Connect with us
Advertisement

NASIONAL

6 Jenis Pukulan dalam Permainan Bulu Tangkis, Servis hingga Netting

DETAIL.ID

Published

on

Seorang pemain harus menguasai jenis-jenis pukulan dalam permainan bulu tangkis agar dapat menempatkan kok dengan tepat sasaran dan mencetak poin.

Jakarta — Bermain bulu tangkis tak sekadar memukul kok (shuttlecock) ke arah lawan. Seorang pemain badminton mesti mampu menguasai teknik pukulan agar mampu menempatkan kok dengan tepat target dan mencetak poin.

Lantas, apa saja sih jenis-jenis pukulan dalam permainan bulu tangkis?

Dalam permainan olahraga badminton terdapat beragam teknik yang perlu dikuasai. Mulai dari teknik memegang raket, teknik gerak kaki, sampai teknik pukulan dengan raket.

Menguasai beragam jenis pukulan dalam bulu tangkis tentu akan memudahkan pemain saat dihadapkan dengan beragam situasi sekaligus memperbesar kesempatan untuk menang.

Dikutip dari Modul Pembelajaran Sekolah Menengan Atas Kelas X Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan perihal Permainan Bulu Tangkis (2020), berikut jenis atau macam-macam pukulan dalam permainan badminton.

1. Pukulan servis

Pukulan servis atau serve ialah pukulan pembuka dalam sebuah permainan bulu tangkis. Servis dilakukan dengan cara mengarahkan shuttlecock ke arah pemain musuh, baik itu dengan pukulan forehand ataupun backhand.

Servis menjadi pukulan yang penting dalam bulu tangkis. Sebab, jikalau pemain melaksanakan kesalahan servis–contohnya kok gagal melintasi net, fault, maupun keluar bidang permainan–maka musuh akan otomatis menerima poin.

Ada tiga jenis pukulan servis badminton, ialah servis pendek, servis panjang, dan flick serve.

  • Servis pendek: Servis pendek sering dilaksanakan pada permainan ganda. Servis pendek bermaksud untuk mendaratkan kok di bersahabat net sehingga menjadikan pengembalian kok menjadi naik, bahkan menciptakan musuh kesulitan mengembalikannya.
  • Servis panjang: Servis panjang dijalankan dengan menghantam kok dari bawah dan diarahkan ke bab belakang atas lapangan permainan musuh. Biasanya servis panjang dikerjakan dalam permainan tunggal. Servis panjang dijalankan dengan pukulan forehand.
  • Flick serve: Flick serve dikerjakan seperti servis pendek dengan backhand, namun bahwasanya kok dipukul kencang semoga melonjak ke bab belakang lawan. Jenis servis ini dapat memperdaya musuh dan sering dipraktekkan dalam permainan ganda.

2. Pukulan lob

Pukulan lob dilaksanakan dengan cara menghantam kok agar bisa melonjak setinggi mungkin dan jatuh di lapangan area belakang musuh. Pukulan lob penting dalam teladan pertahanan maupun penyerangan.

Cara melaksanakan pukulan lob adalah dengan bangun tegak dan rileks. Kemudian posisi tubuh ditempatkan di belakang kok, sambil mengayunkan raket ke arah depan atas.

Pukulan lob memberi potensi pemain untuk memperbaiki posisinya. Selain itu, lob yang dilaksanakan secara intens bisa menciptakan lawan kewalahan dan cepat lelah.

3. Pukulan smash

Jenis pukulan dalam permainan bulu tangkis berikutnya adalah smash. Smash yaitu pukulan yang dikerjakan dengan segera, keras, dan terukur dari posisi kok berada di atas meluncur tajam menukik ke arah bawah lawan.

Dengan kata lain, smash cuma memberi sedikit waktu untuk lawan bersiap mengembalikan kok. Smash tergolong bentuk pukulan serangan yang dikerjakan untuk mematikan lawan.

Untuk menciptakan pukulan smash yang keras dan akurat, dibutuhkan kekuatan dari bahu, lengan, dan daya ledak otot tungkai. Smash mampu dilaksanakan dengan posisi bangkit tegak maupun sambil melompat (jumping smash).

Pukulan smash mempunyai berbagai jenis, adalah smash sarat , smash potong, melingkar di atas kepala (around the head), dan smash backhand.

4. Pukulan dropshot

Dropshot ialah pukulan menyerang dengan menjatuhkan kok sedekat mungkin dengan net pada area lawan. Sekilas dropshot mirip dengan smash, tetapi perbedaannya pada pada posisi raket saat akan melaksanakan pukulan.

Apabila pukulan smash dijalankan dengan kekuatan sarat , pada pukulan dropshot hanya dengan dorongan dan posisi raket di samping pundak. Pukulan dropshot ini mampu mematikan langkah lawan jikalau disertai dengan gerak mendustai.

Pukulan dropshot atas terdiri atas dua macam, adalah over head dropshot dan under hand dropshot.

5. Pukulan drive

Pukulan drive yakni pukulan mendatar yang dilaksanakan dengan segera, dan kok meluncur sedekat mungkin di bibir net. Pukulan drive bisa diarahkan lurus ke depan maupun menyilang, baik dengan teknik forehand maupun backhand.

Pukulan drive digunakan untuk menyingkir dari serangan sekaligus memaksa musuh melambungkan kok. Sebab, kok yang datang dengan arah mendatar membuat pemain musuh jadi tidak mempunyai peluang menyerang dengan pukulan overhead.

6. Pukulan netting

Netting yaitu pukulan yang dilaksanakan di depan biar kok jatuh setipis mungkin jaraknya dengan net di daerah lawan. Netting dikerjakan dengan cara memukul kok dengan sentuhan yang halus dan sedikit melintir.

Permainan netting dalam bulu tangkis ini bukanlah teknik yang mudah. Sebab, kombinasi posisi raket, kok, dan pergelangan tangan yang sempurna, serta ketelitian sangat memengaruhi kesuksesan dari netting.

Jika gagal melaksanakan netting, kok tidak mampu melintas atau menyangkut di net pada bidang lapangan sendiri.

Demikian penjelasan jenis-jenis pukulan dalam permainan bulu tangkis. Untuk mampu menguasai semua teknik dasar pukulan tersebut, kamu perlu sering berlatih hingga bisa bermain badminton dengan baik.

(fef)

NASIONAL

Soroti Kasus Guru, Anggota DPR Minta Kasus Guru SMK 3 Tanjabtim Diselesaikan dengan Seksama

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Anggota Komisi III DPR RI, Hinca Panjaitan menekankan agar guru-guru di Indonesia tidak ragu untuk bertindak dalam melakukan pengajaran. Sebab guru bertanggungjawab dalam memajukan peserta didiknya. Murid juga harus punya etik baik, menghormati guru-gurunya.

‎Hal tersebut ia sampaikan usai kunjungan kerja rombongan Komisi III DPR RI ke Polda Jambi dengan agenda monitoring pelaksanaan KUHAP dan KUHP baru pada Kamis, 22 Januari 2026.

‎Terkait kasus guru bernama Tri Wulansari yang kemarin dihentikan pendidikannya lewat skema Restorstif Justice setelah viral di berbagai media massa dan jadi pembahasan saat RDP di Komisi III. Hinca Panjaitan mengapresiasi tindak lanjut dari jajaran Polda dan Kejati Jambi.

‎”Hari ini kami kemari, setelah kami dengar penjelasan dari Kapolda dan Kajati. Kasus ibu Tri Wulansari kita anggap selesai, karna sudah diselesaikan dengan baik menurut tatacara KUHAP kita yang baru,” ujar Hinca.

‎Anggota Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu pun berharap, kasus guru Tri Wulansari menjadi pembelajaran baik ke depan. Lebih jauh, dia meminta agar semua pihak punya rasa tanggung jawab dalam menjaga sistem pendidikan. Salah satunya dengan memberi rasa hormat yang baik antara murid dengan guru dan juga sebaliknya.

‎”Murid juga harus punya etika yang baik menghormati guru-gurunya,” katanya.

‎Sementara itu terkait Guru SMK 3 Tanjungjabung Timur, Agus Saputra yang kini saling lapor polisi dengan muridnya di Polda Jambi. Hinca Panjaitan menegaskan kepada aparat penegak hukum di wilayah Provinsi Jambi untuk menyelesaikan kasus ini dengan sebaiknya.

‎”Kita serahkan kepada APH untuk diselesaikan juga dengan baik dan seksama. Kita punya KUHAP baru, kita punya KUHP baru. Silahkan itu dipakai. Ini jadi contoh yang kita lakukan di komisi III,” katanya.

‎Terakhir, anggota Komisi III DPR RI itu mengajak kepada aparat penegak hukum maupun elemen masyarakat untuk bersama-sama mengawal, pelajari, dan mengimplementasikan semangat KUHAP dan KUHP baru.

‎”Rekomendasi kita, kawal, pelajari dan implementasikan semangat KUHP baru, semangat KUHAP baru,” tuturnya.

Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

NASIONAL

Formasi Siswa SMA Kolese De Britto: Menempa Karakter Melalui Adaptasi, Sosialisasi, dan Internalisasi

DETAIL.ID

Published

on

Kegiatan formasi studi ekskursi untuk kelas X. (ist)

DETAIL.ID, Yogyakarta – SMA Kolese De Britto Yogyakarta kembali menyelenggarakan kegiatan formasi siswa sebagai bagian integral dari proses pendidikan dan pembentukan karakter.

Kegiatan formasi ini dilaksanakan selama empat hari, Senin – Kamis, 12–15 Januari 2026, dan wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Melalui rangkaian kegiatan yang terstruktur dan kontekstual, sekolah berupaya menumbuhkan pribadi-pribadi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara personal, sosial, dan spiritual.

Untuk siswa kelas X, kegiatan formasi diwujudkan dalam bentuk “studi ekskursi” yang dilaksanakan di 24 tempat berbeda. Studi ekskursi ini dirancang sebagai sarana pembelajaran kontekstual sekaligus proses pengenalan dan penyesuaian diri terhadap lingkungan sekolah serta realitas kehidupan yang lebih luas.

Nilai utama yang diperjuangkan pada tahap ini adalah adaptasi, di mana para siswa diajak belajar mengenali diri, membangun kemandirian, serta mengembangkan sikap terbuka terhadap perbedaan dan pengalaman baru. Melalui interaksi langsung dengan berbagai situasi dan konteks, siswa kelas X dilatih untuk berani keluar dari zona nyaman dan mulai membangun fondasi kepribadian sebagai bagian dari komunitas Kolese De Britto.

Sementara itu, siswa kelas XI mengikuti kegiatan “live in sosial” yang dilaksanakan di lima kota. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata bagi siswa untuk hidup bersama masyarakat dan mengalami langsung dinamika sosial yang ada. Masa ini dipahami sebagai tahap sosialisasi, di mana siswa diajak untuk semakin peka terhadap persoalan sosial, belajar bekerja sama, serta menumbuhkan semangat empati dan solidaritas.

Kegiatan formasi live in sosial untuk kelas XI. (ist)

Kegiatan formasi live in sosial untuk kelas XI. (ist)

Dengan terjun langsung ke tengah masyarakat, para siswa tidak hanya belajar tentang kehidupan sosial, tetapi juga merefleksikan peran dan tanggung jawab mereka sebagai pribadi muda yang terpanggil untuk peduli dan terlibat aktif dalam kehidupan bersama.

Adapun siswa kelas XII mengikuti kegiatan “retret” yang dilaksanakan di sembilan tempat. Retret menjadi puncak dari proses formasi siswa di SMA Kolese De Britto dengan menekankan nilai internalisasi. Dalam suasana hening, reflektif, dan mendalam, para siswa diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup, proses pendidikan yang telah dijalani, serta arah dan pilihan hidup ke depan.

Kegiatan ini membantu siswa menginternalisasi nilai-nilai yang telah mereka pelajari selama menempuh pendidikan, sehingga menjadi bagian dari sikap hidup dan dasar dalam mengambil keputusan di masa depan.

Secara keseluruhan, kegiatan formasi ini merupakan salah satu sarana strategis SMA Kolese De Britto Yogyakarta dalam membentuk karakter siswa secara utuh dan berkelanjutan.

Dengan tahapan “adaptasi” di kelas X, “sosialisasi” di kelas XI, dan “internalisasi” di kelas XII, sekolah menegaskan komitmennya untuk mendampingi setiap siswa dalam proses pertumbuhan menjadi pribadi yang matang, bertanggung jawab, dan siap mengabdikan diri bagi sesama serta masyarakat luas.

Continue Reading

NASIONAL

Natalan Keluarga Besar SMA Kolese De Britto: Terang Kristus, Harapan bagi Dunia

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Yogyakarta – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menggelar perayaan Natal keluarga besar dengan tema “Terang Kristus Harapan Bagi Dunia” pada Sabtu, 10 Januari 2026. Bertempat di kawasan alam terbuka Banyu Sumilir, Pakem, Sleman, kegiatan ini diikuti oleh para guru, karyawan, pensiunan, pengurus Yayasan beserta keluarga dalam suasana hangat, akrab, dan penuh sukacita Natal. Perayaan ini menjadi momentum kebersamaan lintas generasi yang meneguhkan semangat persaudaraan serta iman dalam terang Kristus.

Rangkaian acara diawali dengan Perayaan Ekaristi Natal yang menjadi pusat dan sumber seluruh perayaan yang dipimpin oleh Romo Agustinus Sugiyo Pitoyo SJ, Aluisius Dian Permana SJ, dan Agustinus Wahyu Dwi Anggoro SJ. Dalam suasana alam yang sejuk dan hening, Misa dirayakan dengan khidmat sebagai ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan sepanjang tahun sekaligus harapan baru bagi keluarga besar SMA Kolese De Britto. Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan pembukaan acara melalui lantunan lagu-lagu Natal yang dibawakan secara meriah, menghidupkan kembali sukacita kelahiran Sang Juru Selamat di tengah komunitas.

Acara kemudian berlanjut dengan pengantar dari MC yang mengajak seluruh peserta memasuki makna Natal sebagai peristiwa iman dan kebersamaan. Sambutan Ketua Yayasan De Britto Romo Agustinus Sugiyo Pitoyo SJ, “menyampaikan bahwa Natal bukan hanya perayaan seremonial, melainkan panggilan untuk menghadirkan terang Kristus dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas. Nilai harapan, kepedulian, dan pelayanan ditegaskan sebagai spirit yang perlu terus dihidupi oleh seluruh komunitas De Britto,” ujarnya.

Suasana semakin hangat dan penuh kegembiraan saat pembagian hadiah Natal untuk anak-anak. Tawa dan keceriaan anak-anak menjadi tanda nyata bahwa Natal sungguh membawa sukacita bagi semua. Kegiatan dilanjutkan dengan perkenalan pegawai beserta keluarga baru yang bergabung dalam keluarga besar SMA Kolese De Britto. Momen ini menjadi sarana mempererat relasi, menumbuhkan rasa memiliki, serta memperkuat ikatan sebagai satu komunitas pendidikan yang guyub dan saling mendukung.

Keseruan acara semakin terasa melalui pengundian lima doorprize utama yang dinanti-nantikan oleh para peserta, antara lain sepeda motor, sepeda listrik, kulkas, smart TV, kambing dll. Selain itu, berbagai permainan seru untuk keluarga dan anak-anak turut memeriahkan suasana, menghadirkan tawa, kebersamaan, dan “bonus kebahagiaan” bagi seluruh peserta. Tidak hanya itu, panitia juga menyediakan beragam fasilitas pendukung, seperti kolam renang khusus anak-anak serta kolam pemancingan ikan yang dapat dinikmati bersama keluarga.

Kebersamaan semakin lengkap dengan acara makan siang bersama yang disertai hiburan dan ramah tamah. Dalam suasana santai dan penuh keakraban, para peserta saling berbagi cerita, mempererat persaudaraan, dan merayakan Natal sebagai keluarga besar. Menariknya bingkisan untuk setiap keluarga yang hadir, sebagai ucapan terima kasih atas partisipasinya, pengundian bingkisan dilakukan secara digital, menambah nuansa kekinian dalam perayaan yang tetap sarat makna.

Seluruh rangkaian acara ditutup dengan doa penutup sebagai ungkapan syukur atas kelancaran kegiatan serta harapan agar terang Kristus sungguh menjadi sumber kekuatan dan pengharapan bagi dunia. Perayaan Natal keluarga besar SMA Kolese De Britto ini tidak hanya menjadi ajang perjumpaan, tetapi juga peneguhan iman dan komitmen untuk terus menghadirkan kasih, damai, dan harapan dalam setiap karya pendidikan dan pelayanan.

Continue Reading
Advertisement Advertisement
Advertisement ads

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs