Connect with us
Advertisement

DAERAH

Penjabat Gubernur Jambi Luncurkan Jelajah Jambi “The Hidden Paradise in Jambi”

Published

on

detail.id/, Jambi – Penjabat (Pj) Gubernur Jambi Dr. Hari Nur Cahya Murni meluncurkan rangkaian objek wisata dan kekayaan budaya Jambi dalam acara yang bertajuk Jelajah Jambi “The Hidden Paradise in Jambi” pada Selasa, 16 Maret 2021, bertempat di auditorium rumah dinas Gubernur.

Hadir pada kesempatan tersebut Sekda Provinsi Jambi, H. Sudirman, SH, MH; Forkompimda, dan Dekranasda. Kegiatan ini sebagai rangkaian memperkenalkan objek wisata di Jambi dan juga untuk mendukung program pemerintah pusat yaitu “Bangga Berwisata di Indonesia” dan “Bangga Buatan Indonesia”. Acara ini dibuka secara virtual oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Pada kesempatan ini, Pj Gubernur langsung mempromosikan secara virtual dan berhasil menjual produk batik Jambi kepada para Menteri dan undangan yang juga hadir secara virtual yaitu Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan; Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud Md; dan Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate; serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo; dan juga kepada para Gubernur yang hadir secara virtual. Acara ini juga menampilkan seni budaya Jambi melalui seni tari, kerajinan batik, perhiasan dan kuliner Jambi.

Dalam sambutannya Pj. Gubernur mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaan terhadap para undangan yang telah hadir secara virtual untuk mendukung pengembangan potensi budaya di Provinsi Jambi.

”Saya sangat bersyukur karena Bapak/Ibu, hadirin telah meluangkan waktu, untuk meringankan langkah hadir secara offline pada acara launching “Jelajah Jambi dengan tema “The Hidden Paradise in Jambi”. Pandemi COVID-19 dirasakan sangat berdampak bagi sektor pariwisata di Indonesia bahkan di dunia dan juga di Jambi. Ketika pariwisata lesu efek berantai yang membuat banyak hotel berhenti operasi, transportasi dan restoran sepi, kuliner dan toko oleh-oleh gulung tikar, para pengrajin UMKM juga terkena dampak” kata Pj Gubernur.

Dijelaskan Pj Gubernur Jambi, hal ini mengharuskan Pemerintah Provinsi Jambi terus bertransformasi menata kembali sektor pariwisata agar adaptif dengan adanya pandemi COVID-19.

“Mari kita gotong royong memulihkan perekonomian di Indonesia bukan hanya tugas pemerintah pusat dan pemerintah daerah namun masyarakat juga bisa berperan, pihak swasta, perbankan, E comers, semua bisa dilibatkan agar pada saat kita bangkit kembali dan bisa menyasar pasar nasional bahkan internasional,” ujarnya.

Ia meyakini bahwa perekonomian Jambi juga akan lebih cepat tumbuh dan berkembang karena potensi pariwisata dan kebudayaannya memiliki keindahan dan kekuatan untuk menumbuhkan perekonomian.

Ia menjelaskan, Provinsi Jambi memiliki potensi yang luar biasa, mengingat situs Candi Muaro Jambi yang masuk kawasan strategis pariwisata nasional merupakan peninggalan situs bersejarah tertua di Indonesia yang dibangun menggunakan bata merah, terdapat juga wisata Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia dan di Asia Tenggara dengan ketinggian 3.805 m dpl di atas permukaan laut, di tengahnya terdapat danau dan di kaki gunungnya terdapat satu hamparan kebun terluas kedua di dunia yaitu kebun teh.

“Jambi juga  memiliki 4 kawasan konservasi yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Bukit 30, Bukit 12 dan taman nasional Berbak yang antara lain memiliki hutan terluas di Asia Tenggara landscape yang sangat menawan dengan aliran sungainya berwarna hitam berpagar hutan mangrove. Sekilas mudah mengingatkan kita pada hutan hujan tropis yang sangat terkenal,” katanya memaparkan.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya memberikan apresiasi terhadap semangat dari pemerintah Provinsi Jambi beserta jajarannya untuk mengangkat Provinsi Jambi dengan menampilkan destinasi wisata yang begitu indah disertai produk unggulan daerah.

“Kami yakin Jambi sudah siap menyambut wisatawan dengan standar protokol kesehatan yang baik. Terima kasih kepada Menkopolhukam dan Menteri Kominfo, seluruh pemerintah daerah untuk menampilkan potensi wisata dan produk unggulan dalam gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia Aja. Ini juga menjadi kekuatan bangsa kita bahwa di dalam program ini kita sedang menggalakkan semangat persatuan Indonesia. Kita buktikan kebanggaan kita membeli dan menggunakan produk anak bangsa,” kata Luhut.

Menurut Luhut, apa yang dilakukan oleh Jambi bisa menjadi contoh bagi provinsi lain. Semangat ini tentunya menjadi motivasi dan mengingatkan kita semua bahwa Indonesia begitu kaya dengan kearifan lokal budaya dan sejarah.

“Saya berpesan kepada Ibu Penjabat Gubernur Jambi agar terus mengawal tugas mulia ini begitu juga Kepala Daerah yang akan terpilih bersama OPD terkait, kita bekerja tidak sendiri, kita bekerja tidak terkotak-kotak tapi kita bekerja bergotong-royong dan berkelanjutan. Inilah yang harus dipertahankan karena kebersamaan kerja sama yang bagus akan menghasilkan hasil yang lebih bagus. Mari kita singkirkan perbedaan-perbedaan tapi kita kedepankan surga destinasi heritage di Indonesia,” ujarnya.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud  MD juga mengapresiasi kegiatan ini acara Jelajah Jambi ini juga dalam rangka mendukung program Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata di Indonesia Aja.

“Pemerintah melalui Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi telah meluncurkan gerakan bangga buatan Indonesia sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap produk-produk dalam negeri, UMKM dan ekonomi nasional. Bahkan Bapak Presiden beberapa hari yang lalu dengan narasi yang kuat juga menggabungkan gerakan bangga buatan Indonesia dan benci buatan asing,” kata Mahfud  MD.

Menurutnya, ungkapan Presiden tersebut jelas bukan bertujuan untuk menolak produk buatan asing, namun hendaknya dipahami itu adalah untuk lebih menumbuhkan rasa cinta kepada produk buatan anak bangsa sendiri tidak hanya sebatas produk-produk dalam bentuk barang dan jasa melainkan juga wisata lokal dan tradisi yang juga mesti dibanggakan,” ujar Mahfud.

Dijelaskan Mahfud bahwa gerakan bangga buatan Indonesia pada dasarnya tidak hanya sebatas bicara bagaimana melainkan juga menyangkut bagaimana gerakan tersebut akan berdampak pada munculnya kecintaan pada produk bangsa sendiri

“Rasa percaya dan bangga dalam diri masyarakat Indonesia terhadap buatan bangsanya sendiri kebanggaan pada buatan bangsa sendiri juga merupakan ekspresi nasionalisme atau rasa cinta tanah air dan cinta sesama anak bangsa yang pada gilirannya ia akan turut menjadi faktor perekat antar sesama anak bangsa yang beradab,” ucapnya.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate juga memberikan dukungan penuh penyelenggaraan kegiatan ini. Jelajah Jambi, “The Hidden Paradise in Jambi”, katanya adalah Firdaus tersembunyi di Jambi satu yang luar biasa, yang dilakukan dalam rangka pemulihan perekonomian, pariwisata Indonesia.

“Saya sampaikan, di tengah pandemi COVID-19 ini di mana di seluruh dunia dan termasuk di Indonesia, pertumbuhan makro ekonomi itu mengalami kendala atau yang dikenal dengan kontraksi ekonomi bahkan Indonesia bertumbuh secara negatif 2%. Pada pandemi COVID-19 justru sektor komunikasi dan Informatika tahun 2020 di Indonesia bertumbuh double digit 10,58% year-on-year,” katanya.

Menurutnya, ini melambangkan menandakan kesiapan Indonesia untuk bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital. “Ruang digital harus kita kuasai bersama-sama, peluncuran pada hari ini secara konsisten, tentunya Kominfo akan memberikan dukungan bagi pelaksanaan gerakan Bangga Buatan Indonesia dan gerakan Bangga Berwisata di Indonesia Aja, secara khusus yang mendukung The Hidden Paradise Jambi Jelajah Jambi,” ujarnya. (***)

DAERAH

Di Tengah Kesibukan, Warga Manfaatkan PELATARAN untuk Urusan Pertanahan saat Akhir Pekan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Makassar – Kesibukan pada hari Senin hingga Jumat terkadang membuat masyarakat kesulitan mengurus berbagai keperluan pertanahan. Masyarakat kini punya opsi waktu mengurus tanah di akhir pekan dengan adanya Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN) yang disediakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

“Menurut saya program PELATARAN ini sangat bermanfaat karena bisa memudahkan untuk orang-orang yang bekerja pada hari Senin sampai Jumat,” ujar warga Kota Makassar, Andrian yang tengah memanfaatkan PELATARAN di Sabtu pagi.

Andrian datang ke Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Makassar untuk berkonsultasi mengenai rumah yang akan dibelinya. Ia jadi bisa memperoleh informasi dan layanan pertanahan tanpa harus mengganggu aktivitasnya di hari kerja. “PELATARAN menurut saya sangat membantu,” katanya.

PELATARAN di Kota Makassar ini cukup banyak diminati oleh masyarakat sekitar. Feni Karnasari, warga Tanjung Bunga, juga memanfaatkan layanan di akhir pekan ini untuk mencari informasi pertanahan. Ia lebih memilih datang langsung ke Kantah untuk mengetahui mengenai proses waris dan peningkatan Akta Jual Beli (AJB).

Meski PELATARAN tersedia dalam waktu pelayanan yang terbatas, Feni Karnasari tetap bisa mendapatkan penjelasan yang jelas dan lengkap mengenai persyaratan untuk keperluannya.

“Saya bisa mengerti apa saja yang harus saya penuhi. Kelengkapan-kelengkapan untuk keperluan saya tadi. Saya merasa puas karena dilayani sepenuh hati, jadi berterima kasih banyak,” kata Feni Karnasari.

Masyarakat bisa memanfaatkan PELATARAN setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 08.00 hingga 12.00 waktu setempat. Kehadiran layanan ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengakses layanan pertanahan pada waktu yang lebih memudahkan di tengah kesibukan hariannya. (*)

Continue Reading

DAERAH

Lewat Layanan Pengukuran Terjadwal, Masyarakat Bisa Tentukan Waktu Pengukuran secara Pasti

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID,  Jakarta – Pengukuran tanah merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui masyarakat dalam proses sertipikasi tanah. Sejak Juli 2025 lalu, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) melalui Direktorat Jenderal Survei dan Pemetaan Pertanahan dan Ruang (Ditjen SPPR) mengembangkan layanan Pengukuran Terjadwal. Layanan yang resmi diluncurkan pada 17 Agustus 2026 ini memberikan kepastian lebih kepada masyarakat, mulai dari waktu tunggu pengukuran hingga proses pengukuran dan penyelesaian produk pengukuran, dalam hal ini Peta Bidang Tanah (PBT).

“Pengukuran Terjadwal ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menentukan sendiri tanggal pengukuran melalui slot ketersediaan jadwal petugas ukur yang tersedia. Pada tanggal yang telah dipilih, petugas ukur akan datang ke lapangan atau tempat pemohon sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujar Direktur Jenderal (Dirjen) SPPR, Virgo Eresta Jaya dalam keterangannya, di Jakarta.

Implementasi layanan Pengukuran Terjadwal saat ini telah berjalan di 466 Kantor Pertanahan (Kantah) di penjuru Indonesia. Dengan Pengukuran Terjadwal, masyarakat terlebih dahulu memilih tanggal yang tersedia sesuai waktu yang diinginkan. Pada tanggal tersebut, petugas ukur akan datang ke lapangan untuk melaksanakan pengukuran.

“Konsepnya ada dua, yaitu waktu tunggu ukur selama 7 hari dan proses pengukuran serta penyelesaian selama 5 hari. Jadi, total layanan Pengukuran Terjadwal ini selama 12 hari,” kata Virgo Eresta Jaya.

Dirjen SPPR juga mengajak masyarakat untuk memastikan batas bidang tanah yang dimiliki telah jelas sebelum mengajukan permohonan pengukuran. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memasang pagar atau patok. “Kalau punya tanah, dipagarin. Minimal pasang patok, dijaga batasnya karena itu kunci utamanya. Pengukuran itu kan cuma mengukur pagarnya, mengukur patoknya,” tuturnya.

Selain memastikan batas tanah, masyarakat juga diminta menyiapkan waktu untuk hadir atau berada di lokasi saat pengukuran sesuai jadwal yang telah dipilih. Persyaratan administrasi yang diperlukan juga harus disiapkan sebelum petugas datang ke lapangan. Hal ini penting agar proses pengukuran dapat berjalan sesuai waktu yang telah ditentukan.

“Kita ingin bergerak cepat, kita ingin melayani masyarakat dengan cepat. Tapi, masyarakat juga harus membantu kita menyiapkan persyaratan-persyaratan sehingga mudah, lancar jalannya. Jadi tolong masyarakat, bantu kita supaya ATR/BPN bisa lebih baik melayani Anda semua,” ucap Dirjen SPPR. (*)

Continue Reading

DAERAH

Bantu PPAT dalam Manajemen Waktu, PERINTIS 10 Hari Bawa Manfaat bagi Masyarakat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Kepastian waktu penyelesaian Peralihan Hak menjadi hal yang dibutuhkan masyarakat ketika melakukan transaksi jual beli tanah. Dengan diterapkannya layanan Peralihan Hak Terintegrasi (PERINTIS) 10 Hari, kini proses balik nama ditargetkan selesai maksimal 10 hari. Layanan yang ditujukan untuk memberikan kepastian bagi masyarakat ini menjadi pemacu bagi seluruh pihak terlibat untuk mempercepat kerja di tiap tahapan dalam proses Peralihan Hak.

“Dengan program PERINTIS ini terdapat beberapa hal yang mungkin relatif baru diterapkan dalam sistematika kerja kami selaku PPAT. Di antaranya kami juga harus lebih me-manage mengenai timing, _time management_ terkait dengan proses balik nama,” ujar Genio Ladyan Finasisca, Notaris/PPAT di Kota Tangerang Selatan.

Ia menilai PERINTIS ini mendorong PPAT untuk mengatur tahapan proses Peralihan Hak secara lebih terencana. Pengaturan tersebut mencakup pembayaran pajak, penjadwalan akad dengan para pihak, hingga waktu pemasukan berkas ke Kantor Pertanahan (Kantah).

Setelah mencoba layanan tersebut, Genio Ladyan Finasisca membuktikan bahwa proses balik nama yang ditanganinya dapat diselesaikan dalam waktu delapan hari saja. “Bagi masyarakat tentunya itu seharusnya hal yang positif. Proses menjadi bisa lebih cepat, lebih efisien sehingga ketika proses Peralihan Hak sudah selesai masyarakat bisa menerima sertipikatnya juga dengan jauh lebih cepat. Ada ketepatan waktu, perkiraan yang tepatnya kira-kira sertipikat itu bisa diterima kembali dalam berapa lama,” katanya.

Sebagai mitra Kementerian ATR/BPN, selain pengaturan waktu bagi PPAT, pelaksanaan PERINTIS juga disertai pembaruan sistem melalui geotagging. Dalam proses tersebut, PPAT turut membantu pemeliharaan data fisik dan data yuridis dengan mengambil titik koordinat objek tanah yang menjadi objek jual beli. Ia merasa proses tersebut memberikan manfaat tambahan bagi masyarakat karena dapat mendukung pengecekan objek tanah, mulai dari titik koordinat hingga kondisi terkini bidang tanah tersebut.

Dari sisi masyarakat, warga Kota Samarinda, Yosua, mengalami perubahan kecepatan layanan pertanahan dalam proses balik nama sertipikat. Ia bercerita, baru mulai mengajukan berkas ke Kantah pada 2 September 2026 dan pada 4 September diinfokan proses Peralihan Haknya sudah selesai. “Saya sangat apresiasi seluruh proses tersebut yang dapat diselesaikan dalam kurun waktu hanya tiga hari saja,” kata Yosua.

Yosua juga memanfaatkan kemudahan lain yang disediakan Kantah, yaitu Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN). Lewat layanan tersebut, ia tidak perlu izin kerja dan bisa mengambil sertipikat hasil PERINTIS di hari liburnya pada Sabtu pagi.

“Terima kasih banyak kepada seluruh jajaran Kantah Kota Samarinda atas pelayanan yang cepat, mudah, dan sangat membantu masyarakat. Bagi saya, layanan seperti ini merupakan sebuah langkah yang inovatif karena manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” tutur Yosua. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs