ADVERTORIAL
Pj Bupati Buka TMMD ke-122 di Desa Bedeng Rejo
DETAIL.ID, Merangin – Penjabat (Pj) Bupati Merangin Jangcik Mohza didampingi unsur Forkapimda Kabupate Merangin membuka Program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) di Desa Bedeng Rejo, Kecamatan Bangko Barat, Merangin, Jambi pada Rabu, 2 Oktober 2024.
Kegiatan TMMD itu meliputi, peningkatan akses jalan dan rehabilitasi Sapras Pasar serta sarana ibadah. Selain itu TMMD akan melaksanakan kegiatan non fisik seperti, penyuluhan kebangsaan hukum, pertanian, kesehatan, kamtibmas, PKK, narkoba dan kegiatan lainnya.
Kegiatan non fisik tersebut, tidak terlihat dalam jangka pendek, tapi untuk jangka panjang yang akan merubah paradigma berpikir masyarakat dalam memperbaiki kualitas kehidupan yang tentunya akan lebih baik lagi.
“Saya sangat berterimakasih sekali dengan Pak Danrem 042/Gapu, Dandim 0420 Sarko dan jajarannya, yang telah melaksanakan TMMD ke-122 ini di Kabupaten Merangin. TMMD ini merupakan program lintas sektoral,” ujar Pj Bupati.
TMMD lanjut Jangcik, dilaksanakan secara terpadu antara TNI dengan Pemerintah dan swasta serta bersama-sama masyarakat di lokus sasaran. Tujuan kegiatan TMMD ini, kata Pj Bupati, untuk mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Jadi kemanunggalan TMMD ini harus dipertahankan, karena menjadi modal utama dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara. TMMD diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Jangcik Mohza.
TMMD dilaksanakan melalui gotongroyong, untuk mendukung program pemerintah dalam percepatan akselerasi pembangunan daerah, khususnya pembangunan di kawasan perdesaan atau desa terpencil sekali pun.
Melalui kebersamaan sikap gotong-royong masyarakat itu papar Jangcik Mohza, akan banyak kemudahan yang didapat dalam mengatasi berbagai persoalan saat itu juga dan berbagai persoalan yang berkemungkinan terjadi pada masa yang akan datang.
“Mari bersama-sama kita dukung program TMMD ini, sehingga pembangunan yang dilakukan akan lebih cepat yang pada akhirnya mampu meningkatkan ekonomi kerakyatan. Jika ekonomi masyarakat meningkat, tentunya masyarakat akan bahagia,” tutur Jangcik.
Pada kesempatan itu, Pj bupati menyerahkan alat kerja ke petugas, menyalurkan bantuan kepada masyarakat, meninjau stan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), menanam pohon dan meninjau jalan yang akan dikerja pada program TMMD tersebut.
Tampak hadir pada acara pembukaan TMMD ke-122 itu, Danrem 042 Gapu, Brigjen TNI Rachmad diwakili Kasiter Korem 042 Gapu Kolonel Kavaleri Andriyan Dwi Atmoko, Dandim 0420 Sarko Letkol Inf Suyono, Kapolres Merangin AKBP Ruri Roberto.
Hadir juga Ketua DPRD Merangin Muhammad Rivaldi, Sekda Sarolangun Dedi Andrian, Pejabat Tinggi Pratama Pemkab Merangin, Kepala Bank 9 Jambi Bangko dan Camat Bangko Barat, Kepala Desa Bedeng Rejo dan sejumlah undangan penting lainnya. (*)
ADVERTORIAL
Pemkab Jember Segera Cairkan Beasiswa Cinta Bergema 2026, Gus Fawait: Besok Sabtu Tindaklanjutnya!
DETAIL.ID, Jember – Realisasi beasiswa Cinta Bergema tahun 2026 kian dekat.
Pemerintah Kabupaten Jember memastikan proses pencairan segera dilakukan setelah tahapan administrasi dirampungkan dalam waktu dekat.
Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan langkah percepatan melalui pertemuan langsung dengan para mahasiswa penerima manfaat.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Maret 2026 sebagai bagian dari proses akhir sebelum dana dicairkan.
Dalam agenda tersebut, mahasiswa akan diminta melengkapi sejumlah dokumen serta mengikuti tahapan verifikasi data.
“Bagi adik-adik yang kemarin banyak bertanya saat saya live di media sosial, besok tindak lanjutnya hari Sabtu. Kita akan ada sosialisasi plus persiapan pencairan untuk tahap selanjutnya,” kata Gus Fawait.
Melalui upaya ini, Pemkab Jember berharap penyaluran beasiswa dapat berjalan lancar dan tepat sasaran.
Dukungan terhadap pendidikan tetap menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam membantu mahasiswa memenuhi kebutuhan akademik mereka.
“Yang paling penting adalah beasiswa untuk tahun 2026 bisa segera direalisasikan,” tuturnya.
[post-view]
ADVERTORIAL
Bunga Desaku Dongkrak Layanan Adminduk, Hampir 2.000 Dokumen Terbit di Jember
DETAIL.ID, Jember – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) mencatat capaian signifikan dalam pelayanan administrasi kependudukan sepanjang 2025.
Melalui rangkaian program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desaku), sebanyak 1.976 dokumen berhasil diterbitkan dari 12 kegiatan yang tersebar di delapan kecamatan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Kecamatan Tanggul, Silo, Ambulu, Panti, Arjasa, Kencong, Sumberbaru, hingga Tempurejo.
Program ini menjadi salah satu upaya mendekatkan layanan publik langsung ke masyarakat desa.
Kepala Dispendukcapil Jember, Bambang Saputro, menjelaskan bahwa pelayanan dimulai secara intensif sejak Mei 2025, dengan lokasi awal di Desa Kramatsukoharjo, Kecamatan Tanggul.
Dalam empat kali kunjungan selama bulan tersebut, pihaknya mampu menerbitkan 719 dokumen.
Permohonan KTP menjadi layanan paling banyak, dengan puncak pada 13 Mei mencapai 107 pemohon.
Memasuki Juni, layanan berlanjut di Kecamatan Arjasa melalui kegiatan Pasar Murah dengan 68 layanan.
Pada akhir bulan, kegiatan di Kecamatan Silo mencatat 215 layanan di Desa Sempolan dan 99 layanan di Desa Sidomulyo.
“Pada paruh kedua tahun 2025, volume pelayanan menunjukkan angka yang fluktuatif namun signifikan. Pada Juli & September di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu (27 Juli), tercatat ada sebanyak 256 layanan dengan dominasi KTP sejumlah 179 dokumen,” kata Bambang, Kamis, 26 Maret 2026.
Capaian tertinggi dalam satu kali kunjungan terjadi di Desa Yosorati, Kecamatan Sumberbaru pada 27 September, dengan total 349 layanan.
Lonjakan terlihat pada pengurusan Kartu Keluarga sebanyak 99 dokumen dan Akta Kelahiran 65 dokumen.
Sementara itu, kegiatan di Kecamatan Panti dan Desa Wonoasri, Kecamatan Tempurejo, masing-masing mencatat 28 dan 34 layanan.
Namun, antusiasme warga kembali meningkat saat peringatan Hari Kependudukan di Kecamatan Kencong dengan total 208 layanan.
“Secara keseluruhan, akumulasi layanan selama tahun 2025 didominasi oleh penerbitan KTP sebanyak 1.090 lembar. Disusul kemudian oleh pengurusan Kartu Keluarga (KK) sebanyak 398 dokumen dan Akte Kelahiran sebanyak 268 dokumen,” ucapnya.
Selain itu, Dispendukcapil juga mencatat layanan lain seperti 192 perekaman data, 8 akta kematian, 8 surat pindah, 6 biometrik, 4 Kartu Identitas Anak (KIA), serta 2 aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD).
Untuk Surat Keterangan (SUKET), tidak terdapat permohonan selama periode tersebut.
ADVERTORIAL
Komisi C DPRD Jember Ulas Dampak Nyata Program Bunga Desaku di Desa
DETAIL.ID, Jember – Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Jember, Ardi Pujo Prabowo, menilai program Bunga Desaku menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat desa, Kamis, 26 Maret 2026.
Program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember menghadirkan pelayanan publik dengan pola turun langsung ke wilayah desa.
Skema ini membuat pemerintah daerah dapat menjangkau persoalan warga secara lebih cepat.
Ardi menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang mengarahkan pemimpin untuk hadir dekat dengan masyarakat.
“Kami dari legislatif, khususnya Fraksi Gerindra, sangat mendorong dan mendukung program ini. Apa yang dilakukan Bupati sudah searah dengan pesan Bapak Presiden Prabowo untuk selalu mendekatkan diri kepada masyarakat, mengayomi rakyat, serta mendengar langsung keluh kesah mereka,” ujar Ardi.
Ia memaparkan bahwa pembiayaan program telah melalui tahapan pembahasan resmi antara Badan Anggaran (Banggar) DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), sehingga berjalan sesuai ketentuan.
“Secara teknis, anggaran ini sudah melalui tahapan yang benar dalam pembahasan di legislatif. Jadi, menurut kami tidak ada masalah yang perlu dibesar-besarkan. Justru sudah sepatutnya pemerintah daerah hadir lebih dekat dengan rakyat,” katanya.
Menurut Ardi, kehadiran bupati di desa memberi ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan secara langsung, termasuk perbaikan jalan, fasilitas umum, serta kendala yang dihadapi petani di lapangan.
“Ini adalah bentuk pelayanan publik yang sesungguhnya. Dengan berada di pelosok, pemerintah bisa lebih cepat menerima masukan untuk kepentingan daerah kita tercinta,” tutur Ardi.



