PENJURU
Berawal Menolak Digantikan Martinez Tendang Botol, Hingga Drama Adu Jotos di Sesi Latihan
DETAIL.ID, Milan – Kemenangan Inter Milan 3-1 atas AS Roma di Stadion Giusseppe Meazza dibumbui sedikit drama perseteruan pemain dan sang pelatih. Perseteruan ini terjadi antara Lautaro Martinez dan sang pelatih, Antonio Conte.
Lautaro masuk di pertengahan babak pertama (menit ke-35) menggantikan Alexis Sanchez yang cedera. Namun tidak bertahan hingga pertandingan usai, di menit 77 Lautaro malah digantikan pemain lain. Ia pun tampak tak senang dengan pergantian yang dilakukan Conte ini.
Lautaro bergumam kesal dan menendang botol di pinggir lapangan. Tak tinggal diam, sang pelatih justru murka dan meneriakkan sesuatu kepada Martinez.
“Dengan siapa kau marah? Kau harusnya menendang wajahmu sendiri, Lautaro. Apa kau mengerti? Kau harus menunjukkan rasa hormat. Jangan mencoba sok menjadi superstar!” ujar Conte mengutip skysport Italia.
Terlihat Lele Oriali dan Handanovic mencoba menenangkan Lautaro, namun ia tetap bergumam kesal sambil membanting botol minumnya.
Melansir dari Gazzetta.it, El Toro dikabarkan sudah meminta maaf kepada sang pelatih dan juga rekan-rekannya atas insiden tersebut dan saat ini situasi di tubuh Inter kembali tenang. Bahkan sebagai bentuk permintaan maafnya tersebut, hari ini usai latihan akan ada sesi memanggang di mana ia akan bertugas mengawasi panggangan, memasak untuk rekan-rekan timnya.
Untuk menunjukkan bahwa tim dalam kondisi kondusif, dalam sesi latihan sebuah candaan digelar. Perayaan perdamaian antara Conte dan Martinez dibuat dalam bentuk yang unik, adu tinju!
Adu tinju yang dimaksud bukan adu tinju yang serius, namun hanya sebuah sindiran bagi para kritikus yang berbahagia atas pertikaian itu. Antonio Conte dan Lautaro Martinez memakai sarung tinju mereka, dan Lukaku berperan sebagai pembawa acara. Drama kecil ini ditayangkan melalui media resmi mereka, inter.it.
https://youtu.be/RzmEAkamLEM
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih 5 Medali
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet disabilitas asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berjaya di ASEAN Paragames Thailand. Atlet tunadaksa binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) ini berhasil menyumbangkan lima medali dari cabang olahraga renang.
Kelima medali tersebut berupa dua emas, dua perak, dan satu perunggu.
Medali perunggu diperoleh hari ini dari nomor 50 meter gaya dada putra SM10.
Sehari sebelumnya dia meraih dua medali perak dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu dan 100 meter gaya dada.
Beberapa hari sebelumnya, atlet yang juga menjabat sekretaris NPCI Kabupaten Sarolangun ini meraih dua medali emas di 200 meter gaya bebas dan nomor 200 meter medley.
Kepada media ini, Bayu mengaku sangat sangat bersyukur atas pencapaian prestasinya di ASEAN Paragames Thailand.
“Alhamdulillah, berkat dukungan semua pihak, khususnya istri dan anak saya, prestasi ini bisa saya raih,” ujar Bayu, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia berharap atlet disabilitas Jambi lainnya juga bisa berprestasi seperti dirinya.
“Pasti bisa, asal punya kemauan keras, berjuang keras, dan disiplin,” ujarnya.
Rencananya, tambah Bayu, usai ASEAN Paragames Thailand, dirinya akan pulang ke Sarolangun, Jambi. (***)
PENJURU
ASEAN Paragames Thailand, Bayu Raih Emas Kedua
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Bayu Putra Yuda kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang pertandingan olahraga disabilitas tingkat Asia Tenggara, ASEAN Paragames Thailand. Ia meraih medali emas keduanya melalui nomor pertandingan 200 meter individual medley putra S10.
Sehari sebelumnya, Bayu juga mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia di nomor pertandingan 200 meter gaya bebas putra S10.
“Alhamdulillah, berhasil meraih medali emas, ini emas yang kedua,” kata Bayu Putra Yuda kepada ini usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP) di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand, Bangkok pada Jumat, 23 Januari 2026.
Atlet tuna daksa asal Kabupaten Sarolangun ini mengaku sangat bahagia. Menurutnya, tidak sia-sia dia berlatih keras. Setahun terakhir, Bayu mengikuti program Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) di Solo, Jawa Tengah.
Bayu mengaku masih akan mengikuti tiga nomor pertandingan lagi. Dia berharap di tiga nomor tersisa dirinya kembali mempersembahkan medali untuk kontingen Indonesia.
Ketua NPCI Provinsi Jambi Mhd Yusuf, SE mengaku bangga atas raihan prestasi atletnya. “Dia berlatih keras, tidak meninggalkan program Pelatnas, bahkan ketika di Jambi ada even Pekan Paralimpiade Provinsi atau Peparprov, Bayu tetap di Solo untuk mengikuti Pelatnas. Hasil tidak membohongi usaha dan kerja kerasnya,” ujar Yusuf.
Yusuf berharap pemerintah memberikan penghargaan kepada Bayu. “Dia disabilitas, berprestasi tingkat internasional, sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan khusus kepada Bayu, misalnya diangkat menjadi Aparatur Sipil Negeri,” ucapnya. (*)
PENJURU
Bayu Raih Medali Emas Perdana di ASEAN Paragames Thailand
DETAIL.ID, Bangkok – Atlet renang asal Kabupaten Sarolangun, Bayu Putra Yuda, berhasil menorehkan prestasi gemilang di ASEAN Paragames Thailand. Dia mempersembahkan medali emas untuk kontingen Indonesia.
“Alhamdulillah, dapat medali emas. Alhamdulillah,” kata Bayu Putra Yuda, usai pertandingan di Swimming Pool, Sports Authority of Thailand (SAT), Bangkok pada Kamis, 22 Januari 2026.
Atlet binaan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Sarolangun ini mempersembahkan medali emas di nomor 200 meter gaya bebas putra S10.
Nomor ini merupakan nomor pertama kali dipertandingkan di ASEAN Paragames. Bayu mencatatkan waktu 2.18.22.
Bayu mengalahkan perenang tuan rumah yang harus puas dengan medali perak. Sementara medali perunggu diperoleh atlet Myanmar.
Catatan waktu yang diperoleh Bayu langsung dicatat sebagai rekor ASEAN Paragames.
Bayu menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah mensupport perjuangannya.
‘Terutama kepada istri dan anak saya. Terima kasih telah memberikan support hingga di titik ini,” ujarnya. (*)


