DAERAH
Anggota DPR RI Partai Nasdem Asal Sumbar Shadiq Pasadigoe, Ingin Bermanfaat Bagi Masyarakat dalam Tugas Kedewanan
DETAIL.ID, Sumatera Barat – Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H, MM, yang juga merupakan anggota Komisi XIII DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM, melakukan reses di daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat 1 pada 31 Maret hingga 8 April 2025.
Kegiatan berlangsung di sejumlah daerah, yakni Kota Padang, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, Kota Solok, Kabupaten Solok, Kota Sawahlunto, dan Kabupaten Pesisir Selatan.
Dalam kunjungannya, Ir. M. Shadiq Pasadigoe berdialog langsung dengan masyarakat, tokoh adat, akademisi, serta pelaku usaha untuk mendengarkan berbagai aspirasi terkait pembangunan, kesejahteraan sosial, serta regulasi yang dibutuhkan oleh masyarakat Sumatera Barat pada Rabu, 2 April 2025.
Penyerapan aspirasi masyarakat yang dilakukan di Kota Padang, masyarakat menyampaikan harapan terkait peningkatan infrastruktur jalan dan penyelesaian sejumlah proyek strategis yang dianggap vital untuk kelancaran perekonomian daerah. Selain itu, isu ketahanan pangan dan kesejahteraan petani juga menjadi perhatian utama.
Sementara di Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang Panjang, aspirasi yang disampaikan lebih banyak terkait dengan sektor pendidikan dan penguatan ekonomi kreatif. Masyarakat berharap ada lebih banyak program pendampingan dan bantuan modal bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Di Kota Solok dan Kabupaten Solok, isu yang banyak diangkat adalah akses layanan kesehatan dan pemerataan fasilitas pendidikan. Warga setempat meminta agar pemerintah lebih memperhatikan kualitas layanan kesehatan, terutama bagi daerah yang sulit dijangkau.
Kunjungan ke Kota Sawahlunto difokuskan pada diskusi terkait peningkatan kesejahteraan mantan pekerja tambang dan upaya pengembangan pariwisata berbasis sejarah. Masyarakat berharap adanya insentif khusus untuk mengembangkan destinasi wisata heritage yang ada di wilayah tersebut.
Di Kabupaten Pesisir Selatan, perhatian lebih banyak diberikan kepada sektor perikanan dan kelautan. Nelayan setempat mengharapkan kebijakan yang mendukung kemudahan akses permodalan serta perlindungan terhadap ekosistem laut yang menjadi sumber utama penghidupan mereka.
Terkait Komitmen untuk Masyarakat?
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Ir. M. Shadiq Pasadigoe menegaskan bahwa dirinya akan membawa isu-isu tersebut ke tingkat nasional dan memperjuangkannya dalam pembahasan kebijakan di DPR RI.
“Kami berkomitmen untuk terus mendengarkan masyarakat dan mencari solusi terbaik. Aspirasi yang kami serap dalam reses ini akan menjadi bahan evaluasi dan perjuangan kami di parlemen, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat, ” ujar Ir. M. Shadiq Pasadigoe.
Selain mendengar aspirasi, dalam reses ini juga dilakukan pemberian bantuan kepada kelompok masyarakat serta dialog bersama pemangku kebijakan daerah guna membangun sinergi yang lebih baik dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumatera Barat.
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI yang membidangi Hukum dan HAM, Ir. M. Shadiq Pasadigoe juga membahas berbagai isu yang berkaitan dengan bidang tugasnya, termasuk koordinasi dengan instansi terkait seperti Kementerian Hukum, Kementerian HAM, Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Komnas HAM, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Sekretariat Jenderal DPR, Sekretariat Jenderal DPD, Sekretariat Jenderal MPR, Sekretariat Kabinet, Kantor Staf Presiden (KSP).
Reses tersebut merupakan bagian dari tugas konstitusional anggota DPR RI dalam mendekatkan diri dengan masyarakat dan memastikan bahwa kebijakan yang dibuat di tingkat nasional mencerminkan kebutuhan serta kepentingan rakyat secara langsung.
Ir. M. Shadiq Pasadigoe, S.H., MM juga melakukan pertemuan bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang Panjang dalam rangka sharing dan berbagi pengalaman selama beliau di eksekutif.
Reporter: Diona
DAERAH
Turunkan Alat Berat, Pemkab Merangin Gotong Royong Massal di Tiga Titik
DETAIL.ID, Merangin – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merangin melaksanakan aksi gotong royong massal pada Jumat, 27 Maret 2026 guna memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga pasca libur panjang Lebaran
Kegiatan ini menyasar sejumlah titik vital di pusat Kota Bangko yang menjadi konsentrasi tumpukan sampah sisa aktivitas hari raya.
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh jajaran pimpinan daerah, mulai dari Bupati, Wakil Bupati, unsur Forkopimda, hingga Sekretaris Daerah (Sekda).
Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMD, BUMN, serta instansi vertikal lainnya juga turut dikerahkan untuk menyisir kebersihan kota.
Untuk efektivitas pembersihan, Pemkab Merangin juga menurunkan alat berat jenis Beko loader dan membagi personel ke dalam tiga titik utama.
Titik Pertama mencakup Kawasan Komplek Pertokoan Sungai Ulak. Titik Kedua menyasar Area Pasar Bawah dan kawasan Tugu Pedang. Sementara Titik Ketiga berada di wilayah Taman Kota Bangko, Taman Bujang Upik, Pasar Baru, hingga Pasar Rakyat.
Pantauan di lapangan, para peserta tampak antusias berjibaku membersihkan sampah plastik, sisa limbah rumah tangga, hingga membabat rerumputan liar yang mulai meninggi di bahu jalan. Alhasil, wajah Kota Bangko kembali terlihat asri dan nyaman dipandang mata.
Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin, Zulhifni, memberikan apresiasi tinggi atas kekompakan seluruh elemen yang terlibat dalam agenda “Jumat Bersih” ini. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci dalam menjaga estetika kota.
“Kami sangat mengapresiasi semangat dan antusiasme baik dari unsur Forkopimda maupun seluruh OPD dan instansi terkait yang turun hari ini. Pasca Lebaran, volume sampah memang mengalami peningkatan. Kami sampai menurunkan alat berat untuk membersihkan sampah dan merapikan parit,” ujar Sekda Zulhifni.
Melalui goro ini, lanjutnya, Pemkab Merangin ingin memastikan bahwa Kota Bangko kembali bersih dan nyaman bagi masyarakat yang kembali beraktivitas normal.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk edukasi bagi warga.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan, karena wajah kota ini adalah cerminan martabat kita bersama,” ucapnya. (*)
DAERAH
Banjir Melanda 11 Kecamatan, Pemkab dan BPBD Pasuruan Bangun Dapur Umum di Shelter Bencana
DETAIL.ID, Pasuruan – Intensitas hujan yang sangat deras ditambah angin kencang selama lebih dari dua jam pada Selasa malam, 24 Maret 2026 membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Pasuruan, terendam banjir hingga Rabu pagi, 25 Maret 2026.
Dari catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, setidaknya lebih dari 6.650 rumah di 11 kecamatan dilaporkan kebanjiran. Bahkan, ketinggian air sampai 1,5 meter lebih di beberapa wilayah.
Dari 11 kecamatan yang terkena dampak banjir, hampir 6 desa di Kecamatan Beji, airnya belum surut. Enam desa tersebut adalah Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Khusus di Desa Beji, banjir paling parah terjadi di Dusun Pasinan, dimana ketinggian air mencapai 120 sentimeter dengan 72 rumah terendam.
Banjir juga melanda di Desa Jarangan dan Toyaning, Kecamatan Rejoso dengan ketinggian air antara 10-30 sentimeter. Berikutnya 4 kelurahan dan 3 desa di wilayah Kecamatan Bangil yang juga tergenang, yakni Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan dan Masangan. Ketinggian air antara 20-60 sentimeter.
Di Kecamatan Winongan, setidaknya ada 8 desa yang terkena banjir yaitu Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan. Ketinggian air paling tinggi di Menyarik, Gading dan Penataan hingga 80 sentimeter.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi mengatakan, banjir disebabkan karena intensitas hujan yang sangat lebat disertai angin kencang terjadi hampir di semua wilayah di Pasuruam dan berlangsung selama lebih dari dua jam.
“Kemarin sore sampai malam hujannya terus turun dengan intensitas sedang sampai lebat ditambah angin kencang. Intensitasnya juga cukup lama sampai lebih dari dua jam,” kata Sugeng melalui sambungan selulernya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Usai kejadian, BPBD bersama relawan langsung ke lapangan untuk melakukan banyak hal. Mulai dari evakuasi korban, pembuatan dapur umum di shelter bencana hingga distribusi makanan siap saji seperti nasi bungkus dan lainnya.
“Kita evakuasi korban ke tempat yang lebih aman, kita bagikan sembako, makanan dan kita aktifkan tiga shelter di Bangil, Winongan dan Rejoso,” ujarnya.
Tak hanya bantuan, Pemkab Pasuruan menurut Sugeng juga menginventarisir kerusakan akibat banjir kali ini.
“Pak Bupati menugaskan kami dan OPD terkait lainnya untuk menginventarisir kerusakan infrastruktur akibat dampak banjir sekarang,” tuturnya.
Reporter: Tina
DAERAH
Pemerintah dan Dinas Perhubungan Kabupaten Probolinggo Bakal Pasang Portal Jalan di Delapan Titik
DETAIL.ID, Probolinggo – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengumumkan rencana pembangunan alat pengendali dan pengaman jalan berupa portal di sejumlah ruas jalan kabupaten. Langkah ini diambil guna meningkatkan keamanan, keselamatan serta menjaga keawetan infrastruktur jalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Berdasarkan dokumen resmi tertanggal 12 Maret 2026, pembangunan portal tersebut akan dimulai pada April 2026. Portal-portal ini akan dipasang dengan spesifikasi tinggi tiang 3,5 meter dan lebar yang menyesuaikan kondisi masing-masing ruas jalan. Material utama yang digunakan adalah besi WF dengan pengecatan warna hitam-kuning berbahan fosfor agar terlihat jelas oleh pengendara.
Kepala Dishub Kabupaten Probolinggo Edy Suryanto mengatakan pentingnya sinergi dalam kebijakan ini. “Kami mengharapkan kesediaan para stakeholder, terutama pemerintah kecamatan dan desa untuk mensosialisakan kebijakan ini kepada masyarakat serta pelaku usaha angkutan agar menyesuaikan dimensi kendaraannya sebelum melewati ruas jalan tersebut,” katanya pada Rabu, 25 Maret 2026.
Adapun delapan titik lokasi pembangunan portal tersebut meliputi Ruas Jalan Patalan-Patokan di Desa Patalan Kecamatan Wonomerto, Ruas Jalan Tamansari-Banjarsawah di Desa Tamansari Kecamatan Dringu, Ruas Jalan Klaseman-Maron di Desa Klaseman Kecamatan Gending serta Ruas Jalan Condong-Manggisan di Desa Betek Kecamatan Krucil.
Selanjutnya, Ruas Jalan Pesawahan – Tiris di Desa Pesawahan Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Jabung – Besuk di Desa Jabungsisir Kecamatan Paiton, Ruas Jalan Tiris – Tlogosari di Desa Tiris, Kecamatan Tiris, Ruas Jalan Wonoasih – Bantaran di Desa Kedungsupit, Kecamatan Wonomerto.
Menurut Edy, kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pimpinan daerah guna mengutamakan keselamatan lalu lintas dan menjaga aset jalan kabupaten yang telah diperbaiki oleh Dinas PUPR Kabupaten Probolinggo.
“Pelaku usaha angkutan kayu, tambang hingga bus pariwisata diimbau untuk segera menyesuaikan tinggi muatannya maksimal 3,5 meter agar tidak terhambat saat melintas,” ujarnya.
Reporter: Tina



