PENJURU
Pulih dari COVID-19, Besar Kemungkinan Tertular ‘Pneumonia’
detail.id/, Jakarta – Ternyata pasien yang pulih dari infeksi paru-paru parah dapat mengembangkan ‘immunological scars’ atau bekas luka imunologis. Peneliti mengungkapkan, hal tersebut adalah respon tubuh manusia namun berpotensi meningkatkan risiko tertular pneumonia, komorbid Covid-19 yang mematikan.
Studi pada manusia dan tikus menunjukkan bahwa respons imun tubuh akan ‘mati’ sementara waktu, akibat infeksi parah yang menyerang. Hal ini membuat pasien lebih rentan terhadap penyakit dari bakteri atau virus lainnya.
Mengutip dari AFP.com, peneliti dari peter Doherty Institute untuk Infeksi dan Kekebalan Tubuh Universitas Melbourne dan Rumah Sakit Universitas Nantes menemukan bahwa sel yang membentuk garis pertahanan pertama sistem kekebalan tubuh, yang disebut makrofag lumpuh setelah infeksi parah virus corona dalam tubuh.
[jnews_element_newsticker newsticker_title=”baca juga” newsticker_icon=”empty” enable_autoplay=”true” autoplay_delay=”2500″ newsticker_animation=”vertical” number_post=”10″]
Fungsi makrofag sendiri adalah menetralkan bakteri dan meningkatkan sinyal bahaya internal yang mengirimkan sel-sel kekebalan ke tempat yang terinfeksi. Setelah ancaman diatasi, makrofag menurunkan alat dan tubuh kembali berjalan seperti biasa.
Namun pada pasien Covid-19 yang terinfeksi parah, peneliti menemukan bahwa makrofag tersebut tidak aktif. Hal ini akan menyebakan risikonya untuk tertular infeksi sekunder yang fatal makin tinggi, misalnya pneumonia di rumah sakit.
Eropa sendiri melihat sekitar 500.000 pasien rumah sakit terinfeksi pneumonia setiap tahun, sekitar 10 persen dari mereka meninggal. Sebagian besar kematian COVID-19 terjadi karena badai sitokin, suatu proses di mana respons imun tubuh menjadi tidak stabil yang menyebabkan peradangan akut dan seringkali berakibat fatal.
“Kami percaya pendekatan alternatif adalah mengisi ulang sistem kekebalan untuk mencegahnya dari kelumpuhan (akibat infeksi parah), sehingga pasien dapat melindungi diri mereka sendiri dari infeksi sekunder tanpa menggunakan antibiotik,” kata Jose Villadangos dari Peter Doherty Institute.
Sel T perangi virus corona
Penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa ada kemungkinan antibodi manusia yang sudah pulih dari infeksi virus corona bisa menjadi vaksin covid-19.
Sampai saat ini, hal tersebut masih diteliti. Namun sebuah penelitian yang diterbitkan di journal Cell mendeteksi adanya perlawanan sel T CD4 + terhadap Sars-CoV-2 pada setengah dari sampel tersebut karena adanya paparan virus corona lain penyebab pilek.
Science mencatat bahwa hasilnya sejalan dengan penelitian lain, yang dipimpin oleh para peneliti di Charite University Hospital di Berlin dan melaporkan dalam cetakan awal bulan lalu, yang menemukan sel T CD4 + yang mengenali protein lonjakan dalam darah dari 83 persen pasien COVID-19 dan 34 persen orang sehat diuji.
“Ini adalah data yang menggembirakan,” virolog Universitas Columbia Angela Rasmussen, yang tidak terlibat dalam studi manapun, mengatakan pada Science.
Meskipun tidak konklusif, respon sel T menjadi pertanda baik untuk pengembangan kekebalan protektif jangka panjang di antara orang-orang yang telah pulih dari COVID-19, katanya.
Dia mengatakan bahwa penelitian ini dapat berguna untuk merancang vaksin.
Editor: Prisat
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


