Connect with us
Advertisement

DAERAH

Eselon III dan IV akan Dihapus, Bupati Al Haris: Jangan Dulu, Harus Banyak Pertimbangan

Published

on

detail.id/, Merangin – Perombakan jabatan eselon III dan IV yang diwacanakan oleh Presiden Joko Widodo dirasa belum dapat diterima di banyak daerah.

Bupati Merangin Al Haris menyatakan kekhawatirannya soal kesiapan pemerintah di daerah. Perombakan jabatan eselon akan menyedot banyak anggaran.

“Saya kira untuk perubahan eselon III dan IV jangan dululah. Sebab harus dipertimbangkan lebih matang lagi,” kata Al Haris pada Senin (18/11).

Menurut Al Haris, perubahan eselon III dan IV hanya bisa diterapkan di Kementerian. Misal untuk jabatan Direktur Utama (Dirut), Asisten Deputi (Asdep).

“Kalau di Kementerian, mungkin bisa saja. Tapi kalau di daerah belum bisa dilaksanakan,” ujarnya.

 

Reporter: Daryanto

DAERAH

Baznas Merangin Salurkan Rp 3,65 Miliar untuk Fakir Miskin dan Anak Yatim, Wabup: Semoga Bermanfaat

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Merangin terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan kepedulian sosial.

Kali ini, dana sebesar Rp 3,65 miliar digelontorkan untuk menyantuni ribuan fakir miskin serta anak yatim di seluruh pelosok Bumi Tali Undang Tambang Teliti.

Penyaluran Zakat, Infaq, dan Shodaqoh (ZIS) tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafid di Kantor Baznas Merangin, komplek Gedung Islamic Center Masjid Agung Baitul Makmur, Kamis, 5 Maret 2026.

Dana sebesar Rp 3.657.000.000 tersebut dibagi ke dalam dua kategori penerima manfaat utama. Yakni Rp.2.967.000.000 disalurkan kepada 14.835 orang fakir miskin yang masing-masing menerima Rp. 200.000.

Sisanya Rp. 690.000.000 disalurkan untuk 2.303 anak yatim yang masing-masing menerima Rp. 300.000.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Merangin, A. Khafid, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para Muzakki (pembayar zakat) dan pengelola Baznas yang telah bekerja keras menghimpun serta menyalurkan dana umat secara transparan.

“Pemerintah Kabupaten Merangin sangat mengapresiasi langkah Baznas. Dana ini merupakan amanah dari para muzakki yang harus sampai ke tangan yang tepat. Kami berharap santunan ini dapat meringankan beban ekonomi keluarga kita yang membutuhkan, serta membantu kebutuhan sekolah bagi anak-anak yatim kita,” ujar Wabup.

Menutup arahannya, A. Khafid berharap agar program seperti ini dapat terus berkelanjutan dan jangkauannya semakin luas. Beliau juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat yang mampu untuk terus menyalurkan zakatnya melalui lembaga resmi.

“Semoga bantuan ini bermanfaat dan menjadi keberkahan bagi kita semua, baik bagi yang menerima maupun bagi mereka yang telah berzakat. Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat solidaritas sosial di Kabupaten Merangin,” tuturnya.

Turut hadir dalam acara, Ketua TP PKK Merangin Lavita Syukur, Ketua DWP Sri Rezeki Zulhifni, Asisten I Sukoso dan sejumlah pejabat lainnya. (*)

Continue Reading

DAERAH

Wabup Merangin Sampaikan Kucuran Dana APBN Rp 1,4 Miliar untuk Budi Daya Ikan

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh melanjutkan rangkaian kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Miftahul Jannah Desa Mensango Kecamatan Tabir Lintas, Merangin pada Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Wabup A. Khafidh menyampaikan adanya bantuan APBN Rp 1,4 miliar dari Kementerian Sosial untuk budi daya ikan di kawasan Dambetuk Desa Tambang Baru.

Kucuran dana tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Tim Kementerian Sosial ke Kabupaten Merangin beberapa waktu lalu.

Wabup menjelaskan, program ini tidak hanya menyasar masyarakat umum, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pembinaan terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) serta masyarakat di sekitar Desa Mensango dan Desa Tambang Baru.

“Pak Kadis Sosial hari ini langsung hadir, beliau baru pulang dari Jakarta membawa kabar bantuan Rp 1,4 miliar untuk pengembangan budidaya ikan. Secara teknis, silakan para kepala desa berkoordinasi untuk pelaksanaannya,” ujar Wabup A. Khafidh.

Selain sektor perikanan, Pemerintah Kabupaten juga menunjukkan komitmen di bidang keagamaan. Wabup mengumumkan bahwa sebanyak 93 pondok pesantren yang terdaftar di Kementerian Agama akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp 100 juta.

Terkait stabilitas harga pangan selama Ramadan, Wabup memastikan harga beras di pasar masih terkendali di kisaran Rp 11.700 (Bulog) hingga Rp 17.000. Ia mengimbau warga untuk melapor jika menemukan harga yang tidak wajar.

“Jika ada yang menjual beras sampai Rp 18.000, segera lapor ke Pak Camat. Kami akan langsung instruksikan Bulog untuk melakukan operasi pasar atau ‘gerojok’ stok pangan,” tuturnya.

Meski harga pangan stabil, Wabup mengakui adanya kendala pada ketersediaan gas LPG 3 kg. Pemkab Merangin terus mendesak pemerintah pusat untuk menambah kuota guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang melonjak.

Sebagai solusi jangka pendek, operasi pasar akan terus digalakkan meski kapasitas distribusi saat ini masih terbatas di angka 500 tabung per sesi.

Di akhir acara, Wabup Khafidh menyerahkan bantuan secara simbolis kepada pengurus Masjid Miftahul Jannah berupa bantuan CSR Bank Jambi Rp 5.000.000 dan bantuan BAZNAS Rp 1.500.000. (*)

Continue Reading

DAERAH

Bupati Syukur: Pers Pilar Demokrasi dan Pengawas Kebijakan yang Objektif

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Merangin – Bupati Merangin, M. Syukur menegaskan bahwa insan pers memiliki peran yang krusial sebagai salah satu pilar demokrasi yang menjaga keseimbangan roda pemerintahan.

Hal ini disampaikannya dalam acara Buka Puasa Bersama Insan Pers Kabupaten Merangin yang berlangsung hangat di Pendopo Rumah Dinas Bupati pada Rabu, 4 Maret 2026.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Kadis Kominfo Ahmad Khoirudin beserta jajaran, Plt Kadis DPMPTSP Agus Salim Idris dan Kabag Umum Setda Merangin, Ari Aniko.

Dalam sambutannya, Bupati M. Syukur menyatakan bahwa pemerintah membutuhkan masukan dan kritik membangun dari media agar pembangunan daerah tetap sasaran.

“Tanpa media, jalannya roda pemerintahan juga tidak akan seimbang. Kita sama-sama berjuang untuk pembangunan daerah tapi dengan cara yang berbeda. Saya berjuang melalui birokrasi dan anggaran, rekan-rekan melalui karya jurnalistik. Media adalah bagian dari pengawasan sekaligus dorongan bagi kami untuk memperbaiki kinerja,” kata Bupati.

Meski demikian, Bupati M. Syukur juga menitipkan pesan agar insan pers tetap mengedepankan prinsip Tabayyun (klarifikasi) sebelum mempublikasikan informasi, sesuai dengan kode etik jurnalistik.

“Harapan saya, cek dulu kebenarannya sesuai aturan atau tidak. Jangan langsung menghujat tanpa dasar. Jika informasi yang disampaikan akurat, masyarakat akan percaya dan semangat membacanya,” ujarnya dengan nada akrab.

Di hadapan awak media, Bupati secara transparan memaparkan tantangan fiskal yang dihadapi Kabupaten Merangin. Ia mengungkapkan adanya pemotongan anggaran yang signifikan sejak ia menjabat.

“Tahun 2025 saja ada pemotongan hampir Rp 150 miliar, dan di 2026 ini sekitar Rp 240 miliar. Belanja pegawai kita sudah mencapai 60%, padahal standarnya 30%. Dengan 11.000 pegawai (PNS dan P3K), ruang gerak fiskal kita sempit, namun kita tetap berupaya kreatif agar pembangunan tetap berjalan,” tuturnya.

Di sisi lain, Isu lingkungan masih menjadi sorotan utama. Bupati meminta bantuan media untuk mengedukasi masyarakat terkait penanganan sampah. Ia menyayangkan masih rendahnya kesadaran lingkungan, bahkan di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Pak Presiden sudah menyatakan perang terhadap sampah. Kami di Merangin sudah menambah armada truk dan TPS. Namun, kendalanya adalah kesadaran. Masih ada oknum PNS yang buang sampah dari mobil dinas. Kita harus punya budaya malu—malu buang sampah sembarangan, malu terlambat kantor,” ucap M. Syukur.

Sebagai bentuk apresiasi dan keterbukaan terhadap insan pers, Bupati berencana memfasilitasi Sekretariat Bersama bagi para jurnalis untuk memudahkan koordinasi dan diskusi ide pembangunan.

“Saya tidak pernah menutup diri. Silakan cari ruang di Kominfo untuk sekretariat bersama agar kita bisa sering berdiskusi. Terkadang ide teman-teman media lebih segar dibandingkan ide di OPD. Kami butuh itu untuk perencanaan program yang lebih matang,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs