Connect with us
Advertisement

PENJURU

KSP: Inisiatif Kota Cerdas Kian Dibutuhkan!

Published

on

DETAIL.ID, Jakarta – Hari ini, hampir separuh dari penduduk dunia tinggal di perkotaan. Menurut perkiraan UNDP, pada tahun 2030, kurang lebih 60% dari masyarakat dunia akan hidup di area urban dan akan terjadi ekspansi urbanisasi di negara-negara berkembang sebesar 95%. Urbanisasi yang masif akan semakin menekan persediaan air bersih, lingkungan untuk hidup, dan kesehatan masyarakat.

Pembangunan yang berkelanjutan tidak akan tercapai tanpa mengubah cara bagaimana kita membangun dan mengelola ruang-ruang perkotaan. Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan ialah komunitas dan kota yang berkelanjutan (sustainable cities and communities).

“Menciptakan perkotaan yang berkelanjutan berarti meningkatkan kualitas kehidupan di kota itu termasuk aspek-aspek ekologi, kultural, politik, insitusional, sosial, dan ekonomi tanpa meninggalkan beban untuk generasi di masa depan. Keberlanjutan sebuah kota bertumpu pada optimalisasi kebijakan dan proses bisnis yang mencerminkan prinsip-prinsip sustainable management,” kata Yanuar dalam acara ASEAN Leaders’ Programme yang bertajuk “What makes city smart and inclusive” pada belum lama ini.

Pengelolaan yang berkelanjutan bisa dimaknai sebagai mengelola kompleksitas tiap sektor, mengelola institusi yang saling terkait. Yanuar memberi contoh misalnya antara Jakarta dan Bekasi terdapat banyak sekali hal-hal yang bertautan. Salah satu yang paling utama ialah komuter masyarakat dan persoalan pergerakan barang. Pemerintah Jakarta dan Bekasi harus mampu mengelola koordinasi antar kota sedemikian rupa, hingga masalah-masalah ini bisa terurai.

Salah satu tantangan dari upaya mengurai masalah lintas sektor dengan berbagai aktor ialah ragam kepentingan yang tidak terduga.

“Dalam dinamika perumusan kebijakan seperti ini, argumentasi-argumentasi berbasis data dan bukti perlu dikedepankan,” ujar Yanuar di hadapan 45 pejabat setingkat eselon II dan III dan wakil pimpinan sektor privat dari seluruh negara anggota ASEAN di Hotel Gran Melia.

Kebijakan berbasis data dan bukti pada akhirnya memunculkan inisiatif Kota Cerdas (Smart City) di berbagai kota di Indonesia, seperti di Jakarta dan Bojonegoro. Sebagai contoh, di Bojonegoro manajemen inovasi yang progresif berbasis masalah dan revolusi data, bersama dengan keterbukaan dan participatory budgeting dapat membantu pemerintah daerah membangun argumen yang solid kepada legislatif, yang pada akhirnya mendukung program-program kunci pemerintah.

“Inisiatif kota cerdas atau smart city semacam itu akan makin dibutuhkan sekarang ini dan di masa-masa mendatang,” ucap Yanuar.

Hal ini merupakan wujud nyata adanya upaya-upaya menyeimbangkan beragam kepentingan tersebut untuk kepentingan bersama pembangunan kota yang berkelanjutan.

ASEAN Leader’s Programme merupakan program pengembangan kepemimpinan yang dilaksanakan oleh ASEAN Foundation, bekerja sama dengan Common Purpose, Pemerintah Inggris dan Pemerintah Indonesia. (*)

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs