Connect with us
Advertisement

ADVERTORIAL

Jelang Ramadhan, Al Haris Pastikan Pasokan Bahan Pokok Tetap Stabil Pada Ramadhan

Published

on

Jambi – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH memastikan ketersediaan harga kebutuhan bahan pokok (Bapok) di Provinsi Jambi akan tetap stabil dan mencukupi dengan harga terjangkau menjelang Puasa dan Hari Raya Idul Fitri 1445H Tahun 2024.

Hal tersebut dikatakan Gubernur saat diwawancarai usai melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo Jambi, Jum’at, 8 Jumat 2024 pagi.

Menjelang puasa dan lebaran tahun 2024 – 1445 H Pemerintah Provinsi Jambi menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok (Bapok) tersedia dan mencukupi dengan harga terjangkau.

Gubernur Al Haris melakukan sidak bersama Tim Pengendalian Insplasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi dan tim Satgas Pangan Provinsi Jambi untuk melihat ketersediaan dan harga kebutuhan bahan pokok di pasar Angso Duo Jambi.

Pada sidak tersebut Gubernur Al Haris melakukan dialog dengan para pedagang untuk melihat secara langsung harga kebutuhan bahan pokok di Provinsi Jambi.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi tersebut menyatakan bahwa kedepannya umat Islam akan melaksanakan puasa bulan ramadhan, biasanya tren yang terjadi harga-harga bahan pokok mulai naik, untuk itu toko TPID Provinsi Jambi ini akan mengendalikan harga-harga, yang kira-kira masyarakat tidak keberatan dengan kenaikan harga tersebut.

“Ada beberapa komoditi yang naik seperti cabai, tapi masih dalam ambang batas, tidak ada harga kebutuhan bahan pokok yang meningkat secara signifikan. Seluruhnya masih dalam keadaan relatif aman dan masih terjangkau oleh masyarakat,” ujar Gubernur Al Haris.

“Ada beberapa kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan, namun keadaan ini masih relatif aman, misalnya cabai sering terlambat masuk kepasar. Tugas kami memastikan dimana keterlambatannya dan memastikan harga stabil, harga terjangkau, pasokannya ada dan mudah didapat oleh Masyarakat,” kata Gubernur Al Haris.

“Kenaikan harga seperti ini menjadi salah satu momen menjelang lebaran, namun selama stok masih terjaga dan kenaikan masih normal, tidak menjadi masalah,” kata Gubernur Al Haris.

Gubernur Al Haris juga menjelaskan bahwa ada sedikit kenaikan harga pada daging segar, tapi stoknya masih terjaga serta pemerintah juga telah menyediakan solusi untuk daging, yaitu menyediakan daging beku yang stoknya mencukupi dan harganya tergolong murah.

Berdasarkan pantauan langsung di pasar Angso Duo Jambi, harga beras dipasaran untuk beras 5kg 75 ribu, beras 10 kg 143 ribu, sedangkan di TPID Beras Medium 5kg 57 ribu, Beras Premium 10kg 144 ribu, Beras Premium 5kg 72 ribu.

Untuk harga-harga bahan pokok lainnya, Cabe rawit 42 ribu, Cabe merah 70 ribu, Cabe ijo 35 ribu, Minyak 2 liter 29 ribu. Minyak 1 liter 16 ribu, Bawang merah 28 ribu, Bawang putih 36 ribu, Bawang bombay 128 ribu, Telur sepiring 50 ribu 30 butir, 55 ribu 30 butir. Daging ayam 1kg 38 ribu, Daging sapi 1kg 130 ribu, Daging sapi beku 85 ribu, Kentang 1kg 16 ribu, Terong 1kg 13 ribu.

Advertisement

ADVERTORIAL

Anak Dirawat Lima Hari di Puskesmas, Warga Patrang Jember Bersyukur Seluruh Biaya Dijamin JKN

DETAIL.ID

Published

on

Benny Satria Indra Cahyadi menunjukkan aplikasi mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Ketakutan akan bayang-bayang biaya tebus obat dan sewa kamar rawat inap yang mahal seketika sirna dari benak Benny Satria Indra Cahyadi (34).

Warga Desa Banjarsengon, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember ini mengaku sangat bersyukur karena status kepesertaan aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) miliknya menjadi penolong utama saat sang buah hati jatuh sakit.

Benny merupakan peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) alias peserta mandiri.

Manfaat nyata dari program yang dikelola oleh BPJS Kesehatan ini ia rasakan langsung saat anaknya mendadak mengalami diare akut disertai dehidrasi.

Tanpa berpikir panjang, ia melarikan anaknya ke Puskesmas Sukorambi.

Akibat kondisi fisik yang lemas, sang anak harus menjalani rawat inap selama lima hari berturut-turut.

Beruntung, seluruh tindakan medis, fasilitas kamar, hingga obat-obatan dijamin penuh tanpa ada pungutan biaya tambahan sepeser pun.

“Menurut saya, manfaat Program JKN sudah terbukti dan nyata dirasakan oleh masyarakat. Selama mengikuti prosedur yang berlaku dan status kepesertaan aktif, pelayanan kesehatan dapat diakses tanpa harus khawatir dengan biaya. Saya dan istri merasa lebih tenang karena telah terlindungi oleh Program JKN. Kehadiran program ini sangat membantu meringankan beban biaya pengobatan keluarga kami. Bahkan, saat ini anak kami telah menjalani rawat inap selama lima hari dan seluruh pelayanan yang dibutuhkan tetap dijamin sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap Benny saat mendampingi anaknya.

Selama mendampingi buah hatinya di faskes, Benny juga mengapresiasi sistem pelayanan yang teratur.

Menurutnya, tidak ada sekat pembeda atau diskriminasi yang ia terima. Petugas medis memberikan penanganan yang setara, cepat, dan ramah seperti pasien umum lainnya.

Pengalaman berharga ini membuat Benny sadar bahwa program JKN merupakan bentuk nyata dari sistem gotong royong berskala nasional.

Ia pun mengetuk hati masyarakat Jember lainnya untuk tidak lalai dalam menunaikan kewajiban iuran bulanan demi menjaga status kepesertaan tetap aktif.

“Saya berharap masyarakat dapat terus menjaga kepesertaan JKN tetap aktif dengan membayar iuran secara rutin. Program JKN bukan hanya memberikan perlindungan bagi diri sendiri dan keluarga, tetapi juga menjadi wujud gotong royong. Ketika kita sehat, iuran yang kita bayarkan membantu peserta lain yang sedang membutuhkan pelayanan kesehatan. Sebaliknya, ketika kita sakit, kita juga akan mendapatkan perlindungan yang sama,” tutur Benny.

Penulis: Tim Redaksi DETAIL.ID

Continue Reading

ADVERTORIAL

Warga Jember Rasakan Manfaat Layanan BPJS SATU! dan PIPP Rumah Sakit

DETAIL.ID

Published

on

Petugas BPJS Kesehatan memberikan pelayanan bantuan aktivasi status kepesertaan di RS. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Langkah taktis BPJS Kesehatan Cabang Jember menempatkan petugas BPJS Siap Membantu (BPJS SATU!) dan Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan Peserta Rumah Sakit (PIPP RS) di area rumah sakit mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Kehadiran mereka dinilai memangkas kebingungan pasien saat berhadapan dengan kendala administrasi faskes.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jember, Yessy Novita, mengungkapkan bahwa kehadiran para petugas ini krusial untuk mengurai benang kusut yang sering dihadapi peserta, terutama terkait status kepesertaan non-aktif dan miskomunikasi prosedur kedaruratan.

“Peserta JKN tidak perlu khawatir apabila mengalami kendala saat mengakses layanan di rumah sakit. Selain hadir secara langsung, petugas kami juga dapat dihubungi melalui nomor kontak yang tersedia di berbagai titik strategis rumah sakit. Dengan demikian, peserta tetap dapat memperoleh informasi, pendampingan, dan penyelesaian masalah secara cepat,” kata Yessy.

Manfaat pengawasan langsung di lapangan ini diakui oleh Andik (51), warga Jember yang juga merupakan peserta aktif JKN.

Baginya, komitmen pendampingan nyata ini memberikan rasa tenang yang luar biasa bagi pasien maupun keluarga yang sedang fokus pada penyembuhan.

Berkaca dari pengalaman pribadinya yang berulang kali terbantu oleh program proteksi kesehatan ini, Andik pun mengingatkan warga lainnya untuk tidak menunda urusan administrasi jaminan kesehatan mereka.

“Saya berharap masyarakat yang belum terdaftar atau kepesertaannya tidak aktif dapat segera menjadi peserta JKN. Dari pengalaman yang saya rasakan, Program JKN memberikan banyak kemudahan, mulai dari proses pendaftaran yang praktis hingga akses pelayanan kesehatan yang lebih terjamin. Saya sudah beberapa kali memanfaatkan JKN saat berobat dan manfaatnya sangat besar, terutama dalam mengurangi beban biaya kesehatan yang terus meningkat,” tutur Andik.

Penulis: Tim Redaksi DETAIL.ID

Continue Reading

ADVERTORIAL

Tak Ada Diskriminasi, Pasien PBI JKN di Puskesmas Sukorambi Jember Dapat Layanan Setara

DETAIL.ID

Published

on

Intan Kurnia Andriani menunjukkan aplikasi mobile JKN. (Foto: Dok/Humas BPJS Kesehatan Cabang Jember)

DETAIL.ID, Jember – Stereotip mengenai adanya perbedaan perlakuan antara pasien umum dan pasien jaminan kesehatan sosial di fasilitas medis kini terbantahkan.

Mutu layanan yang setara dan tanpa diskriminasi dirasakan langsung oleh masyarakat saat mengakses pengobatan di tingkat puskesmas.

Hal tersebut ditegaskan oleh Intan Kurnia Andriani (23), warga Desa Kebonagung, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember.

Sebagai pemegang kartu aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI JK) yang dibiayai oleh pemerintah, ia mengaku mendapatkan hak pelayanan yang sama baiknya dengan pasien komersial.

“Saya merasakan bahwa pelayanan yang diberikan, baik di puskesmas maupun rumah sakit, sama baiknya dan tidak membedakan peserta JKN dengan pasien lainnya. Proses pelayanannya juga cepat,” kata Intan saat mendampingi putranya berobat di Puskesmas Sukorambi.

Pengalaman tersebut ia dapati ketika sang anak membutuhkan penanganan medis darurat akibat gejala diare.

Begitu tiba di Puskesmas Sukorambi, petugas medis sigap melakukan tindakan kedaruratan tanpa menunda waktu hanya karena urusan administrasi, lalu mengarahkan alur perawatan ke poliklinik rawat jalan secara teratur.

Kemudahan ini kian optimal berkat pemanfaatan sistem antrean digital melalui Aplikasi Mobile JKN.

Mengingat perlindungan kesehatan telah mengover seluruh anggota keluarganya selama lima tahun terakhir, inovasi non-tunai dan non-fisik ini dinilai memberikan ketenangan finansial yang mutlak bagi masyarakat kelas pekerja di Jember.

Akses fasilitas kesehatan yang gratis, responsif, dan adil ini diharapkan dapat memicu kesadaran kolektif bagi generasi muda di wilayah Tapal Kuda untuk memastikan status kepesertaan JKN mereka tetap aktif sebagai bantalan proteksi dini.

Penulis: Tim Redaksi DETAIL.ID

Continue Reading
Advertisement
Advertisement Seedbacklink

Dilarang menyalin atau mengambil artikel dan property pada situs