Connect with us
Advertisement

NASIONAL

12 Istilah Gaul yang Berbau-bau Seksual, Jangan Asal ‘Oke’ Saja

Published

on

Masih ingat kisruh FWB yang sempat ramai beberapa waktu lalu? Kini sudah semakin banyak istilah kekinian yang menjurus ke arah seksual.

Jakarta — Masih ingat kisruh FWB yang sempat ramai beberapa waktu lalu? Tak dimungkiri, kehadiran berbagai media sosial mendorong munculnya berbagai istilah yang mungkin asing di telinga orang Indonesia.

Kini sudah semakin banyak istilah kekinian yang menjurus ke arah seksual.

Teranyar, ada istilah ‘body count’ yang ramai diperbincangkan dunia maya. Selain itu ada juga istilah PMO, FWB, hingga Netflix and chill kerap berseliweran di tengah warganet.

Merangkum berbagai sumber, berikut beberapa istilah kekinian seputar seks yang patut diketahui.

1. Body count

Bahasa gaul ‘body count’ memiliki arti jumlah orang yang sudah pernah diajak berhubungan seksual. Istilah ini dipakai para pengguna TikTok untuk menanyakan berapa jumlah orang yang sudah berhubungan badan dengan pengguna lainnya.

Beberapa konten yang menggunakan istilah tersebut mengundang banyak respons negatif sebab telah menginvasi ranah pribadi seseorang, apalagi yang tidak dikenal sama sekali.

2. PMO

PMO merupakan singkatan dari bahasa Inggrisporn, masturbate, dan orgasm. Istilah ini dikenal sebagai siklus antara pornografi, masturbasi, dan orgasme yang dilakukan seseorang.

Kegiatan ini disinyalir dapat ‘memakan korban’ secara moral dan psikologi karena menyebabkan kecanduan. Sehingga, istilah PMO merujuk pada aktivitas seksual untuk kesenangan pribadi.

3. Netflix and chill

Istilah ini merupakan bahasa gaul sebagai eufemisme ajakan untuk aktivitas seksual, baik sebagai bagian dari hubungan romantis atau seks kasual (bebas). Istilah ‘Netflix and chill’ kerap menjadi meme di dunia maya karena sering digunakan kalangan remaja.

Istilah ‘Netflix and chill’ biasanya ditangkap sebagai kode untuk dua orang yang akan pergi ke rumah dan bercinta atau melakukan tindakan seksual lainnya.

4. FWB

FWB merupakan singkatan dari bahasa Inggris friends with benefits. Hal ini merujuk pada hubungan pertemanan yang melibatkan aktivitas seksual. ‘Benefits’ di sini mengarah pada kepuasan seksual yang didapatkan satu sama lain.

5. VCS

VCS adalah akronim darivideo call sex. Istilah ini menandakan aktivitas seksual melalui medium panggilan video. VCS biasanya dilakukan oleh pasangan jarak jauh.

6. Rimming

Istilah ‘rimming’ merujuk pada salah satu kegiatan seksual yakni seks oral atau seks antara mulut dan organ sekitar kelamin yang bisa memberikan rangsangan dan kepuasan seksual.

Biasanya, ‘rimming’ merupakan aksi merangsang area anus menggunakan lidah. Aktivitas ini hanya bisa dilakukan selama melakukannya dengan aman dan bersih. Sebab jika tidak, ada berbagai risiko penyakit yang bisa terjadi.

7. SW

SW merupakan akronim dari sex worker. Secara harfiah, istilah ini berarti ‘pekerja seks’ yang menjajakan diri secara online.

Pasalnya TikTok merupakan platform strategis untuk para pekerja seks lantaran pengguna bisa melakukan video streaming. Ada pula dari mereka yang menjual video pribadi atau menjajakan jasa video call seks.

8. Vanilla sex

Istilah ini merupakan hubungan seks tanpa melibatkan properti apa pun, aktivitas yang tidak neko-neko, atau masih berada di jalur aktivitas seksual yang umum diketahui masyarakat.

9. Open BO

Istilah BO atau booking online tidak lagi digunakan sebatas untuk menggambarkan tindakan memesan atau reservasi suatu layanan atau barang. Istilah ini kini merujuk pada kegiatan menyewa atau memesan perempuan atau laki-laki untuk diajak berkencan.

Itulah sebabnya istilah open BO sering dianggap sebagai kode dalam dunia prostitusi.

10. ONS

ONS merupakan singkatan dari one night stand atau yang berarti cinta satu malam. Aktivitas ini merupakan hubungan seks yang dilakukan dengan orang yang baru dikenal, cukup sekali lalu hilang begitu saja.

11. Thanks Base

Kata thanks base ini sebenarnya dianggap sama seperti one night stand dengan orang di dunia maya. Jadi apa bedanya dengan one night stand, thanks base, dan friends with benefit?

Ketiga hubungan ini sejatinya sama-sama seperti hubungan tanpa status yang diselimuti dengan perilaku seks bebas.

“Hubungan ini sering dilihat sebagai cara praktis untuk mendapatkan hubungan seks kasual dan menarik banyak orang karena mereka bisa memperoleh pengalaman seksual tanpa komitmen,” kata can Raalte di laman Psychology Today.

12. Sleepover date

Beberapa waktu lalu muncul unggahan netizen yang menyebut sleepover date dan pasangan yang memasak untuknya. Sleepover date artinya kencan yang dilakukan sembari menginap di rumah pasangan atau kekasih.

Dalam unggahan juga disebutkan betapa gemas perempuan yang mengenakan baju laki-laki atau pasangannya.

Sontak ini unggahan ini mendapat respons beragam. Mungkin awalnya ingin memancing bahasan lucu tetapi justru pengirim unggahan ‘dirujak’ netizen. Sebagian menyebut sleepover date tak ada bedanya dengan kumpul kebo.

(del/chs)

NASIONAL

Kolaborasi Pendidikan Global: Chungbuk University Korea Selatan Kunjungi SMA Kolese De Britto Yogyakarta

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Yogyakarta – SMA Kolese De Britto Yogyakarta menerima kunjungan akademik dari Chungbuk National University, Korea Selatan, yang berlangsung selama 2–6 Februari 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari penguatan jejaring Internasional sekaligus ruang pembelajaran lintas budaya dalam dunia pendidikan.

Selama hampir sepekan, delegasi Chungbuk University terlibat langsung dalam berbagai agenda utama, mulai dari praktik mengajar di kelas-kelas, workshop pengembangan profesional guru, hingga kegiatan City Tour budaya Yogyakarta bersama siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto.

Pada agenda praktik mengajar, para dosen dan mahasiswa Chungbuk University berinteraksi langsung dengan siswa di berbagai kelas. Kegiatan ini menjadi sarana pertukaran pendekatan pedagogis, memperkenalkan perspektif pendidikan global, sekaligus membangun suasana belajar yang dialogis dan kolaboratif.

Puncak kegiatan akademik dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026, melalui Workshop Guru yang berlangsung pukul 13.30–15.00 WIB. Workshop ini diikuti oleh para guru SMA Kolese De Britto dan difokuskan pada pengembangan praktik pembelajaran, refleksi pedagogi, serta berbagi pengalaman pendidikan antara Indonesia dan Korea Selatan. Suasana workshop berlangsung dinamis, penuh diskusi, dan saling memperkaya wawasan profesional pendidik.

Selain agenda akademik, delegasi Chungbuk University juga diajak mengenal kekayaan budaya Yogyakarta melalui City Tour pada Kamis, 5 Februari 2026, pukul 10.00–16.00 WIB. Bersama perwakilan siswa dan pembimbing SMA Kolese De Britto, rombongan mengunjungi Keraton Yogyakarta dan Museum Sonobudoyo. Kegiatan ini menjadi ruang perjumpaan lintas budaya, di mana nilai-nilai sejarah, tradisi, dan kearifan lokal Yogyakarta diperkenalkan secara langsung kepada tamu Internasional.

Kunjungan ini tidak hanya memperkuat kerja sama antar lembaga pendidikan lintas negara, tetapi juga sejalan dengan semangat pendidikan humanis yang dihidupi SMA Kolese De Britto, pendidikan yang membuka diri pada dunia, membangun dialog, serta menumbuhkan sikap saling menghargai dalam keberagaman.

Kunjungan Chungbuk University menegaskan komitmen SMA Kolese De Britto Yogyakarta untuk menghadirkan pendidikan yang berwawasan global, reflektif, dan berakar pada nilai kemanusiaan.

Continue Reading

NASIONAL

MBG di Muaro Jambi Bikin 104 Orang Masuk Rumah Sakit, Kanreg BGN Jambi Bilang Begini…

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Jambi dibikin heboh oleh insiden keracunan massal sejumlah pelajar di lingkup Kecamatan Sekernan dan Sengeti, Kabupaten Muara Jambi, Jumat 30 Januari 2026.

‎Hingga sekira pukul 21.30, pihak RSUD Ahmad Ripin mencatat terdapat sebanyak 104 pelajar dari berbagai sekolah mulai dari TK, SD, SMP, dan SMA. Selain itu ada pula Guru dan Balita mengalami keracunan makanan.

‎Penyebabnya diduga kuat dari konsumsi soto, menu MBG yang disajikan oleh SPPG Sengeti. Pihak Pemprov Jambi lewat Satgas Pangan pun mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sekentara SPPG yang dikelola oleh Yayasan Aziz Rukiyah Aminah.

‎Soal ini Kepala Regional (Kanreg) BGN Provinsi Jambi, Adityo mengklaim bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Muaro Jambi juga Provinsi Jambi dan BPOM untuk melakukan uji lab atas sampel makanan.

‎”Kita masih nunggu hasil dari pengecekan lab. Yng dicek itu dari sampel makanan dan air,” ujar Adityo, Jumat 30 Januari 2026, di RSUD Ahmad Ripin.

‎Kalau menurut Kanreg BGN Jambi itu, insiden keracunan yang terjadi di Muara Jambi merupakan kali pertama dalam pelaksanaan MBG di Provinsi Jambi. Kepada murid, wali murid serta pihak terdampak lainnya. Dia pun menyampaikan permohonan maaf.

‎Untuk tindak lanjut dari BGN sendiri, SPPG Sengeti dihentikan sementara sembari hasil investigasi penyebab keracunan massal terungkap. Penyaluran terhadap 28 sekolah oleh SPPG Sengeti pun disetop sementara.

‎Disinggung terkait hasil pengecekan sementara, Adityo menolak untuk berkomentar dengan dalih bahwa saat ini investigasi masih dilakukan. Soal standar operasional masing-masing SPPG di Provinsi Jambi, dia mengklaim semua yang beroperai sudah tersertifikasi.

‎”Yang operasional itu semua sudah menggunakan sertifikasi Laik Higiene Sanitasi. Jadi memang kita memang sudah sesuai standar yang berlaku,” katanya.

‎Sementara untuk prosedur pengolahan dan penyajian makanan, Adityo kembali mengklaim bahwa semua sudah sesuai SOP yang berlaku meskipun ia tak menjelaskan secara detail SOP yang dimaksud.

‎Berdasarkan pengakuan masyarakat di RSUD Ahmad Ripin terdapat pelajar yang membawa pulang jatah MBG nya, kemudian dikonsumsi oleh keluarga. Selain itu terdapat juga guru yang turut mencicip makanan MBG.

Disini Adityo bilang kalau serah terima jatah MBG dilakukan pada penerima manfaat yang terdata. “Jadi kalau memang sudah nyampe di sekolah memang itu balik lagi ke pihak sekolahnya,” katanya.

‎Lantas bagaimana pengawasan dari BGN Regional terhadap pelaksanaan MBG di daerah-daerah? Disini Kanreg BGN Jambi lagi-lagi menekankan soal sertifikasi Laik Higiene Sanitasi.

‎Dengan insiden di SPPG Sengeti, Adityo menolak untuk sertifikasinya diragukan. Kata dia, bukan diragukan, berarti ada pelaksanaan SOP nya yang kurang berjalan dengan baik oleh pihak SPPG.

‎Dari insiden ini, Adityo mengklaim bahwa sudah terdapat banyak hal untuk melakukan pencegahan mulai dari penentuan menu makanan, pemilihan bahan baku hingga seluruh hal teknis harus sesuai SOP yang berlaku.

‎”Kali ini fatal. Karna kalau saya pribadi, apapun yang terjadi klau memang sudah ada yang terdampak itu fatal. Mkanya saya pribadi sebagai Kepala Regional memohon maaf atas kejadian ini,” katanya.

‎Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading

NASIONAL

Terus Bertambah! Korban Keracunan MBG dari SPPG Sengeti Kini Sudah 102, Ada Balita Hingga Guru

DETAIL.ID

Published

on

DETAIL.ID, Jambi – Jumlah korban  keracunan MBG dari SPPG Sengeti terus bertambah, terbaru Sekda Muaro Jambi Budi Hartono didampingi Kadinkes Aang Hambali menyampaikan bahwa tercatat 102 korban yang sudah mendapat perawatan medis di RSUD Ahmad Ripin, Jumat malam 30 Januari 2026.

‎”Saat ini sudah terdata tadi 102 anak dari TK SD SMP, ada 1 orang SMA. Ada juga anak-anak yang itu kakaknya membawa makanan ke rumah terus dimakan sama adiknya, kena. Ada juga beberapa orang guru, kena juga,” ujar Sekda Budi, Jumat malam, 30 Januari 2026.

‎Lebih lanjut Sekda Muara Jambi itu menyampaikan terdapat 2 Balita yang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher. Prtama berusia 1 tahun 4 bulan kedua 2 tahun 9 bulan.

‎Berdasarkan pemantauan sementara Pemkab Muara Jambi, penanganan terhadap korban keracunan MBG dapat tertangani sejauh ini. RSUD Ahmad Ripin disebut mengerahkan seluruh tenaga medisnya untuk melayani korban keracunan MBG.

‎Imbas insiden keracunan kali ini, operasional SPPG Sengeti dihentikan sementara berdasarkan hasil rapat bersama pihak BGN dan juga Pemerintah Provinsi Jambi.

‎”kemudian sampel makanan itu yang ada di dapur maupun di sekolah-sekolah akan diteliti nanti di labor kita. Setelah itu nanti akan kita investigasi dimana ini kelalaiannya,” katanya.

‎Terkait sanksi, menurut Sekda hal tersebut menjadi domain dari BGN RI.
‎Sementara itu pihak SPPG Sengeti ketika dikunjungi oleh awak media terkesan tertutup. Beberapa kendaraan roda dua dan 4 tampak mejeng depan SPPG.

‎Namun pihak keamanan mengatakan bahwa tidak ada pihak berwenang yang dapat memberi keterangan.

‎”Tadi dari Polres sama dari Dinkes udah datang. Sampel udah diambil,” ujar security SPPG Sengeti.

‎Informasi dihimpun, bahwa SPPG Sengeti dibawah Yayasan Aziz Rukiyah Aminah melayani 28 sekolah dengan 3400 porsi MBG bagi sekolah di Kecamatan Sekernan dan Sengeti.

‎Reporter: Juan Ambarita

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs