Connect with us
Advertisement

PENJURU

Jack Ma Hilang Usai Mengkritik, Beragam Spekulasi Mencuat

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Menghilangnya miliarder Jack Ma selama dua bulan terakhir dilaporkan imbas dari kritiknya terhadap regulator China pada Oktober lalu. Pendiri Alibaba Group itu mengatakan, peraturan keuangan lama negara tersebut telah menghambat inovasi teknologi.

Pada 2 November 2020 malam, beberapa hari setelah Jack Ma dipanggil oleh otoritas China untuk diinterogasi, sebuah kolom rahasia diunggah di akun WeChat resmi milik Xinhua. Ini adalah agensi berita milik pemerintah China.

Artikel itu berjudul “Don’t speak thoughtlessly, don’t do as you please, people can’t act on their free will”, atau “Jangan bicara sembarangan, jangan lakukan sesukamu, orang tidak bisa bertindak atas kehendak bebas mereka”.

Memang tidak ada tertulis nama Jack Ma di dalamnya, tapi artikel itu disertai dengan lukisan biru Higashiyama yang menunjukkan awan putih di langit berbentuk seperti kuda. Lukisan 1972 itu berjudul “Fleecy Clouds.”

Dalam bahasa Mandarin, “Ma” berarti kuda, “Yun” adalah awan. Artikel itu pun diyakini ditujukan kepada Jack Ma. Ia lahir dengan nama Ma Yun.

Beberapa kalimat ditulis tebal untuk penekanan. Kalimat terakhir berbunyi, “There is a price behind everything. If you don’t have capital, don’t do whatever you want.”

Spekulasi pun dengan cepat menyebar bahwa kolom itu, yang mengisyaratkan bahwa kuda bisa terlempar seperti awan, pasti telah diterbitkan dengan restu pimpinan puncak China yaitu Xin Jinping.

Sebagai anggota Parti Komunis China, Jack Ma diwajibkan untuk menunjukkan kesetiaan mutlak pada sistem. Namun, orang terkaya di Tiongkok itu membuat pernyataan yang dianggap menentang Komite Sentral partai, yang dipimpin Xi Jinping.

Kritikan Jack Ma

Jack Ma di konfrensi Bund Summit di Shanghai pada 24 Oktober 2020, secara terang-terangan mengkritik regulator Tiongkok. Ia mengatakan, peraturan keuangan lama negara itu menghambat inovasi teknologi.

“China tidak memiliki masalah risiko keuangan sistemik. Keuangan China pada dasarnya tidak ada risiko, sebaliknya, risiko berasal dari tidak adanya sistem,” kata Jack Ma.

“Inovasi yang baik tidak takut regulasi, tapi takut regulasi ketinggalan zaman. Kita seharusnya tidak menggunakan cara mengelola stasiun kereta untuk mengatur bandara,” jelas pria berusia 56 tahun tersebut.

Ia juga mengkritik perbankan China dengan mengatakan mereka telah beroperasi dengan mentalitas pegadaian.

Pernyataan Ma dinilai sangat berani mengingat ia berbicara di depan Wakil Presiden China, Wang Qishan, yang selama bertahun-tahun menjadi pusat administrasi keuangan China.

Kritik Ma juga ditujukan kepada Wakil Perdana Menteri, Liu He, yang mengawasi kebijakan makroekonomi. Semua pernyataan Ma disebut tentu dilaporkan ke pimpinannya.

Imbas pada Bisnis

Sehari setelah Xinhua menggunakan lukisan Higashiyama untuk menjelaskan maksudnya, rencana IPO unit binis fintech Alibaba, Ant Group, di Shanghai dan Hong Kong ditangguhkan.

Ant Group merupakan perusahaan fintech besar. Lebih dari satu miliar orang menggunakan Alipay, yang merupakan layanan pembayaran smartphone utama di China. Alipay menawarkan berbagai layanan lain termasuk pinjaman, penarikan tunai dan penilaian kredit.

Jack Ma sendiri disebut berusaha menjauh dari dunia politik. Tidak seperti pendiri Tencent, Baidu, dan raksasa teknologi China lain, ia bukan anggota “two sessions” yaitu pertemuan tahunan badan legislatif nasional dan badan penasihat politik tinggi.

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs