PENJURU
BBC World News Dilarang Siaran di Dataran China
detail.id/, Jakarta – Lembaga Penyiaran radio dan televisi nasional China (NRTA) menyatakan melarang BBC World News untuk bersiaran di China, pada Kamis 11 Februari 2021.
Dilansir dari CNN, langkah ini diambil satu minggu setelah regulator media Inggris Ofcom mencabut izin siaran China Global Television Network atau CGTN di Inggris.
Dalam pernyataannya, NRTA China mengklaim bahwa BBC World News telah menyiarkan peliputan atau laporan tentang China yang melanggar prinsip kejujuran dan ketidakberpihakan dalam jurnalisme.
Pada 4 Februari lalu, Kementerian Luar Negeri China sempat mengeluarkan pernyataan tegas untuk BBC bahwa pemberitaan mereka tentang langkah China di pandemi Covid-19 keliru.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
Kemenlu China bahkan melabeli karya jurnalistik BBC sebagai berita palsu.
Juru bicara BBC kecewa atas keputusan pemerintah China tersebut.
“BBC adalah media penyiaran paling terpercaya di dunia dan melaporkan berita-berita dari seluruh dunia secara adil, tidak memihak dan tanpa rasa takut, atau menguntungkan siapapun,” kata juru bicara BBC dalam sebuah pernyataan kepada CNN Business.
Beijing sendiri sudah berulang kali mengungkapkan kekesalan pada laporan BBC tentang kamp Uighur di China untuk Uyghur.
Dalam laporan-laporannya BBC menyatakan bahwa perempuan telah diperkosa secara sistematis, dilecehkan secara seksual, dan disiksa di kamp.
China juga menuduh BBC telah berulang kali menyebarkan kebohongan eksplisit tentang kebijakan China di daerah otonomi Xinjiang.
Sementara itu, BBC membela karya-karya jurnalistiknya lewat sebuah pernyataan. BBC mengatakan bahwa peliputan mereka di China adil dan akurat.
Tak diketahui seberapa besar dampak larangan China terhadap BBC World News. Selama ini, BBC sendiri tidak pernah diizinkan untuk menyiarkan di daratan China, termasuk jaringan televisi ke rumah-rumah. BBC World News hanya pernah tersedia di hotel internasional.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga ” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” number_post=”7″ post_offset=”1″]
“Keputusan China untuk melarang BBC World News di daratan China adalah pembatasan kebebasan media,” kata Menteri Luar Negeri Inggris Dominic Raab dalam sebuah pernyataan.
“China memiliki beberapa pembatasan paling parah pada kebebasan media dan internet di seluruh dunia dan langkah terbaru ini hanya akan merusak reputasi China di mata dunia,” ujarnya.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


