DAERAH
Puasa ke-10, Koramil 07/Sungai Manau Bagi-bagi Takjil
Merangin – Bulan Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Banyak dari kelompok masyarakat hingga instansi pemerintah berbagi rezeki kepada masyarakat sekitar. Tak ketinggalan juga para Babinsa Koramil 07/Sungai Manau Kodim 0420/Sarko beserta Ibu-ibu Persit mengadakan kegiatan amal dengan membagikan bingkisan takjil untuk buka puasa.
Pgs. Danramil 07/Sungai Manau Lettu Inf Hengki mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk salah satu bentuk berbagi kepada masyarakat sekitar Koramil Sungai Manau.
“Cara kami berbagai takjil di bulan Ramadan. Semoga dengan kegiatan ini menjadikan bulan Ramadan benar-benar penuh berkah,” kata Hengki.
Bukan hanya berbagi saja. Dengan kehadiran para Babinsa Koramil 07/ Sungai Manau yang ikut turun langsung membagikan kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas diharapkan bisa membuat keamanan dan kenyamanan selama bulan Ramadan bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
”Saya kira dengan kehadiran para Babinsa Koramil 07/Sungai Manau membuat rasa aman di tengah masyarakat. Dan selamat menjalankan ibadah puasa,” ucapnya.
Dari pantauan di lokasi terlihat para warga yang melintas di depan Koramil terlihat senang dan antusias menerima takjil dari Babinsa dan Persit Koramil 07/Sungai Manau, selain warga setempat takjil juga diberikan kepada masyarakat yang melintas di jalan lintas yang menghubungkan Kabupaten Merangin dengan Kabupaten Kerinci/Kota Sungaipenuh.
Reporter: Daryanto
DAERAH
Wujud Empati Sumut, Pj Sekda ‘Ulosi’ Bupati M Syukur
DETAIL.ID, Medan – Hubungan emosional dan solidaritas antara Pemkab Merangin dengan Pemprov Sumatera Utara (Sumut), ditunjukan dalam pertemuan yang berlangsung cukup hangat baru-baru ini di Medan.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap secara khusus memberikan prosesi adat ‘mengulosi’ kepada Bupati Merangin, H M Syukur.
“Prosesi pemakaian Kain Ulos ini sebagai simbol kasih sayang dan apresiasi mendalam kami, kepada Pak Bupati H M Syukur atas empati dan bantuan yang diberikan kepada korban bencana alam di wilayah Sumut,” ujar Pj Sekda Sulaiman Harahap.
Dukungan dari Pemkab Merangin lanjut Pj Sekda, memiliki makna besar bagi masyarakat Sumut, yang sedang berjuang bangkit dari keterpurukan akibat dampak bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumut.
“Terima kasih, bantuan dari Merangin ini menjadi suntikan semangat kami mempercepat proses pemulihan. Saat ini kami masuk tahap transisi, rehabilitasi dan rekonstruksi. Bantuan tersebut membuat kami lebih semangat lagi,” kata Pj Sekda.
Pemberian Kain Ulos kepada Bupati H M Syukur lanjut Pj Sekda, menjadi tanda bahwa Merangin bukan sekadar tetangga bagi Sumut, melainkan saudara yang hadir di masa sulit.
Langkah Bupati Merangin ini diharapkan Pj Sekda, dapat mempererat kerja sama antar kedua daerah dimasa depan, terutama kerjasama dalam hal mitigasi dan penanganan bencana.
Terpisah, bupati Merangin H M Syukur sangat berterima kasih atas pemasangan Ulos yang telah dilakukan Pemprov Sumut kepada dirinya.
“Sekarang ini saya sudah menjadi bagian dari masyarakat Sumut. Terima kasih Pak Pj Sekda Sumut,” ujar Bupati.
DAERAH
Harga Kedelai Meroket, Produksi Tempe di Perajin Jember Menurun
DETAIL.ID, Jember – Perajin tempe Maryono, warga Kelurahan Tegal Besar, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, mengurangi kapasitas produksi harian akibat kenaikan harga kedelai impor yang terus terjadi sejak sebelum pergantian tahun.
Harga tempe terkini mencapai Rp 9.500 per kilogram, sedangkan sebelumnya masih di kisaran Rp 8.500 hingga Rp 9.000 per kilogram.
Kenaikan harga bahan baku tersebut langsung memukul produksi di perajin Maryono.
Dari sebelumnya mampu memproduksi hingga 1,8 kuintal per hari, kapasitas kini turun menjadi sekitar 1 kuintal per hari.
Maryono menyebut, penyesuaian ini dilakukan untuk menekan beban biaya produksi yang semakin berat.
Dampak kenaikan harga juga merembet ke aspek tenaga kerja.
Maryono mengurangi satu pekerja dan kini menjalankan proses produksi secara mandiri.
“Untuk penghasilan saya juga mengurangi karena untuk menambah modal itu. Juga pekerjanya sudah saya kurangi satu, saya kerja sendiri sekarang,” ujarnya.
Di tengah tekanan biaya, harga jual tempe justru tetap dipertahankan.
“Ukuran tempe masih normal, harga masih Rp 5.000. Meskipun sejak Corona itu Rp 5.000 sampai sekarang masih Rp 5.000,” kata Maryono.
Reporter: Zainul Hasan
DAERAH
Merangin Masuk Daftar Prioritas Kemensos, Bupati M. Syukur Perjuangkan Program “Sekolah Rakyat”
DETAIL.ID, Jakarta – Upaya Pemerintah Kabupaten Merangin dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) mendapat angin segar dari Pemerintah Pusat.
Bupati Merangin, M. Syukur, melakukan audiensi khusus dengan Menteri Sosial RI di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026 guna membahas percepatan program pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
Dalam pertemuan tersebut, fokus utama pembicaraan adalah penerapan konsep Sekolah Rakyat.
Program ini dirancang untuk menjangkau anak-anak dari keluarga prasejahtera agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak tanpa terkendala biaya.
Menteri Sosial menyambut positif inisiatif yang dipaparkan oleh Bupati M. Syukur. Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Sosial (Kemensos) menetapkan Kabupaten Merangin sebagai salah satu daerah prioritas penerapan Sekolah Rakyat di Indonesia.
“Akses pendidikan itu sangat penting bagi seluruh lapisan masyarakat. Masih banyak anak-anak kita yang tidak sekolah dan putus sekolah. Maka dari itu, Sekolah Rakyat adalah solusi agar tidak ada lagi anak di Merangin yang putus sekolah hanya karena alasan ekonomi,” ujar Bupati M. Syukur dalam keterangannya.
Program Sekolah Rakyat ini diharapkan membawa perubahan signifikan bagi masyarakat Merangin, di antaranya menekan angka putus sekolah, memberikan jaring pengaman bagi anak-anak di wilayah pelosok dan keluarga miskin, peningkatan kualitas SDM dan kemandirian ekonomi.

