PERKARA
Diduga Hendak Tawuran, Puluhan Remaja Diangkut Polisi, Berikut Identitasnya
detail.id/, Jambi – Sejumlah 20 orang remaja diamankan oleh tim gabungan Polda Jambi di seputar Bandara Baru, Kecamatan Jambi Selatan pada Sabtu, 3 April 2022 sekira pukul 23.30 WIB.
Kasubbid Penmas Bid Humas Polda Jambi Kompol Mas Edi, melalui Paur Penum Subbit Penmas Ipda Alamsyah Amir lewat keterangan tertulisnya mengatakan operasi ini dilaksanakan oleh tim gabungan yang terdiri dari Personel Macan Satreskrim Polresta Jambi, Sat Intelkam Polresta Jambi serta Gabungan Personel Direktorat Samapta Polda Jambi.
“Penangkapan berawal dari laporan masyarakat melalui layanan bantuan polisi. Mereka 20 orang Pemuda yang sedang berkumpul dan patut diduga hendak melakukan aksi tawuran,” kata Paur Penum Subbit Penmas Ipda Alamsyah Amir, Senin 4 April 2022.
Alamsyah kemudian merinci terdapat 7 unit kendaraan roda 2 yang turut diamankan, berikut 7 unit kendaraan roda 2 yang digunakan.
1. Nama : MI
TTL : 07 Juni 2006
Pek : Pelajar SMK 3 Jambi
Alamat : Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Pal Merah Kota Jambi
2. Nama : AD
TTL : 06 Desember 2003
Pek : Pelajar SMK 3 Jambi
Alamat : Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Pal Merah Kota Jambi
3. Nama : MM
TTL : 08 Februari 2006
Pek : Pelajar SMA 5 Jambi
Alamat : Kelurahan Talang Bakung Kecamatan Pal Merah Kota Jambi
4. Nama : AR
TTL : 22 Oktober 2005
Pek : Pelajar SMA PGRI
Alamat : Kelurahan Sungai Gelam Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi
5. Nama : IR
TTL : 05 Februari 2004
Pek : Pelajar SMK Al-Israq
Alamat : Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi
6. Nama : MU
TTL : 23 Mei 2006
Pek : Pelajar SMA YADIKA
Alamat : Kecamatan Sungai Gelam Kabupaten Muarojambi
7. Nama : M
TTL : 24 April 2004
Pek : Pelajar Sembilan Lurah
Alamat : Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi
No Hp :
KET (Perkara membawa Bom Molotov saat demo th 2020)
8. Nama : JO
TTL : 30 Juni 2004
Pek : Pelajar SMK 9 Lurah
Alamat : Kelurahan Mayang Kecamatan Kotabaru Kota Jambi
Keterangan = Sudah pernah 2 kali diamankan, (Perkara membawa Bom Molotov saat demo th 2020 dan Pok Motor Mayang)
9. Nama : RI
TTL : 14 Mei 2001
Pek : Swasta
Alamat : Kelurahan Kenali Asam Kecamatan Kotabaru Kota Jambi
10. Nama : PA
TTL : Jambi, 29 Juli 2002
Pek : Swasta / Bengkel
Alamat : Kelurahan Kenali Asam Atas Kecamatan Kotabaru Kota Jambi
11 Nama : KE
TTL : 18 Mei 2003
Pek : Swasta
Alamat : Kelurahan Pal Merah Kecamatan Pal Merah Kota Jambi.
12 Nama : RA
TTL : 12 Februari 2008
Pek : Pelajar SMP 10 Kota Jambi
Alamat : Karang Pudak Kabupaten Muarojambi
13 Nama : ALD
TTL : Jambi, 26 Mei 2003
Pek : Pelajar STM Negeri Jambi
Alamat : KM 14 Kecamatan Mestong R Kab Muaro Jambi
14.Nama : RIK
TTL : Jambi,22-08-1999
PEK ; Pelajar
Alamat ; Desa.Kota Karang Kec.Kumpe Ilir Kabupaten Muarojambi
15.Nama : FIK
TTL : Jambi,26-07-2006
PEK : Pelajar
Alamat : Desa Tarikan Kecamatan Kumpe Ilir Kabupaten Muarojambi
16.Nama : BAY
TTL : Jambi,02-05-2005
PEK : Pelajar
Alamat : Desa Solok Kecamatan Kumpe Ilu Kabupaten Muarojambi
17.Nama : DIV
TTL : Jambi,16-12-2002
PEK : Swasta
Alamat : Kelurahan Lebak Bandung Kecamatan Jelutung Kota Jambi
18.Nama : MB
TTL : Jambi,26-08-2006
PEK : Pelajar
Alamat : Kelurahan Pasir Puti Kecamatan Jambi Selatan Kota Jambi
19.Nama : AR
TTL : Jambi,12-04-2007
PEK : Pelajar
Alamat : Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muarojambi
20.Nama : MI
TTL : Jambi,07-04-2006
PEK : Pelajar
Alamat : Desa Kasang Pudak Kecamatan Kumpe Ulu Kabupaten Muarojambi
Selanjutnya, 20 orang remaja tersebut dibawa ke Polresta Jambi untuk dilakukan interogasi terkait keterlibatan dalam kelompok motor yang meresahkan masyarakat.
PERKARA
PT MMJ Tetap Operasikan PKS PT PAL Sitaan Kejati Jambi Bersama PT SGA, Kacau!
DETAIL.ID, Jambi – PT Mayang Magurai Jambi (MMJ) disorot majelis hakim karena diduga mengoperasikan pabrik kelapa sawit PT Prosympac Agro Lestari (PAL) tanpa izin dari kejaksaan, meski aset tersebut telah berstatus disita sejak Juli 2025 lalu.
Fakta tersebut terungkap dalam sidang perkara dugaan korupsi terkait kredit investasi dan modal kerja PT PAL dari Bank BNI tahun 2018–2019 senilai Rp 105 miliar, yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi pada Selasa, 31 Maret 2026.
Dalam persidangan, Direktur PT MMJ, Arwin Parulian Siragih yang hadir sebagai saksi, tidak mampu menunjukkan dasar hukum pengoperasian pabrik yang telah disita oleh Kejaksaan Tinggi Jambi sejak Juli 2025.
”Saudara mengoperasikan pabrik yang sudah disita tanpa izin. Itu ilegal!” ujar Ketua Majelis Hakim, Anisa Bridgestirana.
Saat ditanya apakah terdapat izin resmi dari kejaksaan, Arwin pun mengakui tidak memiliki dokumen tersebut. Majelis hakim lantas menegaskan bahwa setiap pihak dilarang menguasai atau mengoperasikan aset yang telah disita tanpa persetujuan resmi dari penyidik atau pengadilan.
Selain itu, hakim juga menilai dasar penguasaan PT MMJ yang hanya mengacu pada Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) tidak memiliki kekuatan hukum sebagai bukti kepemilikan.
”PPJB bukan bukti kepemilikan. Saudara tidak punya dasar kuat untuk menguasai dan mengoperasikan pabrik tersebut,” katanya.
Persidangan juga mengungkap bahwa PT MMJ tetap menjalankan operasional pabrik bahkan melibatkan pihak lain, termasuk PT Sumber Global Agro (SGA), tanpa izin dari Kejati Jambi maupun pengadilan.
Tak hanya itu, Arwin juga mengakui adanya kewajiban finansial PT MMJ kepada pihak yang diajak bekerja sama hingga mencapai puluhan miliar rupiah. Majelis hakim menilai kondisi tersebut menunjukkan ketidaktertiban serius dalam pengelolaan aset yang tengah berperkara hukum.
”Kalau kewajiban dijalankan sejak awal sesuai homologasi, tidak akan terjadi perebutan seperti ini,” ujarnya.
Dalam perkara ini, jaksa menghadirkan sejumlah saksi, termasuk perwakilan Bank BNI dan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Keterangan pihak BNI mengungkap bahwa pembayaran kewajiban oleh PT MMJ hanya berlangsung pada Juli hingga September 2022, dan sejak Februari 2023 tidak ada lagi pembayaran yang masuk.
Sidang juga menyingkap adanya pertemuan antara PT MMJ dan pihak BNI yang sempat dibantah, namun kemudian diakui oleh saksi dari pihak bank. Majelis hakim menilai adanya inkonsistensi keterangan para saksi semakin memperkuat indikasi permasalahan dalam pengelolaan dan penguasaan aset PT PAL. (*)
PERKARA
Perkara TPPU Helen Bergulir, Pekan Depan Pemeriksaan Saksi
DETAIL.ID, Jambi – Terdakwa kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Helen Dian Krisnawati tidak mengajukan eksepsi dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi, pada Selasa, 31 Maret 2026.
Sidang yang dipimpin majelis hakim itu semula beragenda pembacaan eksepsi dari terdakwa dan penasihat hukum. Namun, Helen memilih tidak mengajukan keberatan atas dakwaan jaksa.
Kasi Penkum Kejati Jambi, Noly Wijaya mengatakan persidangan akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi.
”Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari JPU pada 7 April 2026,” ujar Noly.
Dalam perkara ini, jaksa penuntut umum mengajukan dakwaan alternatif. Pada dakwaan pertama, Helen dijerat pasal terkait permufakatan jahat dalam tindak pidana narkotika.
Sementara pada dakwaan kedua, ia juga dijerat pasal pencucian uang karena diduga menyamarkan hasil kejahatan narkotika melalui sejumlah usaha.
Dalam dakwaan, Helen disebut menggunakan uang hasil penjualan narkoba untuk membangun bisnis legal, termasuk usaha perjudian dan properti guna menyamarkan asal-usul dana.
Helen sebelumnya telah divonis penjara seumur hidup dalam kasus narkotika dan saat ini menjalani hukuman di Lapas Perempuan Jambi.
Majelis hakim menunda persidangan dan akan kembali melanjutkan sidang dengan agenda pemeriksaan saksi dari jaksa penuntut umum pada pekan depan.
Reporter: Juan Ambarita
TEMUAN
Oknum Polisi di Tanjabtim Diperiksa Propam Terkait Dugaan Sindikat Gadai Mobil
DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Viral disosial media kasus dugaan keterlibatan oknum polisi di Tanjungjabung Timur dalam sindikat penggadaian mobil.
Di mana diketahui adanya oknum polisi yang diduga menjadi dalang penggadaian dua unit mobil, yakni Daihatsu Xenia dan Carry pick up, bersama beberapa warga sipil.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Tanjungjabung Timur AKBP Ade Candra mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti informasi yang viral di media sosial tersebut.
Dia mengatakan bahwa yang bersangkutan telah dipanggil dan menjalani pemeriksaan.
“Berawal dari media sosial, malam itu langsung kami tindak lanjuti dengan memanggil yang bersangkutan,” kata AKBP Ade Candra pada Rabu, 1 April 2026.
Pemeriksaan terhadap oknum polisi IQ dilakukan oleh Propam Polres Tanjab Timur.
“Kemudian yang bersangkutan kita panggil di Propam Polres, setelah pemeriksaan kita akan lakukan rencana tindak lanjut,” ujarnya.
Selain oknum polisi, pihak kepolisian juga akan melakukan pengecekan terhadap beberapa warga sipil yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.
“Ada beberapa yang berinisial H dan T, warga sipil, yang akan kita kroscek. Proses penyelidikan masih berjalan,” ucapnya.
Ade menegaskan bahwa saat ini kasus tersebut masih dalam tahap investigasi dan pendalaman.
“Masih diinvestigasi. Dari hasil pemeriksaan awal, yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui kendaraan pick up, dia hanya mengetahui kendaraan Xenia,” katanya.
Untuk diketahui oknum polisi IQ ini bertugas di Satsabhara Polres Tanjab Timur.



