Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Safari Ramadhan Pemkab Natuna: Menambah Hubungan Silaturahmi antara Pemkab dengan Masyarakat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Natuna – Diawali dengan buka puasa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sholat isya dan sholat taraweh berjamaah, Pemkab Natuna kembali melaksanakan Safari Ramadhan untuk yang kesekian kalinya. Pada kesempatan ini, Safari Ramadhan dilaksanakan di Masjid Raudhatul Falah Desa Kelanga, Kecamatan Bunguran Timur Laut pada Jumat, 21 Maret 2025.

Pada kesempatan tersebut, Camat Bunguran Timur Laut, Yurnalis mengucapkan terima kasih kepada rombongan safari dan juga menyampaikan sedikit usulan dari Kepala Desa Kelanga dan pengurus masjid untuk pembangunan teras Masjid Raudhatul Falah ini mengingat kondisi masjid saat ini belum memiliki teras sehingga disaat jamaah yang sholat di dalam penuh maka tidak ada tempat lain yang akan menampung jamaah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada rombongan safari dari kabupaten yang telah sudi hadir pada malam hari ini. Semoga dengan melalui safari dapat terus menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi ini dan menjadi amal pahala bagi kita semua. Di kesempatan ini, saya juga ingin menyampaikan apa yang menjadi keluhan dari Bapak Kepala Desa kita dan juga pengurus masjid terkait dengan kondisi Masjid Raudhatul Falah ini. Saat ini Masjid kami belum memiliki teras pak, dan kalau dapat juga pintunya ingin kami rubah menjadi pintu geser,” ucap  orang nomor satu di Kecamatan Bunguran Timur Laut Tersebut.

Menanggapi hal tersebut, wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik dalam sambutannya menanggapi permintaan dari Kepala Desa dan Pengurus Masjid tersebut. Ia akan mengusahakan hal tersebut disamping adanya keterbatasan-keterbatasan anggaran yang dialami saat ini sebagai dampak dari efisiensi.

“Kita coba nanti ya pak. Dan ini juga ada sedikit bantuan yang dikumpulkan oleh OPD-OPD, mohon untuk diterima mudah-mudahan ini bisa bermanfaat,” ujar Jarmin.

Wakil Bupati Natuna Jarmin Sidik juga menyinggung terkait dengan pengangkatan ASN yakni CPNS dan PPPK dari hasil tes tahun 2024 akan segera diangkat dan dilantik sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Hal ini disampaikannya, karena mengingat instruksi dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto untuk segera pengangkatan CPNS paling lambat pada bulan Juni 2025 dan untuk PPPK paling lambat harus diangkat bulan Oktober 2025.

“Alhamdulillah hari itu, informasi yang saya dengar dari Mendagri dengan pak Sekda, pada bulan Juni paling lambat SK harus terbit untuk CPNS, sudah itu untuk P3K nya ada sekitar 400 lebih, itu SK nya sudah harus terbit paling lambat bulan Oktober ini,” katanya.

Kemudian tidak jemu nya juga Jarmin meminta dukungan dan doa dari masyarakat terkait dengan percepatan pembentukan Provinsi Natuna Anambas agar secepatnya dapat terwujud. Ia mengatakan saat ini pemekaran provinsi baru Natuna Anambas sedang dalam proses mulai dari mendapatkan rekomendasi dari dua Kabupaten dan juga Provinsi Kepri, dan nantinya di bulan April akan ada pertemuan dengan DPR RI untuk membahas lebih lanjut terkait dengan usulan pemekaran provinsi baru ini.

“Untuk itu kami mohon doa restu kepada Bapa Ibu. Insyaallah hari ini sudah berproses. Rekomedasi dari dua Kabupaten sudah kita dapat, insyaallah nanti pada bulan April tanggal 23 kita akan kedatangan dari Anggota DPR RI komisi II tentang tentang pemekaran ini” lanjutnya.

Seperti yang dilakukan di tempat lain, pada kesempatan tersebut pemerintah daerah Kabupaten Natuna melalui Wakil Bupati Natuna juga menyerahkan beberapa paket batuan sembako dari SKK Migas untuk di berikan kepada masyarakat yang pantas menerima di wilayah Kecamatan Bunguran Timur Laut.

Reporter: Saipul Bahari

Advertisement

ADVERTORIAL

Kawal Kualitas Makan Gratis, Pemkab Jember Terjunkan Tim ke 209 SPPG

DETAIL.ID

Published

on

Pemkab Jember sidak dapur SPPG, Jumat (29/5/2026). (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menunjukkan komitmennya dalam mengawal kesuksesan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui instruksi langsung dari Bupati Jember dan Sekretaris Daerah, pemerintah daerah menggelar Supervisi Pemetaan Potensi Masalah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak di seluruh wilayah Jember.

Berbeda dari evaluasi biasa, supervisi kali ini menggunakan metode door-to-door untuk menyisir total 209 SPPG di 31 kecamatan.

Fokus utama dari gerakan massal ini adalah memastikan standardisasi kualitas pelayanan telah berjalan sesuai parameter yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

“Tujuannya adalah untuk memotret kondisi eksisting Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat ini secara objektif. Kami ingin memastikan kualitasnya benar-benar terjaga dengan baik, sehingga ke depannya dapat mengantisipasi dan mencegah terjadinya potensi masalah, seperti kasus keracunan makanan atau kendala operasional lainnya,” ucap Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Jember, Indra Tri Purnomo, Jumat, 29 Mei 2026.

Indra memaparkan bahwa kunci keberhasilan standardisasi ini berada di tangan kepala dapur dan ahli gizi sebagai personel bentukan BGN.

Seluruh petugas dapur diminta untuk bekerja profesional, mematuhi SOP secara ketat, serta tidak berkompromi dengan mitra kerja jika ditemukan hal yang menyimpang dari standar kesehatan.

“Tercatat ada sebanyak 209 SPPG yang tersebar di 31 kecamatan yang dikunjungi,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Sukses Pertahankan Predikat WTP

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember (kanan) menerima piagam penghargaan predikat WTP dari BPK RI. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember kembali membuktikan akuntabilitasnya dengan sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.

Agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut dilaksanakan oleh BPK RI Perwakilan Provinsi Jawa Timur pada Jumat, 29 Mei 2026.

Bupati Jember, Muhammad Fawait atau Gus Fawait, hadir secara langsung dan mengapresiasi ketelitian tim pemeriksa BPK serta kerja keras seluruh jajaran ASN di lingkungan Pemkab Jember.

“Kami sangat mengapresiasi koreksi, masukan, serta rekomendasi konstruktif yang diberikan oleh tim BPK selama proses pemeriksaan. Kerja keras ini menuntut profesionalisme dan ketelitian yang luar biasa,” ujar Gus Fawait.

Menurutnya, opini WTP yang diraih secara beruntun ini merupakan cerminan dari komitmen nyata seluruh elemen daerah dalam mengelola keuangan negara, bukan sekadar mengejar piala formalitas.

“Ini buah dari kerja keras, kecerdasan, dan keikhlasan seluruh elemen penatausahaan keuangan daerah. Capaian ini juga menunjukkan bahwa komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas di Jember telah membumi, bukan lagi sekadar jargon politik,” ucapnya.

Gus Fawait mengimbau jajarannya untuk tetap mengevaluasi catatan kecil yang ada demi menyempurnakan laporan ke depan. Ia mengingatkan bahwa substansi dari pengelolaan anggaran adalah dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

“Tujuan akhir kita yang paling hakiki adalah memastikan setiap rupiah dalam APBD Jember benar-benar mengalir dan memberikan dampak konkret bagi pembangunan, kemakmuran, serta kesejahteraan seluruh masyarakat Jember,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Tanahmu Belum Terpetakan? Manfaatkan Fitur Swaplotting di Aplikasi Sentuh Tanahku

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Dalam aplikasi Sentuh Tanahku terdapat satu fitur yang dapat digunakan masyarakat untuk melakukan plotting bidang tanah secara mandiri melalui smartphone. Plotting yang dimaksud dalam hal ini adalah proses penetapan bidang tanah ke dalam peta digital berdasarkan koordinat (GPS) yang akurat. Jadi, tak hanya dapat mengurus langsung ke Kantor Pertanahan (Kantah), masyarakat yang bidang tanahnya belum terpetakan kini bisa lebih mudah menyampaikannya secara online.

“Pemilik tanah bisa mengajukan titik lokasi lewat fitur Swaplotting di Sentuh Tanahku. Dari data yang masuk, nanti Kantah setempat akan verifikasi sesuai dengan catatan kita di Kementerian ATR/BPN, benar tidaknya tanah tersebut letaknya di situ. Kalau benar, nanti akan di-plotting dalam peta digital oleh teman-teman di Kantah,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Kementerian ATR/BPN, I Gede Ketut Ary Sucaya, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, fitur Swaplotting dihadirkan untuk membantu pemetaan bidang tanah yang belum terdata ke dalam sistem digital Kementerian ATR/BPN. Fitur ini diperlukan bagi para pemilik tanah yang belum memiliki sertipikat serta pemilik tanah dengan sertipikat analog. Kehadiran fitur ini membuka ruang partisipasi publik dalam mendukung pemutakhiran data pertanahan secara lebih akurat dan partisipatif.

“Tanah yang sudah diverifikasi nantinya akan semakin terintegrasi dengan data keseluruhan bidang. Tujuannya adalah menciptakan kepastian lokasi dan mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendaftaran tanah,” ujar I Gede Ketut Ary Sucaya.

Fitur Swaplotting dapat diakses melalui menu utama Sentuh Tanahku yang tersedia dalam perangkat dengan sistem operasi Android maupun iOS. Untuk menggunakan fitur tersebut, pengguna perlu memberikan izin akses lokasi agar sistem Kementerian ATR/BPN dapat mengidentifikasi posisi secara akurat.

Bagi pemilik sertipikat analog, saat menggunakan Swaplotting bisa memilih opsi “Bersertipikat”. Kemudian, lanjut melengkapi identitas pemegang hak serta informasi yang tercantum pada sertipikat, seperti nomor hak, luas tanah, dan letak bidang. Selanjutnya, pengguna diminta mengunggah foto dokumen sertipikat sebagai data pendukung untuk proses verifikasi oleh Kantah setempat.

Sementara bagi masyarakat yang bidang tanahnya belum bersertipikat, dapat memilih opsi “Belum Sertipikat”. Mereka kemudian perlu melengkapi identitas diri, lokasi bidang tanah, alas hak yang dimiliki, serta bukti pembayaran pajak sebagai dokumen pendukung.

Setelah seluruh data dan dokumen pendukung dikirim, sistem Sentuh Tanahku akan meneruskan informasi tersebut kepada Kantah setempat untuk dilakukan pemeriksaan dan verifikasi lebih lanjut sebelum data digunakan dalam proses pemutakhiran peta bidang tanah. (*)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs