Connect with us
Advertisement

PENJURU

India Jadi Episentrum Corona di Asia

DETAIL.ID

Published

on

India Jadi Episentrum Baru Corona Asia

DETAIL.ID, New Delhi – India jadi negara pertama dari benua Asia yang masuk ke dalam daftar 10 besar negara dengan kasus terjangkit wabah virus corona (COVID-19) di dunia.

Ketika tingkat infeksi dari virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini mulai menurun di banyak negara, kasus di India malah meningkat tajam.

Bahkan para ahli epidemiologi memperingatkan bahwa puncak gelombang pertama dari wabah ini belum muncul di India.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Negara Anak Benua tersebut kini menduduki posisi ke-9, dengan 165.799 kasus terjangkit, naik 413 kasus dalam sehari.

Sedangkan untuk kematian ada 4.711 kasus, dan 71.106 kasus sembuh per Jumat (29/5/2020), menurut data Worldometers.

Sebanyak 75.817 kasus kini sudah selesai ditangani, dengan sebanyak 71.106 (94%) berhasil sembuh dan selesai dirawat, 4.711 (6%) berakhir dengan kematian.

Kekhawatiran meningkat tajam di negara yang memiliki 1,3 miliar penduduk tersebut. Sebab sistem perawatan kesehatan India yang sudah menanggung banyak beban dan harus menangani lonjakan sekitar 6.000 kasus infeksi setiap minggunya.

Sementara itu pemerintah India melonggarkan aturan penguncian (lockdown) nasional. Padahal rumah sakit yang tersebar di seluruh negara masih harus berjuang lebih keras dalam pertempuran melawan virus yang muncul di Kota Wuhan, China sejak Desember 2019 lalu.

Menurut laporan eksklusif Reuters saat meliput di dalam Max Super Speciality Hospital, yang saat ini merupakan situs perawatan COVID-19 swasta terbesar di New Delhi, di sana sudah ada sekitar 200 pasien dirawat karena penyakit COVID-19.

“Kami mendapatkan semakin banyak orang setiap hari baik dalam jumlah maupun dalam keparahan penyakit,” kata Arun Dewan, direktur bagian perawatan kritis rumah sakit.

Dalam 35 tahun karirnya, Dewan mengemukakan jika ini adalah pertama kalinya ia memerangi pandemi skala global, dan ia takut yang terburuk belum datang.

“Tenaga kerja akan menjadi tantangan terbesar. Kami telah mencapai batasnya,” katanya.

Namun tetap ada kemenangan kecil yang membuat tenaga kesehatan (nakes) tetap maju.

[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]

Secara global, sudah ada 213 negara yang terjangkit. Lebih dari 5,9 juta kasus terjangkit, dengan lebih dari 360 ribu kematian, dan lebih dari 2,5 juta kasus pasien berhasil sembuh sejauh ini.

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.

Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.

Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.

Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.

Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.

Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.

“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.

“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.

Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)

Continue Reading

PENJURU

ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.

Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.

“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.

Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.

Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.

Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.

Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)

Continue Reading

PENJURU

Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.

“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.

Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.

Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.

Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.

Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.

Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.

‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs