ADVERTORIAL
Bupati Batanghari Terima Penghargaan dari Menteri Investasi
DETAIL.ID, Jambi – Industri mineral non logam, industri lainnya, konstruksi, perdagangan dan reparasi, transportasi, gudang dan telekomunikasi, hotel dan restoran serta jasa lainnya.
“Ada perubahan yang telah kita buat, bahwa kita bisa mendegradasi dampak Pilkada serentak yang sebelumnya terjadi di Batanghari dengan adanya pergusuran kebijakan-kebijakan sebelumnya,” katanya pada Rabu 16 Februari 2022.
Fadhil bilang pada tahun ini akan memaksimalkan data potensi yang belum utuh pada tahun lalu.
Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batanghari kata Fadhil sedang membuat studi potensi yang dimiliki Batanghari supaya bisa terekspose keluar.
“Investor-investor yang berada di luar sana bisa mengetahui apa yang bisa dilakukan di daerah ini. Kemudahan perizinan tentu terus kita kembangkan karena selama ini sudah cukup mudah. Tapi stabilitas politik, stabilitas kesehatan, keamanan dan ketertiban tetap harus kita pertahankan kalau perlu ditingkatkan,” ucapnya.
Ia yang juga Ketua DPW PPP Jambi menginginkan nilai investasi di Batanghari paling tidak sama dengan nilai APBD, idealnya begitu. Sehingga mempunyai kekuatan yang sama untuk menggerakan ekonomi di Batanghari.
“Potensinya digali semaksimal mungkin sehingga bisa diketahui dan dipublish kepada dunia luar. Orang berinvestasi mengharapkan keuntungan. Potensi yang ada dikelola, sehingga mereka bisa berusaha di Batanghari dan warga dapat nikmat dari investasi tersebut,” ujarnya.
Perlu Didukung Sektor Industri Hilirisasi
Mentri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyampaikan saat ini perlu adanya industri hilirisasi.
Dari pernyataan itu Fadhil sangat sepakat. Di Batanghari punya pabrik CPO dan tambang batu bara tapi ini masih di daerah hulunya.
Industri mineral non logam, industri lainnya, konstruksi, perdagangan dan reparasi, transportasi, gudang dan telekomunikasi, hotel dan restoran serta jasa lainnya.
“Ada perubahan yang telah kita buat, bahwa kita bisa mendegradasi dampak Pilkada serentak yang sebelumnya terjadi di Batanghari dengan adanya pergusuran kebijakan-kebijakan sebelumnya,” katanya.
Fadhil bilang pada tahun ini akan memaksimalkan data potensi yang belum utuh pada tahun lalu.
Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Batanghari kata Fadhil sedang membuat studi potensi yang dimiliki Batanghari supaya bisa terekspose keluar.
“Investor-investor yang berada di luar sana bisa mengetahui apa yang bisa dilakukan di daerah ini. Kemudahan perizinan tentu terus kita kembangkan karena selama ini sudah cukup mudah. Tapi stabilitas politik, stabilitas kesehatan, keamanan dan ketertiban tetap harus kita pertahankan kalau perlu ditingkatkan,” ucapnya.
Ia yang juga Ketua DPW PPP Jambi menginginkan nilai investasi di Batanghari paling tidak sama dengan nilai APBD, idealnya begitu. Sehingga mempunyai kekuatan yang sama untuk menggerakan ekonomi di Batanghari.
“Potensinya digali semaksimal mungkin sehingga bisa diketahui dan dipublish kepada dunia luar. Orang berinvestasi mengharapkan keuntungan. Potensi yang ada dikelola, sehingga mereka bisa berusaha di Batanghari dan warga dapat nikmat dari investasi tersebut,” ujarnya.
Perlu Didukung Sektor Industri Hilirisasi
Mentri Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia menyampaikan saat ini perlu adanya industri hilirisasi.
Dari pernyataan itu Fadhil sangat sepakat. Di Batanghari punya pabrik CPO dan tambang batu bara tapi ini masih di daerah hulunya.
Orang nomor satu di Batanghari ini menginginkan ke depan daerah ini punya pabrik minyak goreng, pabrik etanol atau biodiesel ini yang terus dikembangkan keluar dan informasikan bahwa di Batanghari punya bahan bakunya untuk ini, sehingga efeknya bisa menarik investor.
Mantan Sekda Muaro Jambi ini menyampaikan kepada DPMPTSP melalui program, pameran, web untuk bisa mempromosikan kepada orang-orang yang ingin berinvestasi di Batanghari terhadap sektor tersebut.
Satu diantara investor mau datang adalah infrastrukturnya harus memadai. Ini yang coba perbaiki.
Pemkab Batanghari telah mengajukan perbaikan infrastruktur dengan dana pinjaman yang saat ini masih proses di Kementrian Dalam Negeri.
“Apabila infrastrukturnya jelek investor tidak akan masuk ke Batanghari. Jika infrastrukturnya bagus maka investasi masuk dan masyarakat dapat pekerjaan, ekonomi tumbuh dan ekonomi meningkat,” pungkasnya.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Lobi Kemensos Soal Bansos dan Disabilitas
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) mendatangi Kementerian Sosial RI pada Rabu, 23 September 2026.
Kedatangan rombongan Pemkab Jember ini bertujuan membereskan persoalan kuota bantuan sosial yang belum terpenuhi sekaligus memperjuangkan bantuan alat kesehatan bagi penyandang disabilitas.
Kepala Dinsos PPPA Jember, Lingga Diputra, memimpin langsung koordinasi tersebut mendampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jember, Akhmad Helmi Luqman.
Tim Pemkab Jember menggelar pertemuan khusus bersama Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Kemensos.
Data evaluasi Pusdatin Kemensos per Agustus 2026 mengungkapkan adanya under kuota sebanyak 9.815 data penerima manfaat di Kabupaten Jember.
Menyikapi selisih angka tersebut, Pemkab Jember mengajukan penyesuaian data agar keterisian kuota bansos di wilayahnya dapat digenjot hingga di atas 80 persen.
“Kami mendorong agar penambahan kuota ini tidak dilakukan secara bertahap, melainkan bisa diselesaikan sekaligus. Namun, pelaksanaannya tentu tetap menyesuaikan dengan kebijakan dan kondisi pembagian kuota bersama kabupaten lain,” kata Lingga.
Di samping pembenahan data bansos, Lingga memaparkan kebutuhan 49 unit alat bantu berupa tangan dan kaki palsu bagi warga kurang mampu.
Dari total usulan tersebut, Kemensos telah memasukkan 20 permohonan ke dalam prioritas desil penerima.
Adapun 29 permohonan alat bantu lainnya masih perlu melewati tahapan pemutakhiran data administratif.
Langkah ini wajib dilakukan agar alokasi bantuan fisik dari kementerian tidak salah sasaran.
“Namun sejumlah 29 usulan sisanya memerlukan perbaikan dan pemutakhiran data administratif agar tepat sasaran, mengingat penerima manfaat berasal dari kalangan masyarakat kurang mampu,” ucapnya.
Dalam dialog itu, Pemkab Jember juga menyampaikan kebutuhan kaki palsu berbahan carbon bagi atlet sepak bola disabilitas asal Jember yang bertanding di tingkat internasional.
Lantaran pengadaan alat bantu olahraga tersebut memerlukan biaya tinggi dan spesifikasi khusus, Kemensos menyarankan Pemkab Jember untuk turut menggandeng Kementerian Pemuda dan Olahraga. (*)
ADVERTORIAL
Bupati Batanghari Fadhil Arief Sambut Kunjungan Pangkogabwilhan I, Perkuat Sinergi Penanganan Karhutla di Tahura
Batanghari – Bupati Batanghari Fadhil Arief menerima kunjungan dari Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I), Letjen TNI Kunto Arief Wibowo didampingi Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, pada Selasa, 22 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung hangat itu berlangsung di rumah dinas Bupati Batanghari.
Pertemuan tersebut digelar setelah Letjen Kunto mengecek penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Thaha Saifuddin, Kabupaten Batanghari.
Di mana, kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi lapangan sekaligus memastikan langkah penanganan karhutla berjalan secara terpadu, cepat dan terukur.
Pada pertemuan di rumah dinas Bupati Batanghari, Pangkogabwilhan I melanjutkan pembahasan bersama Bupati Batanghari dan seluruh unsur terkait mengenai perkembangan Karhutla di kawasan Tahura Batanghari.
Pertemuan tersebut menjadi forum koordinasi untuk mengevaluasi langkah yang telah dilakukan sekaligus menyatukan strategi penanganan berikutnya, baik melalui operasi darat maupun dukungan unsur lainnya.
Dalam pembahasan tersebut, sinergi antara TNI, Polri, Pemerintah Kabupaten Batanghari, BPBD Kabupaten Batanghari, Manggala Agni dan Damkar Kabupaten Batanghari menjadi bagian penting dalam memastikan penanganan Karhutla berlangsung efektif.
Sebelumnya, Pangkogabwilhan I menekankan, penanganan karhutla harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pencegahan, patroli, pemadaman, pendinginan hingga pemulihan, dengan memperkuat koordinasi seluruh stakeholder.
“Jangan hanya berpikir bagaimana memadamkan api, tetapi bagaimana persoalan ini dikerjakan, diselesaikan dan dicegah sejak awal. Semua unsur harus bergerak bersama dan memahami kondisi lapangan,” katanya.
Letjen Kunto bilang, karakteristik kawasan yang terbakar harus menjadi perhatian dalam menentukan metode penanganan.
Sementara, Bupati Batanghari Fadhil Arief mengatakan, Pemerintah Kabupaten Batanghari terus memperkuat koordinasi bersama TNI, Polri dan seluruh unsur terkait dalam menangani karhutla, khususnya di kawasan Tahura Sultan Thaha Saifuddin.
Menurutnya, penanganan tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pencegahan dan pengawasan agar kebakaran tidak kembali meluas.
Fadhil Arief menegaskan, sinergi lintas sektor menjadi kunci dalam menghadapi karhutla, terutama dengan mempertimbangkan kondisi dan karakteristik wilayah di lapangan. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Siapkan Langkah Strategis Tata Penataan Pasar Tanjung
DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan sejumlah langkah konkret guna membenahi Pasar Tanjung sebagai pusat perekonomian rakyat.
Kebijakan ini dirumuskan usai Bupati Jember, Gus Fawait, menemui ratusan pedagang yang tergabung dalam Masyarakat Peduli Pasar Tanjung serta elemen mahasiswa di Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa, 22 September 2026.
Massa aksi yang semula berada di luar gedung diarahkan masuk ke aula pendopo untuk menggelar dialog terbuka secara lesehan.
Dalam forum tersebut, perwakilan pedagang menyampaikan keluhan terkait kondisi penataan lapak di area bawah yang dinilai semrawut hingga berdampak pada kelangsungan usaha pedagang lama.
Bupati Jember menyatakan pembenahan dan pengembalian fungsi pasar tradisional menjadi agenda prioritas pemerintah daerah.
Langkah ini diambil usai dirinya meninjau langsung kondisi lapangan setelah menerima masukan dari para mahasiswa.
“Pasar tradisional adalah benteng ekonomi warga dan tempat wong cilik mengadu nasib. Apa yang menjadi harapan para pedagang dan mahasiswa, itu pula yang menjadi komitmen kami di Pemkab Jember,” kata Gus Fawait.
Dari dialog terbuka tersebut, Pemkab Jember menawarkan solusi yang disepakati bersama oleh seluruh peserta forum.
Rencana aksi tersebut mencakup uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan Samanhudi, pembentukan Satgas Gabungan Penataan Pasar, serta pengaturan jadwal waktu berjualan bagi para pedagang.
Skema hasil kesepakatan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Rabu, 23 September 2026, dengan membuka peluang evaluasi jika dalam pelaksanaannya masih membutuhkan penyesuaian.
Pertemuan ini sekaligus merealisasikan kesanggupan pemkab kepada pedagang sepekan sebelumnya untuk merumuskan pembenahan jangka panjang.
“Saya bangga dengan pemikiran kritis teman-teman mahasiswa. Semua gagasannya, mulai dari rekayasa lalu lintas, Satgas, sampai penataan trotoar kami akomodasi. Mari kawal bersama prosesnya di lapangan,” ujar Gus Fawait.
Selain di Pasar Tanjung, program penataan dan penyerapan aspirasi pedagang secara bertahap juga akan diterapkan pada pasar-pasar tradisional lain yang tersebar di wilayah Jember. (*)



