ADVERTORIAL
Al Haris Resmi Buka Turnamen Gubernur Cup Cabang Mini Soccer 2025
Jambi – Gubernur Jambi Al Haris, menyebutkan olahraga Mini Soccer merupakan salah satu sarana pelepas lelah bagi para staf pekerja kantoran.
Hal ini dikatakannya pada pembukaan Mini Soccer Gubernur Cup 2025 dalam rangka memperingati HUT Ke-68 Provinsi Jambi, bertempat di Lapangan Jambi Mini Soccer (JMS), Kebun Handil Kecamatan Jelutung, Kota Jambi, Senin, 20 Januari 2025.
“Hari ini, kami kembali membuka turnamen Gubernur Cup cabang Mini Soccer. Mini Soccer merupakan cabang olahraga baru yang mengadaptasi sepak bola dengan lapangan dan durasi pertandingan yang lebih singkat, pertandingan dapat diakses kapan saja,” ujar Gubernur Al Haris.
Gubernur Al Haris mengatakan, staf lapangan membutuhkan energi dan stamina tinggi dalam menjalankan tugas sehari-hari. Kondisi kerja di ruang ber-AC dengan rutinitas monoton berdampak negatif pada kesehatan, sehingga olahraga menjadi penting. Diperlukan olahraga yang menarik, sederhana, singkat, dan fleksibel, dapat dilakukan kapan saja.
“Tujuannya adalah menjaga kesehatan fisik karyawan BUMN, BUMD, dan ASN diberbagai sektor, termasuk perbankan, agar tetap produktif. Kesehatan fisik mendukung kinerja otak yang optimal,” kata Gubernur Al Haris.
“Harapannya, tugas rutin menjadi lebih menyenangkan, santai, dan berujung pada kebahagiaan, yang merupakan kunci utama produktivitas kerja. Sebagai contoh, menyalurkan emosi seperti kemarahan melalui aktivitas fisik seperti mini soccer dapat meningkatkan suasana hati dan produktivitas kerja,” tuturnya.
Kemudian Gubernur Al Haris menjelaskan, Mini Soccer sangat ideal bagi karyawan yang membutuhkan pelepasan stres. Sesi permainan dapat dijadwalkan baik siang maupun malam hari untuk mendorong aktivitas fisik, meningkatkan kebersamaan, dan memberikan alternatif pengelolaan stres yang efektif.
Program ini bertujuan untuk menyeimbangkan tuntutan pekerjaan dengan kebutuhan akan kesehatan fisik dan mental karyawan, sehingga tercipta keseimbangan hidup yang lebih baik dan mengurangi potensi masalah rumah tangga.
“Oleh karena itu, kami menyelenggarakan turnamen sepak bola mini pada tahun 2025 bagi karyawan UMN, wartawan, dan OPD, sebagai upaya untuk memeriahkan HUT Provinsi Jambi,” kata Gubernur Al Haris.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut Gubernur Al Haris juga berpesan untuk menjunjung tinggi sportivitas yang menjadi kunci utama dalam setiap pertandingan mini soccer.
“Menjunjung tinggi sportivitas akan menciptakan atmosfer pertandingan yang positif dan menyenangkan. Kemenangan sejati diraih dengan menjunjung nilai-nilai fair play dan menghormati lawan. Sikap sportif juga mencerminkan karakter pemain yang berintegritas dan profesional,” kata Gubernur Al Haris.
“Mari kita jadikan sportivitas sebagai landasan dalam setiap laga mini soccer,” ujarnya.
Sebelumnya, Panitia Pelaksana sekaligus Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jambi H. Syamsurizal, S.E., M.Si. melaporkan bahwa turnamen ini diselenggarakan pada tanggal 20 hingga 24 Januari 2005 di Jambi Mini Soccer (JMS), Jalan Pangkal Kebun Handil, Kecamatan Jelutung, Kota Jambi.
“Peserta terdiri dari 21 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jambi, serta 24 tim dari instansi vertikal,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gebrakan Gus Fawait Lindungi PMI: Jember Kini Punya Layanan Administrasi Mandiri dan Cek Kesehatan Termurah se-Jatim
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember resmi memutus rantai birokrasi panjang bagi warganya yang ingin bekerja ke luar negeri.
Melalui instruksi langsung Bupati Gus Fawait, Jember kini menghadirkan Pos Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) di Mall Pelayanan Publik serta layanan pemeriksaan kesehatan (medical check up) mandiri di rumah sakit daerah guna mencegah pemberangkatan pekerja secara non-prosedural.
Dalam peresmian klinik CPMI di RSD Balung pada Senin, 27 April 2026, Gus Fawait menyoroti bahwa selama ini warga Jember terpaksa mengambil risiko melalui jalur ilegal akibat jauhnya lokasi pengurusan dokumen.
Beliau menegaskan bahwa kehadiran layanan ini adalah jawaban atas absennya fasilitas negara di daerah penyumbang PMI terbesar.
“Jember sebagai salah satu daerah penyumbang PMI justru belum memiliki fasilitas tersebut,” ucapnya dengan nada tegas.
Kini, seluruh pengurusan administrasi bisa diselesaikan tanpa harus keluar kota menuju Malang atau Surabaya
Lebih dari sekadar memangkas jarak, Gus Fawait juga membuat kebijakan radikal dengan menekan biaya pemeriksaan kesehatan menjadi Rp450.000 dari tarif normal Rp750.000.
“Ini menjadi biaya atau harga paling murah yang kita lihat bahkan se-Jawa Timur,” kata Gus Fawait saat menjelaskan skema efisiensi biaya tersebut.
Melalui kemudahan akses dan tarif yang sangat terjangkau ini, Pemkab Jember optimis para calon pekerja akan lebih memilih jalur resmi yang menjamin keamanan mereka di luar negeri kelak.
Langkah ini dipandang sebagai bukti nyata kehadiran pemerintah daerah bagi rakyatnya.
“Ini bentuk keberpihakan kami kepada calon PMI dan kami berharap CPMI di Kabupaten Jember,” tutur Gus Fawait.
[post-view]
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.
Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.
“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.
Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:
- Kecamatan Jombang
- Kecamatan Tanggul
- Kecamatan Mayang
- Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)
Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.
Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.
Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.
“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.
Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.
“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.
Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.
Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.
“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.
ADVERTORIAL
Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim
DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.
Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.
Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.
“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.
Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.
Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.
“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.


