ADVERTORIAL
Wabup Tanjungjabung Barat Pimpin Rapat, Tindaklanjuti Pengaduan Masyarakat Terkait Dampak Pembangunan Jembatan
detail.id/, Kualatungkal – Wakil Bupati Tanjungjabung Barat, Hairan, SH pimpin rapat terkait tindak lanjut pengaduan masyarakat terkait dampak pembangunan jembatan yang berada di Kelurahan Sungai Nibung pada Rabu 29 September 2021.
Rapat yang digelar di Pola atas kantor bupati ini, turut diikuti oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi beserta rombongan, Sekretaris Daerah, Asisten Perekonomian & Pembangunan, OPD dan kabag terkait, camat tungkal ilir, Lurah Sungai Nibung, perwakilan masyarakat yang terdampak dan undangan lainnya.
Sesuai laporan Asisten II Ir. H. Erwin mengatakan bahwa rapat ini adalah tindak lanjut dari laporan warga pada tanggal 27 maret 2021. Lebih lanjut H. Erwin menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan jembatan yang berada di Kelurahan Sungai Nibung ini berdampak dan menimbulkan keresahan pada masyarakat.
Hal itu dikarenakan Ketinggian jembatan yang dibangun berdampak pada rumah masyarakat yang tinggal disana dan berdampak juga pada lorong-lorong disekitar pembangunan jembatan. Diharapkannya, rapat tersebut dapat memberikan solusi terkait permasalahan tersebut.
Hal senada juga disampaikan Wakil Bupati Hairan, SH yang menyampaikan bahwa rapat hari ini merupakan tindak lanjut dari kunjungan ke lapangan terkait laporan masyarakat. Wabup berharap pembangunan yang ditujukan bagi masyarakat ini tidak menimbulkan dampak yang justru merugikan masyarakat.
“Hari ini kita tidak mencari kesalahan tetapi mencari solusi , seperti apa pembangunan yang dibangun oleh pemerintah tidak terhambat dan tidak berdampak kepada masyarakat baik itu secara ekonomi maupun fisik,” ujarnya.
Setelah rapat akan kembali dicek ke lapangan untuk mengetahui kendala di lapangan, “Kita berharap ada titik temu antara masyarakat dan penyelenggara jembatan agar tidak ada yang dirugikan, karena dampak dari ketinggian oprit yang 3 meter itu berada tepat didepan teras rumah masyarakat, sehingga akses keluar masuk masyarakat jika oprit itu jadi maka tidak bisa diakses oleh masyarakat sama sekali,” tambahnya.
Usai rapat, Wakil Bupati dan peserta rapat turun langsung kelapangan untuk meninjau kondisi pembangunan jembatan sungai nibung.
Setelah peninjauan wakil bupati Hairan, SH dalam wawancaranya mengatakan bahwa dari hasil laporan masyarakat terkait dampak oprit yang ditimbulkan dari pembangunan jembatan, maka hari ini kita mengundang Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi untuk dapat mencarikan solusi agar pembangunan jembatan tetap berjalan dan masyarakat tidak terdampak dari pembangunan jembatan ini.
“Tetapi hari ini situasinya kurang ada komunikasi, dan pihak balai meminta waktu satu minggu atau paling lama tanggal 11 oktober akan datang kembali dan akan mengusulkan beberapa opsi kepada masyarakat. Kita juga berharap kepada masyarakat untuk sama-sama dapat menahan diri bahwa pemerintah itu tujuan nya baik untuk melakukan pembangunan dan hari ini dengan dibangunnya jembatan ini maka akan banyak yang merasakan manfaatnya. Tetapi juga ada sebagian masyarakat yang merasakan dampak dari pembangunan maka ini yang akan dicari jalan keluarnya,” ujarnya
“Ada opsi awal untuk diturunkan oprit nya dari 3 meter itu, akan tetapi walaupun turun sekian tetap saja berdampak bagi akses ke masyarakat,” tandasnya
Menurut Kepala BPJN Bosar H Pasaribu, sesuai prosedur, desainer menjelaskan kepada masyarakat tetapi bisa jadi waktu itu tidak terlalu jelas sehingga terjadi miss komunikasi antara desainer dengan masyarakat, dan antara desainer dengan BPJN.
“Seperti yang bapak Wakil Bupati sampaikan jika masalah ini kita tarik ke belakang maka tidak akan selesai-selesai urusanya, dan kita cari kedepan bagaimana jalan keluarnya, ujarnya.
Reporter: Robby Cahyadi
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



