ADVERTORIAL
Bupati Masnah Panen Raya Padi di Kumpeh Ulu
detail.id/, Muaro Jambi – Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri kegiatan panen raya padi sawah di Desa Pudak, Kecamatan Kumpeh Ulu, Senin (16/3/2020). Panen raya padi tersebut dilaksanakan di lahan milik Kelompok Tani Usaha Sepakat. Luas lahan padi yang dipanen lebih kurang 50 hektar.
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
- Bupati Muaro Jambi, Masnah Busro hadiri panen raya padi di Desa Pudak, Kumpeh Ulu/ist
Kegiatan panen raya padi sawah ini turut dihadiri Gubernur Jambi, Fachrori Umar. Fachrori Umar bersama dengan Masnah Busro secara simbolis turun menyabit padi jenis impara 3 tersebut.
Bupati Masnah dalam sambutannya mengatakan bahwa padi sawah merupakan salah satu komoditi tanaman pangan terbesar di Kabupaten Muaro Jambi. ” Produksi padi sawah yang dihasilkan setiap tahunnya telah mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan daerah Kabupaten Muaro Jambi,” kata Bupati Masnah Busro, Senin (16/3/2020).
Hj. Masnah Busro dalam kesempatan itu turut mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi dan jajaran yang telah banyak membantu masyarakat Kabupaten Muaro Jambi. Beliau turut menyatakan bahwa Pemkab Muaro Jambi akan terus bersinergi demi mewujudkan swasembada pangan.
” Terima kasih pak gubernur, kami akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kecamatan hingga ke para petaninya, agar swasembada pangan bisa terwujud,” ujarnya.
Setelah menyampaikan kata sambutan, Bupati Masnah kemudian menyerahkan bantuan bibit dan alsintan kepada petani. Bantuan yang diberikan itu berupa kartu tani, bantuan jaring burung, bantuan terpal, power theresher, gudang gabah, benih sayur, bantuan trasplanter dan benih padi sawah untuk luas tanam 1.600 Hektar.
Gubernur Jambi Fachrori dalam sambutannya sangat mengapresiasi Bupati Muaro Jambi, Hj.Masnah Busro dan jajaran yang telah memberikan perhatian besar terhadap program pertanian di Kabupaten Muaro Jambi sehingga ketahanan pangan Jambi bisa tercukupi dan bahkan bisa berlebih, dengan tujuan yang sama agar swasembada pangan dan kedaulatan pangan di Provinsi Jambi bisa terwujud.
Usai memberikan sambutan, Fachrori secara sembolis memberikan bantuan dari Pemerintah Provinsi jambi kepada Kelompok Usaha Tani Sepakat Desa Pudak, yakni bantuan pinjam pakai alsintan 1 unit traktor roda 4 multi guna dan 1 unit combine harvester pada UPJA Usaha Sepakat yang diterima Minto, penyerahan pinjam pakai alsintan 1 unit Cultivator yang diterima Kms. Rozi, saran pasca panen tanaman pangan corn sheller sebanyak 2 unit yang diterima Kadis Tanaman Pangan Muaro Jambi.
Tidak hanya itu, Gubernur turut menyerahkan bibit jeruk 1.000 batang, bantuan benih padi dan saprodi penangkaran korporasi seluas 30 Ha, bantuan cabe dalam polibek 1.000 polibek, bantuan bibit kedelai seluas 60 Ha, bantuan tanaman kacang tanah seluas 80 Ha, bantuan benih dan saprodi padi rawa tanah seluas 700 Ha, bantuan benih padi inbrida seluas 1.000 ha, bibit padi gowa sawah 200 Ha, bantuan benih jagung umum 3 seluas 1.500 Ha, bantuan obat-obatan ternak sebanyak 1 paket dan bantuan rumah burung hantu sebanyak 1 unit.
ADVERTORIAL
Wagub Sani: Sinergi Dinas dan Pemda Diperkuat untuk Optimal Penerimaan Pajak Daerah
Jambi – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I membuka Sosialisasi Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026, bertempat di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Senin, 14 September 2026 pagi.
Kegiatan ini digelar menyusul evaluasi pelaksanaan Program Pemutihan PKB yang menunjukkan realisasi belum sesuai target hingga 2 September 2026.
Dalam sambutan dan arahannya Wagub Sani menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Jambi untuk memaksimalkan program keringanan PKB dengan memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan seluruh pemangku kepentingan.
Tujuannya adalah mengoptimalkan penerimaan pajak daerah sekaligus meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor.
“Program ini memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat, antara lain penghapusan denda keterlambatan, keringanan tunggakan pajak kendaraan, serta kemudahan proses balik nama dan mutasi kendaraan di Provinsi Jambi,” ujar Wagub Sani.
Pada kesempatan tersebut Wagub Sani mengapresiasi dukungan perangkat daerah dan pihak terkait yang telah bekerja untuk mensukseskan kegiatan ini.
Selain itu, Wagub Sani juga menyampaikan penghargaan kepada wajib pajak yang taat. Menurutnya, pajak daerah merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah yang berperan penting dalam pembangunan wilayah, termasuk pembiayaan infrastruktur publik, layanan kesehatan, pendidikan, dan kebersihan lingkungan.
“Penerimaan pajak yang optimal diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara merata,” kata Wagub Sani.
Lebih lanjut Wagub Sani mengajak seluruh pihak yang hadir untuk aktif melakukan sosialisasi menyeluruh kepada masyarakat sehingga animo dan partisipasi dalam memanfaatkan Program Keringanan PKB Tahun 2026 meningkat.
Ia menekankan pentingnya sinergi dan koordinasi yang lebih kuat antara instansi terkait agar pelaksanaan program berjalan tepat sasaran, sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Wagub Sani menambahkan bahwa peningkatan kualitas pelayanan publik menjadi kunci keberhasilan program. Dengan pelayanan yang lebih baik, masyarakat diharapkan lebih mudah memenuhi kewajiban perpajakan, sehingga pada akhirnya mendukung keberhasilan pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Provinsi Jambi.
Kegiatan Sosialisasi Program Keringanan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Tahun 2026 ini turut dihadiri oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi M. Hafiz, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi Dr. H. Sudirman, SH, MH, Kapolda Jambi yang diwakili Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si, Kepala Kantor Wilayah PT. Jasa Raharja Provinsi Jambi A. A. N Agung Abimanyu, SE, MM, serta perwakilan perangkat daerah terkait, pemerintah kabupaten/kota, dan pemangku kepentingan lainnya se-Provinsi Jambi.
Kegiatan ini juga mencakup paparan kebijakan, mekanisme pemanfaatan program, serta sesi tanya jawab dan koordinasi teknis. (*)
ADVERTORIAL
Sinyal Kuat Pilgub Jatim, Gus Fawait Tegaskan Kesetiaan Pengabdian untuk Rakyat Jember
DETAIL.ID, Jember – Wacana pengusungan Bupati Jember, Gus Fawait, menuju panggung Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) oleh sejumlah legislator daerah direspon dengan nada santai.
Usai menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Jember pada Senin, 14 September 2026 siang, ia memilih menepi sejenak dari hingar bingar bursa kepemimpinan provinsi demi menuntaskan janji politiknya di tingkat lokal.
Meskipun menghargai aspirasi yang mengemuka, Gus Fawait menegaskan bahwa konsentrasi utamanya saat ini tidak bergeser dari agenda penanganan kemiskinan, pemulihan ekonomi, serta peningkatan kualitas pelayanan dasar dan pendidikan di Jember.
“Semua doa baik tentu kami aminkan. Tetapi, soal pemilihan gubernur, izinkan saya fokus bekerja terlebih dahulu untuk mewujudkan program-program yang ada di Jember,” kata Gus Fawait.
Ia menekankan bahwa kalkulasi dan rekomendasi mengenai kontestasi Pilkada maupun Pilgub sepenuhnya merupakan ranah pengurus partai tingkat pusat di Jakarta, bukan kewenangannya sebagai pejabat daerah.
“Urusan Pilkada maupun Pilgub itu keputusan beliau-beliau yang ada di Jakarta. Tugas saya sekarang adalah bekerja dan mengentaskan kemiskinan di Jember,” ujarnya.
Sebagai seorang politisi yang bernaung di dalam struktur partai, ia menyatakan siap tunduk pada perintah dan skenario politik apa pun yang ditetapkan pimpinan pusat di masa mendatang.
“Sebagai kader, kami siap ditempatkan di mana saja, baik diminta melanjutkan di Jember, ditugaskan di tempat lain, ataupun tidak mencalonkan diri lagi,” tutur Gus Fawait. (*)
ADVERTORIAL
Gubernur Al Haris Hadiri Pembukaan MTQ Nasional 2026 di Semarang, Beri Dukungan Langsung untuk Kafilah Jambi
Semarang – Gubernur Jambi, Al Haris bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 13 September 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Al Haris tampak menyapa langsung para peserta MTQ Nasional 2026 asal Provinsi Jambi yang mengikuti pawai kafilah.
Sebanyak 54 peserta dari Provinsi Jambi ambil bagian dalam ajang MTQ Nasional 2026. Mereka terbagi dalam tujuh cabang perlombaan, yakni Tilawah, Tahfizh Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, Fahmil Qur’an, Syarhil Qur’an, Khatth Al-Qur’an, serta Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an.
Untuk meningkatkan motivasi para peserta, Al Haris menyiapkan bonus bagi kafilah Jambi yang berhasil meraih prestasi pada ajang tingkat nasional tersebut.
Tak tanggung-tanggung, besaran bonus akan dinaikkan pada tahun anggaran 2027. Juara pertama akan mendapatkan Rp100 juta, juara kedua Rp75 juta, juara ketiga Rp50 juta, dan juara keempat Rp30 juta.
Kebijakan tersebut merupakan peningkatan dari bonus yang saat ini telah dianggarkan dalam APBD 2026. Untuk tahun ini, juara pertama mendapatkan Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, dan juara ketiga Rp30 juta.
Sementara itu, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, mengatakan MTQ Nasional 2026 dapat menjadi momentum untuk memperkuat keterhubungan antara bacaan Al-Qur’an dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan keteladanan.
“MTQ ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali baac dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan tauladan,” kata Menteri Agama.
Menteri Agama menekankan, tantangan para peserta MTQ tidak berhenti pada kemampuan menjadi qari, hafizh, mufasir maupun kaligrafer.
Lebih dari itu, para peserta diharapkan mampu menjadi pribadi yang menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah kehidupan masyarakat.
“Tantangan terbesar peserta MTQ bukan hanya menjadi Qori, Hafizh, muafasir, dan kaligrafer. Tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan al quran di tengah masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Menteri Agama juga menyampaikan adanya perubahan pola pelaksanaan agenda musabaqah Al-Qur’an secara nasional.
Kementerian Agama memutuskan pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur’an (STQ) tidak lagi dilakukan setiap tahun.
“Kemenag memutuskan setiap tahun kita tidak lagi melakukan STQ, tetapi MTQ,” tuturnya. (*)










