PENJURU
154 Orang Meninggal di Itaewon Korsel Saat Pesta Halloween
detail.id/, Jakarta – Tragedi pesta Halloween di Itaewon, Seoul, Korea Selatan, pada Sabtu, 29 Oktober 2022 malam menjadi insiden paling mematikan bagi Negeri Ginseng sejak 2014 saat kapal MV Sewol tenggelam dan menewaskan 299 orang.
Korban tewas dalam tragedi Halloween di Itaewon sampai saat ini berjumlah 154 orang. Sebanyak 26 korban tewas itu merupakan warga negara asing. Ratusan orang lainnya juga luka dalam insiden tersebut.
Hingga kini, pihak berwenang Korsel masih menyelidiki tragedi ini dan belum bisa menyimpulkan penyebab 154 orang tewas setelah kompak mengalami serangan jantung mendadak di kawasan itu.
Namun, sejumlah pihak meyakini kerumunan padat orang-orang yang hendak berpesta di kawasan kelab dan bar Itaewon itu menjadi salah satu penyebab ratusan orang tersebut meninggal dunia kekurangan oksigen.
Sebab, lokasi insiden merupakan jalanan gang sempit menurun sepanjang 50 meter yang menghubungkan distrik restoran, kelab, dan bar, yang sibuk dengan jalan utama. Sekitar enam orang dewasa hampir tidak bisa lewat pada saat yang bersamaan di gang tersebut.
Sementara itu, hampir 100 ribu orang mengunjungi kawasan itu untuk perayaan Halloween setelah dua tahun dikurung pandemi. Sebagian besar korban tewas dalam tragedi Itaewon merupakan pemuda berusia 20 tahunan dan mayoritas dari mereka adalah perempuan sebanyak 98 orang.
“Teman saya berkata: sesuatu yang mengerikan sedang terjadi di luar (jalanan gang Itaewon),” kata Jeon Ga-eul, 30, seorang warga Korsel yang ada di lokasi kejadian. Jeon sedang minum di sebuah bar pada saat insiden terjadi.
“Saya berkata: apa yang kamu bicarakan? Dan kemudian saya pergi ke luar dan melihat dan orang-orang yang melakukan CPR di jalan.”
Jeon mengatakan sebelum kejadian berlangsung, ia memang telah memiliki firasat insiden buruk akan terjadi karena melihat kerumunan pemuda-pemudi yang terus memadati distrik Itaewon hingga tak terkendali. Jeon sudah merasa tidak aman.
https://ujungjabung.com/harga-batu-bara-turun-pesta-durian-runtuh-berakhir/
“Ada begitu banyak orang yang didorong dan saya terjebak di antara kerumunan dan saya tidak bisa keluar pada awalnya juga. Saya merasa seperti kecelakaan pasti akan terjadi,” katanya seperti dikutip AFP.
Distrik Itaewon memang dikenal sebagai salah satu kawasan hiburan populer di Ibu Kota Seoul. Berbagai resto, cafe, bar, dan kelab malam banyak berjajar di antara gang-gang Itaewon.
Kawasan Itaewon sendiri telah populer sebagai tempat perayaan Halloween setiap tahunnya. Sejumlah turis dari negara tetangga termasuk warga Indonesia bahkan rela terbang ke Seoul untuk merayakan Halloween di Itaewon ketika perayaan tersebut makin populer di kalangan negara Asia.
Namun, akibat pandemi Covid-19 dan pembatasan kerumunan, pesta Halloween ditiadakan selama dua tahun terakhir.
Sabtu malam, 29 Oktober 2022 pun menjadi pesta Halloween pertama yang digelar di kawasan Itaewon sejak dua tahun terakhir.
Sepekan sebelum perayaan Halloween berlangsung di Itaewon, mayoritas hotel dan tiket pesta Halloween pun dilaporkan sudah habis terjual. Pihak berwenang juga telah memprediksi akan terjadi kerumunan besar di Itaewon pada akhir pekan kemarin.
Perayaan Halloween sudah berlangsung sejak Jumat malam, 28 Oktober 2022 namun puncaknya memang terjadi pada Sabtu malam. Sekitar lebih dari 100 ribu orang ternyata memadati kawasan gang-gang Itaewon, di luar ekspektasi pihak berwenang.
Sejumlah saksi mata mengatakan bahwa pengendalian kerumunan massa oleh pihak berwenang sebelum kejadian berubah menjadi kacau dan tidak terkendali memang dirasa kurang.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


