PENJURU
Kasus Positif COVID-19 Global Tembus 5,6 Juta
detail.id/, Jakarta – Dalam sehari, kasus penyebaran virus corona (COVID-19) secara global bisa naik lebih dari 100.000 kasus. Per Rabu (27/5/2020) pukul 9:00 WIB, secara akumulatif angka terjangkit COVID-19 kini mencapai 5.678.259 kasus.
Dilansir dari Worldometers, total kematian berjumlah 351.638 kasus, dan 2.426.388 pasien berhasil sembuh.
Kasus aktif, tercatat sebanyak 2.900.233. Di mana sebanyak 2.847.138 (98%) dalam situasi ringan sedang, dan 53.095 (2%) dalam kondisi kritis.
Sementara itu ada 2.778.026 kasus yang sudah selesai, dengan total 2.426.388 (87%) sembuh dan 351.638 (13%) meninggal.
Virus dengan nama resmi SARS-CoV-2 ini sudah menjalar 213 negara dan teritori, dengan 2 pelayaran internasional.
Berikut 10 negara dengan jumlah kasus COVID-19 terbanyak:
1. Amerika Serikat (1.725.388 positif, 100.545 meninggal, 478.225 sembuh)
2. Brasil (392.360 positif, 24.549 meninggal, 158.593 sembuh)
3. Rusia (362.342 positif, 3.807 meninggal, 131.129 sembuh)
4. Spanyol (283.339 positif, 27.117 meninggal, 196.958 sembuh)
5. Inggris (265.227 positif, 37.048 meninggal)
6. Italia (230.555 positif, 32.955 meninggal, 144.658 sembuh)
7. Prancis (182.722 positif, 28.530 meninggal, 65.879 sembuh)
8. Jerman (181.288 positif, 8.498 meninggal, 162.000 sembuh)
9. Turki (158.762 positif, 4.397 meninggal, 121.507 sembuh)
10. India (150.793 positif, 4.349 meninggal, 64.277 sembuh)
Sementara, China yang awalnya merupakan episentrum awal penularan dengan kasus terjangkit paling tinggi di dunia, kini berada di posisi ke-14 dengan 82.992 kasus positif, 4.634 kematian, dan 78.277 pasien berhasil sembuh.
Guna menekan angka penularan penyakit ini, sejumlah negara sudah melakukan aturan-aturan ketat, seperti penguncian negara (lockdown), aturan jaga jarak (social distancing), penggunaan masker, aturan bekerja dan belajar dari rumah, hingga uji tes massal.
Walaupun begitu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan akan adanya potensi dan ancaman gelombang kedua (second wave) dari wabah yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China pada Desember 2019 silam.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”Baca Juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” newsticker_animation=”vertical” number_post=”8″ post_offset=”2″]
China, Korea Selatan, Iran, India, dan Jerman menjadi negara yang diprediksi akan menghadapi second wave COVID-19.
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


