari pada pukul 15.30 hingga 18.00 WIB, waktu yang selama ini dikenal sebagai jam rawan kemacetan di wilayah tersebut.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, mengatakan penerapan SSA merupakan langkah yang diambil setelah pihaknya mengevaluasi kondisi lalu lintas selama Ramadan yang dinilai semakin padat.
“Selama bulan Ramadan ini, kondisi arus lalu lintas di wilayah kampus terpantau sangat padat dan macet. Kami menilai penempatan personel saja kurang optimal, sehingga diperlukan rekayasa lalu lintas berupa SSA untuk meningkatkan kelancaran,” ujar Gatot saat ditemui di lokasi, Jumat, 13 Maret 2026.
Untuk mendukung kebijakan tersebut, Dishub Jember bersama Satlantas Polres Jember menurunkan personel gabungan guna melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik strategis.
Total terdapat 36 petugas yang diterjunkan, terdiri dari 24 personel Dishub dan 12 personel dari Satlantas Polres Jember.
Selain melakukan pengaturan arus kendaraan, tim gabungan juga melaksanakan operasi penertiban parkir di kawasan Segitiga Emas.
Penertiban difokuskan pada kendaraan yang parkir tidak sesuai tempatnya serta keberadaan juru parkir liar yang masih beroperasi.
“Kami menyisir kendaraan yang parkir tidak pada tempatnya serta menindak juru parkir liar yang masih nekat beroperasi. Ini adalah bagian dari upaya menyeluruh agar akses jalan tetap lancar bagi masyarakat yang beraktivitas di sore hari,” katanya.
Sebelum kebijakan tersebut diberlakukan, Dishub Jember juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sejak Kamis malam melalui media sosial resmi serta koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, hingga pengurus RT dan RW di sekitar kawasan kampus.
ADVERTORIAL
Malam ke-23 Ramadan, Al Haris Ajak Pejabat Pemprov Jambi ‘Berburu’ Keberkahan Lewat Qiamul Lail
Jambi – Puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi mengikuti kegiatan qiamul lail bersama Gubernur Jambi, Al Haris di Masjid Agung Al Falah pada malam ke-23 Ramadhan, Jumat dini hari, 13 Maret 2026.
Kegiatan ibadah tersebut diikuti puluhan pejabat eselon II dan III di lingkup Pemprov Jambi. Suasana khusyuk tampak mewarnai rangkaian ibadah yang digelar sebagai upaya memperkuat spiritualitas para aparatur pemerintahan.
Dari pantauan, kegiatan qiamul lail dimulai sekitar pukul 01.00 WIB. Para pejabat yang hadir mengikuti rangkaian ibadah secara bersama-sama hingga menjelang waktu sahur.
Rangkaian kegiatan diawali dengan tausiah, kemudian shalat sunnah tasbih, dilanjutkan dengan shalat tahajud secara berjamaah. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan zikir dan doa bersama.
Dalam sambutan dan arahannya, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan kegiatan qiamul lail ini menjadi momentum untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, khususnya bagi para pejabat yang mengemban amanah melayani masyarakat.
Menurutnya, Ramadhan merupakan waktu yang tepat untuk memperbaiki diri serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT melalui berbagai ibadah malam.
“Kalau istilahnya di sepak bola, sepuluh malam terakhir Ramadhan itu sama dengan final, sepuluh malam awal babak penyisihan, sedangkan sepuluh malam pertengahan semi final,” ucap Al Haris.
Al Haris juga berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan kesadaran spiritual di kalangan aparatur pemerintah, sehingga dalam menjalankan tugas selalu dilandasi nilai kejujuran, tanggung jawab dan keikhlasan.
“Melalui qiamul lail ini kita berharap hati kita semakin bersih, iman semakin kuat, dan dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat kita selalu diberikan petunjuk oleh Allah SWT,” ujarnya.
Ia juga mengajak para pejabat untuk menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperbanyak amal ibadah serta mempererat kebersamaan di lingkungan pemerintahan.
Dengan kegiatan qiamul lail tersebut, diharapkan para pejabat Pemprov Jambi tidak hanya kuat dalam menjalankan tugas pemerintahan, tetapi juga memiliki jiwa spiritual yang kuat sebagai landasan dalam mengambil setiap kebijakan.


