ADVERTORIAL
Hadiri Pertemuan Penting Dengan Presiden Jokowi, Mukti Said Jadikan Ini Momen Instropektif
Merangin – Sebuah pertemuan penting diadakan di Istana Negara pada tanggal 30 Oktober 2023. Tidak hanya sebagai rutinitas formalitas, pertemuan ini menjadi momen introspektif bagi PJ Bupati Merangin, Mukti Said.
Dari foto yang dikeluarkan Istana Negara, terlihat Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Pj Bupati Merangin, Mukti Said. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi dan petinggi daerah dari berbagai wilayah di Indonesia.
Foto yang menangkap momen hangat tersebut menunjukkan Presiden Jokowi mengenakan kemeja batik bermotif putih-biru. Sedangkan Mukti Said mengenakan seragam dinas coklat khas pejabat daerah.
Mereka berdua terlihat akrab dalam pertemuan tersebut. Sementara sejumlah pejabat lainnya tampak tersenyum dan menyaksikan momen tersebut. Atmosfer keakraban dan hormat tampak begitu kental dalam gambar tersebut, menunjukkan keharmonisan hubungan antara kepala negara dengan pejabat daerah.
Terlihat Presiden Jokowi sangat menghargai komunikasi dan kerjasama dengan para pemimpin daerah dalam memajukan Indonesia. Dalam acara tersebut, Presiden RI, Joko Widodo, memberikan beberapa arahan penting mengenai tantangan dan situasi global yang sedang dihadapi Indonesia.
Pandangan mata Mukti Said tampak serius saat Jokowi menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok. Ini menjadi tantangan nyata di lapangan, terutama di daerah Merangin.
“Kendalikan inflasi, jaga stabilitas harga,” ujar Jokowi.
Tak cuma itu saja, fenomena super el nino yang berdampak pada produksi komoditas juga menjadi perhatian khusus. Di Merangin sendiri, dampak perubahan iklim bisa sangat signifikan. Maka, arahan Jokowi untuk waspada terhadap potensi kebakaran menjadi catatan khusus bagi Mukti Said.
Ketika pembicaraan beralih ke reformasi birokrasi, Mukti Said tampak reflektif. Sebagai PJ Bupati, ia sadar betul akan tantangan birokrasi di daerahnya. Penyederhanaan prosedur menjadi kunci utama dalam meningkatkan iklim investasi di Merangin.
Selanjutnya, soal anggaran untuk stimulus ekonomi dan bantuan sosial, Mukti Said tampaknya telah memiliki visi jelas. Mengalokasikan anggaran dengan tepat, serta memberikan dukungan penuh pada program prioritas pemerintah menjadi harapan masyarakat Merangin.
Dalam pertemuan tersebut, Jokowi juga menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam Pemilihan Umum Serentak 2024. Sebagai figur publik, netralitas dan integritas menjadi nilai yang harus dipegang teguh oleh Mukti Said.
Namun, pesan terpenting dari Jokowi adalah tentang kerukunan. Sebagai PJ Bupati, Mukti Said ditantang untuk menjaga kerukunan dan menyelesaikan setiap masalah dengan bijak.
Refleksi Mukti Said dalam pertemuan tersebut bukan hanya soal menghadapi tantangan, tetapi juga tentang bagaimana cara terbaik memajukan daerah Merangin di tengah derasnya arus perubahan.
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



