Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

TP PKK Provinsi Jambi adakan Supervisi di Kabupaten Batanghari

Published

on

DETAI.ID, Batanghari – Wakil Ketua II Tim Penggerak PKK Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih bersama pengurus mengadakan kegiatan supervisi dan evaluasi sebagai salah satu agenda kegiatan tahunan TP PKK di Kabupaten Batanghari pada Senin, 8 November 2021.

Supervisi dilakukan di kantor TP PKK dan kantor Camat Pemayung serta di desa lokus supervisi yaitu Desa Teluk Ketapang, Kecamatan Pemayung. Hadir pada kegiatan ini Ketua TP PKK Kabupaten Batanghari Zulva Fadhil, SE, dan Wakil Ketua I TP PKK Kabupaten Batanghari, Nuraini Bachtiar.

Menurut Wakil Ketua II TP PKK Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman, kegiatan supervisi dan evaluasi ini sangat penting artinya karena bertujuan untuk memastikan agar TP PKK setiap jenjang sudah melaksanakan 10 program pokok PKK sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing serta berpedoman pada pengelolaan teknis tata kelola kelembagaan dan organisasi TP PKK yang diatur dalam Rakernas PKK.

“Berdasarkan hasil Rakernas IX PKK Tahun 2021 mengalami beberapa penyesuaian yang cukup mendasar dalam tata kelola kelembagaan dan organisasi PKK terutama penyesuaian terhadap pandemi Covid-19 dan penyesuaian terhadap era globalisasi serta pesatnya perkembangan PKK dalam tata kelola kelembagaan teknologi informasi.

Perubahan yang mendasar tersebut antara lain adalah isi gerakan PKK 2021-2024 yaitu terwujudnya keluarga pelopor perubahan dalam pemenuhan SDM berkualitas melalui ketahanan ekonomi revolusi mental lingkungan hidup dan pelayanan dasar,” katanya.

Menurutnya, untuk mewujudkan visi tersebut diperlukan misi gerakan PKK yang memuat prioritas program gerakan PKK meliputi ketahanan ekonomi revolusi mental lingkungan hidup dan memperkuat layanan dasar serta sinergisitas dengan 10 program PKK yang dikemas dalam program unggulan TP PKK yaitu Paredi, Gelar Pelangi, Aku Hayati PKK, Gagah Bencana dan Dukungan SIM PKK/e PKK.

“Pada dasarnya gerakan PKK sudah memiliki fondasi yang kuat karena dipayungi dengan Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2017 serta Peraturan Mendagri Nomor 36 tahun 2020. Kedua regulasi ini menjadi pengikat kemitraan antara PKK dengan semua OPD karena hakikat 10 program PKK memiliki korelasi yang kuat dengan program pemerintah yang ada di setiap OPD. Untuk memastikan terlaksananya gerakan PKK sesuai dengan amanat Rakernas PKK tersebut maka TP PKK harus memahami Petunjuk Teknis Tata Kelola Kelembagaan dan Organisasi PKK serta Menyusun Dokumen Strategi Gerakan PKK bersama Bappeda dan OPD terkait,” ujarnya.

Ia berharap Gerakan PKK tetap eksis dan hadir dalam setiap situasi masyarakat baik di masa pandemi apalagi dalam kondisi normal. “Untuk itu ayo kita terus memperkuat kapasitas kompetensi kita ikuti semua peluang edukasi yang dilaksanakan oleh PKK pusat melalui obras kain PKK serta kegiatan internal pengurus PKK masing-masing daerah,” ucapnya.

“Untuk mendukung tata kelola PKK kami telah merancang sistem aplikasi dasawisma yang sudah diperkenalkan saat kegiatan roadshow beberapa waktu lalu ini adalah salah satu jawaban kita atas kesulitan yang kita alami selama ini memperoleh data yang akurat dan tepat waktu namun tak menyadari bahwa aplikasi ini tentunya masih belum sempurna dan akan terus kita kembangkan kita sempurnakan agar semakin muda cara penggunaannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Batanghari Zulva Fadhil menyatakan apresiasinya atas kehadiran Wakil Ketua II TP PKK beserta pengurus yang dianggapnya dapat memberikan motivasi bagi kemajuan TP PKK Batanghari.

“Kami sangat senang dengan kehadiran TP PKK Provinsi Jambi. Kami berharap dengan evaluasi ini akan ada perbaikan, masukan dan kritikan yang membangun bagi kami, ” kata Zulva. (**).

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.

Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.

“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.

Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.

“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

[post-view]

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember

DETAIL.ID

Published

on

Layanan Adminduk dalam rangkaian Bunga Desaku. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.

Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.

Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.

Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.

Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.

Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.

Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.

“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.

Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.

Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.

Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.

Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.

“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.

Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa

DETAIL.ID

Published

on

Ardi Pujo Prabowo diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.

Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.

Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.

Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.

“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.

Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.

“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.

Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.

“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs