Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Gubernur Al Haris Resmikan Masjid Raya Baiturrahim Kabupaten Muaro Bungo

Published

on

Muara Bungo – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH meresmikan Masjid Raya Baiturrahim di Desa Rantau Keloyang, Kecamatan Palepat, Kabupaten Bungo, Kamis, 18 Januari 2024.

Peresmian masjid yang terletak di ibukota Kecamatan Palepat ini turut dihadiri Bupati Bungo Mashuri, Ketua DPRD Provinsi Jambi Edi Purwanto dan para tamu undangan lainnya.

Masjid yang diresmikan Gubernur Al Haris yang ditandai dengan penandatanganan prasasti dan penguntingan pita ini salah satu sumber anggaran pembangunannya hibah Pemerintah Provinsi Jambi 2021 lalu sebesar Rp 2 Miliar.

Gubernur Jambi Al Haris pada kesempatan itu mengajak warga setempat bersyukur dengan telah berdirinya masjid megah Baiturrahim tersebut. Selain itu, Gubernur Al Haris juga mengajak warga untuk memakmurkan masjid, baik dengan ramai sholat berjama’ah maupun dengan kegiatan keagamaan lainnya.

“Kita berharap ketika sarana rumah ibadah sudah ada masyarakat menggunakan dengan sebaik-baiknya, dari mulai sholat lima waktu sampai kepada pengajian anak-anak dan sebagainya, ini penting, musyawarah juga baik di masjid. Ketika masjid ini besar, lebar, bagus, kita juga berharap jama’ahnya juga meningkat,” kata Gubernur Al Haris.

“Jangan sampai masjidnya megah, mewah dan besar tapi isinya tidak ada. Saya berharap kedepan umat kita ini cinta masjid dan kembali ke masjid,” kata Gubernur AL Haris.

Sementara itu Bupati Bungo, Mashuri mengucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Gubernur Jambi Al Haris yang sudah hadir di Kabupaten Bungo dan meresmikan Masjid Baiturrahim di Rantau Keloyang.

“Terima kasih banyak kepada Pak Gubernur yang sudah meluangkan waktu untuk hadir di Bungo dan meresmikan Masjid Baiturrahim di Rantau Keloyang ini. Ini masjid megah, mungkin ini masjid kecamatan paling megah di Bungo,” ujar Mashuri.

Sementara itu juga, tokoh masyarakat Rantau Keloyang Kamal HG yang juga anggota DPRD Provinsi Jambi ikut mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Jambi yang sangat merespon pembangunan bidang keagamaan, terkhusus dapat hadir meresmikan langsung Masjid Baiturrahim di Rantau Keloyang.

“Kami tidak bisa mengucapkan kata-kata, semoga Allah SWT membalasnya. Atas bantuan Pemerintah Provinsi Jambi sehingga masjid ini dapat berdiri. Masjid ini mulai dibangun 2021 lalu dan Gubernur saat ini memberikan respon dan dukungan yang baik,” katanya.

“Kita bersyukur kepada Allah, kita sudah ada masjid yang megah, terima kasih kepada Gubernur dan Bupati (Bupati Bungo Mashuri), semoga kebaikan bapak-bapak dibalas Allah SWT,” katanya.

Advertisement Advertisement

ADVERTORIAL

Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!

DETAIL.ID

Published

on

Bupati Jember, Muhammad Fawait. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.

Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.

Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.

Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.

“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.

Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.

Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.

“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.

[post-view]

Continue Reading

ADVERTORIAL

Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember

DETAIL.ID

Published

on

Layanan Adminduk dalam rangkaian Bunga Desaku. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.

Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.

Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.

Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.

Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.

Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.

Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.

Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.

“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.

Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.

Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.

Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.

Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.

“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.

Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.

Continue Reading

ADVERTORIAL

Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa

DETAIL.ID

Published

on

Ardi Pujo Prabowo diwawancarai media. (Foto: Dok/Diskominfo Jember)

DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.

Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.

Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.

Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.

“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.

Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.

“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.

Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.

“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.

Continue Reading
Advertisement Seedbacklink
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs