Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Waka DPRD Tanjungjabung Timur Hadiri Musrengbang di Kecamatan Mendahara Ulu

Published

on

DETAIL.ID, Tanjungjabung Timur – Musrenbang Tingkat Kecamatan Dalam Rangka Penyusunan Rencana Kerja Daerah(RKPD) Kabupaten Tanjungjabung Timur Tahun 2023 Selasa 08 Februari 2022 Bertempat di Aula Kecamatan Mendahara ulu di hadiri Oleh Wakil Ketua II DPRD TanjabTimur Gatot Sumarto. SH. (Dari Fraksi PDI.P dapil 3) Beserta Anggota Hj.Trin Hastuti Handayani.

Musrenbang Tingkat Kecamatan Di buka oleh Bupati Tanjungjabung Timur yang diwakili Asisten Administrasi Setda Asman Daidy, S.Sos. Dalam Pembukaannya Sampaikan Bahwa Sebelum di lakukan Musrenbang Tingkat kecamatan ini Tiap-tiap Desa/kelurahan Sudah melaksanakan musrenbang Desa, Dan Setelah itu Tim Musrenbang Kecamatan juga sudah Melaksanakan PRA-Musrenbang kata Asisten yang mana data tersebut dari Camat Mendahara Ulu
Camat Menlu menyampaikan Setelah Kami Lakukan Pra Musrenbang Maka Di Tentukan Skala Prioritas,Ada Sebanyak 35 Skala Prioritas Dari Desa/Kelurahan Yang ada Di Kecamatan Mendahara ulu, Dan Camat Berharap kepada Pemerintah Daerah Agar Apa Yang Sudah Menjadi Skala Prioritas Dapat Terlaksana Atau Ter-Realisasi. Begitu Pula Dengan Usulan Lain nya Semoga saja Di Tahun Anggaran Berikutnya Dapat Tercapai Secara Menyeluruh “ucapnya”.

Wakil Ketua DPRD TanjabTim Gatot Sumarto,.SH.Saat Menyampaikan Kata Sambutannya:Perencanaan Kegiatan Musrenbang ini Bertujuan Untuk Masukan awal.
Yang Proses Penyusunan RKPD kabupaten Tanjung Jabung Timur Tahun 2023.Singkronisasi Agenda dan Prioritas Pembangunan di Kecamatan dengan Program Kegiatan Organisasi Perangkat Daerah Sebagai instansi teknis Pelaksanaan Program di Daerah yang mana untuk kegiatan program Tersebut Tentunya memerlukan Dukungan Penganggaran Baik Yang Bersumber APBD Kabupaten, Provinsi Maupun APBN.

Di samping itu, Pelaksanaan Musrenbang ini di harapkan menjadi Media interaktif segenap Stakeholder kecamatan untuk menetapkan program kegiatan kecamatan serta rekomendasi kebijakan guna mendukung implementasi program kegiatan Tahun Anggaran Berikutnya.
Forum ini juga merupakan bentuk komitmen bersama antara para pemangku kebijakan daerah dalam pencapaian pembangunan Yang Kwalitas Efektif, Efesien, Transparan dan Akuntabel.

Selanjutnya Hasil Musrenbang Tingkat kecamatan ini akan Menjadi Bahan Kerja Dalam Forum Perangkat Daerah Yang Selanjutnya akan menjadi Bahan Musrenbang RKPD kabupaten.

Harapan Kami Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Tanjab Timur Dengan Adanya Musrenbang ini, Semua Sektor Kebijakan yang menjadi Agenda prioritas agar Tanjungjabung Timur terkoneksi, Sejahtera, berdaya Saing, Ekonomi Maju, Aman, nyaman dan harmonis dapat Tercapai.
Dan Marilah kita Bersyukur dan berterima kasih kepada pemerintah daerah yang Telah memberikan pembangunan Yang dapat dinikmati masyarakat,hal itu semua berkat kerja Keras dan sama Dari Seluruh Aparatur pemerintah Daerah Mulai dari tingkat Desa/Kelurahan,Kecamatan hingga Pemerintah kabupaten Tanjungjabung Timur.

Kami juga menjadi Didamping keberhasilan yang di capai tentunya masih banyak terdapat hal yang perlu terus di tingkatkan dan di sempurnakan Kami yakin dengan semangat Kebersamaan dan persatuan Semua kendala dapat di atasi dengan baik. Pekerjaan yang di lakukan memang tidaklah ringan, penyelanggaraan pemerintah bersih dan Tanpa KKN terus Di Tingkatkan dalam upaya peningkatan Kwalitas perencanaan Pembangunan yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pelayanan Publik dan kesejahteraan masyarakat.”katanya”.

Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Percepat Akses Layanan Publik, Siapkan Empat Titik MPP Mini

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember menyampaikan program MPP Mini dalam acara Pro Gus'e di RSD dr Soebandi, Kamis (23/4/2026) malam. (Foto: Istimewa)

DETAIL.ID, Jember — Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan empat titik Mall Pelayanan Publik (MPP) Mini di sejumlah kecamatan untuk mempercepat akses layanan publik bagi masyarakat di wilayah dengan jarak tempuh jauh dari pusat kota.

Program ini digagas untuk menjawab kebutuhan warga yang selama ini harus menempuh perjalanan hingga satu sampai dua jam hanya untuk mengurus administrasi di pusat pemerintahan.

“Kita tahu bahwa jarak seperti di kecamatan Jombang dan tengah kota ini bisa waktu sejam sampai dua jam,” kata Bupati Jember, Muhammad Fawait.

Empat lokasi yang disiapkan sebagai MPP Mini meliputi:

  1. Kecamatan Jombang
  2. Kecamatan Tanggul
  3. Kecamatan Mayang
  4. Wilayah utara (dalam proses, direncanakan di sekitar Kalisat)

Pemkab Jember menempatkan fasilitas tersebut di titik yang mewakili wilayah barat selatan, barat utara, dan timur selatan, serta memperluas jangkauan ke wilayah utara.

Melalui MPP Mini atau Pemkab Jember Mini, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan publik tanpa harus datang ke Kota Jember.

Layanan yang disediakan meliputi perizinan, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

“Bagi masyarakat yang ingin mendapatkan akses pelayanan yang biasanya harus ke kota, hari ini bisa diurus di MPP Mini,” ujarnya.

Gus Fawait menyebut, pengembangan layanan di tingkat kecamatan terus dilakukan agar semakin lengkap dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung.

“Kalau dulu mencetaknya di kecamatan, hari ini akan ditambahi lagi fungsi yang ada di MPP Mini,” katanya.

Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan publik di Kabupaten Jember yang memiliki karakter wilayah beragam, mulai dari pegunungan, perkebunan, hingga kawasan pesisir.

“Masyarakat Jember tidak perlu mencari sampai ke Kota Jember, cukup ada di wilayah-wilayah yang sudah kita siapkan,” ucapnya.

Saat ini, Pemkab Jember masih mempercepat proses penyelesaian dan kesiapan operasional MPP Mini, termasuk di wilayah utara yang masih dalam tahap pengembangan.

Gus Fawait menyampaikan, peresmian fasilitas tersebut akan dilakukan secara bertahap setelah seluruh kesiapan terpenuhi.

“Saya akan mengajak kawan-kawan langsung ke Jombang, Tanggul, dan Mayang di kemudian hari,” ujarnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Gus Fawait Raih Penghargaan Tokoh Pengentasan Kemiskinan dari Beritajatim

DETAIL.ID

Published

on

Kadiskominfo Jember mewakili Bupati Fawait menerima penghargaan dari Beritajatim. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Momentum peringatan HUT ke-20 Beritajatim.com menjadi catatan manis bagi Kabupaten Jember, Jawa Timur.

Bertempat di Grand City Surabaya, pada Selasa, 21 April 2026, Bupati Jember Gus Fawait menerima penghargaan sebagai Tokoh Pengentasan Kemiskinan Berbasis Akselerasi Pembangunan.

Penghargaan ini menjadi bukti nyata atas keberhasilan validasi data dan aksi nyata di lapangan yang dilakukan jajaran pemerintah daerah untuk memutus rantai kemiskinan ekstrem di wilayah tersebut.

Gus Fawait memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para ASN yang telah bersinergi lintas sektor hingga mengantarkannya pada puncak kesuksesan ini.

“Saya persembahkan award ini kepada seluruh jajaran Pemerintahan Kabupaten Jember, para ASN yang hari ini turun ke bawah untuk bahu-membahu. Tidak melihat asal mereka, apakah guru, nakes, atau yang lain, semua bersatu untuk memastikan data kemiskinan ekstrem di Jember benar-benar valid,” katanya.

Gus Fawait menekankan bahwa intervensi pembangunan tidak akan berjalan efektif tanpa pondasi data yang akurat.

Ia percaya bahwa dengan menekan angka kemiskinan, maka masalah sosial turunan lainnya akan ikut terurai.

“Kita tahu bahwa kemiskinan ini mengakibatkan banyak masalah lain, mulai dari angka stunting, angka kematian ibu dan bayi, hingga tindak kriminalitas. Ujung dari semua masalah itu adalah faktor kemiskinan,” tuturnya.

Continue Reading

ADVERTORIAL

ASN Berjuang Verval Data Kemiskinan Hingga Terjatuh, Pj Sekda Jember Beri Apresiasi!

DETAIL.ID

Published

on

Pj. Sekda Jember menjenguk ASN yang jatuh saat bertugas, Senin (20/4/2026). (Foto: DETAIL/Istimewa)

DETAIL.ID, Jember – ASN Satpol PP Kabupaten Jember, Siti Nurus Syamsiyah, jatuh saat menjalankan verifikasi faktual (verval) data kemiskinan di Kecamatan Sumberjambe, Senin, 20 April 2026.

Peristiwa itu terjadi saat Siti menuju lokasi tugas pada malam hari menggunakan sepeda motor roda tiga yang telah dimodifikasi.

Kondisi medan yang terjal dan minim pencahayaan membuat kendaraan yang dikendarainya kehilangan tenaga saat menanjak.

“Kan sudah magrib jadi saya enggak paham medan, terus ketinggiannya itu sekitar 45 derajat kemiringannya. Nah, saya sudah mau nanjak gitu sepedanya kan roda tiga,” katanya saat ditemui di ruang IGD RS dr. Soebandi.

Ia menguraikan, kurangnya ancang-ancang membuat kendaraan tidak mampu menanjak dan justru mundur tak terkendali meski sudah direm.

“Mungkin kecepatan dari bawah itu kurang karena saya tidak tahu medannya. Akhirnya mundur, saya rem tetap enggak bisa. Sepedanya miring ke kiri terus jatuh,” ujarnya.

Siti menjalankan tugas tersebut setelah mendapat izin dari atasan usai apel pagi.

Ia menyatakan kesiapan mendukung program pemerintah daerah dalam penuntasan data kemiskinan, dengan catatan aspek keselamatan petugas menjadi perhatian.

“Harapannya kalau perempuan jangan jauh-jauh (lokasi tugasnya), yang dekat-dekat saja. Kalau laki-laki mungkin beda lagi cara kerjanya,” ucapnya.

Pj. Sekda Jember, Akhmad Helmi Luqman, merespons insiden itu dengan menyampaikan apresiasi kepada ASN yang terlibat dalam proses verval di lapangan.

“Saya apresiasi dan ucapkan terima kasih kepada semua ASN yang sudah melaksanakan verifikasi data dengan penuh sukacita dan duka di lapangan. Ini menunjukkan semangat bahwa ASN terpanggil peduli terhadap warga miskin di Jember,” tuturnya.

Pemerintah Kabupaten Jember menyiapkan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan verval berjalan lebih aman dan efisien.

Helmi meminta OPD mengatur pembagian tugas jika ada ASN yang memiliki keterbatasan fisik atau usia.

“Kami sampaikan kepada OPD-OPD, misalkan keberatan karena sakit atau sudah sepuh, nanti verval bisa diwakilkan kepada rekan kerjanya yang lain. Masa sih temannya enggak bisa bantu? Yang penting datanya dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyebut penyesuaian lokasi tugas akan kembali dikaji agar lebih dekat dengan domisili petugas.

“Nanti kita evaluasi untuk didekatkan dengan posisi rumahnya. Sebetulnya sudah dilakukan, cuma karena terlalu banyak warga miskin di pinggiran, akhirnya mau tidak mau kita melibatkan rekan-rekan ASN,” tuturnya.

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs