DETAIL.ID, Jakarta – Hal yang dinilai mustahil bagi manusia saat ini menjadi semakin dapat dilakukan dengan kemungkinan besar dikarenakan pesatnya perkembangan teknologi pada saat ini. Salah satunya untuk tinggal dan bekerja di bulan.
Seorang pejabat Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) menuturkan manusia akan bisa hidup dan bekerja di Bulan pada tahun 2030. Untuk itu, NASA berencana mengirimkan tim untuk bisa tinggal dan bekerja di bulan.
“Kami akan mengirimkan orang ke permukaan (bulan) dan mereka akan tinggal di permukaan itu dan melakukan penelitian sains,” kata Howard Hu selaku pemimpin program pesawat ruang angkasa Orion untuk NASA kepada BBC sciencealert, Rabu, 23 November 2022.
Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, kini hal yang sebelumnya dinilai mustahil menjadi semakin dapat dilakukan. Salah satunya adalah untuk tinggal dan bekerja di bulan.
Seorang pejabat Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) mengatakan manusia akan bisa hidup dan bekerja di Bulan pada tahun 2030. Untuk itu, NASA berencana mengirimkan tim untuk bisa tinggal dan bekerja di bulan.
“Kami akan mengirimkan orang ke permukaan (bulan) dan mereka akan tinggal di permukaan itu dan melakukan penelitian sains,” kata Howard Hu selaku pemimpin program pesawat ruang angkasa Orion untuk NASA kepada BBC sebagaimana dikutip detikcom dari sciencealert, Rabu, 23 November 2022.
Proyek ini berawal dari bagaimana NASA berhasil meluncurkan roket Space Launch System atau SLS yang kuat di minggu lalu mengirim pesawat ruang angkasa Orion menuju Bulan.
Peluncuran, yang telah berulang kali sempat ditunda ini menjadi awal misi Artemis NASA yang merupakan langkah besar pertama untuk menempatkan manusia kembali ke Bulan setelah absen hampir 50 tahun.
Adapun Orion yang diluncurkan kali ini bertujuan untuk menguji kemampuannya membawa kapsul ke Bulan dan kembali ke Bumi.
Harapan penerbangan selanjutnya akan dapat membawa astronot bersamanya saat mengelilingi benda langit.
Jika semuanya berjalan lancar, pesawat ruang angkasa yang sama kemudian akan digunakan untuk menempatkan manusia pertama di permukaan bulan sejak 1972, termasuk astronot wanita pertama.
Rencana saat ini adalah para kru mendarat di dekat kutub selatan bulan, di mana mereka akan menghabiskan waktu sekitar satu minggu untuk mencari tanda-tanda air.
Jika cairan yang berharga itu ditemukan, maka mereka bisa menggunakannya sebagai bahan bakar roket dalam perjalanan ke Mars.
Ini berarti NASA perlu membangun pemukiman manusia permanen di bulan untuk mendukung kegiatan pertambangan dan ilmiah di sana.
“Ini adalah langkah pertama yang kami ambil untuk eksplorasi ruang angkasa dalam jangka panjang, tidak hanya untuk Amerika Serikat tetapi juga untuk dunia,” kata Hu kepada wartawan BBC Laura Kuenssberg.
Discussion about this post